Rumah Warga di Jepara Digerebek, Diduga Simpan Ratusan Kilogram Sabu

Suasana penggerebekan di rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara yang dihuni WNA yang menyimpan ratusan kilogram  sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Suasana penggerebekan di rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara yang dihuni WNA yang menyimpan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara digerebek oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan aparat kepolisian. Rumah dan gudang yang disewa oleh warga negara asing (WNA) tersebut diduga sebagai tempat penyimpanan ratusan kilogram sabu.

Salah seorang warga sekitar Zaenal mengatakan, rumah yang sekaligus gudang itu disewa selama dua tahun oleh WNA. Namun baru dikediami oleh penyewa sekitar satu tahun.

”Ini rumah sekaligus gudang milik pak Ujang. Disewa oleh orang asing,” ujar Zaenal kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/1/2016).

Warga sekitar lainnya, Seripah mengatakan, sehari-hari rumah sekaligus gudang tersebut cenderung sepi. Hanya ada beberapa orang yang kadang terdengar suara dari luar.

”Kadang ada suara dari dalam. Tapi tidak jelas. Sepertinya memang orang-orang asing,” katanya.
Dia menambahkan, selama ini para warga sekitar mengira jika rumah sekaligus gudang tersebut merupakan pengusaha mebel. Sebab, terkadang ada sejumlah orang yang melakukan proses finising mebel.

Sementara itu, dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, aparat telah mengamankan dua orang yang diduga pemilik barang haram berupa sabu, dengan berat ditaksir mencapai 100 kilogram lebih yang tersimpan dalam beberapa box.

Aparat baik dari BNN maupun kepolisian masih melakukan proses penggeledahan hingga berita ini ditulis. Meski turun hujan, ratusan warga masih penasaran dengan memenuhi beberapa sudut di sekitar lokasi.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lagi Asyik Nyabu di Rumah, Petong Dibekuk Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Warga RT 03 RW 02 Desa Weton, Kecamatan Kota Rembang, dibekuk aparat Polres Rembang lantaran mengkonsumsi obat terlarang jenis sabu-sabu di rumahnya.

Pria bernama Ali Mahmudi (37) alias Petong, diduga merupakan salah satu pelanggan bandar narkoba dari Lasem, yang telah lebih dulu diciduk aparat belum lama ini.

Kasat Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, Petong ditangkap pada Senin (18/1/2016) yang lalu. Penangkapan warga Weton tersebut, merupakan pengembangan kasus ditangkapnya seorang pengedar sabu-sabu bernama Priyono alias Segi di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem pada pekan lalu.

“Yang bersangkutan berhasil ditangkap berkat adanya informasi dan laporan dari warga. Tersangka ditangkap dengan upaya paksa, didampingi kepala desa setempat,” ujarnya ketika, Rabu (20/1/2016).

Dari hasil penggeledahan rumah tersangka, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu paket sabu-sabu dalam plastik kecil yang sudah digunakan, alat hisap berupa sedotan plastik, bungkus rokok yang berisi satu lembar kertas tisu warna putih, empat korek api gas dan satu buah handphone Nokia warna hitam.

Disinggung soal kemungkinan masih maraknya peredaran barang haram di Rembang, pihaknya mengaku terus berupaya memberantas bandar sabu. “Hingga saat ini, kami masih terus berupaya memburu bandarnya,” tegas Bambang.

Guna penyidikan lebih lanjut, saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Rembang.

Editor : Kholistiono

Polisi Temukan Seperangkat Alat Hisap Sabu Lengkap di Rumah Warga Lasem Ini

Ilustrasi Narkoba

Ilustrasi Narkoba

 

REMBANG – Penangkapan Priyono alias Segi yang diduga sebagai pengedar sabu-sabu, tidak berhenti pada penggeledahan pada orangnya saja.

