Pati Masuk Zona Merah HIV/AIDS, Begini Sikap Pemkab

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin saat memberikan sambutan pada peringatan Hari AIDS sedunia. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kabupaten Pati saat ini masuk kategori zona merah terkait dengan temuan kasus HIV/AIDS yang mengalami peningkatan. Hal itu mengundang rasa prihatin dari Pemkab Pati.

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin meminta kepada semua pihak untuk tidak menyepelekan masalah tersebut. Sebab, angka temuan kasus HIV/AIDS di Pati termasuk cukup tinggi.

“Dari 1996 sampai sekarang, sudah ada 1.168 temuan. Dari ribuan temuan itu, penderita yang meninggal dunia mencapai 159 orang,” ujar Arifin, Kamis (16/11/2017).

Bahkan, selama 2017, temuan kasus HIV/AIDS sudah mencapai 101 orang. Karena itu, Pati masuk kategori zona merah HIV/AIDS, lantaran masuk dalam jajaran sepuluh besar temuan kasus HIV/AIDS di Jawa Tengah.

Di satu sisi, temuan itu merupakan keberhasilan dalam mengungkap penyebaran HIV/AIDS. Artinya, orang akan menjadi lebih waspada terhadap aktivitas yang berisiko menyebabkan terkena penyakit HIV/AIDS.

Selain itu, orang yang diketahui menderita HIV/AIDS juga bisa segera mendapatkan penanganan khusus. Namun, di sisi lain, temuan yang meningkat mengindikasikan penyebaran penyakit menular itu secara signifikan.

Karena itu, Arifin meminta kepada semua masyarakat, terutama pemuda untuk melakukan kegiatan positif. Hal itu untuk mencegah dan menanggulangi risiko penularan HIV/AIDS.

“Kegiatan positif bisa melalui banyak cara, seperti aktif menjadi agen-agen organisasi Karang Taruna misalnya. Dengan demikian, mereka punya kegiatan dan kesibukan yang positif sehingga bisa menjaga diri agar tidak terjerumus pada hal-hal negatif yang rentan terkena penularan HIV/AIDS,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Pemuda Karang Taruna Diminta Ikut Berkontribusi Memajukan Pati

Bupati Pati Haryanto (kiri) melantik Karang Taruna Pati di Stadion Joyokusumo, Sabtu (28/10/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pemuda Karang Taruna diminta ikut memberikan kontribusi dalam memajukan Kabupaten Pati. Hal itu disampaikan Bupati Pati Haryanto dalam pelantikan Karang Taruna Pati di Stadion Joyokusumo, Sabtu (28/10/2017).

“Karang Taruna punya peran strategis untuk ikut membangun daerah dari berbagai aspek, termasuk ekonomi dan kemandirian. Karang Taruna juga bisa bersinergi dengan pemerintah desa untuk melaksanakan berbagai program,” ujar Haryanto.

Menanggapi hal itu, Ketua Karang Taruna Pati Saiful Arifin mengaku siap bersinergi dengan pemerintah dan pihak manapun untuk melakukan pemberdayaan masyarakat hingga ke desa-desa. Sebab, ia tahu bila setiap desa punya potensi masing-masing yang bisa diberdayakan untuk kemajuan Pati.

Arifin juga menegaskan, Karang Taruna Pati akan menjadi wadah pemersatu pemuda yang ikut membantu di bidang pembangunan, ekonomi, dan kemandirian. “Kita siap bersama-sama menggerakkan kegiatan positif untuk kemajuan Pati,” katanya.

Di tingkat desa, Karang Taruna akan digerakkan untuk pemberdayaan desa. Jika Karang Taruna di tingkat desa sudah aktif, pihaknya akan memberikan dukungan penuh.

Namun, bila Karang Taruna di tingkat desa ternyata tidak aktif, pihaknya akan berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk menggerakkan Karang Taruna Desa. Sebab, Karang Taruna Desa punya peran strategis untuk menggali potensi yang bisa dikerjakan untuk kesejahteraan bersama.

