Petugas Dalami Adanya Dugaan Keterlibatan Oknum Dishub Rembang Dalam Kasus Pungli Parkir

Kantor Tim Saber Pungli Rembang. Saat ini, petugas Saber Pungli juga terus melakukan pendalaman, pascatertangkapnya tida orang juru parkir. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Saber Pungli Rembang, kini masih terus melakukan pendalaman setelah menangkap tiga orang juru parkir dalam kasus pungutan liar di area parkiran RSUD dr Soetrasno Rembang beberapa hari lalu.

Ketua  Tim Saber Pungli Rembang Kompol Pranandya Subyakto mengatakan, pihaknya masih meminta keterangan dari beberapa saksi untuk pengembangan kasus tersebut.

“Hal ini juga untuk mendalami, apakah ada oknum dari Dishub Rembang yang terlibat dalam kasus pungli tersebut atau tidak. Karena, kita tidak hanya terpaku kepada petugas yang ada di lapangan saja,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Rembang Suyono mengatakan, bahwa pihaknya sudah seringkali memberika peringatan kepada pengelola parkir, khususnya di RSUD Rembang, agar tidak memungut retribusi di atas tarif resmi yang sudah ditetapkan pemerintah.

“Sesuai ketentuan, retribusi parkir kendaraan sepeda motor dikenakan tarif Rp 1.000, sedangkan mobil Rp 2.000. Kita juga sudah mengingatkan secara lisan maupun tertulis, bahkan sampai kami ancam diganti pengelolanya, tapi tidak dihiraukan,” ungkapnya.

Berdasarkan informasi, dari hasil parkir di RSUD Rembang, pengelola bisa mendapatkan pendapatan sekitar Rp 1 juta setiap hari. Kemudian, uang itu, sebagian, yakni Rp 500 ribu disetorkan ke kas daerah. Kemudian, selebihnya dibagi untuk petugas parkir dan antisipasi jika ada kehilangan motor.

Editor : Kholistiono

Tim Saber Pungli Periksa Koordinator Parkir RSUD Rembang

Salah seorang petugas Dishub Rembang yang mendampingi petugas parkir saat pemeriksaan Tim Saber Pungli, Senin (22/5/2017). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Tiga tukang parkir yang biasa beroperasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetrasno Rembang diciduk Tim Saber Pungli, Kamis (18/5/2016).Mereka tertangkap tangan melakukan pungutan liar.

Saat ini, ketiganya masih menjalani penyidikan di Kantor Tim Saber Pungli, Jalan Gatot Subroto Nomor 8 Rembang, Senin (22/5/2017). Tampak hadir pula koordinator parkir RSUD dr Soetrasno atas nama Sahli, untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

Tak hanya itu, ada juga petugas Dinas Perhubungan Rembang. Salah satu petugas Dishub Rembang yang enggan menyebutkan namanya tersebut mengaku, bahwa ia menghadiri pemeriksaan di Kantor Saber Pungli hanya untuk mendampingi petugas parkir yang sedang diperiksa.

“Saya ke sini hanya mendampingi saja. Sebab para petugas parkir di RSUD Rembang tersebut, beberapa lalu terkena razia pungli,” katanya.

Sementara itu, saat ditanya siapa saja petugas yang diperiksa pada Senin (22/5/2017) ini, pihaknya mengutarakan bahwa pemeriksaan kali ini yakni terhadap Sahli, sebagai koordinator parkir.”Ini yang diperiksa yakni Sahli koordinatornya parkir RSUD. Sebab tiga orang yang terkena razia itu sudah diperiksa beberapa waktu lalu,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebenarnya pungutan parkir di atas tarif resmi tersebut sudah ditegur berulangkali. Namun masih saja petugas parkir tidak menghiraukan itu.”Kalau masalah kedepannya ya kita serahkan sesuai aturan yang ada saja,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

 

3 Tukang Parkir di RSUD Rembang Kena OTT Pungli

Ketua Tim Saber Pungli Rembang Kompol Pranandya Subiyakto. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Tiga tukang parkir yang biasa beroperasi di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soetrasno Rembang diciduk Tim Saber Pungli, Kamis (18/5/2016).Mereka tertangkap tangan melakukan pungutan liar.

Ketua Tim Saber Pungli Rembang Kompol Pranandya Subiyakto membenarkan adanya penangkapan terhadap ketiga pelaku pungli tersebut. Ketiganya diduga memungut parkir di luar tarif resmi yang sudah diatur dalam Perda No 5 Tahun 2010.

