7 Ribu Pengunjung Hadiri Pameran Purbakala di Grobogan

Pengunjung pameran purbakala di gedung Wisuda Budaya pada hari terakhir masih tetap ramai (MuriaNewsCom / Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanaan pameran purbakala yang diselenggarakan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran untuk pertama kalinya dinilai sukses. Indikasinya, dalam pameran yang berlangsung selama lima hari itu dibanjiri pengunjung.

“Kita baru pertama bikin pameran di Grobogan. Namun, animo pengunjung saya nilai luar biasa. Terima kasih pada semua pihak yang ikut mendukung pelaksanaan pameran purbakala ini,” kata Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi, Selasa (28/3/2017).

Ia berharap, dari pelaksanaan pameran bisa mendatangkan manfaat bagi pengunjung. Setidaknya, mereka punya tambahan pengetahuan seputar dunia kepurbakalaan. Baik yang berasal dari Museum Sangiran maupun benda purbakala yang ditemukan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus.

Pameran yang dilangsungkan di gedung Wisuda Budaya ini dibuka Jumat (24/3/2017). Pada hari pertama, jumlah pengunjung hanya berkisar 600 orang.

Kemudian pada dua hari berikutnya, Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung membeludak. Dalam dua hari tersebut, pengunjung per hari hampir mencapai angka 2.000 orang.

Banyaknya pengunjung pada dua hari ini disebabkan adanya penambahan jam buka pameran hingga pukul 21.00 WIB, khusus untuk Sabtu dan Minggu. Sebelumnya, pameran dibuka hingga pukul 18.00 WIB.

Pada Senin kemarin, jumlah pengunjung sekitar 1.600 orang. Sedangkan, pada Selasa ini atau hari terakhir, pengunjung yang melihat koleksi benda purbakala masih terus mengalir. Hingga pukul 17.00 WIB atau satu jam sebelum ditutup, pengunjung yang datang tercatat sudah lebih dari 1.500 orang.

“Menjelang penutupan, masih banyak pengunjung yang datang. Selama lima hari pameran disini, pengunjung selalu ramai,” kata penanggung jawab pameran Iwan Setiawan.

Iwan menyatakan, selain menyampaikan informasi langsung pihaknya juga membagikan buku sejarah Museum Sangiran pada pengunjung pameran. Total buku yang dibagi sekitar 200 eksemplar. 

Editor : Akrom Hazami

Koleksi Purbakala Museum Sangiran Bakal Dipamerkan di Grobogan

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan koleksi purbakala yang tersimpan di Museum Sangiran dalam waktu dekat bakal bisa disaksikan di Grobogan. Sebab, pihak Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran akan mengadakan pameran di Kota Purwodadi.

“Lokasi pameran akan ditempatkan di gedung Wisuda Budaya Purwodadi. Jadwalnya, dari tanggal 24-28 Maret,” ungkap Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi, saat dihubungi lewat ponselnya, Selasa (21/3/2017).

Menurut Sukron, dalam pameran nanti, pihaknya sudah menyiapkan aneka koleksi yang bakal dipajang. Antara lain, rekonstruksi patung keluarga manusia purba Homo Erectus. Terdiri dari laki-laki, perempuan dan anak.

Selain itu, aneka benda purbakala lainnya juga sudah disiapkan. Seperti fosil hewan laut, gajah dan banteng yang usianya berkisar 500 ribu tahun.

Kemudian ada pula serangkaian acara pemutaran film tentang kepurbakalaan dan sejarah berdirinya Museum Sangiran. Di samping koleksi dari situs Sangiran, pihaknya juga akan menampilkan aneka benda purbakala yang ditemukan di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus.

“Jadi tidak hanya koleksi Sangiran saja yang akan dipamerkan. Kita juga sediakan stan khusus untuk benda-benda purbakala dari Banjarejo,” jelasnya.

Sukron menyatakan, tujuan digelarnya pameran adalah untuk menyebar luaskan informasi kepurbakalaan, baik dari Sangiran dan Banjarejo bagi masyarakat luas.

