Konsumsi Sabu untuk Tambah Stamina, Sopir Truk di Grobogan Ditangkap Polisi

MuriaNewsCom, GroboganAparat Satresnarkoba Polres Grobogan berhasil membekuk pria bernama Pusdiyono, warga Desa Asemrudung, Kecamatan Geyer. Saat digeledah, polisi berhasil menemukan satu paket narkoba jenis sabu-sabu dalam saku pria yang beprofesi sebagai sopir truk antar kota tersebut.

”Barang bukti sabu yang kita amankan dari tersangka totalnya seberat 0,34 gram. Tersangka kita amankan pekan lalu,” kata Wakapolres Grobogan Kompol I Wayan Tudy Subawa saat jumpa pers, Rabu (31/1/2018).

Penangkapan sopir truk berusia 40 tahun itu dilakukan di tempat parkir RSUD Purwodadi, Rabu (24/1/2018) sekitar pukul 19.00 WIB. Beberapa jam sebelumnya, tersangka diketahui menitipkan motornya di tempat parkiran tersebut.

Setelah itu, tersangka keluar dari lokasi parkir untuk menemui seseorang yang diindikasikan sebagai pemasok narkoba. Usai mendapatkan barang, tersangka kemudian kembali lagi ke lokasi parkir RSUD untuk mengambil kendaraannya.

”Saat tersangka mau ambil motornya, langsung kita amankan. Sebelumnya, kami sudah dapat info bakal ada transaksi narkoba di lokasi parkiran itu. Kita masih mengembangkan penyelidikan mengenai pemasok barangnya,” imbuh Kasat Narkoba AKP Abdul Fatah.

Sopir truk tersebut mengaku sudah beberapa kali mengonsumsi sabu. Pemakaian sabu dilakukan untuk menambah stamina sehingga bisa mengemudikan kendaraan tanpa mengalami rasa lelah.

”Tersangka beralasan memakai sabu untuk menguatkan stamina. Tentu saja hal ini tidak dibenarkan. Justru orang yang mengonsumsi narkoba sangat berbahaya jika sedang mengemudi,” imbuh Fatah.

Editor: Supriyadi

Dua TKW Ilegal Selundupkan Sabu 2 Kg dari Malaysia ke Solo

MuriaNewsCom, Solo – Dua orang tenaga kerja wanita (TKW) ilegal asal Madura dan Lombok, ditangkap Bea Cukai Surakarta, saat mendarat di Bandara Adi Soemarmo. Mereka ditangkap setelah kepergok menyelundupkan sabu seberat 2 kg dari Malaysia.

Dua TKW yang ditangkap yakni Sarideh (25) asal Madura dan Almira (21) asal Lombok. Sarideh kedapatan membawa sabu seberat 970 gram dan Almira 972 gram sabu.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Surakarta, Kunto Prasti Trenggono, mengatakan penangkapan kedua TKW itu dilakukan Selasa (9/1/2018) kemarin, sekitar pukul 14.35.

Mereka ditangkap setelah turun dari pesawat Air Asia AK 356 dari Kuala Lumpur. Sabu yang dibawa kedua permepuan ini terdeteksi alat X-ray, sehingga petugas langsung melakukan pengamanan.

“Dari Kuala Lumpur mereka berangkat bersama. Saat diperiksa ditemukan methamphetamine (sabu),” katanya dikutip dari detikcom, Rabu (10/1/2018).

Dari pemeriksaan diketahui jika dua perempuan ini sudah tiga tahun kerja di Malaysia secara ilegal. Keduanya pun langsung diserahkan ke Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah untuk dikembangkan lebih lanjut.

Kepala BNNP Jawa Tengah, Brigjen Pol Tri Agus Heru, mengatakan sebelum menangkap dua pelaku, pihaknya telah mendapatkan informasi akan adanya penyelundupan narkoba. Petugas kemudian mencurigai kedua wanita tersebut.

“Sabu-sabu dimasukkan ke dasar kardus kemudian ditutup dengan barang-barang kebutuhan sehari-hari agar tidak kelihatan,” kata Tri Agus.

Sabu-sabu tersebut, kata Tri merupakan produksi Tiongkok yang diedarkan oleh bandar dari Malaysia berinisial RZ. Kedua tersangka dijanjikan imbalan Rp 30 juta per orang.

“Ini jaringan internasional Indonesia-Malaysia. Pengakuan tersangka, ini akan dibawa ke Jawa Timur melalui jalur darat. Tiba di sini katanya ada yang menjemput,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

 

Ditangkap Polisi, Pengedar Pil Dextro Ini Ngaku Konsumennya Guru dan Pelajar di Jepara

Harmawanto alias Roy (49) saat gelar perkara di polres Jepara. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Harmawanto alias Roy (49) dicokok polisi karena mengedarkan pil jenis Dextrometorphan (Dextro) tanpa izin. Obat itu dijual kepada konsumen sebagai sarana mabuk-mabukan karena menimbulkan efek melayang atau nge-fly. 

Kepada pewarta ia mengaku baru setengah tahun menjalani bisnis jual beli pil dextro. Namun menurut catatan kriminal yang dimilikinya, warga Desa Wedelan, Bangsri itu sudah tiga kali di penjarakan karena kasus yang sama.

Roy tak mau menyebut nama pemasok pil dextro yang diedarkannya. Namun, setiap kali membeli paket yang berisi ribuan butir pil, ia lantas menjualnya dalam bentuk eceran. 

“Paket kecil ini isinya 13 butir, harganya Rp 15 ribu. Kalau beli dextro dari pemasok harganya Rp 600 ribu, nanti dibagi-bagi kedalam paket kecil,” katanya. 

Setelah membaginya dalam paket kecil, biasanya pembeli memesan melalui telepon, lalu membayarnya di tempat yang sudah disepakati (Cash on Delivery). Pelanggannya kebanyakan adalah anak remaja, ada pula mereka yang telah berprofesi sebagai guru. 

“Yang beli ada yang pelajar yang guru juga ada. Kalau mau beli telepon bisa, atau ketemu di jalan. Saya juga melayani pembelian saat ada orkes,” ungkapnya.

Ditanya mengapa ada oknum guru ada yang mengonsumsi dextro, Roy tak menjawab dengan jelas. Namun kata dia, obat yang dijualnya itu dapat membuat pandangan tak kabur.

“Saya tak tahu alasannya, tapi guru itu bilang kalau minum pil dextro ketika membaca bisa jelas,” urai dia. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, pelaku diancam dengan kurungan maksimal 15 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar. Ia disangkakan melanggar Pasal 196 dan 197 UU RI No 36/2009 tentang kesehatan. 

Adapun barang bukti yang turut disita saat penangkapan Roy adalah,  1.014 butir obat batuk berlogo NOVA warna kuning,  dan 420 butir obat batuk merk SELEDRYL.

Editor: Supriyadi

Ditanya Siapa Bandarnya, Kurir Sabu di Semarang Malah Jawab ‘112’

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Aparat dari Satuan Reskrim Narkoba Polrestabes Semarang, sempat mengernyitkan dahi saat menginterogasi kurir sabu bernama Eko Prasetyo Ardi (25), warga Weleri, Kendal.

Pasalnya, ketika ditanya siapa Bandar yang menyuruh untuk mengantarkan narkoba itu, Prasetyo justru memberi jawaban aneh. Tersangka menyebut ‘112’ sebagai bos  yang memerintahkannya. Namun ia selalu berkelit ketika didesak untuk memberitahu jati diri misterius tersebut.

Bahkan tersangka juga sempat mengaku mendapatkan barang haram itu dari bandar dari penjara. Namun polisi masih mendalami keterangan tersebut.

”Ini masih kami dalami betul atau tidak. Karena pengedar selalu bilang dapatnya dari lapas. Jadi kalau tersangka tidak bisa menyebutkan siapa seseorang itu tidak masuk akal,” kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abiyoso Seno Aji, saat jumpa pers, Senin (18/9/2017).

Tersangka juga mengaku tugasnya hanya menerima sabu kemudian membaginya dalam paket dan meletakkan di suatu tempat. Tempat untuk meletakkan sabu itu diakui terserah dirinya, namun ia melaporkan posisi sabu kepada bosnya.

Ia menyebut, tersangka Eko dibekuk pada Jumat (15/9/2017) lalu di Jalan MT Haryono Semarang. Sebelum ditangkap, polisi terlebih dahulu membuntuti tersangka. Saat ditangkap dan digeledah polisi menemukan sabu seberat 5 gram di motornya.

Tersangka kemudian digelandang untuk mencari barang bukti lain di rumah kosnya di daerah Tlogosari, Kota Semarang. Di rumah kos itu kembali ditemukan sabu seberat 195 gram.

Kasat Res Narkoba Polrestabes Semarang, AKBP Sidik Hanafi menyebut, tersangka menjalankan aksinya sejak 5 bulan terakhir. Setiap menjual 100 gram sabu ia mendapatkan upah Rp 1 juta.

“Sekali transaksi itu 30 gram, 20 gram, 12 gram, paling kecil 5 gram. Setiap 100 gram dia dapat Rp 1 juta, ini dia sudah dapat Rp 4 juta,” ujarnya.

Polisi menjerat tersangka dengan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan jeratan pasal itu tersangka dikenai ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Editor : Ali Muntoha

Jadi Sasaran Sindikat Pengedar Sabu-sabu, Polres Pati Gelar Operasi Narkotika di Kecamatan Dukuhseti

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo menegaskan pemberantasan narkotika di Pati sampai ke akarnya. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati menggelar operasi khusus narkotika di wilayah Kecamatan Dukuhseti, menyusul kawasan tersebut menjadi sasaran sindikat pengedar sabu-sabu. Sejumlah tim khusus diterjunkan untuk melakukan deteksi kemungkinan adanya jaringan terselubung baru.

Kabag Ops Polres Pati Kompol Sundoyo mengatakan, operasi khusus narkotika itu sebagai respons cepat atas penangkapan sindikat pengedar sabu yang menyasar ke Pati dan sekitarnya. Sabu-sabu tersebut diedarkan di kawasan pedesaan, seperti Puncel, Kedawung, Kembang dan Dukuhseti, termasuk perbatasan Pati-Jepara.

“Tim operasi khusus sudah mulai melakukan penyisiran dan deteksi. Ini sebagai bentuk upaya pencegahan terhadap peredaran narkotika di Pati agar tidak meluas ke daerah-daerah lain,” jelas Kompol Sundoyo, Kamis (31/8/2017).

Pihak kepolisian menegaskan tidak akan berkompromi dengan pelaku tindak kejahatan. Terlebih, Presiden Jokowi menyatakan Indonesia sudah masuk darurat narkotika sehingga peredarannya harus dihentikan.

“Kita akan berantas sampai ke akar-akarnya, tidak peduli apakah dia anggota sendiri, masyarakat atau pejabat. Indonesia sudah darurat narkotika, kita akan tindak tegas, terutama di wilayah Pati,” tegasnya.

Selain menjadi sasaran peredaran narkotika, kawasan Dukuhseti juga terdapat pengedar yang merupakan residivis empat kali keluar masuk penjara. Karena itu, operasi khusus narkotika di Pati akan menyasar kepada pemakai, kurir dan pengedar.

Editor: Supriyadi

Warga Troso Jepara Dibekuk BNN karena Jadi Kurir Sabu Jaringan Aceh

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Semarang – Yayan Adrian (30), warga Desa Troso, Kecamatan Pecangakan, Kabupaten Jepara, dibekuk tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. Warga Jepara ini diketahui sebagai kurir sabu jaringan Aceh.

Dari tangan Yayan petugas berhasil mengamankan barang bukti 100 gram sabu. Pengakuan tersangka, sabu itu diperoleh dari Aceh yang dikirim melalui jalur laut. Rencananya, sabu itu akan dikirim untuk diedarkan ke wilayah Jepara.

Kepala BNN Provinsi Jateng Brigjen Pol Tri Agus Heru mengatakan, tersangka tertangkap tangan saat mengambil paket sabu, Sabtu 12 Agustus 2017 lalu. Sabu tersebut diambil di bawah sebuah pohon palem, sekitar pukul 17.30 WIB.

”Ditangkap saat mengambil dua paket sabu. Setelah itu kami perdalam, dan diketahui sabu itu diperoleh dari penyelundupan via jalur laut,” katanya pada wartawan di markas BNNP Jateng, Jalan Madukoro, Semarang, Rabu (23/8/2017).

Tersangka juga digelangdang untuk menunjukkan persembunyian barang haram lain. Hasilnya, petugas berhasil kembali mengamankan satu paket bungkusan besar dan enam paket kecil dari rumah tersangka. Total barang bukti yang diamankan sebanyak 100 gram sabu.