Editor : Ali Muntoha

Refleksi Sumpah Pemuda, Karang Taruna Pati Dukung Program Nawa Cita Jokowi

Pengurus Karang Taruna Pati menyerukan dukungannya untuk program Nawa Cita Jokowi, usai mengikuti dialog Refleksi Sumpah Pemuda, Jumat (20/10/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Karang Taruna Kabupaten Pati menggelar dialog refleksi sumpah pemuda bertajuk “Mewarisi Api Perjuangan Santri dalam Gelora Nawa Cita” di Ruang Adipati The Safin Hotel, Jumat (20/10/2017) malam.

Kegiatan tersebut untuk menyambut Hari Santri pada 22 Oktober, sekaligus memperingati Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober.

“Kami ingin meneladani semangat pemuda, termasuk santri yang dulu selalu jadi pembela negara,” ujar Ketua Karang Taruna Pati Saiful Arifin.

Dalam kegiatan tersebut, pemuda Karang Taruna diajak untuk ikut menyukseskan agenda revolusi mental yang dicanangkan Presiden Joko Widodo. Pasalnya, revolusi mental dinilai menjadi pintu awal Indonesia menuju bangsa dan negara yang besar.

Karang Taruna Pati juga menyatakan dukungannya untuk program Nawa Cita yang digelorakan Jokowi. Dukungan itu akan direalisasikan dalam bentuk ragam kegiatan Karang Taruna yang bertumpu pada Nawa Cita.

“Kita harus bisa mewarisi semangat pejuang untuk mengabdikan hidup pada negeri. Kita akan mulai dari Pati. Kita harus selalu berpikir positif dan mengagendakan hal-hal yang positif pula,” ucap Arifin.

Sementara itu, salah satu narasumber, KH Abdullah Umar Fayumi mengatakan, Nawa Cita menjadi rintisan untuk Indonesia mengukir peradaban baru sebagai pemimpin peradaban dunia.

Menurutnya, Nawa Cita bukan sebagai cita-cita paling akhir, tetapi pilihan langkah strategis untuk kondisi Indonesia saat ini. Karena itu, Nawa Cita perlu mendapatkan dukungan dari berbagai elemen seperti yang dilakukan Karang Taruna Pati.

“Indonesia punya penduduk besar dan sumber daya alam yang menjadi tumpuan bagi dunia global. Kehadiran Nawa Cita dan semangat trisaksi yang dihidupkan kembali semestinya bukan hanya dilakukan pemerintahan Jokowi, tetapi juga rakyat dan bangsa Indonesia,” jelas Pengasuh Ponpes Raudlatul Ulum yang akrab disapa Gus Umar ini.

Dandim 0718/Pati Letkol Inf Andri Amijaya Kusuma menambahkan, dukungan Karang Taruna Pati untuk program Nawa Cita merupakan terobosan revolusioner di tengah kondisi Karang Taruna yang selama ini kurang begitu bergelora.

Karena itu, dia mengapresiasi langkah Karang Taruna Pati yang bergerak sesuai dengan visi dan semangat pemerintah. Langkah tersebut juga dinilai sebagai pemupuk semangat pemersatu bangsa dalam bingkai kebhinnekaan.

Editor : Ali Muntoha

Puluhan PK di Pati Geruduk Safin Hotel, Begini Jawaban Satpol PP

Puluhan pemandu karaoke menggeruduk Safin Hotel, Kamis (20/10/2017) malam. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Puluhan pemandu karaoke (PK) menggeruduk The Safin Hotel Pati milik Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin, Kamis (19/10/2017) malam.

Musyafak, pengusaha karaoke menegaskan, aksi pengerahan PK bukan untuk melakukan demonstrasi. Namun, mereka ingin menyanyi bersama di Masterpiece Karaoke.

Hal itu dilakukan untuk meluapkan kekecewaannya kepada pemerintah kabupaten (pemkab) Pati yang dianggap tebang pilih dalam menegakkan Perda Karaoke. “Bukan demo, kami cuma ingin ngajak mereka untuk nyanyi bareng,” ujar Musyafak.

