Ini Alasan Pemburu Kuliner Tergila-gila dengan Sego Tewel Tambakromo Pati

Seorang pengunjung tengah menerima menu sego tewel yang ia pesan di warung Siti Sofiah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Seorang pengunjung tengah menerima menu sego tewel yang ia pesan di warung Siti Sofiah. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Selama ini, kuliner Pati dikenal dengan nasi gandul dan soto kemiri. Namun, di Pati bagian selatan terdapat kuliner nasi gandul yang mulai diganderungi pemburu kuliner, yakni sego tewel yang ada di Desa Tambakromo.

Priyanto, penikmat kuliner asal Brebes mengatakan, sensasi klasik berbalut tradisional menjadi salah satu alasan dirinya tergila-gila dengan sego tewel. Cita rasa yang gurih dan pedas dianggap menggugah selera makan.

Baca juga : Larisnya Sego Tewel di Pati Ini, Ratusan Porsi Habis dalam 3 Jam

”Di sini, semuanya serba tradisional. Nasinya hanya menggunakan sayur nangka muda atau dikenal dengan tewel. Lauknya cuma ada tempe goreng, kerupuk atau peyek. Nasinya dialasi menggunakan daun jati. Meski begitu, rasanya sangat enak. Justru nuansa tradisional itulah yang saya cari,” tuturnya kepada MuriaNewsCom, Rabu (24/2/2016) malam.

Belum lagi, kata dia, harganya sangat terjangkau. Satu porsi saja, sego tewel dihargai dengan Rp 3 ribu. Tak ayal, satu orang dengan menu sego tewel, minuman, tempe, kerupuk atau peyek bisa dipastikan tak akan lebih dari Rp 10 ribu.

”Harganya juga murah. Meski terkadang saya harus melakukan perjalanan jauh dari Pati Kota menuju Desa Tambakromo yang berada di ujung Pati selatan selama setengah jam, tapi saya rela menempuhnya karena memang suka,” ujar pria yang kebetulan bekerja di wilayah Pati Kota ini.

Sementara itu, Siti Sofiah, penjual sego tewel mengamini apa yang dikatakan Priyanto. Semua menu yang ia jual memang menawarkan cita rasa klasik warisan kuliner leluhur masa lalu.

”Semuanya dikemas secara tradisional. Saya sengaja tidak menjual lauk selain tempe. Kalau saya jual lauk selain tempe, itu sama saja merubah cita rasa dan konsep yang diwariskan pendahulu kami dalam menjual sego tewel,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Larisnya Sego Tewel di Pati Ini, Ratusan Porsi Habis dalam 3 Jam

Siti tengah mengambil sayur tewel untuk disajikan kepada pembeli. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Siti tengah mengambil sayur tewel untuk disajikan kepada pembeli. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Sego tewel dikenal sebagai kuliner khas Desa Tambakromo, Kecamatan Tambakromo, Pati. Salah satu penjual yang bisa ditemui di pinggiran jalan, antara lain Siti Sofiah (45) yang berjualan sejak 1988.

Siti pun sebetulnya tidak memulainya pada 1988, tetapi meneruskan mertuanya yang berjualan sego tewel sedari awal. Bahkan, mertuanya sebetulnya berjualan sego tewel dengan meneruskan orangtuanya.

”Ini memang turun temurun. Saya termasuk generasi ketiga dari Mbah Warti dan Mbah Rasiah. Menu yang saya jual juga sama dengan generasi sebelum saya,” ujar Siti saat didatangi MuriaNewsCom di warungnya, Rabu (24/2/2016) malam.

Siti biasanya mulai membuka warungnya sekitar pukul 16.30 WIB dan sudah habis sekitar pukul 20.00 WIB. Dalam waktu kurang lebih tiga jam saja, ratusan porsi sego tewel yang disediakan Siti ludes diserbu pembeli.

Dalam waktu yang singkat itu pula, Siti mengaku menyediakan 30 kilogram beras dengan sayur tewel sebanyak 3 panci besar. Kendati begitu, nasinya itu selalu habis tak lebih pukul 20.00 WIB.

Ia mengatakan, sego tewel memiliki cita rasa yang asin, gurih, dan pedas sesuai dengan lidah orang Pati. Meski demikian, pengunjung ternyata tak saja berasal dari Pati, tetapi juga wisatawan dari luar daerah seperti Jakarta.

Saat ini, Siti memiliki lima karyawan yang ikut membantu memasak, cuci piring, hingga melayani pembeli. Warungnya tak pernah sepi dari pengunjung.

Editor : Titis Ayu Winarni