Pelaku mengaku sudah sekitar dua bulan menjadi pengedar barang haram tersebut. Dari pengakuan pelaku, barang haram itu diperoleh dari Aceh, dan dikirim melalui jalur laut.

Tersangka juga mengakui jika narkoba itu diedarkan kepada teman-temannya yang sudah ia kenali. Meski demikian, BNN terus mencoba mengembangkan kasus ini, untuk mencari bandar besarnya.

Atas kasus ini, tersangka dijerat dengan pasal 114 subsider Pasal 112 Tahun 2009 tentang Penyalahgunaan Narkotika. Ancaman hukumannya minimal lima tahun dan maksimal hukuman mati.

Editor : Ali Muntoha

Tergiur Untung Rp 5 Juta per Pekan, Warga Jepara Ini Pilih Edarkan Sabu

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto menunjukan barang bukti yang disita dari tersangka Tekek dan Papua di Mapolres Jepara, Jumat (18/8/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto (20) alias Tekek pilih berjualan narkoba ketimbang melakoni usaha sebagai perajin monel. Bagaimana tidak, dari bisnis haram yang dijalankan bersama komplotannya Rizki Busro alias Papua, ia bisa mengantongi keuntungan 10 kali lipat, dari penghasilan jual beli monel.

“Saya biasanya sebagai buruh pembuat monel. Biasanya seminggu saya dapat mengumpulkan paling banyak Rp 500 ribu. Namun kalau berjualan sabu-sabu maksimal saya bisa dapat Rp 5 juta seminggu,” ujarnya, didepan pewarta, Jumat (18/8/2017). 

Ia mengaku, bisnis haram tersebut selama tiga bulan terakhir. Namun sebelumnya, Tekek telah menjadi pecandu bubuk kristal tersebut sejak lama. 

“Awalnya saya pakai sabu-sabu dulu. Yang mengenalkan kakak saya yang kini dipenjara di Kedungpane Semarang. Setelah kakak saya ditangkap pada April 2016, kemudian saya menerima perintah dari dia untuk mengedarkan barang tersebut,” tambahnya. 

Baca Juga: Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu

Kepada pewarta MuriaNewsCom, ia mengaku sudah memiliki istri dan seorang anak. Namun, Tekek merahasiakan bisnis haramnya itu kepada famili terdekatnya. 

Diberitakan sebelumya, Tekek ditangkap  Sat res Narkoba, Polres Jepara, pada Jumat (11/8/2017) malam. Penangkapan warga Krasak, Pecangaan itu didahului dengan penangkapan komplotannya Rizki Busro alias Papua (20), yang juga warga Krasak, Pecangaan.

Keduanya terancam pidana kurungan selama 20 tahun penjara karena melanggar Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Editor: Supriyadi

 

 

Polres Jepara Bekuk Pengedar dan Kurir Sabu


Tersangka Tekek menunjukan kepada Kapolres AKBP Yudianto Adi Nugroho bagaimana ia membagi-bagi paket sabu kedalam paket yang lebih kecil. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu. 

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017). 

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon. 

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Tekek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua. 

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat  digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.  

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. 

Editor: Supriyadi

PNS Kudus Pakai Sabu-Sabu

narkoba kudus 1

Waka Polres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono saat memberi keterangan wartawan soal penangkapan PNS yang nyabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Seorang PNS di lingkup Pemerintahan Kudus, terpaksa diamankan polisi, karena kedapatan bawa narkoba jenis sabu-sabu. PNS tersebut tertangkap bersama rekannya yang juga pemakai sabu-sabu.

Waka Polres Kudus Kompol Yudy Arto Wiyono.menyebutkan bahwa PNS tersebut adalah Sutono (51) warga Desa Getas, Pejaten, Kecamatan Jati, Kudus. Sedangkan temannya, Moch Yusuf (37) seorang wiraswasta yang juga tetangganya di Desa Getas, Pejaten, Jati, Kudus.

“Penangkapan dilakukan pada Jumat (19/8/2016) kemarin, penangkapan juga dilakukan di Desa Getas Pejaten, Jati. Lokasi tersebut, merupakan tempat yang biasa digunakan pelaku untuk transaksi,” katanya di Mapolres Kudus, Senin (22/8/2016).

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa satu klip plastik kecil yang berisi sabu. Polisi selanjutnya melakukan tes urine kepada dua orang pelaku yang hasilnya positif menggunakan narkoba.

PNS tersebut, kata Yudy, merupakan PNS yang sudah lama  bekerja di sebuah kantor pemerintahan. Tepatnya di Dinas Perdagangan dan Pasar (Dagsar) Kudus. PNS itu biasa ngantor di Pasar Bitingan Kudus.

“Dia sudah empat tahun mengkonsumsi sabu. Bahkan terkadang kalau sabu sisa, diedarkan ke masyarakat Kudus,” ujarnya.

Atas perbuatan tersebut, pelaku diancam dengan hukuman minimal empat tahun dan delapan tahun kurungan atau denda Rp 800 juta hingga Rp 1 miliar.

“Pelaku ini merupakan sasaran kami sudah lama. Dan pas hari itu bisa tertangkap, ” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Siswa Diuntungkan dengan Program Sabu-sabu

Ida Faizatin Nikmah (kanan), menunjukan hasil rangkuman yang ditulis dengan tangan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Ida Faizatin Nikmah (kanan), menunjukan hasil rangkuman yang ditulis dengan tangan (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Program Sabu-sabu atau satu bulan satu buku dinilai berdampak positif terhadap minat baca dan pembelajaran siswa. Hal ini dirasakan Ida Faizatin Nikmah (14), siswi kelas IX di SMP N 2 Pamotan.

Ida mengaku, setelah adanya program sabu-sabu diterapkan di sekolahnya, dirinya, lebih cepat memahami isi buku yang dibacanya. Karena, dalam program ini, siswa dituntut untuk merangkum isi dari buku yang dibacanya tersebut.

“Untuk merangkum materi atau isi buku ini, tentunya kita kan hanya mengambil intinya saja, jadi tidak semua ditulis lagi. Karena terbiasa merangkum ini, kita juga kena imbas yang positif. Kita jadi lebih cepat memahami inti dari isi buku yang kita baca itu,” katanya.