Suasana memanas setelah Musyafak mengamuk dan marah-marah di Hotel Safin. Namun, pihak Safin Hotel tidak menanggapinya.

Dia berteriak dan menyebut Pemkab Pati tidak adil dalam melakukan penegakan Perda. “Kalau karaoke dirazia, semuanya harus dirazia, jangan tebang pilih,” ucap dia.

Petugas Satpol PP sempat menghadang aksi mereka, sebelum satu peleton anggota kepolisian dan beberapa anggota TNI terjun untuk mengamankan situasi.

Pelaksana tugas (Plt) Kasatpol PP Pati Riyoso saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya sebagai penegak perda sudah melakukan penindakan sesuai dengan peraturan daerah.

“Semuanya kami razia, tidak ada tebang pilih. Siapa yang bilang tebang pilih? Semalam saya habis melakukan penertiban di Hotel 21, langsung ke Safin,” tegas Riyoso.

Dia menegaskan, penertiban karaoke di Pati berdasarkan perda yang sudah menjadi produk hukum masyarakat Pati. Karena itu, dia akan terus melakukan penertiban sesuai dengan amanat masyarakat yang tertuang dalam perda.

Editor : Ali Muntoha

Mengintip Hubungan Haryanto dan Saiful Arifin Pascapilkada Pati

Haryanto dan Saiful Arifin, seusai ditetapkan sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati periode 2017-2022. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pilkada Pati 2017 sudah berakhir dengan kemenangan pasangan calon tunggal, Haryanto dan Saiful Arifin. Keduanya ditetapkan KPU Pati sebagai Bupati dan Wakil Bupati Pati terpilih, Jumat (8/4/2017).

Sejumlah rumor beredar, hubungan keduanya akan seperti hubungan Haryanto dan wakilnya dulu, Budiyono yang terlibat dalam ketidaksepahaman. Namun, rumor itu ditepis Haryanto sendiri.

“Tidak ada indikasi. Namun, kami memang berharap, Bupati dan Wakil Bupati Pati itu jadi satu. Harapannya bersama-sama sampai berakhirnya lima tahun ke depan,” ucap Haryanto, Sabtu (8/4/2017).

Menurutnya, hubungan yang tidak baik berawal dari orang-orang ingin memecah belah. Haryanto menilai, mereka biasanya “menggosok-gosok” salah satu di antara keduanya dengan tujuan memecah belah.

“Saya yakin Pak Arifin tidak begitu. Jangan sampai kinerja kita membangun Pati menjadi terganggu, karena saling curiga, saling tidak percaya. Kalau saya ada kekurangan, dilengkapi Pak Arifin. Sebaliknya, kalau Pak Arifin ada kekurangan, saya yang melengkapi. Kalau ada yang mencoba menggosok-gosok hubungan kita, biarkan saja,” tutur Haryanto.

Menjawab hal tersebut, Saiful Arifin mengaku akan fokus membantu Haryanto dalam membangun Kabupaten Pati menjadi lebih baik. Dia sadar betul posisinya sebagai wakil, sehingga akan mendampingi dan menjalankan tugas sesuai fungsinya.

“Kita ini mesti positif thinking. Pati ini memiliki potensi luar biasa yang bisa menyejahterakan masyarakat, mulai pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan hingga industri. Kalau yang dipikir negatif-negatif terus, kapan Pati bisa maju? Karenanya, saya akan fokus untuk melakukan pembangunan Pati menjadi lebih baik,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Saiful Arifin: Matur Nuwun Masyarakat Pati Semuanya

Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin menyapa masyarakat dalam kampanye terbuka di Kawasan Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (11/2/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Pati yang sudah memberikan dukungannya kepada Paslon Haryanto-Saiful Arifin pada kampanye terbuka di Kawasan Stadion Joyokusumo Pati, Sabtu (11/2/2017).