Pihak kepolisian Satnarkoba Polres Rembang segera bergerak cepat menggeledah rumahnya juga, Selasa (12/1/2016) malam. Benar saja, dari penggeledahan di rumah yang terletak di Desa Karangturi, RT 01 RW 04 Kecamatan Lasem, polisi menemukan sejumlah barang bukti lain yang menguatkan dugaan Priyono sebagai pengedar sabu.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito saat dikonfirmasi pada Rabu (13/1/2016). Menurutnya, berbagai barang bukti ditemukan di rumah pelaku setelah dilakukan pengembangan dari kasus penangkapan Priyono yang kedapatan membawa sabu di tepi jalan.

”Setelah kami lakukan pengembangan penggeledahan di dalam rumah tersangka, kami juga menemukan sejumlah barang bukti lain,” ujarnya.

Sejumlah barang bukti lain, lanjut Bambang, di antaranya sebuah bong untuk membakar sabu, sebuah pipet warna bening yang terbuat dari kaca yang di bungkus dengan kertas tisu warna putih, hingga uang tunai seratus ribuan sebanyak Rp 2.500.000.

”Selain itu, sebuah korek api gas warna merah, satu set alat hisap bong yang terbuat dari tutup botol minuman suplemen yang telah dilubangi dan di beri dua selang karet warna bening. Ada juga sebuah korek api gas warna biru yang telah diberi jarum pengatur api yang terbuat dari jarum suntik bekas,” tandasnya.

Guna penyidikan lebih lanjut saat ini tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Rembang. Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan pasal 112 dan atau 114 UU Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Seperti diberitakan sebelumnya, Priyono kedapatan membawa sabu ketika petugas Polres Rembang yang berpatroli melintas di Jalan Desa Karangturi, Gang VII, Lasem. Melihat gerak-gerik Priyono yang mencurigakan, petugas segera menghampiri dan melakukan penggeledahan. (AHMAD WAKID/TITIS W)

Lagi-lagi, Polres Pati Bekuk Pengguna Sabu

Pemakai narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Pemakai narkoba jenis sabu-sabu yang diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – DC (35), warga Desa Gubung, Kecamatan Grobogan terpaksa dibekuk dan digelandang ke Mapolres Pati, karena kedapatan menggunakan narkoba jenis sabu-sabu. DC dibekuk, setelah temannya, EF (33) warga Desa Sukolilo, Kecamatan Sukolilo dibekuk petugas Polres Pati.

Kasat Narkoba Polres Pati AKP Sayadi mengatakan, EF yang merupakan warga Desa Sukolilo ditangkap di jalan masuk Desa Jangkungharjo RT 1 RW 3, Kecamatan Brati, Grobogan. Dari pengembangan kasus itu, petugas kemudian memburu dan menangkap temannya yang berdomisili di Grobogan.

“DC ditangkap tim buru sergap di Desa Jangkungharjo RT 1 RW 3, Kecamatan Brati, Grobogan. Penangkapan EF merupakan hasil dari pengembangan kasus yang dilaporkan masyarakat. Keduanya sudah kami amankan di Mapolres Pati untuk kepentingan penyidikan,” kata Sayadi kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/1/2016).

Atas perbuatannya, kedua tersangka terancam dijerat dengan Pasal 112 ayat 1 subsider 127 ayat 1 huruf a Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. “Dengan pasal 112, keduanya terancam dengan pidana kurungan penjara minimal empat tahun. Keduanya juga terancam pidana penjara maksimal empat tahun penjara, karena juga dituntut dengan pasal 127,” tambahnya.

Saat ini, Satuan Narkoba Polres Pati akan mengembangkan kasus tersebut hingga mengarah pada penangkapan bandar atau pengedar. “Dari hasil penyidikan, keduanya merupakan pengguna. Kami akan kembangkan kasus hingga mengarah pada pengedar,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Pakai Sabu, Mahasiswa di Pati Ini Diringkus Polisi

Kasat Narkoba Polres Pati AKP Sayadi (kedua dari kanan) menunjukkan barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Kasat Narkoba Polres Pati AKP Sayadi (kedua dari kanan) menunjukkan barang bukti berupa satu paket narkoba jenis sabu. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Jajaran Polres Pati menangkap seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Pati, karena diketahui menggunakan narkoba jenis sabu. Mahasiswa berinisial MAA (20) tersebut ditangkap saat bermain bilyard di depan rumah Yusro, Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti, Senin (4/1/2016) lalu sekitar pukul 21.00 WIB.