Menurutnya, daya ingatnya cukup terasah dengan biasa membaca dan merangkum isi bacaan tersebut. “Imbasnya sangat positif bagi peserta didik, karena kita juga semakin memiliki kecintaan untuk membaca,” imbuhnya.

Baca juga : Ssttt…SMPN 2 Pamotan Dongkrak Minat Baca Siswa dengan Sabu-sabu

Editor : Kholistiono

Ssttt…SMPN 2 Pamotan Dongkrak Minat Baca Siswa dengan Sabu-sabu

 Ninik Wiharti, Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Pamotan menunjukan video presentasi rangkuman siswa (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Ninik Wiharti, Guru Bahasa Indonesia SMPN 2 Pamotan menunjukan video presentasi rangkuman siswa (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang– Berbagai cara dilakukan untuk meningkatkan semangat membaca pada siswa-siswi. Baik mulai dengan cara berkunjung ke perpustakaan maupun yang lainnya. Begitu halnya yang dilakukan oleh SMPN 2 Pamotan.

Ada cara yang cukup unik yang dilakukan SMPN 2 Pamotan untuk mendongkrak minat baca siswa, yakni melalui program “Sabu-sabu”. Eits, sabu-sabu yang ini bukan terkait dengan narkoba, tapi ini adalah program satu bulan satu buku.

Menurut Guru Bahasa Indonesia SMP N 2 Pamotan Ninik Wiharti, sabu-sabu merupakan program yang dalam pelaksanaannya adalah, bagaimana siswa-siswi diberikan tugas untuk meringkas atau merangkum materi dari buku, yang setiap satu bulannya satu buku.

“Setiap satu bulan, siswa harus menamatkan satu buku untuk dirangkum materinya, dan nantinya hasil rangkuman tersebut di presentasikan di hadapan guru dan teman-teman sekelas lainnya,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, untuk tema materi yang dipilih, katanya, juga dibatasi. Untuk semester pertama, tema materi yang diringkas itu yaitu tentang ilmu pengetahuan populer atau umum. Sedangkan di semester dua, materinya bertemakan fiksi.

“Alhamdulillah tahun kemarin, sejumlah 389 anak bisa meringkas. Baik itu di semester satu dan dua. Selain itu, dalam ringkasan tersebut, pihak siswa harus menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan pemahaman anak. Dan kami tidak memperbolehkan untuk copy paste. Baik itu satu kalimat, maupun satu paragraf. Sebab bahasa siswa dengan bahasa buku sangat beda,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

 

Kabar Penggerebekan Anggota Dewan Kudus, Polda Jateng : Kok Malah jadi Polemik

f-sabu

 

   MuriaNewsCom, Kudus – Beredarnya kabar penggerebekan oknum anggota dewan Kudus berinisial AI yang diduga melakukan pesta sabu bersama seorang perempuan inisial VA di Perumahan Tamansari Majapahit, Pedurungan, Kota Semarang pada Sabtu (4/6/2016) pagi, dibantah Direktorat Reserse Narkoba Polda Jateng.

Saat dikonfirmasi MuriaNewsCom, Kepala Subdirektorat II Dit Resnarkoba Polda Jawa Tengah, AKBP Carto Nuryanto mengatakan jika tidak ada apa-apa.“Gak ada masalah apa-apa. Kok ini malah jadi polemik. Saya masih di Dir (Dir Res Narkoba),” katanya singkat sambil mematikan ponselnya seketika.

Meski demikian, saat dikonfirmasi wartawan lain, AKBP Carto Nuryanto menyatakan jika membenarkan ada upaya penggerebekan terhadap oknum anggota dewan bersama seorang perempuan VA. Namun, saat dilakukan penggerebekan, pihaknya tidak menemukan kedua orang yang dimaksud.

Baca Juga : Anggota Dewan Kudus Dikabarkan Digerebek Saat Pesta Sabu

Editor : Kholistiono

Ini Kronologi Penangkapan Warga Semarang yang Membawa Sabu-sabu di Pati

upload jam 1645 narkoba 2 (e)

Pelaku yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu diamankan di Mapolres Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

MuriaNewsCom, Pati Seorang warga Kampung Tambak Bandarharjo, Semarang berinisial MR (48) dibekuk petugas Polres Pati, karena kedapatan membawa satu paket narkotika jenis sabu-sabu di Jalan Raya Tayu-Juwana, Desa Genengmulyo, Juwana, Pati, Jumat (1/4/2016) pukul 23.00 WIB.

Kejadian itu bermula, ketika MR melakukan perjalanan di Jalan Raya Tayu-Juwana. Sampai di depan gudang kayu Desa Genengmulyo, pelaku yang sudah diintai Satuan Reserse Narkoba Polres Pati, kemudian langsung dibekuk.

“Pelaku memang sudah menjadi target operasi. Setelah melakukan pengintaian, pelaku akhirnya berhasil dibekuk di Desa Genengmulyo pada malam hari. Dari hasil penggeledahan, satu paket narkotika jenis sabu berbentuk kristal itu disimpan di bungkus plastik bening dan disembunyikan di sandal sebelah kanan,” ujar Kapolres Pati AKBP R Setijo Nugroho kepada MuriaNewsCom, Sabtu (2/4/2016).

Sampai berita ini turun, pelaku sudah diamankan di Mapolres Pati untuk kepentingan penyidikan. “Barang bukti sudah cukup untuk menguatkan pelaku yang tertangkap tangan membawa sabu-sabu. Pelaku sudah diamankan di Mapolres Pati dan sedang dilakukan penyidikan,” tuturnya.

Ia menjelaskan, Kabupaten Pati dari tahun ke tahun mengalami trend kenaikan penyalahgunaan narkotika yang cukup signifikan. Karena itu, pihaknya tidak membiarkan pengguna maupun pengedar narkoba berkeliaran di Pati.

“Dari tahun ke tahun, trend penyalahgunaan narkoba di Pati memang naik. Ini akan kita antisipasi dengan gencar melakukan operasi dan razia. Kami minta partisipasi dari masyarakat untuk ikut melakukan pengawasan dan pelaporan terhadap warga yang terindikasi menyalahgunakan narkotika,” pungkasnya.