“Matur nuwun saudara-saudara, masyarakat Pati semuanya yang sudah mendukung kami. Mari kita bersatu padu, gotong-royong membangun Pati bersama-sama. Bersama kita pasti bisa,” kata Arifin.

Arifin melihat, Kabupaten Pati punya potensi yang sangat besar untuk dikembangkan, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, hingga industri dan UMKM. Semua potensi tersebut bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pati.

“Saya beberapa kali sudah keliling di Pati. Potensinya luar biasa. Produk-produk unggulan juga banyak, sehingga sangat layak dikembangkan untuk menopang perekonomian di Pati yang lebih mandiri,” kata Arifin.

Hal itu terwujud bila ide, gagasan dan upayanya untuk mengembangkan potensi unggulan Pati mendapatkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat. Sebagai Calon Wakil Bupati Pati, dia akan mendukung penuh kinerja Calon Bupati Pati Haryanto untuk memimpin Pati lima tahun ke depan.

“Kami butuh dukungan dari masyarakat. Kami butuh kerja bareng, gotong royong untuk membangkitkan Pati sebagai daerah yang maju dan mandiri dari berbagai aspek. Matur nuwun masyarakat Pati semuanya atas dukungannya selama ini,” ucap Arifin.

Editor : Kholistiono

Saiful Arifin Dorong Pemuda Pati Jadi Petani dan Pengusaha

Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (depan) saat meninjau potensi wisata dan pertanian di Desa Jrahi, Gunungwungkal beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Salah satu indikasi negara maju, antara lain minimal dua persen penduduknya adalah pengusaha. Hal itu yang terlintas di benak Saiful Arifin, Calon Wakil Bupati Pati untuk memimpin Pati lima tahun ke depan bersama Haryanto.

Dia sadar, Kabupaten Pati punya potensi pertanian dan perikanan yang sangat besar, selaras dengan slogan Pati Bumi Mina Tani. Namun, potensi yang besar tersebut diakui belum sepenuhnya dimanfaatkan para pemuda dengan baik.

Karena itu, pemuda kelahiran Desa Mojoagung, Trangkil yang masih berusia 42 tahun ini mendorong pemuda di Pati untuk menjadi petani dan wirausahawan. Dengan begitu, banyak pemuda Pati yang akan mandiri dan memberikan kontribusi untuk memajukan daerah dan bangsanya.

“Masalah pertanian, kita akan tumbuhkan anak-anak muda supaya berminat untuk bertani, beternak dan berwirausaha. Nilai-nilai ini perlu kita tanamkan, karena sebagian besar pemuda masih banyak yang berpikir setelah lulus menjadi pegawai,” ujar Arifin, Sabtu (11/2/2017).

Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jakarta Selatan ini juga menceritakan dirinya sempat menjadi pegawai, setelah lulus dari Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Namun, dia berusaha untuk mengumpulkan gajinya untuk dijadikan modal berwirausaha.

Berbekal kerja keras dan ketelitian, Arifin berhasil menjadi pengusaha sukses, mulai dari bidang telekomunikasi, perhotelan, perikanan, peternakan, hingga pertanian. Saat ini, dia menjabat sebagai Direktur Utama PT Arifindo Mandiri, Komisaris PT Arifindo Graha Pratama, PT Arifindo Fimma Utama, PT Rafikomindo Pratama, dan Komisaris PT Rafindo Jaya Samudra.

Dia juga aktif di berbagai organisasi, mulai dari Ketua HIPMI Jaksel, Manajer Persipa Pati, Manajer Safin FC, Komite Bidang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kadin, Ketua DPP KBM Kemaritiman, dan Ketua Bidang Usaha Ikatan Keluarga Kabupaten Pati (IKKP). Pengalaman-pengalaman itulah yang akan menjadi bekal Arifin untuk mendampingi Haryanto memimpin Pati.

