Ini Sosok Agus Maarif, Ustaz Ganteng Asli Pati yang Baca Alquran di Pernikahan Anak Jokowi

Agus Maarif berfoto bersama dengan Presiden Jokowi saat pernikahan Kahiyang-Bobby. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Pati – Agus Maarif sempat menjadi sorotan publik, setelah didaulat sebagai pelantun ayat suci Alquran dalam pernikahan putri Presiden RI Joko Widodo, Kahiyang dengan Bobby di Solo, Rabu (8/11/2017).

Agus ternyata seorang dosen di IAIN Surakarta, Pengasuh Ponpes Raudlatul Maarif Sendanglo Boyolali, dan pengajar di Almuayad. Pria kelahiran Pati, 10 Mei 1979 ini juga tercatat sebagai alumnus Madrasah Raudlatul Ulum.

Masa muda Agus dihabiskan di Pati, sebelum berangkat ke Mesir untuk menempuh pendidikan sarjana di Universitas Al Azhar. Selepas lulus dari Mesir, Agus lantas melanjutkan studi magister manajemen syariah di Universitas Sebelas Maret.

Sebelum diminta untuk menjadi pelantun ayat suci Alquran, Agus ternyata sudah akrab dengan keluarga besar Jokowi. Dia kerap diminta mengisi pengajian di mana keluarga Presiden menghadiri.

“Saya sering mengisi pengajian yang di pengajian itu ada keluarga Presiden,” ujar Agus saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Jumat (10/11/2017).

Putra pertama dari tiga bersaudara ini juga bukan kali pertama mendapatkan mandat sebagai pelantun ayat suci Alquran dalam agenda Jokowi Mantu. Sebab, dia juga mendapatkan tugas yang sama saat pernikahan Gibran Rakabuming.

“Pak Jokowi mantu pertama sudah menunjuk saya. Dan Bapak Presiden menghendaki lagi,” jelas Agus.

Dalam waktu dekat, Agus akan pulang ke kampung halaman di Desa Sambilawang, Trangkil, Pati. Dia akan bersilaturahmi dengan keluarga besar di sana.

Editor : Ali Muntoha

Kirab Hari Santri Nasional di Pati Diikuti Ribuan Warga Lintas Agama

Seorang santri membawa tulisan “Assalamualaikum santri se-Nusantara” saat mengikuti Kirab Hari Santri di Pati, Minggu (22/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kirab Hari Santri Nasional di Pati diikuti ribuan warga lintas agama. Mereka mulai berjalan dari depan Markas Kodim 0718/Pati di Jalan P Sudirman menuju Alun-alun, Minggu (22/10/2017).

Sebelum kirab berlangsung, tokoh lintas agama membacakan ikrar janji setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka berjanji bersatu padu tanpa memandang suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

Ketua Panitia, Jamal Makmur mengatakan, Kirab Hari Santri Nasional di Pati diikuti sekitar 5.000 peserta. Mereka berasal dari santri, aparat kepolisian dan TNI, Gusdurian, hingga umat nonmuslim.

“Kami ingin memanfaatkan momentum Hari Santri Nasional untuk memperteguh nasionalisme dan patriotisme. Karena itu, Hari Santri di Pati melibatkan semua unsur dan elemen masyarakat,” ujar Jamal.

Dia mengajak kepada masyarakat untuk menghindari sentimen keagamaan, etnis dan kelompok tertentu. Sebaliknya, semua elemen masyarakat harus bisa memperteguh kebhinekaan dan menegaskan NKRI harga mati.

Kirab sendiri dimeriahkan dengan marching band, rombongan santri, dan barongsai dari Klenteng Hok Tik Bio. Mereka berkolaborasi memeriahkan suasana kirab yang menjadi simbol kerukunan umat beragama di Kabupaten Pati.

Kirab dilanjutkan dengan apel akbar Hari Santri Nasional di Alun-alun Pati dengan inspektur upacara Bupati Pati Haryanto. Dalam sambutannya, Haryanto mengajak kepada semua masyarakat Pati untuk memaknai Hari Santri dengan semangat persatuan dan kesatuan.

“Santri punya peran besar dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Kita teladani semangatnya untuk mempertahankan NKRI yang sudah diperjuangkan dengan titik darah penghabisan,” kata Haryanto.

Editor: Supriyadi

Ma’had Ali NU Kajen Peringati Haul Mbah Ahmad Mutamakkin Pati dengan Bahsul Masail

Santri dari berbagai pesantren Kajen dan para ulama pengurus MWC NU Margoyoso Pati saat mengikuti bahsul masail dalam rangka Haul Syeh Ahmad Mutamakkin. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Pati – Dalam rangka memperingati Haul Syeh Ahmad Mutamakkin, Ma’had Ali (Perguruan Tinggi Keagamaan berbasis pesantren) Nahdlatul Ulama (NU) Kajen menggelar Bahsul Masail tingkat santri  Kajen Margoyoso Pati dan sekitarnya, Senin (25/9/2017).

Bahsul Masail tersebut dihadiri santri-santri dari berbagai pesantren Kajen dan para ulama pengurus MWC NU Margoyoso Pati.