Kasat Narkoba Polres Pati AKP Sayadi kepada MuriaNewsCom, Selasa (12/1/2016) mengatakan, MAA ditangkap setelah pihaknya mendapatkan laporan dari masyarakat yang kemudian ditingkatkan dengan penyelidikan yang dilakukan jajarannya.

“Setelah ditangkap tangan, ternyata benar. MAA terbukti membawa narkoba jenis sabu berbentuk serbuk kristal. MAA kami tangkap saat tengah bermain bilyard di Desa Ngagel, Kecamatan Dukuhseti pada malam hari sekitar pukul 21.00 WIB,” tutur Sayadi.

Saat ini, pihaknya masih mendalami kasus tersebut terkait dengan adanya kemungkinan jaringan pengedar narkoba di Pati. “Kami masih mendalami kasus ini. Sementara ini, pelaku masih sebatas pemakai. Ini yang akan kami kembangkan,” tukasnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Polisi Bekuk Warga Tegalombo Pati yang Kedapatan Miliki Sabu

Ilustrasi Narkoba

Ilustrasi Narkoba

 

PATI – Usai menangkap tangan S (38), warga Desa Jepat Lor, Kecamatan Tayu yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu, jajaran Polres Pati kembali menangkap seorang pria yang menyembunyikan satu paket sabu di balik bungkus rokok.

Pria tersebut diketahui berinisial DS (31), warga Desa Tegalombo, Kecamatan Dukuhseti, Pati. Ia ditangkap petugas kepolisian di ruang tamu rumahnya sendiri.

“Informasi yang diterima, DS memiliki sabu-sabu. Akhirnya, kami sergap di rumahnya sendiri. Terbukti, dia menyembunyikan satu paket jenis sabu di bagian belakang bungkus rokok yang diselipkan,” kata Kabag Ops Polres Pati AKP Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Senin (11/1/2016).

Dalam bungkus rokok tersebut, petugas juga menemukan satu buah pipa kaca, satu buah sedotan plastik berwarna putih dan enam batang rokok. “Kami sudah mengamankan sejumlah barang bukti, salah satunya satu paket sabu berbentuk kristal, satu buah pipa kaca, satu buah sedotan, dan enam batang rokok,” tuturnya.

Penangkapan terhadap DS dilakukan di rumahnya pada Minggu (10/1/2016) sekitar pukul 14.30 WIB, setelah pihak kepolisian menangkap tangan S (38) di Jalan Raya Tayu-Juwana pada hari sama sekitar pukul 11.30 WIB.

“Narkoba memang cukup meresahkan. Kami tidak akan tinggal diam. Tren penyalahgunaan narkoba di Pati memang meningkat dalam beberapa bulan terakhir,” pungkapnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Bawa Sabu, Warga Jepat Lor Pati Ini Ditangkap Polisi

Ilustrasi. (Komposi.com)

Ilustrasi. (Komposi.com)

 

PATI – Jajaran Polres Pati menangkap S (38), warga Desa Jepat Lor RT 3 RW 5, Kecamatan Tayu, Pati yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu. Pelaku ditangkap tangan di tepi Jalan Raya Tayu-Juwana, Desa Cebolek, Kecamatan Margoyoso.

“Kami melakukan penangkapan terhadap S karena memiliki narkotika jenis sabu. Kami berhasil melakukan tangkap tangan, setelah melakukan penyelidikan yang dilakukan intelijen kami,” kata Kabag Ops Polres Pati AKP Sundoyo kepada MuriaNewsCom, Senin (11/1/2016).

