Lagi, 2 Pengedar Narkoba di Blora Diringkus Tim Cobra

MuriaNewsCom, Blora – Tim Cobra Satresnarkoba Polres kembali menunjukkan bisanya. Hal ini menyusul keberhasilan tim Cobra dalam membekuk dua pengendar narkoba yang biasa beroperasi di wilayah Blora dan sekitarnya. Kedua pengedar narkoba jenis sabu-sabu ini ditangkap dalam waktu dan tempat berlainan.

Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan mengatakan, tersangka pertama yang diamankan adalah Ardi Joko Nugroho (25), warga Kampung Simo Kwagean, Kelurahan Banyu Urip, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya. Tersangka yang kesehariannya bekerja ojek online ini ditangkap di depan pintu masuk Stasiun kota Cepu pada hari Jumat (16/03/18) pukul 20.00 WIB.

Penangkapan tersangka ini berawal dari info masyarakat yang menyebutkan akan ada transaksi narkoba di Stasiun Cepu. Pelaku dikabarkan datang dari kota Surabaya menuju Cepu dengan menggunakan kereta api.

“Setelah dilakukan penyelidikan di lokasi stasiun, petugas mengetahui orang yang dimaksud yang baru turun dari kereta. Kemudian petugas langsung melakukan penangkapan di depan pintu masuk stasiun,” ungkap Suparlan pada wartawan, Senin (19/03/18).

Saat digeledah, dari dalam tas yang dipakai tersangka ini, petugas menemukan sebuah HP dan 2 paket narkotika seberat 1,34 gram. Barang terlarang ini dibungkus plastik klip warna bening yang digulung, kemudian dikemas dalam amplop warna putih.

Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya diamankan petugas beserta barang bukti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, muncul satu nama tersangka lagi yang diindikasikan sebagai pengedar. Yakni, Agung Pribadi Santoso alias Rampak, warga Kelurahan Kupang Krajan, Kecamatan Sawahan, Kota Surabaya.

“Tersangka kedua ini kita amankan di rumahnya pada hari Sabtu (17/03/18) sekitar pukul 21.00 WIB,” jelasnya.

Selanjutnya, tim Cobra langsung melakukan penggledahan dan ditemukan barang bukti narkoba. Jumlahnya ada tiga paket narkotika seberat 4,60 gram. Selain itu, ditemukan pula satu buah timbangan digital serta sebuah HP.

“Tersangka dan barang bukti diamanakan dan dibawa ke kantor Sat Res Narkoba Polres Blora, untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.” pungkas Suparlan.

Beberapa hari sebelumnya, tim Cobra sudah berhasil menangkap seorang pria yang diduga jadi pengedar narkoba. Tersangka atau pelaku yang diamankan adalah Doni Cipto Manungkusumo (44), warga Kelurahan/Kecamatan Cepu, Rabu (14/03/18).

Dari tangan tersangka ini, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 2 paket narkotika dalam plastik klip warna bening yang digulung dan dibungkus kertas amplop warna putih.

Total barang bukti yang didapat seberat 1,40 gram. Selain itu, anggota juga menemukan seperangkat alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca, dan 1 buah handphone.

Editor : Supriyadi

Kena Pancingan Tim Cobra, Pengedar Narkoba di Blora Tak Berkutik Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, Blora Tim Cobra Satresnarkoba Polres Blora berhasil menangkap seorang pria yang diduga jadi pengedar narkoba. Tersangka diamankan adalah Doni Cipto Manungkusumo (44), warga Kelurahan/Kecamatan Cepu.

”Tersangka Doni kita tangkap pada hari Rabu (14/03/18) kemarin. Penangkapan berlangsung di rumah tersangka sekitar pukul 22.30 WIB,” ungkap Kasat Kasat Narkoba AKP Suparlan, Jumat (16/03/2018).

Penangkapan tersangka diawali dari informasi masyarakat yang mengabarkan jika ada peredaran narkotika jenis sabu di sekitar Stasiun Kota Cepu. Informasi itu ditindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya muncul nama tersangka yang diindikasikan sebagai pengedarnya.

Selanjutnya, tim Cobra membuat pancingan dengan memesan barang pada tersangka. Tidak lama kemudian, tersangka mengabarkan jika barang yang dipesan sudah disiapkan.

”Setelah memastikan pesanan narkoba dari tersangka, tim bergerak menuju ke rumahnya. Kemudian, kita langsung melakukan penggerebekan dan penggledahan,” ujarnya.

Dari penggerebekan tersebut, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain, 2 paket narkotika dalam plastik klip warna bening yang digulung dan dibungkus kertas amplop warna putih. Total barang bukti yang didapat seberat 1,40 gram. Selain itu, anggota juga menemukan seperangkat alat hisap atau bong yang terbuat dari botol kaca, dan 1 buah handphone.

”Tersangka terbukti melanggar Narkotika primer pasal 114 ayat (1) subsider pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Saat ini pelaku dan barang bukti telah dibawa untuk diamankan guna pengembangan lebih lanjut,” pungkas Suparlan.

Editor: Supriyadi

Beni Digerebek Saat Nikmati Sabu di Kamar 2114 Hotel Laras Asri

MuriaNewsCom, Salatiga – Jajaran Polres Salatiga kembali mengungkap peredaran narkoba di wilayahnya. Seorang pengedar narkoba bernama Yohane Beni Asih Wibowo (39) digerebek saat melakukan transaksi di kamar Hotel Laras Asri, Salatiga.

Beni ditangkap saat bersembunyi di kamar nomor 2114. Saat dilakukan penggeledahan, polisi menemukan dua paket sabu seberat 1,76 gram. Penggerebekan dilakukan pada Minggu (25/2/20118) dinihari, bersama security hotel.

Kasat Resnarkoba Polres Salatiga AKP Suwasana mengatakan, penangkapan berawal ketika tim Sat Resnarkoba mendapat informasi bahwa di sebuah kamar di Hotel Laras Asri Salatiga, ada transaksi narkoba.

Dengan bergegas Tim Sat Resnarkoba menuju ke kamar hotel yang dimaksud untuk melakukan penggerebekan. Di tempat itu polisi menangkap Beni dan menemukan sejumlah barang bukti. Sejumlah peralatan untuk menikmati sabu itu juga diamankan. Di antaranya bong atau alat penghisab sabu.

Selanjutnya pelaku dengan barang buktinya dibawa ke Mapolres Salatiga untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mengembangkan untuk mencari bandar besar jaringan narkoba di Salatiga.

“Pelaku akan dijerat pasal primer 112 ayat (1) subsider pasal 127 ayat (1) huruf a UU RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman penjara paling lama 12 tahun,” ujarnya.

Editor : Ali Muntoha

Gerak-gerik Penjual Sabu di Semarang Ini Bikin Mereka Tertangkap Polisi

MuriaNewsCom, Semarang – Dua orang pengedar narkoba jenis sabu dibekuk jajaran Reskrim Polsek Pedurungan saat hendak bertransaksi. Mereka berhasil dibekuk, lantaran polisi curiga dengan gerak-gerik mereka di tengah malam.

Dua orang yang ditangkap yakni Rio Nur Sanjaya alias Bocil (19), warga Kelurahan Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal dan Sudarmono alias Sendeng (40), warga Kelurahan Kedungsari, Kecamatan Singorojo, Kabupaten Kendal.

Keduanya ditangkap saat akan bertransaksi di Jalan Kauman Barat, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarangan, Rabu (31/1/2018) lalu. Gerak-gerik mereka yang mencurigakan, membuat tim reskrim yang tengah patroli penasaran.

“Kedua tersangka ini sudah dicurigai gerak-geriknya oleh anggota reskrim kami pada saat melaksanakan patroli di Jalan Brigjend Sudiarto. Mereka kemudian diamankan di depan Optik Monalisa,” kata Kapolsek Pedurungan, Kompol Mulyadi.

Dua tersangka ditangkap sekitar pukul 01.00 WIB. Saat diamankan keduanya tengah mengendarai sepeda motor. Tersangka bernama Rio berada posisi membonceng dan Sudarmono di depan sebagai pengemudi.

“Saat digeledah menggeledah anggota kami mengamankan 1 unit HP yang di dalamnya ada pesan singkat melalui WhatsApp dari Anton yang berisi tempat di mana barang tersebut (sabu) diletakan,” ujarnya.

Polisi langsung mencari lokasi di pesan WA tersebut, dan mendapati kotak rokok di sela-sela tumpukan genting, di sampaing pos kampling, Jalan Kauman Barat III, Pedurungan. Di dalam kotak rokok tersebut terdapat satu plastik berisi sabu seberat 8,6 gram.

Berdasarkan pengakuan tersangka, sabu itu akan dijual kepada seseorang bernama Luluk dan mereka akan mendapat upah sebesar Rp 200 ribu. Saat ini polisi juga tengah menyelidiki peran Anton dan Luluk tersebut.

“Kami terus mengembangkan kasus ini dan akan menyelidiki atas nama Anton danLuluk. Sementara dua tersangka akan dijerat dengan pasal berlapis tentang narkotika,” terangnya.

Editor : Ali Muntoha

Sempat Kejar-kejaran di Sawah, Polres Blora Ringkus Pengedar Sabu Siap Edar

MuriaNewsCom, BloraAparat Satresnarkoba Polres Blora berhasil mengamankan seorang pria yang diindikasikan sebagai pengedar narkotika jenis sabu-sabu. Pria yang diamankan bernama Kahir (46), warga Desa Kediren, Kecamatan Randublatung, Blora.

Pengedar yang punya nama alias Salewang itu diamankan pada Rabu (7/2/2018) malam kemarin sekitar pukul 22.50 WIB. Penangkapan itu dilakukan di areal persawahan, tidak jauh dari rumah pelaku.

”Pelaku bernama Kahir alias Salewang ditangkap ketika ingin menjual sabu-sabu. Adapun total barang bukti yang kita dapatkan sebanyak 12 paket sabu. Salewang memang sudah kami incar dan dari informasi yang masuk, dia bertindak sebagai penjual sabu-sabu,” kata Kasat Narkoba AKP Suparlan pada wartawan, Jumat (9/2/2018).

Sebelum ditangkap, Salewang yang kesehariannya berjualan daging anjing memang sudah menjadi incaran Satuan Narkoba Polres Blora. Setelah melakukan penyedilikan, pihaknya mendapat informasi kalau pelaku akan melakukan transaksi narkoba di areal persawahan.

Dalam proses penangkapan, sempat terjadi aksi kejar-kejaran antara polisi dengan pelaku di areal persawahan. Meski mencoba kabur, namun Salewang akhirnya berhasil diringkus.

Suparlan menjelaskan, saat tertangkap dan digledah petugas hanya menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu dengan berat 0,24 gram yang dibungkus plastik klip. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh penyidik, pelaku mengaku jika sebelumnya membawa 12 paket sabu. Namun, sebanyak 11 paket barang bukti lainnya sempat dibuang di areal persawahan saat mencoba pelaku mencoba melarikan diri.

”Setelah dapat keterangan tersangka, tadi pagi kami langsung kembali ke TKP untuk melakukan pencarian. Akhirnya, kita bisa temukan barang bukti tambahan sebanyak 11 paket sabu siap edar dengan berat masing-masing 1.5 gram yang disimpan dalam dompet pelaku. Beruntung barang bukti tersebut tidak hilang,” jelasnya.

Dikatakannya, selain 12 paket siap edar itu, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya. Antara lain, uang tunai senilai Rp 640 ribu, satu buah HP, tiga buah pirek kaca, tiga korek api gas dan satu bungkus rokok.

”Kami masih mengembangkan kasus ini guna penyelidikan lebih mendalam. Pelaku akan kita jerat dengan pasal pasal 114 jo 112 UU No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

Kopeng Jadi Tempat Transaksi Narkoba Kelas Kakap, Sabu Dijual Dalam Bentuk Permen

MuriaNewsCom, Semarang – Kawasan wisata Kopeng, di Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, ternyata sering menjadi tempat transaksi narkoba kelas kakap. Pelaku pun menggunakan modus baru, untuk menghindari kecurigaan.

Ini dibuktikan dengan pengungkapan yang dilakukan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, yang menangkap pengedar sabu kelas kakap. Barang bukti yang diamankan pun cukup banyak, yakni sabu seberat 1,1 kilogram.

Pelaku yang ditangkap bernama Eko Rianto (32), warga Boyolali. Modusnya menyembunyikan sabu di dalam bungkus permen. Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, untuk menangkap pelaku, tim sempat sulit mendeteksi karena ia tinggal di kamar kos yang lokasinya di sebuah rumah yang berada di antara kebun di Taman Wisata Kopeng.

“Tersangka ER alias John sengaja mencari lokasi yang tersembunyi di antara kebun tanaman bunga, agar aktivitasnya tidak terpantau,” kata Agus, Selasa (6/2/2018).

Saat dilakukan penggerebekan di kamar kos, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 1 kg yang dikemas dalam kemasan teh China berwarna hijau.

“Dari hasil pengledahan di rumah kos tersangka, diketahui barang bukti 1,1 kg sabu tersebut merupakan sisa dari 4 kg sabu yang dia simpan. Sisanya sebanyak 3,9 kg sudah diedarkan selama sebulan terakhir,” terangnya.

Selain kemasan besar, tim BNNP Jateng juga mendapati sejumlah sabu yang dikemas plastik klip bening. Kemudian ada juga yang dikamuflase menggunakan bungkus permen. Menurut dia, ini merupakan modus baru, di mana paket sabu dikemas dalam bentuk permen.

“Dimasukkan bungkus permen kemudian dipanasi untuk direkatkan. Ini yang ditemukan jumlahnya ada 19 bungkus permen. Satu permen sekitar 1 gram,” tandas Agus.

Dalam peredarannya Eko menyasar tempat wisata di pedesaan antara lain di Klero, Tingkir, Tengaran, Getasan, dan Bawen atau yang masuk wilayah Kabupaten Semarang, Boyolali, dan Salatiga.

Selain Jawa Tengah, Eko juga mengirim sabu ke Jakarta dan Halmahera via pos. Dari pengakuan Eko, dia dikendalikan seseorang yang mengaku bernama Jiun lewat telepon seluler.

“Pengakuan ER, dia dikendalikan Jiun salah satu narapidana di Gracia Jogja (Lapas Narkotika dekat RS Gracia Yogyakarta),” kata Agus.

Eko sendiri mengaku baru enam bulan menjalankan aksinya. Ia juga mengaku punya bos, yang menugasinya mengedarkan sabu. Setiap menjual 1 kg sabu, ia mendapatkan komisi Rp 10 juta.

Ia bertugas mengambil sabu sesuai arahan bos yang bernama Jiun kemudian mengemas dalam paket kecil termasuk ke bungkus permen kemudian mengedarkannya. “Baru 6 bulan. Semua saya yang melakukan. Kenal Jiun dikenalkan sama teman,” akunya.

Editor : Ali Muntoha

Nyambi Jadi Pengedar Sabu, 2 Petugas Cleaning Service di Grobogan Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, GroboganSelain sopir truk, ternyata ada dua tersangka lagi yang diamankan aparat Satresnarkoba Polres Grobogan pada pekan lalu. Kedua tersangka lainnya diketahui bernama Bagus Suryo (30), warga Kecamatan Purwodadi dan Yudi Priyanto (31), warga Blora.

Penangkapan kedua tersangka ini dilakukan pada lokasi berbeda. Tersangka Bagus diamankan lebih dulu di salah satu hotel di Purwodadi, Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 13.00 WIB. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu yang dibawa pria beprofesi sebagai karyawan cleaning service tersebut.

”Barang bukti sabu yang kita amankan dari tersangka totalnya seberat 0,33 gram,” ungkap Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa saat jumpa pers, Rabu (31/1/2018).

Baca: Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina, Sopir Truk di Grobogan Ditangkap Polisi

Setelah diinterograsi lebih lanjut, tersangka mengaku mendapatkan barang dari teman kerjanya bernama Yudi. Berbekal informasi ini, petugas kemudian bergerak memburu Yudi dan akhirnya berhasil meringkusnya.

Kasat Narkoba AKP Abdul Fatah menambahkan, pelaku sudah jadi target sejak tahun 2017. Namun, mereka berhasil lolos dari incaran hingga akhirnya berhasil diamankan pekan lalu.

Status kedua tersangka merupakan pengedar. Mereka ini mengantar narkoba dengan modus diselipkan dalam kemasan makanan dan diantarkan pada pemesannya yang sebelumnya sudah pesan kamar di hotel atau penginapan.

”Kita masih mengembangkan penyelidikan mengenai pemasok barangnya Kedua tersangka mengaku mendapatkan barang dari seseorang yang saat ini masih kita kejar,” jelas Fatah.

Editor: Supriyadi

Asyik Nyabu di Kamar Hotel, Wanita Cantik Asal Jepara Digrebek Polres Rembang

MuriaNewsCom, Rembang – Seorang wanita berinisial D (27) asal Jepara diamankan anggota Sat Resnarkoba Polres Rembang saat mengkonsumsi narkoba jenis sabu di dalam kamar M5 Hotel Pantura, Jalan Gajah Mada No 01 turut tanah Desa Banyudono Rembang , Minggu (21/1/2018) pukul 03.30 WIB (dini hari).

Dikutip dari laman Tribrata News Polres Rembang, D diamankan setelah Sat Resnarkoba Polres Rembang mendapat informasi dari masyarakat sekitar, bahwa ada seseorang wanita yang diduga menyalahgunakan narkoba di hotel tersebut.

Mendengar informasi itu, anggota Sat Resnarkoba Polres Rembang langsung melakukan penyelidikan. Setelah positif, dengan didampingi satpam hotel tersebut melakukan penggerebekan di hotel tersebut.

Kapolres Rembang AKBP Pungky Bhuana Santoso  melalui Kasat Resnarkoba AKP Bambang Sugito  membenarkan penangkapan tersebut.

Berbekal dari informasi masyarakat D beserta barang bukti diamankan petugas Sat Resnarkoba Polres Rembang . Dan saat ini D beserta barang bukti telah diamankan di Polres Rembang guna untuk penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut, katanya, senin (22/1/2018).

Dari hasil penggerebekan itu, polisi mengamankan barang bukti berupa satu paket serbuk kristal yang di duga narkotika jenis sabu sseberat 0,5 gram. Selain itu petugas juga mengamankan satu set alat hisap yang terbuat dari botol aqua, satu buah korek api gas warna biru, satu buah handphone lenovo warna hitam, dan satu buah potongan sedotan /sorok.

D akan dikenakan pasal Pasal 114 Ayat 1 Subs Pasal 127 ayat 1 Undang undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Editor: Supriyadi

Kedapatan Bawa Sabu, Warga Boyolali Ditangkap Polisi di Grobogan

MuriaNewsCom, GroboganAnggota Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil menangkap seorang pria yang kedapatan membawa narkoba jenis sabu. Tersangka yang diamankan berinisial DON (37), warga Kecamatan Juwangi, Kabupaten Boyolali.

”Tersangka kita amankan beberapa hari lalu. Saat ini kasusnya masih kita kembangkan,” kata Kasat Narkoba Polres Grobogan AKP Abdul Fattah pada wartawan, Kamis (18/1/2017).

Dari penangkapan tersebut, berhasil ditemukan barang bukti 1 paket plastik klip kecil yang diduga berisi narkotika golongan I jenis sabu sebanyak kurang lebih 0,49 gram. Kemudian, petugas juga mengamankan satu  buah handphone dan sepeda motor Yamaha Jupiter warna hijau milik tersangka sebagai barang bukti.

Fattah menyatakan, pengungkapan ini tak lepas dari informasi dari masyarakat yang mengabarkan ada indikasi transaksi narkoba di wilayah Kecamatan Karangrayung.

”Info masyarakat kami tindak lanjuti dengan menurunkan tim untuk menyisir wilayah tersebut. Akhirnya, setelah melakukan penyelidikan, kami berhasil menangkap tersangka DON berikut barang bukti sabu seberat 0,49 gram,” jelasnya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, tersangka DON mengakui barang tersebut didapat dari seseorang yang saat ini berada di Lapas Semarang. Barang itu dipesan melalui telepon dan diambil pada tempat yang telah ditentukan. Pengambilan dilakukan setelah tersangka mengirim sejumlah uang melalui transfer.

”Menurut pengakuan tersangka, sabu ini akan dipakai sendiri,” sambungnya.

Beberapa tahun lalu, tersangka ternyata pernah diringkus aparat Polres Grobogan dengan kasus serupa. Fatah menyatakan, pihaknya akan mengembangkan kasus tersebut dengan berkoordinasi bersama lapas di Semarang untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.

Editor: Supriyadi

Apes, Hendak Transaksi Sabu di Todanan Blora, Warga Semirejo Pati Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, BloraRencana Sunar alias Luluk (43), untuk bertransaksi narkoba jenis sabu akhirnya kandas. Sebelum sempat bertransaksi, pria asal Desa Semirejo, Kecamatan Gembong, Pati itu keburu disergap polisi. Penyergapan itu dilakukan di depan sebuah minimarket di jalan raya Todanan-Japah.

”Penangkapan tersangka ini kita lakukan Kamis (11/1/2018) kemarin. Saat kita geledah, ditemukan dua paket sabu dalam plastik kecil yang disimpan dalam kantung celana,” jelas Kasat Narkoba Polres Blora AKP Suparlan, pada wartawan.

Penangkapan itu bermula adanya informasi dari warga sekitar yang mengabarkan ada seseorang yang akan melakukan transaksi narkoba. Informasi ini ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi untuk melakukan pengamatan.

Tidak lama kemudian, petugas mendapati seseorang yang ciri-cirinya dipastikan sesuai dengan informasi sebelumnya. Selanjutnya, petugas langsung melakukan penangkapan dan penggledahan.

Dari penggeledahan itu ditemukan dua paket narkotika jenis sabu yang dibungkus menggunakan plastik klip warna bening, digulung dan diisolasi warna hitam. Total barang bukti seberat 1,5 gram.

Selanjutnya, tersangka digelandang ke Mapolres Blora guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Selain tersangka, polisi juga membawa sebuah HP, ATM dan satu unit sepeda motor Honda Supra X 125 milik tersangka untuk dijadikan barang bukti.

”Untuk saat ini pelaku berikut barang bukti sudah kami amankan. Tersangka yang melakukan tindak pidana Narkotika Primer ini dijerat dengan pasal 114 ayat (1) subs pasal 112 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika,” pungkas Suparlan.

Editor: Supriyadi

Ditanya Siapa Bandarnya, Kurir Sabu di Semarang Malah Jawab ‘112’

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Aparat dari Satuan Reskrim Narkoba Polrestabes Semarang, sempat mengernyitkan dahi saat menginterogasi kurir sabu bernama Eko Prasetyo Ardi (25), warga Weleri, Kendal.

Pasalnya, ketika ditanya siapa Bandar yang menyuruh untuk mengantarkan narkoba itu, Prasetyo justru memberi jawaban aneh. Tersangka menyebut ‘112’ sebagai bos  yang memerintahkannya. Namun ia selalu berkelit ketika didesak untuk memberitahu jati diri misterius tersebut.

Bahkan tersangka juga sempat mengaku mendapatkan barang haram itu dari bandar dari penjara. Namun polisi masih mendalami keterangan tersebut.

”Ini masih kami dalami betul atau tidak. Karena pengedar selalu bilang dapatnya dari lapas. Jadi kalau tersangka tidak bisa menyebutkan siapa seseorang itu tidak masuk akal,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, saat jumpa pers, Senin (18/9/2017).

Tersangka juga mengaku tugasnya hanya menerima sabu kemudian membaginya dalam paket dan meletakkan di suatu tempat. Tempat untuk meletakkan sabu itu diakui terserah dirinya, namun ia melaporkan posisi sabu kepada bosnya.

Ia menyebut, tersangka Eko dibekuk pada Jumat (15/9/2017) lalu di Jalan MT Haryono Semarang. Sebelum ditangkap, polisi terlebih dahulu membuntuti tersangka. Saat ditangkap dan digeledah polisi menemukan sabu seberat 5 gram di motornya.

Tersangka kemudian digelandang untuk mencari barang bukti lain di rumah kosnya di daerah Tlogosari, Kota Semarang. Di rumah kos itu kembali ditemukan sabu seberat 195 gram.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi menyebut, tersangka menjalankan aksinya sejak 5 bulan terakhir. Setiap menjual 100 gram sabu ia mendapatkan upah Rp 1 juta.

“Sekali transaksi itu 30 gram, 20 gram, 12 gram, paling kecil 5 gram. Setiap 100 gram dia dapat Rp 1 juta, ini dia sudah dapat Rp 4 juta,” ujarnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan jeratan pasal itu tersangka dikenai ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Ratusan Gram Sabu yang Akan Diedarkan di Pati dan Sragen Dimusnahkan

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Barang bukti kasus penyalahgunaan narkoba berupa sabu seberat 300 gram dimusnahkan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah, Jumat (15/9/2017) dimusnahkan.

Sabu itu diamankan petugas dari berbagai pelaku di wilayah Kabupaten Pati dan Sragen. Pemusnahan dengan mencampur sabu dengan deterjen dan air itu, sesuai dengan aturan UU Nomor 35 Tahun 35 tentang Narkotika.

Kepala BNNP Jateng, Brigjen Pol Tri Agus Heru Prasetyo mengatakan, barang bukti sabu itu diamankan dari dua tersangka. Yakni Awiyanto (48) yang diamankan di halte Jalan Raya Kaligawe, Semarang, dan Moh Fauzi (25), warga Jalan Bedas Utara, Dadapsari, Semarang Utara.

Dua orang ini merupakan jaringan. Dari tangan Awiyanto ditemukan sabu seberat 25 gram yang sebelumnya diletakkan oleh Moh Fauzi. Sementara dari rumah Moh Fauzi petugas mengamankan sabu seberat 275 gram.

”Total sebenarnya 300 gran. Yang 25 gram rencanaya akan diberikan kepada tersangka Awiyanto,” katanya.

Pengembangan kasus ini tak selesai dengan penangkapan dua tersangka ini saja. Dari pengakuan tersangka diketahui nama Sigit Laksono (25), warga Dukuhseti, Kabupaten Pati.

Sigit merupakan seorang narapidana yang ditahan di LP Kelas II A Sragen. Setelah berkoordinasi dengan Kanwil Kemenkumham Jateng, Sigit akhirnya juga diamankan dan diinterogasi di BNNP Jateng.

“Sigit Laksono merupakan orang yang menyuruh tersangka Awiyarno mengambil sabu seberat 25 yang nantinya akan diedarkan ke wilayah Pati Sragen,” tuturnya.

Editor : Ali Muntoha

Gara-gara Sabu di Bungkus Kopi Good Day, Warga Kota Pekalongan Ini Diringkus

Pelaku memberikan keterangan kepada petugas Satres Narkoba Polres Pekalongan Kota. (Tribratanewspekalongankota)

MuriaNewsCom, Pekalongan  – AS (42) warga Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan dan AB (42) warga Kecamatan Karangayar, Kabupaten Pekalongan ditangkap Satres Narkoba Polres Pekalongan Kota, Senin (14/8/2017) malam.  

Mereka diringkus karena kedapatan membawa narkoba jenis sabu di sebuah kebun di Kelurahan Pringrejo Gang 2 RT 02 Rw 14 Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan. “Anggota mendapat informasi dari masyarakat, Kemudian meluncur ke TKP untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut. Ternyata benar adanya, dua tersangka kami ringkus hendak mengedarkan sabu,” kata Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi melalui Kasat Res Narkoba AKP Junaedi, dikutip situs resmi Polres Pekalongan Kota, Selasa (15/8/2017).

