Usai Jalani Hukuman, Sarman Kini Dikabarkan Sudah Berada di Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi

Masriyatun, istri Sarman sedang menunjukkan foto suaminya. Dirinya berharap, Sarman bisa cepat pulang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masriyatun, istri Sarman sedang menunjukkan foto suaminya. Dirinya berharap, Sarman bisa cepat pulang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Sarman (79) jemaah umrah asal Desa Turus, Kecamatan Rembang, yang sudah setahun ini belum pulang karena divonis pengadilan di Arab Saudi dengan hukuman penjara dan cambuk sebanyak 80 kali, kini dikabarkan sudah berada di Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi.

Hal ini ditegaskan oleh pihak PT Anamira Tour, yang merupakan biro jasa perjalanan, yang ketika November 2015 itu membawa jemaah umrah, termasuk di antaranya adalah Sarman dan istrinya Masriyatun (70). “Pak Sarman kini sudah bebas dan sudah berada di Kedutaan Besar Indonesia di Arab Saudi, dan tinggal nunggu dipulangkan ke Indonesia,” ujar Fitri Sari, Pimpinan Anamira Tour Cabang Rembang.

Namun demikian, dirinya tidak bisa memastikan kapan Sarman bisa dipulangkan. Sebab, hal itu menjadi kewenangan dari pihak kedutaan. Tetapi, dalam hal ini, pihaknya akan mengupayakan memfasilitasi transportasi.

Untuk diketahui, informasi yang dihimpun, Sarman ketika baru sehari berada di Makkah terpisah dari rombongan dan hilang. Akhirnya, setelah dicari ke sana kemari, Askar (polisi Arab Saudi) menemukannya sedang bersama dengan seorang pria Yaman di dalam toilet. Kemudian, Sarman dibawa ke kantor Askar untuk menjalani pemeriksaan. Askar lalu menuduh Sarman berbuat asusila dengan orang Yaman, didasarkan bukti rekaman CCTV.

Dalam rekaman tersebut, Sarman terlihat masuk ke dalam toilet bersama pria Yaman itu. Sarman cukup lama berada di toilet, sekitar satu jam. Terkait kasus ini, Sarman juga divonis pengadilan Arab Saudi dengan hukuman 80 kali cambuk dan 6 bulan penjara.

Baca juga : Sarman, Jemaah Umrah Lansia Asal Rembang yang Sudah Setahun Belum Kembali ke Rumah

Editor : Kholistiono

Sarman, Jemaah Umrah Lansia Asal Rembang yang Sudah Setahun Belum Kembali ke Rumah

Masriyatun menunjukkan foto suaminya, Sarman yang setahun lalu berangkat umrah dan hingga kini belum pulang dari Saudi.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masriyatun menunjukkan foto suaminya, Sarman yang setahun lalu berangkat umrah dan hingga kini belum pulang dari Saudi.(MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Masriyatun (70), warga Desa Turusgede, Kecamatan Rembang, tak kuasa menitikkan air mata ketika berbicara tentang suaminya yaitu Sarman (79) yang sudah setahun ini tak ada pulang ke rumah.

Lebih menyedihkan lagi, dirinya tidak mendapatkan kepastian, apakah suaminya nantinya akan pulang ke rumah lagi atau tidak. Sebab, sudah setahun ini, dirinya hanya mendapatkan informasi yang kurang jelas mengenai suaminya.

Masriyatun menceritakan, terkait dengan suaminya. Pada November 2015 lalu, dirinya bersama dengan suaminya berangkan menjalankan ibadah umrah melalui biro jasa perjalanan yaitu PT Anamira. Ketika berada di Mekah, pemondokan antara laki-laki dan perempuan dipisah.

Baru sehari di sana, suaminya hilang. Dari keterangan teman sekamarnya di pemondokan, suaminya dibawa orang tak dikenal dengan ciri fisik berkulit hitam. Sayangnya, tanpa pikir panjang Sarman mau diajak orang tersebut.

“Suami saya itu sudah pikun. Bahkan, Bapak juga kerap bingung karena lupa jalan pulang. Entak kenapa kok Bapak mau diajak orang itu. Pihak travel, ketika Bapak hilang selama dua jam itu, juga langsung mencarinya, tapi tak ketemu,” ujarnya.

Setelah dicari ke sana kemari, akhirnya Askar (polisi Arab Saudi) menemukannya sedang bersama dengan seorang pria Yaman di dalam toilet. Kemudian, Sarman dibawa ke kantor Askar untuk menjalani pemeriksaan. Askar lalu menuduh Sarman berbuat asusila dengan orang Yaman, didasarkan bukti rekaman CCTV.

Dalam rekaman tersebut, Sarman terlihat masuk ke dalam toilet bersama pria Yaman itu. Sarman cukup lama berada di toilet, sekitar satu jam. Terkait kasus ini, Sarman juga divonis pengadilan Arab Saudi dengan hukuman 80 kali cambuk dan 6 bulan penjara.

Hal ini tentunya sangat mengejutkan pihak keluarga. “Kami tidak tahu apa yang terjadi dan bagaimana. Kami juga tidak tahu, bagaimana nasib Bapak sampai sekarang ini. Terkahir kami dikabari pihak biro jasa Anamira pada Agustus lalu, dan katanya Bapak akan pulang Agustus lalu. Tetapi, sampai sekarang juga belum ada pulang,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono