Temui Mantan Panglima TNI, Safin Ngadu Soal Ini

Wakil Bupati Pati Saiful Arifin (berbaju batik) bersalaman dengan Jenderal (Purn) Moeldoko di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (5/9/2017). (Dok/Saiful Arifin)

MuriaNewsCom, Pati – Wakil Bupati Pati Saiful Arifin mendatangi rumah Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Moeldoko di kediamannya di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

Ada sejumlah isu yang dibahas Arifin saat bertemu dengan Moeldoko. Salah satunya, soal dunia pertanian dan peternakan.

“Beberapa yang kami bicarakan soal pertanian dan peternakan di Kabupaten Pati. Beliau ini kan Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI),” kata Arifin saat dihubungi MuriaNewsCom, Rabu (6/9/2017).

Kabupaten Pati, lanjut Arifin, merupakan daerah pertanian yang sangat luas. Hampir setiap tahun, Pati ikut memberikan kontribusi terhadap program ketahanan pangan nasional.

Hanya saja, apa yang diberikan petani Pati kepada Indonesia harus memberikan dampak positif kepada petani itu sendiri. Dengan begitu, ada hubungan mutualisme antara petani dan perannya dalam program ketahanan pangan nasional.

“Petani itu pejuang. Kalau sudah berjuang untuk negaranya, maka petani sendiri harus sejahtera. Ini yang diharapkan kita semua,” jelas Arifin.

Dia berharap, pertemuannya dengan Jenderal (Purn) Moeldoko membawa dampak yang positif untuk dunia pertanian di Pati. “Beliau akan mendukung pertanian dan peternakan di Pati lewat HKTI,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Safin Hotel Pati Raih Penghargaan Traveloka Awards 2017


Director of Sales and Marketing Safin Hotel David L Sanur menunjukkan penghargaan dari Traveloka Awards 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Safin Hotel Pati berhasil meraih penghargaan Traveloka Awards 2017 kategori Premium di bidang cleanliness. Penghargaan itu diberikan di Hotel Alila Solo, Kamis (3/8/2017).

Director of Sales and Marketing Safin Hotel David L Sanur mengatakan, Safin Hotel merupakan satu-satunya hotel di kawasan pantai utara Jawa (pantura) yang mendapatkan penghargaan bergengsi tersebut. Sementara 18 hotel lainnya merupakan hotel yang terletak di kota-kota besar di Jawa Tengah.

“Ada 19 hotel di Jawa Tengah yang mendapatkan penghargaan dalam ajang Traveloka Awards 2017. Kami bangga karena Safin Hotel menjadi satu-satunya representasi hotel di wilayah pantura yang mendapatkan penghargaan,” ujar David, Sabtu (5/8/2017).

Penghargaan sendiri diberikan berdasarkan ulasan dari pengguna aplikasi Traveloka selama periode Januari hingga Desember 2016. Pengguna aplikasi yang memberikan predikat terbaik itu yang menjadi parameter bagi manajemen Traveloka untuk memberikan penghargaan.

Dalam ajang tersebut, Traveloka memberikan penghargaan dalam tiga kategori, yaitu Prestige, Premium, dan Value. Prestige didedikasikan untuk hotel yang sudah memberikan pengalaman menginap eksklusif.

Premium untuk hotel yang dianggap memberi pengalaman menginap terbaik dengan kenyamanan maksimal. Sementara value didasarkan pada pengalaman menginap berkualitas dengan harga terbaik.

“Kami senang bisa ikut membawa nama baik Kabupaten Pati. Selama ini, hotel di kawasan pantura masih dianggap sebelah mata. Ini kami bisa membuktikan untuk memberikan yang terbaik di dunia perhotelan,” pungkas David.

Editor : Akrom Hazami

Seribu Anak Yatim Buka Bersama di Safin Hotel dengan Konsep Ambengan

Seribu anak yatim bersiap berbuka bersama di Hotel Safin, Kamis (22/6/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Seribu anak yatim dari berbagai daerah di Kabupaten Pati mengikuti buka bersama di Muria Ballroom, Safin Hotel, Pati, Kamis (22/6/2017).

Uniknya, mereka akan berbuka dengan sederet hidangan yang memanjang hingga seratus meter. Buka bersama berkonsep ambengan tersebut diharapkan bisa merekatkan anak yatim dalam kebersamaan.

Pemilik Safin Hotel, Saiful Arifin mengatakan, buka bersama dengan anak yatim sudah menjadi kebiasaan setiap tahunnya. Selain sudah menjadi ajaran Nabi Muhammad, dia teringat masa lalunya yang sudah menjadi anak yatim sejak berusia tujuh tahun.

“Sejak usia tujuh tahun, saya ditinggal bapak. Saya ingat masa-masa itu. Saya hanya ingin berbagi kebahagiaan dengan anak yatim. Hitung-hitung bisa ngalap berkahnya anak yatim,” kata Arifin.

Adelia Mayza Putri (13), siswi kelas 3 SMPN 6 Pati asal Desa Kaborongan mengungkapkan kegembiraannya mengikuti buka bersama dengan sesama anak yatim. Putri menjadi anak yatim sejak duduk di bangku taman kanak-kanak (TK), karena ayahnya meninggal dunia.

Selain buka bersama, mereka mendapatkan santunan dan bingkisan peralatan sekolah. Santunan tersebut diharapkan bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan sekolah anak-anak yatim.

Editor : Kholistiono

Ini Alasan Saiful Arifin Usulkan Kereta dan Jalan Tol di Pantura Timur

Calon Wakil Bupati Pati terpilih Saiful Arifin. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Wakil Bupati Pati terpilih, Saiful Arifin sudah lama mengimpikan Kabupaten Pati dan kawasan pantura timur dilalui kereta api dan memiliki jalan tol. Ada sejumlah alasan yang menjadi dasar Arifin menginginkan jalan tol dan kereta api di wilayah jalan pantura timur.

“Pati dan sekitarnya selalu ketinggalan infrastruktur. Dari Semarang, jalan ke selatan bagus. Berbeda dengan Semarang ke utara, kita selalu disuguhi kemacetan dan banjir rob,” ujar Arifin, Jumat (17/3/2017).

Menurutnya, beban jalan pantura sudah terlalu berat. Jalan pantura sudah padat sehingga tidak jarang terjadi kecelakaan lalu lintas. Hal itu yang membuat Arifin merasa perlu ada kereta api dan jalan tol di pantura.

“Beban jalan pantura sudah begitu berat. Sudah saatnya Kabupaten Pati dan kawasan pantura timur memiliki kereta api dan jalan tol. Sebisa mungkin, nanti akan kami komunikasikan dengan pusat,” tuturnya.

Pengusaha distributor telekomunikasi dan perhotelan ini juga menilai, jalur kereta api dan jalan tol bukan hanya persoalan efisiensi transportasi saja. Lebih dari itu, keberadaan keduanya akan memudahkan jalur transportasi yang berdampak pada perkembangan ekonomi.

“Butuh terobosan yang baru untuk mengantisipasi kemacetan di kawasan pantura. Kemacetan dan kondisi banjir rob membuat orang enggan datang di wilayah pantai utara Jawa. Imbasnya, tentu pada pertumbuhan ekonomi,” tandasnya.

Editor : Kholistiono

Begini Perjalanan Karier Haryanto-Arifin, Cabup dan Cawabup Pati yang Kisahnya Bikin Kamu Tercengang

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cabup dan Cawabup Haryanto-Saiful Arifin berjabat tangan dengan timsesnya untuk memenangkan pesta demokrasi 15 Februari 2017. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Pati Haryanto-Saiful Arifin dinilai sebagai dua tokoh yang ideal untuk memimpin rakyat Pati. Kedua tokoh ini memulai karier dan perjuangan hidup dari nol, hingga menjadi tokoh sukses.

Haryanto, misalnya. Calon petahana ini merintis karier dari Penanggung Jawab (Pj) Kepala Desa Growong, Sekretaris Camat Juwana, Camat Sukolilo, Camat Trangkil, Camat Juwana, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Sekda), hingga terpilih menjadi Bupati Pati periode 2012-2017. Pengalaman birokrasinya dari nol dinilai bisa menjadi bekal untuk memimpin Pati menjadi lebih baik.

Begitu juga Saiful Arifin. Pengusaha muda asal Desa Mojoagung, Kecamatan Trangkil ini merintis karier dari nol. Menjadi anak yatim pada usia tujuh tahun karena ayahnya meninggal dunia, justru membuat Arifin semakin tegar menghadapi hidup.

Pernah menjadi tukang tambal ban, Arifin kemudian mengadu nasib ke Jakarta. Merintis karier sebagai staf toko penjualan VCD di Pasar Raya Jakarta, menyisihkan gajinya, dan nekat membuka toko voucher-ponsel secara kecil-kecilan. Perlahan tapi pasti, usaha Arifin merambah ke distributor telekomunikasi, perhotelan, peternakan, perikanan, dan masih banyak lagi lainnya.

“Saya lihat, dua tokoh paslon Bupati dan Wakil Bupati Pati ini semuanya berangkat dari nol. Mungkin sulit mencari figur seperti ini. Haryanto berpengalaman di bidang birokrasi dan Arifin berpengalaman di bidang wirausaha. Saya pikir, kolaborasi keduanya akan membawa Pati lebih baik. Apalagi, keduanya berangkat dari orang-orang prihatin yang lantas besar karena kegigihannya,” ucap Pengamat Politik, Hakim Alif Nugroho, Sabtu (10/12/2016).

Secara terpisah, Arifin mengaku akan memadukan kedua pengalaman antara birokrasi dan kewirausahaan tersebut untuk membangun Pati yang lebih baik. Bahkan, dia berharap Pati sebagai ibu kota karesidenan bisa menjadi pusat yang menyatukan kawasan pantura timur.

“Saya ingin mewakafkan sebagian hidup saya untuk rakyat Pati bersama Pak Haryanto. Kita tidak antikritik, kami terima saran dan masukan yang membangun. Namun, kami juga butuh solusi dan pemikiran bersama-sama. Mari dipikir bareng-bareng untuk memajukan dan menyejahterakan warga Pati,” kata Arifin.

Editor : Kholistiono

Blusukan di Desa Jrahi Pati, Saiful Arifin Takjub dengan Air Terjun Grenjengan Sewu

Cawabup Pati Saiful Arifin blusukan di Desa Jrahi, Gunungwungkal, Pati dan mengunjungi Air Terjun Grenjengan Sewu yang disebut sebagai mutiara terpendam di wilayah barat laut Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Cawabup Pati Saiful Arifin blusukan di Desa Jrahi, Gunungwungkal, Pati dan mengunjungi Air Terjun Grenjengan Sewu yang disebut sebagai mutiara terpendam di wilayah barat laut Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Calon Wakil Bupati Pati Saiful Arifin memutuskan untuk blusukan ke Desa Jrahi, Kecamatan Gunungwungkal, Pati untuk melihat potensi yang ada di desa tersebut. Tahu ada air terjun yang tersembunyi, pemilik The Safin Hotel ini langsung jalan kaki sepanjang sekitar dua kilometer menuju Air Terjun Grenjengan Sewu.

Mutiara terpendam di Desa Jrahi tersebut menyimpan keelokan air terjun yang luar biasa indahnya. Hanya saja, akses menuju air terjun cukup sulit. Untuk menempuh air terjun, pengunjung harus berjalan dari perkampungan, melewati perbukitan, persawahan, hingga melewati parit berbatu dengan air yang sangat jernih sebanyak tiga hingga empat kali.

Arifin langsung mencopot sepatu, berjalan tanpa alas kaki melewati medan terjal menuju air terjun Grenjengan Sewu. Menurutnya, kawasan Air Terjun Grenjengan Sewu merupakan surga terpendam di Pati bagian utara-barat yang berada di lereng Pegunungan Muria.

“Sebelum tiba di lokasi, kita disuguhkan pemandangan sawah terasering yang hijau, gubuk petani, pepohonan yang sangat rindang, dan sungai-sungai kecil berbatu dengan air yang sangat jernih mengalir tenang. Begitu sampai di lokasi, kita disambut air terjun jernih setinggi sekitar tujuh meter. Luar biasa indahnya,” ujar Arifin.

Dia menilai, Air Terjun Grenjengan Sewu bisa menjadi ikon destinasi wisata di Desa Jrahi, bersama dengan sejumlah objek lainnya, seperti Viraha Saddhagiri, Embung Mini, dan Air Terjun Pancuran Songo. Bila dikelola dengan baik, keberadaan objek wisata disebut akan mendongkrak perekonomian penduduk setempat.

“Potensi yang dimiliki Desa Jrahi bisa membuat kawasan ini menjadi desa wisata. Kalau dikelola dengan baik, bisa menimbulkan multiplier effect yang luar biasa. Pengelolaannya harus diserahkan kepada pemerintah desa dengan menggandeng pemuda karang taruna agar bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” imbuhnya.

Sementara itu, Warto, perangkat desa setempat mengaku, Air Terjun Grenjengan Sewu dikunjungi lebih dari seratus pengunjung setiap hari. Pengunjung terbanyak biasanya pada hari Minggu dan hari libur yang bisa mencapai sekitar 300 pengunjung setiap hari.

Editor : Kholistiono