KH Suhaili Rois Syuriah MWC NU Margoyoso dalam sambutannya mengatakan bahwa Bahsul Masail merupakan tradisi NU yang masih berjalan dengan baik di semua tingkat kepengurusan. Selain untuk menjawab berbagai masalah waqi’iyah, bahsul masail juga menjadi media belajar para santri.

Apalagi, pesantren di Kajen dan sekitarnya cukup banyak. Tidak kurang dari 50 pesantren baik yang besar maupun yang kecil kiranya dapat membuat kegiatan rutin seperti bahsul masail hingga menjadi media silaturrahmi dan media keilmuan antarpesantren di Kajen.

Ma’had Ali Nahdlatul Ulama Kajen berdiri tahun 2014 merupakan lembaga pengajian kitab kuning semi klasikal yang didirikan oleh Pengurus Syuriah MWC Margoyoso Pati untuk mewadahi santri paska Aliyah yang ingin mendalami kitab-kitab kuning dan ilmu keagamaan melalui jalur informal.

Ma’had Ali NU Kajen memberikan pembelajaran dengan spesialisasi Ilmu Fiqih. Dewan pengajar di Mahad Ali NU Kajen adalah para pengurus Syuriah MWC NU Margoyoso.

Kegiatan pengajian dan pembelajaran Ma’had Ali NU bertempat di gedung serba guna LPBA (Lembaga Pendidikan Bahasa Arab) di pesantren Raudlatul Ulum Kajen.

Kegiatan Bahsul Masail Ma’had Ali NU ini merupakansalah satu  kegiatan utama dari rangkaian kegiatan Festival Kajen 2017‎yang diselenggarakan dalam rangka Haul Waliyullah Mbah Ahmad Mutamakkin.

Berikut adalah agenda kegiatan Festival Kajen 2017yaitu Bazar Buku Murah, Launching Mutamakkin Institut, Bedah Teks Pakem Kajen: Mbah Mutamakkin dalam Senandung Puisi Jawa, Bedah Buku Infografis Masjid Kajen sekaligus Launching Museum Heritage Kajen, Suluk Laras Jagad, Bedah Buku Surat dari Bawah Air dan Festival akan ditutup denga kegiatan Bedah Film Narasi Kajen Jilid II.

Kegiatan Festival Kajen dilaksanakan mulai tanggal 24 September 2017 sampai dengan 15 Oktober 2017. Beberapa kegiatan dalam Festival Kajen nampak meriah dihadiri para santri  Kajen.

Sebagaimana diketahui bahwa tradisi Haul Syeh Ahmad Mutamakkin yang jatuh pada taggal 10 Muharram merupakan kegiatan budaya tahunan yang biasanya diselenggarakan cukup meriah oleh masyarakat desa Kajen Margoyoso Pati dan sekitarnya untuk mengenang beliau sebagai simbol dakwah dan keilmuan di kota santri tersebut.

Editor: Supriyadi

Ratusan Santri di Pati Diajari Wirausaha Berbasis Teknologi Informasi

Santri, pelajar dan mahasiswa mengikuti workshop technopreneurship di Ponpes Al Falah, Desa Kadilangu, Trangkil, Pati, Sabtu (26/8/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Ratusan santri, pelajar dan mahasiswa diajari wirausaha berbasis teknologi informasi (IT) dalam workshop technopreneurship bertajuk “Membangun Spirit Technopreneurship Pelajar dan Santri di Era Teknologi Informasi” di Ponpes Al Islah, Desa Kadilangu, Trangkil, Pati, Sabtu (26/8/2017).

Kegiatan tersebut diadakan Java Literacy School bekerja sama dengan PC IPNU IPPNU Pati dan Arus Informasi Santri (AIS) Jawa Tengah.

Tiga narasumber yang hadir, antara lain Hasan Chabibie dari Pusat Teknologi dan Komunikasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, internet marketer Rifan Heryadi, dan santripreneur IPNU Pati Irham Shodiq.

“Arus teknologi informasi sudah tidak bisa dibendung lagi. Ini tidak bisa dihindari sehingga harus ditangkap dengan baik oleh para santri, pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan usahanya,” kata Hasan.

Lebih dari itu, Hasan menjelaskan, pelaku wirausaha berbasis IT di Indonesia masih sebatas menggunakan karya orang lain, seperti Facebook, Instagram, Twitter dan sejenisnya. Mereka belum memiliki kemampuan untuk memproduksi teknologi untuk pengembangan usaha.

Kendati demikian, sikap melek IT sangat diperlukan agar para santri tidak tertinggal dengan perkembangan zaman. Pemanfaatan IT sebagai usaha memasarkan produk dianggap sangat penting untuk menghasilkan pundi-pundi rupiah.

Sementara itu, Rifan menambahkan, warga Indonesia memiliki pengguna media sosial tertinggi se-Asia. Karena itu, kondisi itu harus dimanfaatkan dengan baik untuk memasarkan produk-produk usahanya melalui IT.

“Generasi muda, para santri, pelajar dan mahasiswa harus mempersiapkan diri dengan bekal keterampilan untuk menyongsong arus teknologi informasi yang semakin tinggi. Terlebih, dunia masa depan akan menggunakan basis teknologi sehingga harus dipersiapkan sejak sekarang,” tandasnya.

Editor : Ali Muntoha