Khususnya, buat kalangan pelajar. Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Grobogan untuk memobilisasi siswa sekolah guna menyaksikan pameran sekaligus menimba ilmu kepurbakalaan.

“Bagi pengunjung pameran tidak dipungut biaya alias gratis. Oleh sebab itu, kami berharap pameran nanti bisa dimanfaatkan untuk menambah pengetahuan,” imbuhnya. 

Editor : Akrom Hazami

Malam Ini, Tim BPSMP Sangiran Putar Film Bareng Warga Banjarejo Grobogan

Warga Desa Banjarejo mengikuti acara sosialisasi yang diselenggarakan BPSMP Sangiran di balai desa setempat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kedatangan Tim dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus ternyata tidak hanya untuk melangsungkan penelitian lapangan saja. Tetapi juga melangsungkan beberapa kegiatan lainnya.

Salah satunya adalah melangsungkan pemutaran film bareng barang setempat. Rencananya, pemutaran film akan dilangsungkan di Balai Desa Banjarejo, Kamis (16/2/2017).

“Pemutaran film akan kita langsungkan nanti malam mulai jam 19.00 WIB. Tempatnya di balai desa,” kata Wahyu Widianta, selaku Ketua Tim Penelitian BPSMP Sangiran di Desa Banjarejo.

Menurut Wahyu, film yang akan diputar tidak hanya bertemakan soal kepurbakalaan saja. Tetapi, juga mengangkat seputar edukasi dan motivasi kehidupan.

Selain pemutaran film, agenda lain yang dilakukan adalah melangsungkan sosialisasi yang dilangsungkan Kamis siang tadi. Acara sosialisasi yang dihadiri sekitar 100 orang itu dipimpin langsung Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi yang juga bertindak sebagai salah satu narasumber.

Selain Sukronedi, ada juga Kabid Kebudayaan Disporabudpar Grobogan Marwoto dan dua pejabat dari BPSM Sangiran, yakni Budhi Sancoyo dan Muhammad Hidayat yang jadi narasumber dalam sosialisasi di balai desa itu.

Editor : Akrom Hazami

Obok-obok Banjarejo, Tim PurbakalaSangiran Temukan Ratusan Fosil

Tim Ahli Purbakala BPSMP Sangiran melakukan penelitian di Banjarejo dan berhasil memukan ratusan fosil hewan purba. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski sudah banyak ditemukan, koleksi benda purbakala di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus belum habis. Buktinya, dalam sepekan terakhir, berhasil ditemukan ratusan potongan fosil hewan purba di berbagai lokasi.

Benda purbakala ini bukan ditemukan warga setempat, seperti biasanya. Tetapi, didapatkan Tim ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran yang melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, sejak seminggu lalu.

“Selama seminggu sudah banyak potongan fosil yang ditemukan tim ahli BPSMP Sangiran. Kira-kira ada 250 potongan fosil hewan purba,” jelas Kades Banjarejo Ahmad Taufik, Senin (13/2/2017).

Ratusan fosil yang ditemukan itu terdiri dari berbagai ukuran. Mulai sebesar ibu jari sampai sebesar lengan orang dewasa. Saat ini, fosil yang ditemukan masih dikumpulkan dan nantinya akan diidentifikasi.

Untuk lokasi penemuan potongan fosil tersebut berada di banyak tempat. Mulai dari pinggiran Sungai Lusi di sebelah utara Desa Banjarejo hingga di dusun Ngrunut dan Medang.

“Sudah banyak titik yang digali oleh tim ahli. Rencananya, mereka disini hingga 18 Februari mendatang,” kataTaufik.

Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi menyatakan, tim peneliti yang ditugaskan ke Banjarejo berjumlah sekitar 12 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang keahlian. Penelitian ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan serupa yang dilakukan bulan Maret 2016 lalu.

Kegiatan penelitian nanti hampir sama dengan yang dilakukan tahun lalu. Yakni, melakukan penelitian, pengkajian dan mengungkap nilai-nilai penting dari penemuan benda purbakala terbaru yang ada di Banjarejo. Misalnya, soal struktur tanah, dan titik penemuan benda purbakala. Kemudian tim akan melakukan upaya konservasi, registrasi, dan identifikasi penemuan benda purbakala terbaru

“Kegiatannya hampir sama dengan tahun 2016. Namun, areal penelitian akan diperluas lagi. Hal itu untuk menentukan zona perlindungan situsnya,” kata Sukron.