Dari hasil penangkapan tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa satu paket narkotika jenis sabu. Sabu-sabu tersebut berbentuk serbuk kristal yang dibungkus dalam plastik klip warna bening dengan strip merah.

“Kami amankan satu paket sabu-sabu yang dibungkus dalam plastik klip bening dengan strip merah. Bungkus sabu itu kemudian dibungkus untuk kedua kalinya dengan plastik warna bening,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho mengatakan, jajaran Polres Pati saat ini gencar melakukan pemberantasan narkoba di wilayah Kabupaten Pati. Ia menilai, narkoba menjadi salah satu penyebab rusaknya moralitas bangsa hingga menyebabkan kematian.

“Untuk mengantisipasi hal itu, kami melakukan dua hal, yaitu sosialisasi kepada masyarakat untuk menghindari penyalahgunaan narkoba dan pemberantasan untuk pengedar dan pengguna. Pelaku tidak bisa dibiarkan,” tutupnya. (LISMANTO/KHOLISTIONO)

Rasain Loh.., Pemakai Sabu Dicokok Polisi Saat Rakit Bong

Pelaku pengguna sabu saat digelandang ke Mapolres Grobogan (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Pelaku pengguna sabu saat digelandang ke Mapolres Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

GROBOGAN – Nasib sial dialami AB alias Jono, warga Desa Mudal, Kecamatan Dempet, Kabupaten Demak, siang tadi sekitar pukul 11.30 WIB.

Sebelum sempat menikmati sabu-sabu, pria 28 tahun itu keburu digerebek polisi yang dipimpin Kaur Bin Ops Sat Narkoba Polres Grobogan Ipda Siswanto, di kamar kosnya di Pilang Lor, Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Grobogan.

Saat diringkus di kamar kos, Jono kedapatan sedang merakit bong atau alat yang biasa dipakai untuk menghisap sabu-sabu. Dalam kamar tersebut, petugas juga menemukan satu paket barang yang diduga jenis sabu-sabu.

Guna pemeriksaan lebih lanjut, Jono akhirnya digelandang ke Mapolres Grobogan beserta barang bukti. Yakni, 1 paket barang yang diduga sabu, 1 bong, 4 buah pipet kaca, 1 korek api dan 1 buah handphone.

Kasat Narkoba Polres Grobogan AKP Sucipto ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini pelaku sudah diamankan dan masih menjalani pemeriksaan, guna penyelidikan lanjutan.

”Penangkapan AB alias Jono ini bermula dari informasi yang diberikan masyarakat. Kemudian, informasi ini kita tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan,” katanya. (DANI AGUS/KHOLISTIONO)

Dua Tersangka Pengedar Sabu-Sabu Terancam Hukuman Mati

Istimewa

Istimewa

 

REMBANG – Dua tersangka pengedar sabu-sabu asal Kabupaten Blora yang berhasil diamankan Satres Narkoba Polres Rembang terancam hukuman mati. Sebab, kedua pelaku masing-masing berinisial JM (49) dan BJ (49) diketahui memiliki sabu-sabu seberat 23 gram dan 16 buti pil ekstasi. JM diketahui warga Desa Jepon, Kecamatan Jepon, sedangkan BJ warga Desa Gadu, Kecamatan Sambong.

“Terkait ancaman hukuman terhadap JM dan BJ kami akan menjeratnya dengan Pasal 114 dan 112 Undang-Undang tentang Narkotika. Ancaman hukumannya maksimal pidana mati dan minimalnya empat tahun penjara. Hal itu karena barang buktinya lebih dari lima gram,” ujar AKP Bambang Sugito, Kasat Reserse Narkoba Polres Rembang, Sabtu (19/9/2015).

AKP Bambang Sugito menngungkapkan, kedua pelaku tidak menyimpan sabu-sabu atau ekstasi dalam satu tempat atau rumah. Menurutnya, JM dan BJ terindikasi menyimpan secara terpisah narkotika yang diedarkan di empat kecamatan berbeda. Dia mengaku akan terus melakukan pengembangan dan diperkirakan jumlah barang bukti akan kembali bertambah.

“Tersangka JM dan BJ kami duga menempatkan bubuk dan pil haram itu di Kecamatan Blora Kota, Cepu, Sambong dan Jepon. Kami masih terus memburu barang bukti di tempat-tempat di wilayah tersebut. Saat ini kedua pelaku telah kita tahan di Mapolres Rembang,” kata AKP Bambang Sugito.

Seperti diketahui, penangkapan JM bermula dari dibekuknya BJ di ruas jalan antara Tahunan, Kecamatan Sale yang tembus Jepon, Kabupaten Blora pada Rabu (16/9/2015) petang lalu pukul 18.30 WIB. Setelah dikorek polisi, terungkaplah nama JM dan berhasil ditangkap pada sehari setelahnya atau pada Kamis 17 September lalu. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Satres Narkoba Polres Rembang Berhasil Amankan 23 Gram Sabu-Sabu

Ilustrasi

Ilustrasi

 

REMBANG – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Rembang berhasil menemukan barang bukti dari JM, seorang tersangka pengedar narkoba asal Desa Jepon, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora. Satu paket besar sabu-sabu dan satu butir pil ekstasi berhasil ditemukan dari kediaman pelaku. Satu paket besar sabu-sabu tersebut disimpan dalam bungkus rokok dan beratnya diperkirakan mencapai tiga gram.

“Satu paket besar itu kami temukan polisi dari kandang ayam di rumah JM, sedangkan satu butir pil ekstasi di kamar mandi. Dari tambahan temuan barang bukti tersebut, total sudah sekitar 23 gram sabu-sabu dan 16 butir pil ekstasi yang kami amankan dari JM,” ujar AKP Bambang Sugito, Kasat Reserse Narkoba Polres Rembang, Sabtu (19/9/2015).

AKP Bambang Sugito juga menyebutkan, bahwa sebelumnya dia telah mengamankan satu paket sabu-sabu dari bahwa tersangka lainnya, yakni BJ (49), warga Desa Gadu, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora. Menurutnya, penangkapan JM dan BJ termasuk pengungkapan kasus besar. Sebab diduga, jaringan JM sudah cukup besar lantaran telah mampu menembus Rembang.

“Kami sebut besar bukan karena jumlah barang buktinya, melainkan karena pengembangan. Kami juga ingin memastikan bahwa selain pengedar, JM juga merupakan pengguna narkotika. Selain barang bukti sabu-sabu dan ekstasi, sepeda motor jenis Honda Vario milik BJ dan mobil Daihatsu Xenia milik JM juga telah kita amankan,” kata AKP Bambang Sugito. (AHMAD FERI/KHOLISTIONO)

Polres Rembang Bekuk Dua Pengedar Sabu-Sabu Asal Blora

sabu2

 

REMBANG – Satuan Reserse (Satres) Narkoba Polres Rembang berhasil membekuk dua tersangka pelaku pengedar sabu-sabu di ruas Sale-Blora turut Kecamatan Sale, Kabupaten Rembang. Kedua pelaku berinisial BJ (49) dan JM (49) asal Kabupaten Blora tertangkap melalui operasi yang digelar selama tiga hari sejak Rabu (16/9/2015) hingga Jumat (18/9/2015). BJ diketahui warga Desa Gadu, Kecamatan Sambong dan JM asal Jepon.

”Iya benar kami berhasil mengamankan dua tersangka pelaku, BJ dan JM. Operasi tersebut saya pimpin sendiri. BJ kami tangkap saat melintas di Tahunan-Sale dan kedapatan membawa satu paket sabu-sabu. Sedangkan dari JM kami temukan dua paket sabu-sabu dan satu butir pil ekstasi,” ujar AKP Bambang Sugito, Kasat Reserse Narkoba, Jumat (18/9/2015).