Editor : Kholistiono

Ikuti Geritan Berselawat, Haryanto-Arifin Ajak Warga Pati Teladani Nabi Muhammad

 Cabup dan Cawabup Pati Haryanto-Saiful Arifin ikut berselawat bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf di Desa Geritan, Pati, Senin (12/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cabup dan Cawabup Pati Haryanto-Saiful Arifin ikut berselawat bersama Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf di Desa Geritan, Pati, Senin (12/12/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin mengikuti “Geritan Berselawat” dalam rangka peringatan Maulud Nabi Muhammad SAW di Desa Geritan, Kecamatan Pati, Senin (12/12/2016) malam. Bersama KH Makhrus Ali, keduanya berselawat bersama warga yang dipimpin Habib Ali Zaenal Abidin Assegaf.

Usai berselawat yang diiringi grup rebana Al Ittihad, Haryanto memberikan sambutan kepada warga. Dia mengajak masyarakat untuk mengambil hikmah dari peringatan Maulud Nabi. Sebab, Maulud Nabi menjadi momentum untuk meneladani Rasulullah SAW.

“Maulud Nabi menjadi momentum untuk mengambil hikmah dan meningkatkan upaya meneladani Rasulullah. Beliau yang mengantarkan umat dunia dari zaman jahiliyah menuju zaman islamiyah yang penuh dirahmati Allah. Sejarah panjang Nabi Muhammad mengajarkan Islam yang dipenuhi banyak rintangan bisa menjadi pembelajaran akan arti perjuangan,” ujar Haryanto.

Dalam konteks kepemimpinan, kata Haryanto, Nabi Muhammad menjadi teladan bagi umat Muslim di dunia. Karena itu, dia mengajak kepada warga Pati untuk selalu berupaya meneladani Nabi Muhammad dalam setiap aspek kehidupan. “Dengan maulud Nabi, semoga kita semua diberikan kecintaan, kedamaian dan ketentraman,” kata Haryanto.

Sementara itu, Saiful Arifin lebih memaknai Maulud Nabi sebagai momentum untuk meneladani Rasulullah SAW di bidang kewirausahaan. Menurutnya, Rasulullah Saw memberikan contoh kepada umat Muslim dalam berdagang, di antaranya harus jujur dan bertanggung jawab.

“Rasulullah mengajarkan kita untuk selalu jujur dan bertanggung jawab dalam berdagang. Dua aspek penting itu yang bisa mengantarkan seseorang menuju kesuksesan dalam berdagang,” ucap Arifin.

Di tempat terpisah, Habib Ali mengatakan, umat Muslim mestinya tidak hanya sekadar cinta kepada Nabi Muhammad, tetapi juga bisa mencontoh dan meneladani Al Mustofa Muhammad SAW. Dia juga mengajak kepada warga Pati untuk mulai merubah sikap, sedikit demi sedikit meniru dan meneladani Rasulullah SAW.

“Akhlak Rasulullah itu Alquranul Karim, selalu tersenyum saat ketemu dengan orang. Umat Muslim harus banyak tersenyum. Sebab, Nabi Muhammad adalah rahmatan lil alamin,” ajak Habib Ali.

Editor : Kholistiono

Begini Perjalanan Karier Haryanto-Arifin, Cabup dan Cawabup Pati yang Kisahnya Bikin Kamu Tercengang

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin dinilai sebagai dua tokoh yang ideal untuk memimpin rakyat Pati. Kedua tokoh ini memulai karier dan perjuangan hidup dari nol, hingga menjadi tokoh sukses.

Haryanto, misalnya. Calon petahana ini merintis karier dari Penanggung Jawab (Pj) Kepala Desa Growong, Sekretaris Camat Juwana, Camat Sukolilo, Camat Trangkil, Camat Juwana, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda), hingga terpilih menjadi Bupati Pati periode 2012-2017. Pengalaman birokrasinya dari nol dinilai bisa menjadi bekal untuk memimpin Pati menjadi lebih baik.

Begitu juga Saiful Arifin. Pengusaha muda asal Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil ini merintis karier dari nol. Menjadi anak yatim pada usia tujuh tahun karena ayahnya meninggal dunia, justru membuat Arifin semakin tegar menghadapi hidup.

Pernah menjadi tukang tambal ban, Arifin kemudian mengadu nasib ke Jakarta. Merintis karier sebagai staf toko penjualan VCD di Pasar Raya Jakarta, menyisihkan gajinya, dan nekat membuka toko voucher-ponsel secara kecil-kecilan. Perlahan tapi pasti, usaha Arifin merambah ke distributor telekomunikasi, perhotelan, peternakan, perikanan, dan masih banyak lagi lainnya.

“Saya lihat, dua tokoh paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati ini semuanya berangkat dari nol. Mungkin sulit mencari figur seperti ini. Haryanto berpengalaman di bidang birokrasi dan Arifin berpengalaman di bidang wirausaha. Saya pikir, kolaborasi keduanya akan membawa Pati lebih baik. Apalagi, keduanya berangkat dari orang-orang prihatin yang lantas besar karena kegigihannya,” ucap Pengamat Politik, Hakim Alif Nugroho, Sabtu (10/12/2016).

Secara terpisah, Arifin mengaku akan memadukan kedua pengalaman antara birokrasi dan kewirausahaan tersebut untuk membangun Pati yang lebih baik. Bahkan, dia berharap Pati sebagai ibu kota karesidenan bisa menjadi pusat yang menyatukan kawasan pantura timur.

“Saya ingin mewakafkan sebagian hidup saya untuk rakyat Pati bersama Pak Haryanto. Kita tidak antikritik, kami terima saran dan masukan yang membangun. Namun, kami juga butuh solusi dan pemikiran bersama-sama. Mari dipikir bareng-bareng untuk memajukan dan menyejahterakan warga Pati,” kata Arifin.

Editor : Kholistiono

Cawabup Pati Saiful Arifin Disebut “Mirip” Donald Trump

Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani (kiri) menyebut Kisah Saiful Arifin mirip Donald Trump, Presiden AS terpilih. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani (kiri) menyebut Kisah Saiful Arifin mirip Donald Trump, Presiden AS terpilih. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Kisah dan sepak terjang Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin disebut-sebut mirip dengan Donald Trump, Presiden Amerika Serikat terpilih. Hal itu diungkapkan Sekretaris Jenderal DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani.

“Cawabup kita mirip Donald Trump. Berjuang pagi, siang, sore kepanasan untuk menjadi kaya, lantas terpanggil untuk mengabdi kepada rakyat. Kalau sudah kaya, Insya Allah tidak korupsi,” ucap Muzani.

Tokoh Partai Gerindra ini mengaku kagum dengan sosok Saiful Arifin. Betapa tidak, sejak lulus sekolah menengah kejuruan (SMK) menghilang dari Bumi Pati untuk mengubah nasib dengan merantau ke Jakarta.

“Pagi, siang kepanasan. Semua bisnis, jatuh-bangun pernah dilakoni. Saat dia sukses di Jakarta, terpanggil untuk membangun tanah kelahirannya di Pati. Ini mirip dengan Donald Trump. Sampaikan kabar ini kepada semua kader Gerindra. Pasangan Haryanto dan saiful Arifin akan membawa perubahan dan kebaikan,” ujar Muzani.

Saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Arifin mengaku apa yang disampaikan Muzani benar. Lulus SMK, Arifin kesulitan mencari pekerjaan. Bahkan, Arifin yang merupakan anak yatim sejak kecil ini mengaku pernah menjadi tukang tambal ban untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Pada 1998, Arifin mulai membuka usaha kecil-kecilan berupa toko voucher pulsa dan HP, setelah lama menyisihkan gajinya dari kerja. Dari satu unit kios, Arifin berhasil mengembangkan menjadi 20 kios di Jakarta hingga dipercaya menjadi distributor voucher Telkomsel, salah satu provider jaringan telekomunikasi terbesar di Indonesia.