Dijelaskan, tersangka ditangkap saat ia hendak mengantar barang haram kepada pembeli. “Saat kita lakukan penggeledahan, kita temukan barang bukti berupa sabu-sabu seberat 1,8 gram yang dibungkus di plastik kecil yang dimasukan di dalam bungkus kopi Good Day dan disimpan di dalam dompet,” tegasnya.

Barang bukti disita di Polres Pekalongan Kota. (Tribratanewspekalongankota)

 

Saat ditangkap, barang bukti berada di saku jaket milik tersangka. Selain mengamankan tersangka, petugas juga mengamankan barang bukti berupa, satu paket sabu berat 1,8 gram, bungkus kopi Good Day, dompet warna coklat, dua buah ponsel, satu lembar kertas slip BRI, satu buah kartu ATM BRI dan dua unit sepeda motor yang digunakan tersangka.

Di hadapan petugas, tersangka mengaku, bahwa barang haram yang hendak diantarkan kepada pembeli itu didapat dari seseorang yang tidak dikenalnya yang saat ini dalam pengejaran petugas. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatanya, kini tersangka harus mendekam dibalik jeruji besi sel tahanan Mapolres Pekalongan Kota Polda Jawa Tengah. Tersangka dijerat Pasal 114 (1), 112 (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Di hari sama, Satuan Reserse Narkoba Polres Pekalongan Kota juga menangkap satu orang tersangka lainnya. Adalah BK (34) warga Desa Capgawen Selatan RT 02 Rw 05, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, ditangkap anggota. Pelaku kedapatan membawa satu paket narkotika jenis sabu-sabu seberat 1,08 gram yang disimpan dalam plastik klip kecil. Plastik itu disimpannya di dalam saku celana.

Pelaku tak berkutik saat anggota Satres Narkoba menggeledahnya di salah satu lokasi di Jalan Urip Sumoharjo. Tepatnya di depan SPBU Kelurahan Pringrejo, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Junaedi mengatakan penangkapan tersangka berawal dari penyelidikan yang dilakukan anggotanya.“Kami mendapat informasi bahwa yang bersangkutan diduga menyimpan, memiliki, menguasai dan atau menggunakan narkotika jenis sabu-sabu,” ungkapnya.

Junaedi menambahkan, saat ini kasus tersebut akan dikembangkan lebih lanjut. Tersangka akan dijerat dengan Pasal 112 ayat (1) dan atau Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang RI No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman empat hingga 12 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Nyopir Sambil Pakai Sabu Ditangkap di Temanggung

Polisi mengamankan sopir yang jadi pemakai sabu di Mapolres Temanggung. (Polres Temanggung)

MuriaNewsCom, Temanggung – Eko Kurniawan (36) warga Bulan, Selopampang, Temanggung ditangkap Satresnarkoba Polres Temanggung, karena kedapatan membawa sabu-sabu.

Kapolres Temanggung AKBP Maesa Soegriwo melalui Kasubaghumas Polres Temanggung AKP Henny Widiyanti mengatakan, Eko yang kerja sebagai sopir truk ini menjadi tersangka kasus narkotika setelah petugas menemukan barang bukti saat dilakukan penggeledahan usai mengkonsumsi sabu-sabu di rumahnya.

“Saat penggeledahan petugas menemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik berisi sabu-sabu dengan berat 0,53 gram, sebuah plastik kresek warna putih, alat hisab, pipet kaca, korek api, sedotan plastik, gunting, dan sebuah telepon seluler,” kata AKP Henny saat jumpa pers, Senin (14/8/2017) dikutip situs resmi polisi.

Ia mengatakan, penangkapan terhadap tersangka berawal dari informasi masyarakat yang mengetahui bahwa tersangka sering mengkonsumsi narkoba. Kemudian petugas melakukan penyelidikan terhadap tersangka.

“Tersangka tidak bisa mengelak, saat itu tersangka berusaha membuang bungkusan plastik yang berisi sabu-sabu, tetapi dengan kejelian petugas barang bukti berhasil ditemukan,” jelasnya.

Tersangka dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider ayat 112 ayat 1, lebih subsider Pasal 127 ayat 1 huruf a UU nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara serta denda Rp 8 miliar.

Menurut pengakuan tersangka, dirinya telah mengkonsumsi sabu-sabu sejak tiga bulan lalu, sabu-sabu dikonsumsinya untuk menambah stamina saat bekerja sebagai sopir truk pengangkut cabai.

Editor : Akrom Hazami

Nyabu Sambil Nyetir, 2 Sopir Truk Kepergok Polisi Grobogan

Dua orang sopir truk yang konangan nyabu diperiksa di Mapolres Grobogan, Jumat. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain perangkat desa yang tertangkap nyabu, ada pula dua pelaku kejahatan serupa yang dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolres Grobogan, Jumat (17/3/2017). Yakni, Adi Susanto (35) warga Kelurahan Simpang, Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo Jatim, dan Susilo Utomo (39) warga Jalan Wijaya Kusuma, Desa Gayam, Kecamatan Bangsal, Kabupaten Mojokerto Jatim.

Kedua warga Jawa Timur ini bekerja sebagai sopir truk lintas provinsi. Kedua sopir ini dicokok polisi saat sedang nyabu di atas kendaraan yang diparkir di depan warung makan di daerah Rejosari, Kecamatan Grobogan.

“Dua pelaku kami tangkap saat menggunakan narkoba hari Kamis 2 Maret 2017 sekitar pukul 03.30 WIB. Mereka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” ungkap Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano didampingi Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasatres Narkoba AKP Abdul Fatah saat gelar perkara, Jumat (17/3/2017).

Selain pelaku, sejumlah barang bukti ikut pula diamankan. Yakni, seperangkat alat hisap dan paket sabu sebesar 0,1 gram. Kemudian, ada dua ponsel dan satu unit truk bernomor polisi S 8401 UP yang juga diamankan untuk barang bukti.

Satria menambahkan, pengangkapan itu bermula dari informasi dari masyarakat terkait dengan daerah sekitar warung tempat mangkal sopir truk yang dijadikan lokasi konsumsi narkoba. Setelah diselidiki cukup lama, anggota akhirnya mendapati dua sopir yang sedang menggunakan barang terlarang tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Nyambi Jualan Sabu, Tukang Servis Elektronik dan Pedagang Sembako di Grobogan Ini Dibekuk Polisi

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti yang didapat dari pengedar sabu yang tertangkap, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menunjukkan barang bukti yang didapat dari pengedar sabu yang tertangkap, Kamis (3/11/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Dua warga Desa Bugel, Kecamatan Godong dibekuk aparat Satresnarkoba Polres Grobogan lantaran kedapatan membawa nakoba jenis sabu-sabu. Masing-masing adalah Tomi dan Arifin alias Gareng. Keduanya dibekuk dalam waktu dan tempat berlainan.

Tersangka Arifin alias Gareng lebih dulu ditangkap pada hari Kamis (27/10/2016) lalu sekitar pukul 18.30 WIB di belakang salah satu toko waralaba di Godong. Saat ditangkap, petugas menemukan barang bukti satu paket sabu seberat 0,3 gram.

Setelah diinterogasi petugas, Gareng mengaku mendapat pasokan barang dari temannya bernama Tomi. Dari pengakuan ini, petugas kemudian berhasil melakukan penangkapan terhadap Tomi ketika orang ini melintas di belakang Pasar Godong, sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat ditangkap, petugas tidak berhasil mendapatkan barang bukti narkoba. Namun, ketika menggeledah rumah Tomi, petugas akhirnya berhasil menemukan satu paket sabu seberat 0,5 gram beserta alat hisapnya.

“Penangkapan kedua tersangka ini awalnya dari informasi masyarakat yang mengabarkan kalau di sekitar Pasar Godong sering dipakai transaksi narkoba. Dari sini kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil menangkap dua pengedar ini,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara, Kamis (3/11/2016).

Ikut mendampingi kapolres saat gelar perkara, Wakapolres Kompol Wahyudi dan Kasat Resnarkoba AKP Abdul Fatah. Saat ditanya Kapolres, tersangka Gareng yang bekerja sebagai tukang servis barang elektronik itu mengaku mendapat barang dari kawan baiknya Tomi. Selama ini, sudah beberapa kali dia memesan barang terlarang itu. “Sebagian barang ini saya konsumsi sendiri. Saya pakai sabu buat doping biar kuat kerja lembur,” katanya.

Sementara tersangka Tomi mengaku mendapatkan barang dari temannya di Boyolali. Hanya saja, dia tidak pernah bertemu dengan penjual sabu tersebut. Sebab, sabu yang dipesan biasanya sudah ditempatkan di lokasi tertentu dan dia diminta mengambilnya.

“Saya bayarnya lewat transfer. Setelah uang diterima, saya nanti akan dihubungi untuk ngambil barang ditempat yang ditentukan. Jadi, tidak pernah ketemuan,” jelas pria yang sehari-hari berjualan sembako itu.

Terkait dengan pengakuan kedua tersangka, pihak kepolisian akan melakukan pengembangan lebih lanjut. Termasuk untuk memburu pemasok barang yang menurut pengakuan salah satu tersangka didapat dari Boyolali. “Kita masih melakukan pengembangan kasus ini. Informasi dari tersangka ini masih kita dalami lebih lanjut,” imbuh Agusman.

Editor : Kholistiono