AKP Sugito mengatakan, keberhasilan penangkapan terhadap tersangka pelaku pengedar narkotika itu berbekal informasi dari masyarakat. Menurutnya, cukup banyak warga Blora yang sering berkunjung di wilayah Tahunan. Sehingga masyarakat menduga ada transaksi narkotika dan memberi informasi kepada aparat kepolisian.

”Sabu-sabu dan ekstasi yang kami amankan, masih mungkin bertambah. Selain itu, kami juga berhasil mengamankan barang bukti berupa alat isap sabu-sabu, pipet, dan botol minuman energi serta Honda Vario dari BJ dan mobil Daihatsu Xenia dari JM. Saat ini kedua tersangka pelaku telah kami tahan,” kata AKP Sugito. (AHMAD FERI/TITIS W)

Polisi Tidak Akan Tangkap Pemakai Narkoba, Berikut Syaratnya

Polisi menginterogasi pelaku pengedar sabu-sabu di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi menginterogasi pelaku pengedar sabu-sabu di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi mengatakan, bagi para pecandu Narkoba yang ingin sembuh, dapat mendaftarkan diri ke Polres Kudus. Pengguna yang ingin sembuh bakal diterapi melalui petugas Polres dan dijamin tanpa pidana.

”Kalau menyerah tidak akan kami pidanakan, asalkan mereka benar-benar korban dan ingin sembuh. Kemudian pengguna akan kami bantu fasilitsi untuk sembuh,” katanya kepada MuriaNewsCom
Menurutnya, meski hingga kini belum ada yang mendaftar, namun pihaknya yakin itu sangat membantu. Sebab pendaftar tidak harus langsung yang bersangkutan. Sebab polisi juga menerima pendaftaran dari keluarga korban yang pasti akan ditindak lanjuti petugas kepolisian.

Dia menambahkan, dalam proses tersebut tidak akan dipungut biaya sedikitpun. Sebab tugas polisi akan membantu penyembuhan di Semarang. Dan identitas pengguna dijamin keamanannya.
”Silakan daftar saja, kami jamin aman. Kemudian kalau mendapatkan tawaran menggunakan narkoba, kami imbau untuk langsung menolaknya dan jangan pernah berani mencoba untuk hal yang satu itu,” jelasnya. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Pesta Narkoba Malah Ditemani Polisi

Polisi menginterogasi pelaku pengedar sabu-sabu di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi menginterogasi pelaku pengedar sabu-sabu di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Asyik pakai narkoba, malah ditemani polisi. Hal ini terjadi di Kudus. Yakni di Desa Panjang Kecamatan Bae, Kudus.

Diketahui, pelaku SS. Pelaku ditangkap petugas saat sedang mengadakan pesta di salah satu tempat billiar yang terdapat di Desa Panjang sekitar pukul 10.00 WIB pada 5 September 2015. Namun sayang, teman pelaku berhasil melarikan diri dan masih dalam pengejaran.

“Sepetember ini kami banyak mengungkap kasus narkoba, bahkan di pekan pertama saja sudah menindak tiga kasus,” kata Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi, Selasa (8/9/2015).

Dalam sehari itu, polisi juga meringkus pelaku lainnya di lokasi yang berbeda. Lokasi lain adalah MSK, pelaku yang juga warga Desa Bacin Kecamatan Bae, Kudus.

MSK merupakan incaran petugas dari pengembangan yang sebelumnya sempat melarikan diri. “Lha pas kebetulan pulang, langsung kita tangkap, karena selain pemakai juga pengedar,” katanya kepada MuriaNewsCom. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Pengedar Sabu Nyamar jadi Kernet Bus di Kudus

Polisi menginterogasi pelaku pengedar sabu-sabu di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi menginterogasi pelaku pengedar sabu-sabu di Mapolres Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Polres Kudus, kembali membekuk pelaku kejahatan dengan menggunakan obat terlarang narkoba jenis sabu. Petugas menangkap bukan hanya pemakai saja, melainkan pengedar sabu lintas provinsi.