“Tiga pelaku yaitu Eko Istiawan RT 5 RW 4 Desa Seren, Kecamatan Sulang, Jasmani, warga Dukuh Ngaglik RT 1 RW 1 Desa weton, Kecamatan Rembang, dan Eko Sugiarto, berdomisili di RT 4 RW 2 Desa Kabongan Kidul, Kecamatan Rembang,” ujarnya.

Dalam tangkap tangan itu, petugas berhasil mengamankan dua bendel karcis tertanggal 18 Mei 2017. Uang tunai Rp 349.000 dan 6 lembar bukti setor ke Bendahara Penerimaan Dinas Perhubunhan (Dishub) Kabupaten Rembang.

Menurutnya, pengelola parkir di RSUD dr Soetrasno tersebut ditunjuk oleh Dinas Perhubungan dengan beranggotakan 21 orang yang diketahui Sahli warga Desa Turusgede, Kecamatan Rembang.

“Dalam pengakuannya, Sahli ditunjuk oleh dinas berwenang untuk mengelola parkir khusus di halaman RSUD dr Soetrasno dengan target setor 1 x 24 jam sebesar Rp 500.000. Dalam operasionalnya pengelola membagi 3 Shift,” ungkapnya. .

Pada shift pagi pukul 07.00 hingga pukul 13.00 WIB dengan personel 6 orang. Hasil parkir di setor Rp. 230.000, sedangkan sisanya dibagi anggota shift.

Sedangkan untuk shift siang pukul 13.00 hingga pukul 21.00 WIB dengan personel 7 orang hasil parkir disetor sebesar Rp 320.000 dan selisihnya juga menjadi hak bersama anggota parkir. Dan yang untuk  shift malam pukul 21.00 sampai dengan pukul 07.00 WIB dengan personil 3 orang. Hasil pengelola parkir dibagi personel shif dan tidak dibebani setor. Dia melanjutkan, sementara itu, menurut pengakuan pelaku, jumlah yang disetor yakni setor Rp 550.000.

“Sebenanrya, setornya itu sebesar Rp 500-an ribu. Namun yang disetor justru lebih dari itu. Nah selebihnya itulah yang akan kita dalami. Sebab dalam pengakuan pelaku, uang itu disetorkan kepada BPP Dishub yang bernama saudara Anshori dengan cara mengambil di rumah bendahara pengelola parkir  bernama Jasmani dan diberikan tanda terima,” paparnya.

Perlu diketahui, bahwa dalam operasionalnya restribusi dilaksanakan pengelola parkir tidak sesuai ketentuan Perda No 5 Tahun 2010, yaitu  roda 2 sesuai ketentuan dengan tarif sebesar Rp 1.000, namun dipungut Rp 2.000 dan jika bermalam dipungut Rp 3.000.

Kemudian, roda 4 sesuai ketentuan dengan tarif sebesar Rp 2.000 namun dipungut Rp 3.000 dan jika bermalam dipungut lebih. 

“Kasus ini masih didalami pokja Yustisi. Dalam waktu dekat, tim yustisi akan berkoordinasi, apakah akan dimasukan ke pasal tipikor atau tindak pidana umum, atau sanksi administarisi,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

Nihil Penindakan, Ini Kata Ketua Tim Saber Pungli Rembang

Kompol Pranandya Subyakto, Ketua Tim Saber Pungli Kabupaten Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Meski sudah terbentuk sejak akhir tahun 2016 lalu, namun hingga saat ini Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Kabupaten Rembang, masih belum menunjukkan performanya.

Bahkan, satu nama pun tidak pernah disebut oleh Saber Pungli  terkait dugaan praktik pungutan liar (pungli) di wilayah Kabupaten Rembang.

Ketua Pelaksana Tim Saber Pungli Kompol Pranandya Subiyakto mengutarakan, bahwa selama ini timnya telah mengantongi sejumlah nama. Namun saat akan melakukan tangkap tangan terhadap pelaku, seringkali yang bersangkutan kabur.

Ia menilai, ada sejumlah kendala lain penyebab pasifnya Saber Pungli selama ini, yaitu lantaran barang bukti yang tidak cukup kuat. Sehingga, pihaknya mengaku perlu untuk segera merumuskan cara dalam penggalian barang bukti.

“Laporan yang masuk sudah cukup banyak. Namun, kita dalam melaksanakan tugas tidak bisa serta merta langsung melakukan tangkap tangan hanya berdasarkan laporan yang masuk. Perlu alat bukti yang memadai, dan itulah yang kami akui menjadi kendala kami,” akunya.

Ia melanjutkan, kelompok kerja (Pokja) intelijen saat ini terus melakukan penyelidikan terhadap dugaan pungli di sejumlah instansi ataupun lembaga. Tinggal menunggu waktu untuk bisa segera mengungkap satu nama pelaku praktik pungli.

“Kemarin kami hampir saja melakukan tangkap tangan, namun kemungkinan pelaku mengenali tim kami, sehingga dia langsung kabur,” bebernya.

Sementara itu, ia juga berharap adanya kerja sama lintas sektoral yang bisa terjalin baik. Sehingga nantinya bisa terwujud transparansi dari pihak atasan, sehingga bisa menuntun Tim Saber Pungli dalam melakukan tangkap tangan terhadap pelaku.

“Sayangnya di Rembang ini, sejumlah instansi masih terkesan tertutup. Mungkin saja mereka juga tidak ingin nama instansinya muncul pertama dalam kasus penangkapan praktik pungli di Rembang,” ucapnya.

Editor : Kholistiono

Usai Dikukuhkan, Tim Saber Pungli Siap Tancap Gas

 Bupati Rembang Abdul Hafidz saat udah Dikukuhkan di Pendapa Museum Kartini, Kamis (29/13/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)


Bupati Rembang Abdul Hafidz saat udah Dikukuhkan di Pendapa Museum Kartini, Kamis (29/13/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom,Rembang – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) tingkat Kabupaten Rembang telah dikukuhkan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz di Pendapa Museum RA Kartini, Kamis (29/12/2016).

Ketua Pelaksana Tim Saber Pungli yang kini juga menjabat sebagai Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subyakto mengatakan, usai dilantik, timnya akan langsung bekerja sesuai dengan tugas dan fungsinya. Tim katanya, segera melakukan koordinasi untuk menindak adanya praktik pungli di Rembang.

“Tim Saber Pungli ini terdiri dari berbagai elemen. Di antaranya, dari jajaran kepolisian, TNI, kejaksaan dan instansi lainnya. Dalam tim ini,  ada 4 kelompok kerja atau pokja. Keempat pokja itu yakni pokja unit intelijen, pokja unit pencegahan, pokja penindakan dan pokja unit yustisi,” bebernya.

Dia melanjutkan, masing-masing pokja memiliki peran tersendiri. Pokja intelijen nantinya bertugas untuk mendeteksi laporan yang masuk, kemudian pokja pencegahan untuk mencegah adanya tindakan pungli. Jika ada penangkapan, maka akan diserahkan ke pokja penindakan. Bilamana itu memang terindikasi kasus kriminal atau pungli, maka akan diserahkan ke pokja yustisi.

Menurutnya, Tim Saber Pungli ini nantinya tidak berseragam, tigak menggunakan mobil dinas dan siap berada di tengah-tengah masyarakat. Pemda, katanya, juga telah siap membentuk SOP terkait penindakan praktik pungli yang ada di Kabupaten Rembang.

Lebih lanjut dirinya memperingatkan, agar instansi-instansi yang diduga ada oknum yang melakukan praktik pungli, untuk segera menghentikan praktik tersebut. Jika tidak, Tim Saber Pungli sewaktu-waktu akan mengambil tindakan tegas terhadap oknum yang masih berani melakukan pungli.

Dirinya juga berharap, supaya masyarakat dapat berpartisipasi, untuk bersama-sama memberantas pungli di Rembang. “Setiap laporan, nantinya dipastikan akan ditindaklanjuti secara prosedural. Meski tidak tertangkap tangan, tim akan tetap melakukan proses hukum apabila terbukti melakukan pungutan liar,” imbuhnya.

Apabila mengetahui atau menemukan praktik pungli, masyarakat juga  bisa melaporkan kepada Tim Saber Pungli, dengan menghubungi nomor 081 227 48 5050.

Editor : Kholistiono

Tim Saber Pungli Dikukuhkan, Bupati Rembang : Jangan Tebang Pilih

Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik Tim Saber Pungli di Pendapa Museum Kartini, Kamis (29/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Bupati Rembang Abdul Hafidz melantik Tim Saber Pungli di Pendapa Museum Kartini, