Potensi Bagus, Tapi Manajemen Pengelolaan Ternak Sapi di Blora Masih Memble

Beberapa sapi yang berada di peternakan milik warga (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Beberapa sapi yang berada di peternakan milik warga (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora dinilai memiliki potensi dalam hal peternakan sapi. Bahkan, sapi dari Blora bisa bersaing di pasaran luar daerah. Namun cukup disayangkan, karena hal itu belum diimbangi dengan pengelolaan manajemen yang baik dari pemerintah setempat.

Direktur Utama PD Dharma Jaya Marina Ratna Dwi Kusuma Jati menyatakan, perkembangan peternakan sapi di Blora butuh manajemen yang bagus dari pemerintah, agar potensi yang ada dapat menunjang kemajuan daerah.

“Harus ada pengelolaan atau manajemen yang baik dari pemkab,dan bukan peternak sendiri yang mengelola,” kata Marina Ratna Dwi, Jumat (12/02/2016).

Sementara itu, Tekad, Ketua Kelompok Tani Sumber Barokah Desa Palon, Kecamatan Jepon, mengatakan, keberadaan sapi di Blora cukup melimpah. Untuk di desanya saja, saat ini ada sekitar 1.350 ekor sapi, yang dipelihara peternak.

Selain itu, katanya, ada dua kandang komunal milik kelompok tani yang ia pimpin, mampu menampung sekitar 60 ekor sapi. “Itu baru ada di desa sini saja, belum di wilayah Blora yang lain,” jelas Tekad.

Tekad berharap, kedepannya ada perhatian khusus dari pemkab untuk ikut serta mengembangkan sapi simental yang dibutuhkan pasar, seperti Jakarta. oleh DKI Jakarta dalam bentuk manajemen yang bagus. “Ini peluang bagi peternak di Blora. Harapannya

Editor : Kholistiono

Blora Katanya Akan Suplai Sapi ke Jakarta, Saat Dicek, Ternyata Tidak Siap

Sapi varietas peranakan ongole milik peternak di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Sapi varietas peranakan ongole milik peternak di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Melimpahnya potensi peternakan sapi di Kabupaten Blora rupanya membuat DKI Jakarta melirik, guna memasok kebutuhan daging sapi.

Namun begitu dicek, ternyata jumlah sapi Blora belum bisa dikatakan siap memasok ke Jakarta.

Ini diakui Marina Ratna Dwi Kusumajati, Direktur Utama PD Dharma Jaya, selaku orang orang nomor satu di Perusahaan Dagang milik Pemprov DKI Jakarta, yang bergerak pada sektor daging sapi.

Dia meninjau kesiapan peternak sapi di Desa Palon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora, Jumat (12/02/2016).

Hasilnya, Ratna menyimpulkan sapi di Blora, mayoritas merupakan sapi jenis peranakan ongole (PO). Menurutnya, sapi tersebut bukanlah jenis sapi potong yang bisa dipasok ke DKI.

“Kami membutuhkan sapi metal, atau yang sering disebut sapi simental. Sementara, saya di sini dua hari menghitung sapi simental hanya ada 150 ekor saja,” katanya.

Dia juga berpendapat, tingginya kebutuhan daging sapi di Jakarta, membuatnya ingin mengembangkan sapi varietas simental di Blora.

Menurutnya, per hari di Jakarta membutuhkan 650 sampai 750 ekor sapi untuk dipotong. Sementara, keinginannya mengembangkan sapi varietas simental di Blora didasari dengan potensi yang cukup meyakinkan.

“Kami akan mencoba mengembangkan terlebih dahulu, ke depanny. Kalau sudah baru kami akan pasok dari sini,” lanjut Ratna.

Editor : Akrom Hazami

Melimpah, Ribuan Sapi dari Blora Akan Dipasok ke Jakarta

Ramainya penjualan sapi di Pasar Pon Blora. Hal tersebut dikarenakan hasil ternak sapi yang melimpah di Blora dan siap dipasok ke Jakarta. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Ramainya penjualan sapi di Pasar Pon Blora. Hal tersebut dikarenakan hasil ternak sapi yang melimpah di Blora dan siap dipasok ke Jakarta. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Melimpahnya sapi di Blora memicu Pemkab untuk mengembangkan dan mencoba menawarkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hal tersebut seperti diungkapkan oleh Pj Bupati Blora, Ihwan Sudrajat.

Ihwan mengungkapkan, kebutuhan sapi perhari di DKI Jakarta mencapai 600 ekor. Sementara, 97 persen merupakan sapi impor dan sisanya merupakan sapi lokal. ”Kalau kita bisa memasok 2000 sampai 3000 ekor perbulan kan lumayan bisa menaikkan pendapatan para peternak,” ujar Ihwan kepada MuriaNewsCom Rabu (03/02/2016).

Upaya tersebut, lanjut Ihwan, sudah didiskusikan dengan Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Untuk mekanisme perkembangan peternakan kedepan, Ihwan mengungkapkan, Pemkab Blora bisa bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Jakarta. ”Uangnya dari Jakarta, kita kerja sama dengan BUMD. Nantinya bisa juga kita bikin anak perusahaan,” kata Ihwan.

Ihwan juga mengatakan, dirinya di Blora sudah tinggal beberapa hari lagi. Mengingat sebentar lagi pemenang Pilkada akan dilantik. Dirinya akan segera mematangkan konsep yang telah dirancangnya. ”Termasuk sapi ini akan saya matangkan, jadi nanti tinggal melanjutkan,” imbuh Ihwan.

Sementara, Kepala dinas pertanian perkebunan peternakan dan perikanan (Dintanbunakikan) Blora, Renny Miharti mendukung konsep tersebut. Renny mengungkapkan, konsep tersebut akan ditinjau ulang oleh Pemprov DKI. ”ini baru tahap penjajakan,” kata Renny.

Editor : Titis Ayu Winarni