 

Editor : Kholistiono

Baca juga : Polisi Bekuk Pengguna Narkoba Asal Semarang di Jalan Tayu-Juwana Pati

http://www.murianews.com/2016/04/02/77522/polisi-bekuk-pengguna-narkoba-asal-semarang-di-jalan-tayu-juwana-pati.html

Narkoba di Blora Edan-Edanan

Andy Sri Haryadi penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Andy Sri Haryadi penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah. (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

MuriaNewsCom, Blora – Kabupaten Blora yang merupakan kota yang jauh dari keriuhan seperti halnya kota besar, rupanya, ancaman narkoba sudah menjadi hal yang serius. Bahkan Blora termasuk daerah dengan kasus narkoba yang edan-edanan.

Andy Sri Haryadi, penyuluh Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah mengatkan, narkoba sekarang tidak memandang apakah wilayah tersebut identik dengan gemerlap maupun keriuhan seperti halnya kota besar.

Namun juga sudah merambah ke pelosok kota atau jauh dari wilayah yang ramai. Itu artinya, narkoba merupakan ancaman serius. “Kabupaten Blora masuk sepuluh besar perihal narkoba, baik peredaran maupun konsumsi,” ujar Andy di Blora (17/3/2016).

Hal itu ia ungkapkan setelah melihat beberapa kasus narkoba yang ada di Kabupaten Blora. Menurutnya, bagi pemegang kebijakan yang ada di Blora harus tetap waspada. Karena, peredaran narkoba masih sangat massif. Ia tidak memungkiri hal itu juga terjadi di Kabupaten Blora. “Jangan sampai kita kecolongan lagi, kayak kemarin ratusan kilogram ditemukan di Jepara,” kata dia.

Sedangkan, lanjut dia, sampai saat ini Keresidenan Surakarta merupakan tempat persemaian narkoba yang paling marak di Provinsi Jawa Tengah, yang kemudian disusul oleh Kota Semarang.

“Kami dari BNNP Jawa Tengah akan mendorong berdirinya BNN di tingkat kabupaten. Hal itu sebagai upaya mempersempit atas peredaran narkoba yang sangat masif,” ujar dia.

Sampai saat ini, baru ada beberapa daerah yang sudah memiliki BNN tingkat daerah, di antaranya Kendal, Batang, Kota Tegal juga Kabupaten Banyumas. Selanjutnya, di kabupaten Cilacap, Purbalingga dan Temanggung. “Dari kami baru ada tujuh perwakilan di tingkat kabupaten maupun kota, sedangkan untuk ke depannya setiap kabupaten maupun kota yang ada di Jawa Tengah kita rencanakan juga ada perwakilan,” ujar dia.

Untuk di Blora sendiri, masih menunggu daerah yang rawan akan peredaran narkoba. Seperti Surakarta dan Jepara “Setelah daerah yang rawan akan peredaran narkoba sudah terdapat perwakilan dari kami, maka, kami lanjutkan daerah lain seperti Kabupaten Blora. Mungkin tahun depan kami akan konsen di  Blora,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

Meski Sudah Disembunyikan di Truk, Sabu Ini Masih Tercium Polisi

AM diinterogasi polisi lantaran kedapatan dua paket sabu di kemudi truknya, Rabu (17/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

AM diinterogasi polisi lantaran kedapatan dua paket sabu di kemudi truknya, Rabu (17/2/2016). (MuriaNewsCom/Ahmad Wakid)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Sopir truk berinisial AM (30) warga Desa Tuyuhan, Kecamatan Pancur, Kabupaten Rembang, digaruk Satres Narkoba Polres Rembang. Karena di dalam ruang kemudi truk kedapatan dua paket sabu, Rabu (17/2/2016) sekira pukul 03.30 WIB.

Namun AM sempat mengaku tak tahu-menahu terkait paket sabu ketika polisi mendatangi rumahnya. Baru setelah polisi menunjukkan sejumlah fakta, AM akhirnya mengaku dan menunjukkan lokasi disembunyikannya dua paket barang haram itu.

“Ternyata dua paket sabu itu, disembunyikan di ruang kemudi truk boks warna hijau bernomor polisi L 9264 UY yang diparkir di tepi jalan wilayah Desa Karangturi, Kecamatan Lasem,” ungkap Kasat Resnarkoba AKP Bambang Sugito.

Begitu digeledah, lanjut Bambang, di truk itu polisi menemukan dua paket sabu-sabu yang dibungkus plastik warna bening, satu set alat hisap, dua buah pipet, satu sedotan plastik, dan satu korek api gas.

Dijelaskan olehnya, penangkapan AM merupakan hasil pemantauan intensif selama 4 bulan berbekal informasi dari masyarakat. “AM kami jerat ancaman hukuman paling singkat 4 tahun penjara karena melanggar Pasal 112 dan 114 Undang-undang tentang Narkotika,” tegasnya.

AM dan barang-barang bukti tersebut langsung diamankan ke Mapolres Rembang. Sampai Rabu (17/2/2016) siang, polisi masih terus menginterogasi AM. Sementara ini, polisi baru memastikan tersangka merupakan pemilik dan pengguna narkotika jenis sabu-sabu.

Editor : Akrom Hazami

ML Pakai Sabu di Hotel di Jepara Diringkus Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Setelah gudang narkoba jenis sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN). Peredaran barang haram tersebut tidak begitu saja menyingkir dari wilayah Kabupaten Jepara. Kali ini pihak kepolisian dari Satuan Narkoba Polres Jepara berhasil mengamankan pengguna narkoba beserta barang bukti berupa satu paket sabu di salah satu hotel di Jepara.

Kasat Narkoba Polres Jepara AKP Supardiyono mengatakan, pihaknya melakukan penangkapan terhadap pengguna narkoba, baru-baru ini. Pengguna berinisial ML yang diketahui warga Karimunjawa itu ditangkap saat sedang berada di salah satu hotel di Kecamatan Bulu Jepara.

“Pelaku sebenarnya sudah kami pantau sejak beberapa hari sebelumnya. Kemudian saat diketahui yang bersangkutan berada di dalam sebuah hotel, kami langsung melakukan penangkapan,” ujar Supardiyono kepada MuriaNewsCom, Senin (15/2/2016).

Menurutnya, saat ditangkap petugas kepolisian menemukan barang bukti satu paket narkotika jenis sabu-sabu dengan ukuran kurang dari satu gram. Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti lain seperti telepon seluluer (ponsel) dan sepeda motor milik pelaku.

“Dari hasil penangkapan ini kami masih melakukan penyidikan lebih lanjut. Pemakai sabu sampai saat ini masih kami amankan di Polres Jepara,” ungkapnya.

Dia menambahkan, penangkapan di lokasi hotel ini bukan kali pertama. Beberapa tahun sebelumnya juga pernah dilakukan penangkapan di dalam sebuah hotel. Meski begitu, pihaknya mengaku masih belum bisa memprediksi peredaran narkoba di dalam hotel-hotel di Jepara. Sebab selain saking banyaknya hotel juga pengunjung berasal dari berbagai daerah bahkan dari luar negeri.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :
Kasus Narkoba, Bupati : Jepara Masuk Daftar Hitam Perdagangan Narkotika

Narkoba Dari Cina Diselundupkan dan Dibawa ke Jepara Layaknya Barang Mebel

Usai Gunakan Sabu, Perempuan Ini Diciduk di Rumahnya di Rembang

Perempuan pengguna sabu berisial AE  yang diciduk Sat Resnarkoba Polres Rembang, Rabu (10/2/2016). (foto: Facebook Subbaghumas Polres Rembang)

Perempuan pengguna sabu berisial AE  yang diciduk Sat Resnarkoba Polres Rembang, Rabu (10/2/2016). (foto: Facebook Subbaghumas Polres Rembang)

 

MuriaNewsCom, Rembang – Perempuan berusia 33 tahun diciduk aparat Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Rembang di rumahnya, Rabu (10/2/2016).
Diketahui, pelaku merupakan warga Desa Pasar Banggi, Kecamatan Rembang berinisial AE. Pelaku diringkus lantaran di rumahnya kedapatan berbagai alat yang digunakan untuk mengkonsumsi sabu.

Kasubbag Humas Polres Rembang AKP Haryanto mengungkapkan, aparat Sat Resnarkoba Polres Rembang mendatangi rumahnya setelah mendapat informasi dari masyarakat terkait orang yang di duga memakai barang terlarang jenis sabu. “Dapat laporan dari masyarakat, yang bersangkutan sering memakai narkoba,” kata Haryanto saat dihubungi.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan sejumlah barang bukti yang digunakan oleh AE untuk mengkonsumsi barang haram itu. Barang bukti tersebut, yakni 1 botol plastik bekas terbakar, 1 sedotan plastik warna putih, 1 sedotan plastik yang diruncingkan ujungnya,1 plastik kecil warna bening, dan 2 korek api gas.

“Setelah dilakukan pemeriksaan di rumahnya, ternyata yang bersangkutan baru saja mengkonsumsi sabu,” terangnya.

Dibeberkan oleh Haryanto, saat menangkap pengguna narkoba jenis sabu tersebut, pihak kepolisian langsung melakukan tes urine. Dari hasil tes urine, diketahui AE positif mengandung Methafetamine. “Kami lakukan tes urine, hasilnya posistif,” bebernya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga :

Kapokmu Kapan, Pengedar Sabu Kambuhan Ini Diringkus Polisi lagi

Sabu Temuan BNN di Jepara Berkualitas Tinggi 

Kapokmu Kapan, Pengedar Sabu Kambuhan Ini Diringkus Polisi lagi

Pelaku saat dimintai keterangan polisi di Mapolres Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pelaku saat dimintai keterangan polisi di Mapolres Kudus, Selasa. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Adi Syafii (30), warga Welahan Jepara, nampaknya belum kapok mendekam di penjara karena kasus narkoba. Setelah September 2015 lalu sudah keluar penjara di Jepara, kini dalam kasus yang serupa jenis narkoba dia juga harus berhadapan dengan Polres Kudus.

Hal itu diungkapkan KBO Resnarkoba Pada Polres Kudus Ipda Imam Sukirno kepada MuriaNewsCom. Menurutnya pelaku sebelumnya sudah mendekam dalam penjara di Jepara lantaran terbukti memakai narkoba jenis Shabu dan mengedarkannya.

“Baru September lalu keluar penjara di Jepara. Tapi beberapa waktu lalu tepatnya pada 25 Januari sekitar pukul 20.15 WIB, pelaku berhasil kami tangkap di Desa Papringan, Kecamatan Kaliwungu,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, pelaku itu terbukti membawa sabu-sabu ukuran 0,246 gram. Akibatnya pelaku terancam dipenjara kembali paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 8 miliar rupiah.

Dia mengatakan, pelaku ditangkap di SPBU Papringan Kaliwungu kudus. Berdasarkan keterangan, pelaku mendapatkan barang haram itu dari F asal Jepara seharga Rp 700 ribu yang masih menjadi DPO Polres Kudus.

Dikatakannya, selama ini lokasi SPBU dan minimarket memang kerap menjadi rujukan transaksi. Sehingga perlu juga diwaspadai.

Polisi juga menyita berbagai hal yang dibawa pelaku, seperti satu bungkus klip isi narkoba, satu buah motor tanpa pelat nomor dan satu buah ponsel merek Samsung warna putih dan sebotol urine.

“Iya saya, September keluar penjara, namun Januari pertengahan kembali menggunakan karena diajak teman,” ujarnya.

Editor : Akrom Hazami

Sabu Temuan BNN di Jepara Berkualitas Tinggi

Sabu Kualitas tinggi (e)

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Siapa sangka kota kecil Jepara menjadi salah satu tempat penyimpanan narkoba jenis sabu dengan jumlah yang sangat besar dan berjaringan internasional. Tak hanya itu saja, sabu temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama pihak terkait di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara berkualitas tinggi.

Kepala BNN Republik Indonesia Komjen Budi Waseso menyebut, kualitas sabu yang ditemukan di Jepara berkualitas nomor satu. ”Ya, kualitasnya tinggi dan nyaris murni,” kata Budi Waseso saat konferensi Pers, Kamis (28/1/2016) kemarin.

Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin menjelaskan lebih detail berkait dengan kualitas sabu yang ditemukan oleh BNN dan pihak terkait di Kota Ukir itu. Menurutnya, dengan angka 98 persen, tentu saja kualitas sabu itu mendekati murni.

”Bentuk sabu temuan BNN di gudang mebel itu masih berbentuk seperti kristal, bukan serbuk yang biasa ditemukan polisi saat razia,” ujar Samsu kepada MuriaNewsCom, Sabtu (30/1/2016).

Menurutnya, sabu yang biasa ditemukan pihak kepolisian Polres Jepara dalam ukuran yang sangat kecil sekitar 0,5 gram saja. Selain itu, bentuknya pun dalam bentuk serbuk dan kadar sabunya tidak nomor satu.

”Ada kemungkinan jika sabu yang beredar di Jepara selama ini yang kami temui sudah dicampur. Artinya, kadarnya sedikit, tidak sampai seperti yang ditemukan oleh BNN kemarin,” ungkapnya.

Mengenai harga, untuk sabu yang berkualitas nomor satu seperti yang disebutkan oleh Komjen Budi Waseso bisa mencapai Rp 2 juta per-gram. Sehingga jika temuan BNN ratusan kilogram tersebut dirupiahkan bisa mencapai ratusan miliar.

Editor : Titis Ayu Winarni

Berikut Kronologi Ratusan Kilogram Sabu Sampai di Jepara

Sejumlah kotak kardus berisi genset dan sejumlah barang mebel yang berada di dalam gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah kotak kardus berisi genset dan sejumlah barang mebel yang berada di dalam gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dalam acara konferensi Pers di gudang mebel yang menyimpan ratusan kilogram narkoba jenis sabu, pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama tim dari bea cukai kementerian keuangan membeberkan rentetan kronologi diketahuinya kasus tersebut hingga sampai di Jepara.

Dirjen Bea Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengungkapkan, sekitar akhir Desember 2015, pihak BNN memberikan informasi awal kepada bea cukai akan terjadi pengiriman narkoba yang diselundupkan di dalam barang impor (dengan kemungkinan berupa gasoline engine, agriculture machinery atau diesel angine) dari Cina ke Indonesia dengan pelabuhan bongkar Tanjung Emas Semarang.

”Berdasar informasi itu, pihak BNN berkoordinasi dengan Subdit Narkotika Dit.P2 KP DJBC dan Bea Cukai Kanwil Jateng-DIY,” kata Heru, Kamis (28/1/2016).

Pada tanggal 04 Januari 2016, tim dari Subdit Narkotika Dit P2 KP DJBC dan BNN mulai melakukan penelusuran. Kemudian pada 14 Januari 2016 dilakukan pemantauan proses penyelesaian kepabeanannya suspect barang impor tersebut. Pada 20 Januari 2016 sekitar pukul 13.30 WIB, peti barang suspect dikeluarkan dari kawasan pabean dan dibongkar di gudang MSA Cargo yang berada di komplek Industri Citra Blok 9 Jalan Arteri Tanjung Emas Semarang, setelah dilakukan pemeriksaan x-ray.

”Pada tanggal 26 Januari 2016 sekitar pukul 11.00 WIB dilakukan pengeluaran barang dengan menggunakan dua truk dari gudang MSA Cargo ke sebuah gudang furniture di daerah Jepara,” lanjutnya.

Kemudian, pada 27 Januari 2015 sekitar pukul 13.00 WIB dilakukan penindakan oleh BNN dan Bea Cukai di Tempat kejadian Perkara yakni di gudang mebel di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

”Dari data yang kami miliki, importer barang tersebut adalah CV BT, yang beralamat di Semarang Indah Blok D1 No.29 Semarang. Sedangkan pemasok atau Shipper adalah Shen Zhen Yang Feng Industrial Co.,Ltd., yang beralamat di South Bidgluofang Road Cina,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Penghuni Gudang Sabu di Jepara Jarang Berinteraksi dengan Warga Sekitar

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

Sejumlah barang bukti yang ditunjukkan BNN saat jumpa pers di gudang penyimpanan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/ Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Penghuni gudang mebel yang digerebek Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama aparat lainnya, pada Rabu (27/1/2016), milik Yunpelizar warga RT 4 RW 3 Desa Pekalongan, Batealit, Jepara, diketahui jarang berinteraksi dengan warga sekitar alias tertutup.

Hal itu seperti yang diceritakan oleh tetangga yang tinggal tak jauh dari lokasi gudang penyimpan ratusan kilogram sabu, Seripah. Menurut dia, penghuni gudang terutama penyewa dan rekan dari luar negeri yang sering berada di gudang sangat tertutup. Sesekali menyapa namun warga sekitar tidak mengetahui persis aktivitas di dalam gudang tersebut.

”Jarang ngobrol-ngobrol mas, paling sesekali saja. Saat mesin genset (penyimpan sabu) itu diturunkan juga tidak ada yang tahu,” ungkap Seripah, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, warga sekitar yang diajak bekerja di dalam gudang juga hanya segelintir ketika ada barang mebel saja, seperti aktivitas finishing. Selebihnya gudang tersebut cenderung sepi, selain karena tidak banyak penghuni juga bentuk bangunan gudang yang masih setengah jadi.

Sementara itu, pemilik gudang seluas sekitar 1000 meter persegi itu, Yunpelizar alias Ujang mengatakan, gudang tersebut disewa oleh Didit yang diduga tersangka itu sejak bulan Oktober 2015 lalu. Ketika mulai disewa, sejumlah warga sekitar diundang untuk selamatan.

”Warga sekitar saat awal dihuni diundang untuk mengikuti selametan. Ketika itu juga ada bulenya yang katanya teman Didit,” kata Ujang kepada MuriaNewsCom.

Dia menambahkan, selama disewa dijadikan gudang mebel jarang terlihat aktivitas bongkar muat mebel. Hanya sesekali nampak mobil melakukan bongkar muat barang. Selain terdapat barang-barang mebel, warga juga mengetahui ada aktivitas bongkar muat barang dalam kemasan kardus.

Editor : Titis Ayu Winarni

Video – Buwas Beberkan Modus Peredaran Narkoba di Jepara

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso memberikan keterangan pers di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Republik Indonesia Komjen Pol Budi Waseso mengatakan, Warga Negara Indonesia (WNI) kerap dijadikan pemulus peredaran narkotika di Indonesia. Hal ini seperti yang dilakukan oleh sindikat narkoba jenis Sabu Pakistan yang ditemukan di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara.

Menurut dia, modus yang digunakan warga asing pengedar narkoba adalah dengan bekerjasama dengan WNI. Kerja sama dalam bidang bisnis tertentu menjadi alat untuk mengelabui WNI maupun aparat untuk mendistribusikan barang haram tersebut.

“Seperti pelaku yang mengawini WNI, dan mengatasnamakan orang lain dalam setiap geraknya agar dipermudah. Ini yang harus diwaspadai,” ujar pria yang kerap disapa Buwas, dalam konferensi Pers di gudang ditemukannya ratusan narkoba jenis sabu di Jepara itu, Kamis (28/1/2016).

