Penembak Monyet Satwa Bikin Komunitas Ini Marah

 

Luka sobek pada bagian leher monyet akibat tembakan timah panas terlihat. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Luka sobek pada bagian leher monyet akibat tembakan timah panas terlihat. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Sejumlah pegiat Komunitas Boemi Pati mengecam pelaku penembakan monyet yang berada di Taman Kota Pati. Haris Rubianto, misalnya. Ia mengutuk tindakan yang sampai hati meluncurkan timah panas hingga mengenai leher monyet sampai robek.

“Kami mengecam tindakan pelaku yang menembak monyet hingga robek. Yang jelas, pelaku tidak punya rasa kasihan sama sekali. Monyet juga seperti manusia, butuh makan, minum, keamanan dan kehidupan,” kata Haris saat dimintai keterangan MuriaNewsCom.

Pihaknya juga menyayangkan sikap pengurus taman kota yang seolah melakukan pembiaran terhadap kondisi monyet. Dari informasi yang dihimpun di lapangan, monyet tersebut sudah dalam keadaan berlumuran darah pada Rabu (9/9/2015).

Kemungkinan, monyet ditembak pada Selasa (8/9/2015) malam. “Begitu mendapatkan informasi, kami melihat kondisi monyet. Sesampainya di lokasi, monyet malang itu belum mendapatkan perawatan, sehingga ada sedikit darah segar yang masih mengalir,” imbuhnya.

Setelah mendatangkan dokter hewan, peluru yang bersarang di leher monyet akhirnya berhasil dikeluarkan. “Pengelola hutan harus bertanggung jawab atas setiap kejadian yang menimpa flora dan fauna di kawasan Hutan Kota,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)

Monyet Satwa Pati Ditembak, Warga Menangis

 

Imam, salah satu pengunjung tengah mengelus kepala monyet yang ditembak pada bagian leher hingga robek. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

Imam, salah satu pengunjung tengah mengelus kepala monyet yang ditembak pada bagian leher hingga robek. (MuriaNewsCom/LISMANTO)

 

PATI – Satu orang pengunjung satwa Hutan Kota Pati meneteskan air mata melihat kondisi monyet yang mengalami luka sobek di bagian leher akibat ditembak.

“Pelaku memang kejam. Pemerintah tidak boleh melakukan pembiaran. Pemerintah wajib melindungi dan merawat,” kata Imam B, salah satu pengunjung yang peduli dengan monyet malang tersebut.

Diketahui, monyet itu merupakan satwa dari hutan dan taman kota. Pemerintah membuat taman kota dan memberikan satwa. Tetapi mereka tidak terawat. Bahkan, kondisi satwa cenderung terlantar.

Monyet adalah contoh hewan yang tak dirawat. Seekor monyet yang ditaruh di Hutan Kota itu mengalami luka sobek parah di bagian leher. Diduga, monyet ditembak seseorang menggunakan senapan angin.

Pegiat Komunitas Boemi Haris Rubianto kepada MuriaNewsCom, Jumat (11/9/2015) mengatakan, luka robek pada bagian leher diduga terkena peluru dari senapan angin. Hal ini didukung dengan hasil analisa medis yang memeriksa monyet tersebut.

“Kami mengajak dokter hewan Yoyok Sunaryono untuk memeriksa dan mengobati monyet yang luka itu. Kondisinya sangat memprihatinkan. Pemerintah harus punya kepedulian mengenai masalah ini,” tandasnya. (LISMANTO/AKROM HAZAMI)