Petugas SUTT Dihadang Warga di Desa Sendang Jepara

sutt

Warga berjaga-jaga dan menghalangi upaya penarikan kabel SUTT di Desa Sendang Kalinyamatan Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Aksi menghalangi petugas penarik kabel Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) kembali terjadi, di Desa Sendang, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara, pada Selasa (2/8/2016).

Belasan warga di desa setempat menghalangi petugas penarik kabel sehingga upaya penarikan urung dilakukan.

Aksi penghalangan upaya penarikan kabel dilakukan warga.  Bahkan mereka sempat beristegang dengan aparat yang melakukan penjagaan.

Seorang warga setempat, Mustofa mengatakan, aksi  menghentikan proses penarikan kabel transmisi PLTU Tanjung Jati B dengan tower saluran SUTT 150 KV Ungaran-Pedan, karena, sampai saat ini proses ganti rugi belum disepakati. Selain itu juga tuntutan warga belum dipenuhi PLN.

”Sampai saat ini, 18 warga di Desa Sendang yang rumah dan lahannya dilewati kabel SUTT, belum bisa menerima besaran kompensasi. Sebab, kami belum sepakat dengan besaran kompansasi yang diberikan,” kata Mustofa.

Warga, lanjut Mustofa, menginginkan PLN menambah besaran nilai kompensasi yang diberikan. Karena, nilai kompensasinya hanya Rp 6.500 per meter untuk lahan yang dilewati. Sedangkan untuk lahan yang dijadikan tapak tower, hanya diganti Rp 125 ribu per meter.

”Untuk bangunan permanen, kami diberikan kompensasi hanya Rp 3 juta, Rp 2 juta untuk semi permanen dan Rp 1 juta untuk gubuk. Kami meminta yang lebih besar. Sebab, kami punya data dari wilayah lain di Jepara, kompensasinya lebih tinggi,” terang Mustofa.

Oleh karena itu, lanjut Mustofa, warga menuntut nilai kompensasi sebesar Rp 300 ribu per meter untuk lahan yang dilintasi kabel transmisi. Sedangkan untuk bangunan permanen, besaran kompensasinya Rp 100 juta.

”Jumlah itu realistis, mengingat nilai lahan di Desa Sendang sudah naik,” katanya.

Editor : Akrom Hazami