Editor : Akrom Hazami

Tim Ahli Purbakala BPSMP Sangiran Bakal Gelar Penelitian Lagi di Banjarejo Grobogan

 

 

Tim ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran saat melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus bulan Maret 2016 lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Tim ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran saat melangsungkan penelitian di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus bulan Maret 2016 lalu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tim ahli purbakala dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dijadwalkan bakal melangsungkan penelitian lagi di Desa Banjarejo, Kecamatan Gabus. Rencananya, kegiatan penelitian akan dilangsungkan pertengahan Februari mendatang.

“Iya, kita ada rencana gelar penelitian lagi di Banjarejo. Nanti pada minggu kedua bulan Februari,” ungkap Kepala BPSMP Sangiran Sukronedi saat dihubungi lewat ponselnya, Selasa (17/1/2017).

Menurutnya, tim peneliti yang ditugaskan ke Banjarejo berjumlah sekitar 12 orang yang terdiri dari berbagai latar belakang keahlian. Penelitian ini merupakan tindaklanjut dari kegiatan serupa yang dilakukan bulan Maret 2016.

Kegiatan penelitian nanti hampir sama dengan yang dilakukan tahun lalu. Yakni, melakukan penelitian, pengkajian dan mengungkap nilai penting dari penemuan benda purbakala terbaru yang ada di Banjarejo. Misalnya, soal struktur tanah, dan titik penemuan benda purbakala. Kemudian tim akan melakukan upaya konservasi, registrasi, dan identifikasi penemuan benda purbakala terbaru

“Kegiatannya hampir sama dengan tahun 2016. Namun, areal penelitian akan diperluas lagi. Hal itu untuk menentukan zona perlindungan situsnya,” kata Sukron.

Sementara itu, Kepala Desa Banjarejo Ahmad Taufik ketika dimintai komentarnya mengaku senang dengan bakal adanya penelitian lagi yang dilakukan pihak BPSMP Sangiran. “Saya barusan dapat pemberitahuan dari BPSMP Sangiran soal bakal adanya penelitian lagi di sini. Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan pihak BPSMP,” katanya.

Menurutnya, pada penelitian tahun lalu, banyak hal yang sudah dilakukan tim ahli BPSMP selama melangsungkan penelitian hampir sebulan lamanya. Antara lain, mereka sudah berhasil mengidentifikasi ratusan potongan fosil purba yang sudah berhasil ditemukan selama beberapa waktu terakhir.

“Kalau boleh saya bilang, kerja tim ahli dari BPSMP saat penelitian lalu luar biasa. Ratusan fosil yang ada sudah teridentifikasi,” katanya.

Dari proses identifikasi yang sudah dilakukan, potongan fosil itu berasal dari 17 jenis hewan purba. Antara lain, gajah, badak, kuda nil, penyu, banteng, kerbau, buaya, sapi, hiu, babi, antelop, menjangan dan kerang.

Selain jenis hewan, potongan fosil yang ada juga bisa diidentifikasi berdasarkan bagian tubuhnya. Misalnya, potongan tanduk, ekor, kepala, gigi, kaki atau bagian tubuh lainnya.

Dengan teridentifikasinya fosil tersebut nantinya akan banyak manfaat yang didapat. Seperti memudahkan dalam menata dalam tempat penyimpanan. Yakni, dengan mengelompokkan fosil berdasarkan jenis hewannya.

“Selain itu, tim ahli juga berhasil merekonstruksi fosil gading gajah purba dan sempat ikut menemukan fosil gading lagi saat penelitian di sini. Jadi, banyak sekali bantuan yang kita dapat dari penelitian tahun lalu. Kita harapkan, dalam penelitian nanti lebih banyak lagi hasil yang didapatkan,” katanya.

Editor : Akrom Hazami