Wakapolres Kudus, Kompol Yunaldi mengatakan, pelaku berinisial BH asal Lumajang Jawa Timur. Pelaku ditangkap pada Rabu (2/9/2015) lalu. Petugas menangkap pelaku di jalan lingkar Ngembal Kudus pada pukul 21.30 WIB.

“Pelaku adalah kernet bus lintas provisi asal Jawa Timur. Waktu itu kami hentikan dengan sebelumnya memberikan penjelasan kepada penumpang bus atas tindakan kami,” katanya kepada MuriaNewsCom, Selasa (8/9/2015).

Dari tangan pelaku, petugas mendapatkan satu paket sabu yang hendak dibeli. Namun hingga kini pembeli yang hendak memakai barang haram tersebut masih dalam pengejaran petugas.

Menurutnya, usai mengetahui kernet bus membawa paket sabu.Petugas kemudian membawanya ke Mapolres Kudus untuk diamankan. Tak tanggung tanggung. Petugas juga melakukan tes urine, dan hasilnya positif bahwa pelaku pemakai aktif narkoba jenis sabu. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Penjual Sabu yang Tertangkap di Kudus, Diduga Komplotan Besar

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Penjual sabu asal Semarang, Ade Kusuma (27) yang ditangkap aparat Polres Kudus pekan ini, diduga memiliki komplotan besar penjual sabu di Jawa Tengah. Wakapolres Kudus Kompol Yunaldi menyatakan hal itu, atas dasar pendalaman kasus tersebut.

Lanjutkan membaca

Warga Getas Pejaten Konsumsi Sabu untuk Cari ketenangan

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Pengguna narkoba Sabu, yakni Sutikno (44) warga Desa Getas Pejaten RT 10 RW 2, sudah kecanduan barang haram tersebut sejak 2011 lalu. Kali pertama memakai, dia mengaku rutin mengkonsumsi barang tersebut.

Lanjutkan membaca

Tempat Ini Jadi Favorit Pelaku Perdagangan Sabu di Kudus

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Lokasi keramaian atau toko perbelanjaan di antaranya minimarket, menjadi lokasi yang sering digunakan pengedar atau penjual sabu untuk bertransaksi. Lokasi tersebut sering menjadi lokasi transaksi karena dinilai aman.

Lanjutkan membaca

Pemdes Getas Pejaten: Kami Tak Tahu Ada Warga Ditangkap Karena Sabu

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Pemerintah Desa Getas Pejaten, Kecamatan jati, tak tahu ada warganya yang ditangkap anggota Polres Kudus karena melakukan pesta sabu, awal pekan iini. Warga desa setempat yang yang ditangkap tersebut, yakni Sutekno, warga  RT 10 RW 2.

Lanjutkan membaca

Polres Kudus Ungkap Kasus Sabu-sabu Terbesar

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan barang bukti sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Pengungkapan kasus dengan barang bukti tersebut, merupakan yang terbesar selama ini. MURIA NEWS/FAISOL HADI

KUDUS – Kepolisian Resor Kudus menyita 11 gram sabu-sabu dari penangkapan pelaku pesta narkoba jenis tersebut, 3 Mei lalu, dan dari penjual asal Semarang. Jumlah tersebut merupakan yang terbesar yang pernah ditangani. 

Lanjutkan membaca

Polres Ringkus Warga Getas Pejaten dan Glantengan Karena Pesta Sabu-sabu

Waka polres Kudus Kompol Yunaldi menunjukkan pengguna dan pengedar sabu-sabu, di Mapolres Kudus, Rabu (6/5/2015). Mereka berhasil diringkus setelah polisi mendapat laporan dari masyarakat. (MURIA NEWS/FAISOL HADI)

KUDUS – Kepolisian Resor Kudus meringkus pengedar narkoba jenis sabu-sabu. Pelaku berhasil di tangkap berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat. Informasi menyebutkan, di lingkungan mereka sedang ada pesta sabu-sabu.

Lanjutkan membaca