Bisnis Arifin berkembang hingga merambah ke dunia perhotelan. Sukses merantau di ibu kota tidak membuat Arifin lupa dengan tanah kelahirannya. Dia pulang ke Pati untuk mencalonkan diri sebagai Wakil Bupati Pati, setelah sebelumnya mendirikan Safin Hotel, hotel bintang tiga di Jalan Diponegoro Pati yang diklaim tertinggi di kawasan pantura timur Jawa Tengah.

“Saya ingin mengabdi kepada warga Pati, membangun Pati. Ada banyak potensi di Pati yang perlu digarap untuk kesejahteraan rakyat Pati. Niat untuk membangun Pati ini akan berhasil, kalau kita bersama-sama gotong-royong, bareng-bareng membangun Pati menjadi lebih baik supaya sejajar dengan kota-kota maju di Indonesia,” tandas Arifin.

Editor : Kholistiono

Ada Cerita Menarik di Balik Masuknya Sinyal 4G Telkomsel di Pati Sebelum Jadwal

Saiful Arifin (kanan) dalam acara peresmian PT Arifindo Mandiri, distributor resmi Telkomsel tak lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Saiful Arifin (kanan) dalam acara peresmian PT Arifindo Mandiri, distributor resmi Telkomsel tak lama ini. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sinyal 4G Telkomsel dijadwalkan masuk Kabupaten Pati pada awal Januari 2017. Namun, sinyal 4G Telkomsel ternyata sudah masuk Pati sekitar seminggu yang lalu.

Ada kisah menarik di balik sinyal 4G Telkomsel yang masuk lebih awal dari waktu yang dijadwalkan. Hal itu tidak lepas dari peran Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang merupakan Direktur Utama PT Arifindo Mandiri, perusahaan distributor Telkomsel resmi terbesar ke-7 di dunia.

Sesuai dengan rencana, masuknya sinyal 4G Telkomsel di Pati dijadwalkan setelah Kabupaten Kudus. Saiful Arifin kemudian mengirim pesan singkat kepada pimpinan Telkomsel untuk segera memasukkan sinyal 4G Telkomsel di Pati.

“Pati sudah sangat maju. Maka saya kaget kalau sinyal 4G Telkomsel ternyata sudah masuk Kudus, tapi belum masuk Pati. Setelah saya konfirmasi, ternyata dijadwalkan awal Januari 2017. Tapi, sekarang warga Pati sudah bisa menikmati jaringan 4G Telkomsel sebelum jadwalnya,” ujar Arifin saat berbincang dengan MuriaNewsCom, Sabtu (29/10/2016).

Arifin mengatakan, Telkomsel merupakan provider karya anak bangsa Indonesia. Hal itu yang membuatnya mendirikan perusahaan distributor Telkomsel ketimbang provider lainnya. Terbukti, perusahaan yang dibangun pengusaha muda asal Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil ini mampu berkembang pesat hingga masuk dalam jajaran tujuh distributor Telkomsel terbesar di dunia.

Setiawan, salah satu warga Pati mengaku senang dengan masuknya jaringan 4G Telkomsel lebih awal. Sebab, dia hampir setiap hari membutuhkan sinyal cepat untuk bekerja. Karena itu, dia mengaku bangga bila ada putra daerah yang mendorong untuk memajukan Kabupaten Pati melalui kemampuan dan kapasitasnya.

“Hampir setiap hari, saya bekerja menggunakan sinyal cepat. Karena itu, kami bersyukur kalau ada putra daerah yang bisa mendorong jaringan 4G Telkomsel lebih cepat masuk Pati. Terlebih, jaringan ini ternyata tidak hanya di wilayah Pati Kota, tetapi sudah sampai hingga Tayu,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Saiful Arifin Kena Kampanye Hitam, Begini Sikap Panwas Pilkada Pati

Selebaran kampanye hitam yang berisi tuduhan terhadap Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin di depan Kantor DPC PDIP Pati, Senin (25/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Selebaran kampanye hitam yang berisi tuduhan terhadap Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin di depan Kantor DPC PDIP Pati, Senin (25/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati – Ketua Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada Pati Achwan menanggapi adanya black campaigne pada selebaran yang menyebut Bakal Calon Wakil Bupati Pati, Saiful Arifin merebut istri orang. Selebaran itu, salah satunya tertempel di depan Kantor DPC PDIP Pati, Senin (25/7/2016).

“Kami akan melakukan penelusuran dan pendalaman terkait dengan selebaran itu, siapa pelakunya. Bila pelakunya teridentifikasi ada hubungannya dengan calon yang lain, itu ada sanksinya tersendiri,” ujar Achwan.

Kendati begitu, Achwan akan menggunakan langkah pendekatan. Dengan begitu, Pilkada Pati yang akan berlangsung beberapa bulan lagi bisa berjalan baik dan tidak membuat kondisi semakin keruh.

Saat ini, Panwas masih bekerja sebagai pengawas KPU. Pihaknya bekerja secara total untuk mengawasi calon bupati dan wakilnya pada saat pencalonan sudah dimulai. “Sekarang, belum masuk tahapan ke sana. Kalau sudah tahapan, kita akan tindak tegas,” ucap Achwan.

Dikatakan, tahapan pencalonan dijadwalkan pada awal September. Setelah ada pencalonan dari calon bupati dan wakilnya, Panwas sudah mulai aktif untuk melakukan pengawasan kepada para calon supaya bisa berpolitik dengan santun dan tidak melanggar aturan.”Dalam berpolitik di Pilkada 2017, sudah ada aturannya. Kalau terbukti ada yang melanggar, kita akan tindak tegas, termasuk upaya black campaigne,” imbuhnya.

Ia mengimbau kepada semua pihak untuk tidak melakukan black campaigne yang menjatuhkan nama salah satu calon di mata masyarakat. Begitu juga dengan masyarakat diharapkan tidak mudah terhasut, terprovokasi, dan terpengaruh dengan isu-isu yang disebarkan melalui black campaigne.

Editor : Kholistiono

Saiful Arifin Kembali Jadi Sasaran “Kampanye Hitam” Pilkada Pati 2017

Selebaran kampanye hitam yang berisi tuduhan terhadap Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin di depan Kantor DPC PDIP Pati, Senin (25/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Selebaran kampanye hitam yang berisi tuduhan terhadap Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin di depan Kantor DPC PDIP Pati, Senin (25/7/2016). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Bakal Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin yang santer dikabarkan akan berduet dengan Bupati Pati Haryanto kembali menjadi sasaran kampanye hitam. Sama seperti yang terjadi beberapa waktu lalu, kampanye hitam berupa selebaran itu tertempel di depan Kantor DPC PDIP, Jalan Penjawi, Pati, Senin (25/7/2016).

Tidak jelas siapa pelaku yang menempelkan selebaran yang menjelekkan nama Arifin di depan Kantor DPC PDIP Pati itu. Namun, selebaran itu beberapa kali sempat menjadi tontonan pengendara yang lewat.

“Pemberitahuan! Aku ora bakal meneng yen bojoku Diana durung dibalekno karo Saiful Arifin Calon Wakil Bupati Pati. Bojone wis 4 (papat) ijek ngoyok bojone wong!” kata-kata yang tertulis dalam selebaran kampanye hitam tersebut.

Bila diterjemahkan, artinya kurang lebih begini. “Pemberitahuan! Aku tidak akan diam kalau istriku Diana belum dikembalikan sama Saiful Arifin Calon Wakil Bupati Pati. Istrinya sudah 4 (empat) masih merebut istrinya orang.”

Saat dikonfirmasi MuriaNewsCom melalui seluler, Arifin tidak menjawabnya. Namun, Arifin dalam beberapa kesempatan pernah mengatakan, kampanye hitam sudah menjadi hal biasa pada pemilu.

Karena itu, ia tidak merasa perlu menanggapi hal tersebut dengan gegabah. “Itu sudah biasa menjelang pemilu. Saya merasa tidak perlu menanggapinya,” kata Arifin.

Editor : Kholistiono