Pejabat Asal Tegal Ikut Seleksi Pengisian Sekda Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Proses pengisian jabatan sekretaris daerah (Sekda) Kabupaten Kudus mulai dilakukan. Dari empat calon yang mengikuti assesment, satu diantaranya berasal dari luar Kota Kretek.

Ia adalah Nur Hayati, dirinya diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tegal. Sementara tiga lainnya adalah nama yang tak asing lagi, yakni Kepala Dinas PUPR Kudus Samani Intakoris, Asisten I Agus Budi Satrio dan Asisten III Masud.

Yulianto Tri Nugroho Sekretaris Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus mengatakan, pengumuman pengisian jabatan sekda dilakukan terbuka. Sehingga Aparatur Sipil Negara (ASN) asala luar Kudus bisa ikut serta dalam proses pemilihan sekretaris daerah.

Menurutnya, untuk dapat mengisi jabatan sekda ada persyaratan khusus. Diantaranya, pernah menduduki jabatan eselon 2B selama dua kali, usia maksimal 56 tahun dan pernah ikut Diklatpim II.

“Hal itu (persyaratan) tak dimiliki oleh setiap ASN,” ujarnya, Rabu (28/2/2018).

Tulus Tri Yatmika, Kabid Pengembangan dan Diklat BKPP Kudus menjelaskan, keempatnya telah lolos dalam seleksi berkas. Selanjutnya, mereka mengikuti assesment, yang merupakan bagian dari tahapan seleksi.

“Setelah proses ini nanti ada tes lanjutan, yakni ujian gagasan tertulis,” ungkapnya.

Dirinya menjelaskan, pengisian sekda definitif diperkirakan memakan waktu hingga sebulan. Sementara, tugas penjabat sekda yang kini dipegang oleh Sudjatmiko akan berakhir pada bulan April.

Hal itu sesuai dengan peraturan, yang menyebutkan bahwa masa jabatan penjabat sekda hanya dalam tempo tiga bulan. “Di Kabupaten Kudus, penjabat sekda sudah dilantik pada awal Februari 2018, maka nanti masa berakhir tugasnya adalah April 2018,” tuturnya.

Adapun, tahapan pengisian sekda dilakukan secara independen dan tertutup. Bahkan dari pihak BKPP sendiri tidak mengetahui materi yang dilakukan pada tahapan assesment.

“Kami pu tak tahu materi dari assesment tersebut. Untuk prosesnya dilakukan di command center Pemkab Kudus,” terang Tulus.

Editor: Supriyadi

Sudjatmiko Gantikan Noor Yasin Sebagai Sekda Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Badan Penelitan dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) Kudus Sudjatmiko, diangkat sebagai penjabat Sekretaris Daerah Kudus, menggantikan Noor Yasin yang memasuki masa pensiun.

Upacara pelepasan sekda dihelat di Pendapa Kabupaten Kudus, dengan diikuti unsur pegawai negeri, pelajar, mahasiswa, Kepala Desa dan relawan bencana, Rabu (31/1/2018).

Bupati Kudus Musthofa, langsung mengumumkan pergantian Sekda, didepan hadirin yang ada di Pendapa. Ia mengatakan, tak ingin ada kekosongan jabatan di masa akhir kepemimpinannya.

“Saya tak ingin posisi Sekda kosong, maka saya akan langsung menyerahkan (SK penunjukan penjabat sekda), karena saya ingin kerja cepat. Karena saya sudah tak punya wakil bupati selama empat tahun, sekarang saya punya sekda apik juga pensiun. Maka hari ini saya ingin menyerahkan SK Penjabat Sekda yang baru kepada Sudjatmiko,” tuturnya, sambil menyerahkan surat keputusan.

Dirinya mengatakan, pengabdian Noor Yasin sebagai pegawai negeri selama 40 tahun tak meninggalkan jejak buruk. “Harapan saya (Noor Yasin) tak berhenti mengabdi disini (Kudus). Namun demikian karena sudah memasuki masa pensiun, hari ini saya menunjuk penjabat sekda. Mudah-mudahan segalanya bisa berjalan dengan baik,” ungkap dia.

Sementara itu, Noor Yasin berharap penerusnya dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. “Mudah-mudahan (Sudjatmiko) dapat melaksanakan yang terbaik bagi warga Kudus dan pegawai negerinya,” pesan Yasin.

Menanggapi itu, Sudjatmiko berjanji menjalankan amanah yang diberikan kepadanya secara bertanggungjawab. Ia mengaku akan melaksanakan semua tugas yang ditinggalkan oleh Yasin.

“Termasuk nantinya mempersiapkan pengisian Sekda definitif,” katanya.

Disinggung mengenai tugas ganda sebagai Kepala Bapelitbangda dan Sekda, Sudjatmiko mengaku akan mengemban keduanya secara proporsional dan profesional.

Editor: Supriyadi

Pengganti Sekda Kudus Tunggu Persetujuan Gubernur

MuriaNewsCom, Kudus – Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus masih menunggu persetujuan Gubernur Jateng, terkait pengisian penjabat Sekretaris Daerah (Sekda). Pemkab berharap proses tersebut kelar maksimal akhir bulan Januari 2018.

Tulus Tri Yatmika Kabid Pengembangan dan Diklat BKPP Kudus menyatakan, penunjukan penjabat dilakukan sembari menunggu proses pengisian sekda definitif. Ia menyebut, calon penjabat sekretaris daerah sudah ada.

“Yang pasti sudah ada (yang diajukan kepada Gubernur). Akan tetapi kami belum bisa menyebutnya secara detil, baik nama maupun jumlahnya,” tutur Tulus

Pihaknya berharap, persetujuan tersebut turun paling lambat pada akhir bulan ini. Hal itu mengingat masa jabatan Noor Yasin sebagai Sekretaris Daerah, berakhir pada 1 Februari 2018.

“Untuk pengisian penjabat sekda, adalah mereka yang ditugaskan oleh bupati atas persetujuan gubernur,” jelasnya.

Terkait pengisian Sekda secara definitif, Tulus menyebut akan dilakukan melalui seleksi terbuka. Hingga Jumat (12/1/2018) kemarin, proses persiapan untuk membentuk panitia seleksi tengah berlangsung.

Setelah panitia seleksi (pansel) terbentuk, baru kemudian dibentuk jadwal seleksi terbuka sekda. Untuk sampai ke tahapan tersebut, butuh persiapan yang tidak singkat.

Dengan persiapan yang telah dilakukan sejak awal tahun, diharapkan posisi sekda secara definitif dapat segera terisi. Selain itu, untuk pengisian sekda definitif memerlukan izin dari Mendagri, mengingat Kudus tengah dalam tahapan pemilihan bupati.

Ia menyebut, untuk seleksi terbuka Sekda akan dilakukan di Kudus. Sementara Pansel akan terdiri dari unsur akademis dan juga pemerintah provinsi Jateng.

Editor: Supriyadi

Sekda Kudus: Banyak Partai yang Melamar Saya Maju di Pilbup

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin mengaku banyak partai yang meminangnya untuk maju di Pilihan Bupati (Pilbup) Kudus. Tawaran tersebut bahkan sudah mengalir jauh sebelum tahapan pilkada dimulai.

“Bukan hanya PDIP saja lho yang mengajak saya. Sejumlah partai juga meminta saya maju di Pilbup,” katanya.

Sayangnya, pejabat eselon 2 ini enggan membeberkan partai mana saja yang sudah meminangnya. Ia lebih memilih menyimpan hal itu rapat-rapat.

”Pokoknya adalah. Nanti juga bakal tahu sendiri,” ungkapnya.

Meski begitu, Noor Yasin mengakui sudah mengikuti fit and propertest sebagai Calon Wakil Bupati dari PDIP. Hanya saja, keikutsertaannya karena mendapat undangan dari Partai berlambang Moncong Putih tersebut.

“Ya benar (ikut tes di PDIP). Ini sekaligus upaya saya dalam hal mengabdikan diri kepada masyarakat. Apalagi saya juga masih merasa sehat,” terangnya.

Kendati demikian, pihaknya tak tahu menahu soal penjaringan partai pemenang pemilu tersebut. Yang jelas, pihaknya siap mengabdi kepada masyarakat pasca purna menjabat sebagai Sekda Kudus.

”Tujuan saya hanya untuk mengabdi dan bisa membawa Kudus lebih baik,” tandasnya.

Disinggung terkait pensiunnya, Sekda menjawab bahwa masa pensiunnya bakal jatuh 31 Januari 2018 nanti. Namun, jika rekom untuk maju sebagai Wakil Bupati jatuh sebelum tanggal tersebut, ia memastikan tak akan mengundurkan diri sebagai Sekda Kudus dan memilih menunggu hingga waktunya pensiun.

“Dalam ketentuannya, menyebutkan kalau saat mendaftar masih diperbolehkan menjabat. Namun, saat penetapan 12 Februari nanti barulah tidak boleh menjabat. Jadi saat itu saya sudah pensiun,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Sekda Kudus Instruksikan Pembenahan Eskalator Pasar Kliwon Segera Dilaksanakan

Pengunjung Pasar Kliwon menaiki tangga eskalator Pasar Kliwon, Sabtu (11/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Matinya eskalator di Pasar Kliwon hingga kini ternyata masih belum ditangani dengan tuntas. Hal itu membuat Sekda Kudus Noor Yasin mengambil sikap dengan menginstruksikan langsung kepada dinas terkait agar segera bertindak.

Sekda Kudus Noor Yasin memerintahkan Dinas Perdagangan untuk segera membenahi eskalator yang mati di Pasar Kliwon. Karena, matinya eskalator membuat keluhan sebagian besar pengunjung pasar.

“Itu merupakan faislitas umum bagi pengunjung pasar. Tentunya, jika terus berlanjut maka akan membuat pengunjung merasa tak nyaman. Untuk itu, kami meminta agar pembenahan segera dilaksanakan,” Katanya singkat Selasa (14/11/2017).

Baca: Mati Dua Pekan, Eskalator Pasar Kliwon Kudus Dikeluhkan Pengunjung

Sementa itu, Kepala Pasar Kliwon Sugito mengatakan kalau kini sudah ada pembenahan untuk eskalator di Pasar Kliwon. Namun, pembenahan tersebut masih belum tuntas lantaran masih ada yang rusak.

“Beberapa waktu lalu memang rusak sehingga terpaksa dimatikan. Namun kini sudah ada pembenahan meskipun belum semuanya nyala kembali,” ujarnya kepada MuriaNewsCom

Menurut dia, jika dulunya semuanya mati, kini hanya satu tangga eskalator saja yang mati. Yaitu pada tangga menurun yang terdapat pada bagian timur Pasar Kliwon. Sedang untuk yang lainya sudah dapat dinikmati pengunjung pasar.

“Kini masih pengerjaan, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini dapat segera diselesaikan sehingga pengunjung tak mengeluh lagi,” imbuh dia.

Editor: Supriyadi

Surat Keterangan dari Desa Juga Bisa untuk Berobat Gratis

Ketua DPRD Kudus Masan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Noor Yasin menghadiri acara taraweh keliling ke beberapa wilayah di Kudus. Dalam kesempatan itu, ditegaskan jika keduanya siap berduet untuk maju di pilkada 2018 mendatang. (Istimewa)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin (kanan) bersama Ketua DPRD menghadiri acara taraweh keliling ke beberapa wilayah di Kudus. (Istimewa)

 

    MuriaNewsCom, Kudus – Program Kudus Sehat yang memberikan pelayanan kesehatan terus ditingkatkan. Salah satu yang item yang berjalan sekarang ini adalah dengan memberikan pengobatan gratis terhadap warga yang kurang mampu.Untuk mendapatkan pengobatan gratis, warga bisa menunjukkan KTP. Jika memang tidak memiliki KTP, warga bisa menunjukkan surat keterangan dari desa asal.

Hal itu disampaikan Sekda Kudus Noor Yasin saat tarawih keliling beberapa hari lalu. Menurutnya, program kesehatan menjadi kebutuhan masyarakat, sehingga pelayanan juga harus ditingkatkan.”Kalau awalnya cukup dengan menunjukkan KTP saja. Dengan KTP yang berdomisili di Kudus, maka warga dapat berobat gratis hingga rumah sakit. Namun jika KTP tidak ada, maka dapat memperlihatkan surat keterangan dari desa,” katanya.

Menurutnya, hal itu akan membantu masyarakat Kudus yang tidak memiliki KTP. Baik itu mereka yang  masih di bawah umur, maupun sudah pernah membuat KTP tapi hilang, ataupun baru dalam proses.Sebab, layanan kesehatan yang digratiskan digunakan untuk seluruh masyarakat Kudus, termasuk mereka yang masih anak-anak dan lanjut usia.

“Selain surat keterangan dari desa, kartu keluarga (KK) juga dapat dijadikan bukti sebagai warga Kudus dan bisa mendapatkan pengobatan gratis. Dengan demikian, maka dapat berobat secara gratis di Puskesmas maupun di RSUD,” ungkapnya.

 

Editor : Kholistiono

Ketua DPRD Kudus: Uang Negara Itu Banyak, Harus Buat Sejahtera Rakyat

 

 Ketua DPRD Kudus Masan bersama Sekda Noor Yasin memberikan bantuan saat tarawih keliling di beberapa wilayah, yang dilakukan saat bulan puasa seperti sekarang ini (Istimewa)


Ketua DPRD Kudus Masan bersama Sekda Noor Yasin memberikan bantuan saat tarawih keliling di beberapa wilayah, yang dilakukan saat bulan puasa seperti sekarang ini (Istimewa)

   MuriaNewsCom, Kudus – Kesiapan pejabat di Kabupaten Kudus untuk maju menjadi calon bupati atau wakil bupati pada pilkada 2018 mendatang, memang semakin terlihat jelas. Salah satunya adalah Ketua DPRD Kudus Masan, yang menyatakan siap maju juga.

Hal itu disampaikan saat taraweh keliling di Kelurahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, Jumat (10/6/2016). Masan menyatakan, bahwa pihaknya juga siap untuk meneruskan perjuangan Bupati Kudus Musthofa ke depannya. ”Jadi bupati atau wakil bupati, Alhamdulillah. Nggak jadi, ya gak apa-apa,” katanya.

Masan mengatakan,  yang penting menjadi pemimpin itu ada manfaatnya bagi masyarakat. Pemimpin juga berani nekat-nekatan. Pemimpin tidak cukup hanya baik saja.”Saya pertama mencalonkan diri jadi DPRD, saya hanya nekat-nekatan. Alhamdulillah jadi. Yang kedua juga kemudian jadi lagi,” katanya.

Menurut Masan, dirinya didatangi kiai, dan dinasehati mengenai bagaimana menjadi seorang pemimpin yang baik. ”Kulo diisanjangi pak yai, nek pingin dadi pemimpin dadio wong loma. Wanio janji. Ciri-cirine wong loma kui wani janji, ning ojo ngapusi (saya dinasehati pak yai, kalau ingin jadi pemimpin, jadilah orang yang tidak pelit. Berani berjanji. Ciri-cirinya orang yang tidak pelit itu berani berjani. Tapi jangan menipu, red),” terangnya.

Salah satu yang hendak dibenahi Masan adalah soal jalan. Menurutnya, banyak jalan yang masih rusak di wilayah ini, termasuk jalan yang menjadi kewenangan dari pihak provinsi. ”Nah malam ini, tidak lama masih di 2016 ini, perubahan jalan ini harus menjadi lebih baik. Tidak usah bingung. Negara uangnya banyak, kok bingung,” terangnya.

Dalam sambutannya, Masan juga meminta warga untuk mendukung Bupati Kudus H Musthofa untuk bisa maju menjadi calon gubernur Jawa Tengah. Apalagi, saat ini bupati terus berkeliling di Jawa Tengah, untuk mengerjakan program yang telah disetujui Presiden Joko Widodo.

”Sudah lebih separuh dari Jawa Tengah telah menyetujui MoU dengan Kudus, terkait dengan program Kredit Usaha Produktif (KUP). Oleh karena itu, mari kita bersama-sama mendoakan dan mendukung program yang telah dilahirkan H Musthofa, agar program tersebut benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sekali lagi, Masan menambahkan jika yang penting menjadi pejabat itu harus ada manfaatnya untuk masyarakat. Dirinya selalu berdoa seperti itu setiap harinya. ”Bisa menjadi pejabat tapi tidak bisa bermanfaat bagi mayarakat, mendingan tidak usah jadi pejabat. Hal itu malah hanya membuat dosa,” imbuhnya.

Editor: Merie

Sekda dan Ketua DPRD Kudus Siap Duet Maju Jadi Calon Bupati dan Wabup

Ketua DPRD Kudus Masan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Noor Yasin menghadiri acara taraweh keliling ke beberapa wilayah di Kudus. Dalam kesempatan itu, ditegaskan jika keduanya siap berduet untuk maju di pilkada 2018 mendatang. (Istimewa)

Ketua DPRD Kudus Masan dan Sekretaris Daerah (Sekda) Noor Yasin menghadiri acara taraweh keliling ke beberapa wilayah di Kudus. Dalam kesempatan itu, ditegaskan jika keduanya siap berduet untuk maju di pilkada 2018 mendatang. (Istimewa)

  MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus H Noor Yasin secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk maju sebagai calon bupati Kudus, pada pemilukada 2018 mendatang.

hal itu disampaikannya, saat melaksanakan program tarawih keliling di Musala An Nur, Keluarahan Purwosari, Kecamatan Kota, Kudus, Jumat (10/6/2016) malam. Menurut Noor Yasin, apabila memang didukung seluruh warga Kudus, dirinya siap maju jadi calon bupati.

”Apabila bapak atau ibu memberikan doa dan dukungan, serta atas ridho Allah SWT, Insya Allah saya siap bersama-sama dengan teman-teman, untuk meneruskan program Pak Bupati Musthofa,” terangnya.

Yang dimaksud dengan teman-teman oleh Noor Yasin sendiri, salah satunya disebutkan adalah Ketua DPRD Kudus Masan. ”Bersama teman-teman, Pak Masan atau siapa pun itu, saya siap meneruskan program,” jelasnya.

Namun, Noor Yasin juga menjelaskan bahwa pihaknya juga siap untuk mendukung Bupati Musthofa sebagai calon gubernur Jawa Tengah mendatang. ”Dan mari kita dukung supaya Pak Bupati Kudus Musthofa, juga bisa menjadi calon gubernur Jawa Tengah,” ujarnya.

Sedangkan Ketua DPRD Kudus Masan sendiri menyatakan bahwa pihaknya juga siap untuk meneruskan perjuangan bupati Kudus ke depannya. ”Jadi bupati atau wakil bupati, Alhamdulillah. Nggak jadi, ya gak apa-apa,” katanya.

Senada dengan sekda, Masan juga mengajak masyarakat untuk mendukung Bupati Musthofa yang akan mencalonkan gubernur Jawa Tengah. ”Jadi mari bersama-sama mendukung supaya ada putra asli Kudus yang menjadi gubernur. Paling ngak, kalau Pak Mushofa jadi gubernur, maka ngak ada jalan yang jelek,” jelasnya.

Editor: Merie

Catat, Uji Kompetensi Siswa SMK Jadi Tiket VIP untuk Mendapat Pekerjaan

Puluhan saat siswa  mengikuti seminar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

Puluhan saat siswa mengikuti seminar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Selain unggul dengan banyaknya jurusan unggulan SMK di Kudus, para pelajar juga dibekali dengan sertifikasi yang diperoleh setelah menyelesiakan uji kompetensi. Hal itu akan membantu para lulusan supaya lebih mudah untuk mendapatkan pekerjaan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kudus Noor Yasin mengatakan, dengan uji kompetensi akan mencatatkan para siswa ke dunia perusahaan. Sebab dengan adanya uji kompetensi sudah diakui dengan adanya sertifikat. Sehingga para siswa memiliki kemampuan lebih.

”Sekarang prosesnya sudah berjalan. Jadi terdapat siswa yang melakukan uji kompetensi untuk bisa mendapat pekerjaan,” katanya kepada MuriaNewsCom

Menurutnya, tidak semua siswa yang diberikan keistimewaan itu. Melainkan hanya beberapa siswa yang dianggap unggul dan berpotensi. Hal itu berkaitan dengan anggaran yang disiapkan yang terbatas.

Selain itu, dalam melakukan uji kompetensi juga memakan waktu yang tidak sebentar. Sehingga siswa yang di uji juga siswa yang dipilih dan dianggap memiliki kompetensi

”Penilaiannya juga bukan sembarangan. Melainkan sebuah tim atau badan yang langsung dibentuk oleh kementrian. Hal itu jelas menjadi profesional, sehingga bakal mudah diterima perusahaan,” tegasnya.

Meski tidak semua mendapatkan fasiltas. Namun lulusan SMK di Kudus sangat mudah terserap. Bahkan, 80 persen lulusan dan siswa yang masih dibangku sekolah sudah dipesan untuk menjadi tenaga kerja profesional.

Editor: Supriyadi

Dihadapan Menristek Dikti, Sekda Kudus Minta SMK Wajib Dikelola dengan Baik di Provinsi

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin. (MuriaNewsCom)

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin. (MuriaNewsCom)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kudus Noor Yasin menyampaikan unek uneknya terkait pengelolaan SMK di provinsi kepada Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti), Muhammad Nasir saat menjadi pemateri di kuliah umum di UMK Kudus, Senin (16/5/2016) kemarin.

Salah satu pimpinan daerah di Kabupaten Kudus tersebut meminta pengelolaan SMK yang saat ini dikelola provinsi diharapkan bisa dilakukan dengan baik.Apalagi, SMK di Kudus memiliki prestasi dan kejuruan yang sangat bervariatif dan mampu bersaing dalam dunia kerja.

”Kami punya SMK animasi yang mampu bersaing di tingkat dunia, kami juga memiliki SMK pelayaran meski tidak punya laut. Karena itu kalau pengelolaan asal-salan tentu itu sangat merugikan,” katanya

Untuk itu, ia berharap pengelolaan SMK semakin berkembang jika dikelola Provisi mendatang. Bahkan dia berharap kabupaten lain dapat ditetapkan semacam itu dengan meniru Kudus.

Untuk diketahui, pengelolaan SMK dan SMA se-Jateng akan dikelola provisi mulai 2017 mendatang. Sebab tahapan aset dan persiapan sudah tuntas. Nantinya, kabupaten dan kota hanya akan fokus pada tingkat dasar saja. Sedangkan tingkat atas sudah ditangani provinsi.

Dalam pengelolaan provinsi nantinya, pemkab Kudus juga masih memperhatikan pendidikan tingkat atas. Terbukti dengan rencana dinyatakannya SMK Weekend pada tahun depan dan alokasi beasiswa dan bantuan pendidikan kepada SMA Sederajat.

Editor: Supriyadi