Menurutnya, jaringan peredaran narkoba ini merupakan jaringan internasional, yakni sindikat Pakistan dengan barang bukti berasal dari Tiongkok. Jaringan ini disinyalir merupakan penyuplai sabu di wilayah Jakarta, Semarang dan kota-kota yang ada di Provinsi Jawa Tengah.

“Rencananya, jaringan ini akan mengedarkan sabu ke berbagai wilayah di Indonesia, terutama di kota-kota besar, dan kota lain di Jawa Tengah,” katanya.

Lebih lanjut dia mengemukakan, dalam penggerebekan di gudang mebel pada Rabu (27/1/2016). Pihaknya berhasil mengamankan barang bukti ratusan kilogram sabu, timbangan digital, genset sejumlah 194 unit, uang senilai Rp 700 juta, ponsel dan buku tabungan.

Editor : Akrom Hazami

Polisi Tetapkan Hanya Dua Orang Tersangka dari Penggerebekan Ratusan Kilogram Sabu di Jepara

Muhammad Riaz alias Jane (merah) dan Didit (biru). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Muhammad Riaz alias Jane (merah) dan Didit (biru). (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Kabar menggemparkan datang dari Kota Ukir Jepara seiring dengan ditemukannya ratusan kilogram narkoba jenis sabu di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara. Sontak informasi mengenai pelaku atau tersangka bermunculan dari berbagai sumber. Kali ini MuriaNewsCom mendapatkan keterangan lebih jelas dari pihak kepolisian, yakni Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin melalui Kapolsek Batealit AKP Hendro Astro.

Menurutnya, tersangka dari hasil operasi di gudang mebel tersebut hanya ada dua orang. Mereka adalah Muhammad Riaz alias Jane warga negara Pakistan dan Didit warga negara Indonesia yang merupakan penyewa gudang. ”Ada empat yang diamankan. Tetapi dua lainnya hanya sebagai saksi,” katanya, Kamis (28/1/2016).

Menurut dia, informasi dari Kepala BNN Komjen Budi Waseso memang ada delapan tersangka. Namun jumlah tersebut merupakan hasil operasi yang juga dilakukan di Semarang dan Jakarta.
”Dua terduga tersangka yakni Riaz dan Didit masuk dalam delapan tersangka yang disampaikan BNN itu,” terangnya.

Dia menambahkan, dua orang yang diamankan sebagai saksi yakni Karim dan Sarkadi pun sudah dibebaskan oleh aparat. Keduanya merupakan pekerja mebel milik Didit dan penjaga gudang.

Editor : Titis Ayu Winarni

Rumah Warga di Jepara Digerebek, Diduga Simpan Ratusan Kilogram Sabu

Suasana penggerebekan di rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara yang dihuni WNA yang menyimpan ratusan kilogram  sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Suasana penggerebekan di rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara yang dihuni WNA yang menyimpan ratusan kilogram sabu. (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Salah satu rumah warga di Desa Pekalongan, RT 07 RW 03 Kecamatan Batealit, Jepara digerebek oleh Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama dengan aparat kepolisian. Rumah dan gudang yang disewa oleh warga negara asing (WNA) tersebut diduga sebagai tempat penyimpanan ratusan kilogram sabu.

Salah seorang warga sekitar Zaenal mengatakan, rumah yang sekaligus gudang itu disewa selama dua tahun oleh WNA. Namun baru dikediami oleh penyewa sekitar satu tahun.

”Ini rumah sekaligus gudang milik pak Ujang. Disewa oleh orang asing,” ujar Zaenal kepada MuriaNewsCom, Rabu (27/1/2016).

Warga sekitar lainnya, Seripah mengatakan, sehari-hari rumah sekaligus gudang tersebut cenderung sepi. Hanya ada beberapa orang yang kadang terdengar suara dari luar.

”Kadang ada suara dari dalam. Tapi tidak jelas. Sepertinya memang orang-orang asing,” katanya.
Dia menambahkan, selama ini para warga sekitar mengira jika rumah sekaligus gudang tersebut merupakan pengusaha mebel. Sebab, terkadang ada sejumlah orang yang melakukan proses finising mebel.

Sementara itu, dari data yang dihimpun MuriaNewsCom, aparat telah mengamankan dua orang yang diduga pemilik barang haram berupa sabu, dengan berat ditaksir mencapai 100 kilogram lebih yang tersimpan dalam beberapa box.

Aparat baik dari BNN maupun kepolisian masih melakukan proses penggeledahan hingga berita ini ditulis. Meski turun hujan, ratusan warga masih penasaran dengan memenuhi beberapa sudut di sekitar lokasi.

Editor : Titis Ayu Winarni

Lagi Asyik Nyabu di Rumah, Petong Dibekuk Polisi

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Warga RT 03 RW 02 Desa Weton, Kecamatan Kota Rembang, dibekuk aparat Polres Rembang lantaran mengkonsumsi obat terlarang jenis sabu-sabu di rumahnya.

Pria bernama Ali Mahmudi (37) alias Petong, diduga merupakan salah satu pelanggan bandar narkoba dari Lasem, yang telah lebih dulu diciduk aparat belum lama ini.

Kasat Narkoba Polres Rembang AKP Bambang Sugito mengatakan, Petong ditangkap pada Senin (18/1/2016) yang lalu. Penangkapan warga Weton tersebut, merupakan pengembangan kasus ditangkapnya seorang pengedar sabu-sabu bernama Priyono alias Segi di Desa Karangturi, Kecamatan Lasem pada pekan lalu.

“Yang bersangkutan berhasil ditangkap berkat adanya informasi dan laporan dari warga. Tersangka ditangkap dengan upaya paksa, didampingi kepala desa setempat,” ujarnya ketika, Rabu (20/1/2016).

Dari hasil penggeledahan rumah tersangka, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Antara lain, satu paket sabu-sabu dalam plastik kecil yang sudah digunakan, alat hisap berupa sedotan plastik, bungkus rokok yang berisi satu lembar kertas tisu warna putih, empat korek api gas dan satu buah handphone Nokia warna hitam.

Disinggung soal kemungkinan masih maraknya peredaran barang haram di Rembang, pihaknya mengaku terus berupaya memberantas bandar sabu. “Hingga saat ini, kami masih terus berupaya memburu bandarnya,” tegas Bambang.

Guna penyidikan lebih lanjut, saat ini tersangka dan barang bukti telah diamankan di Mapolres Rembang.

Editor : Kholistiono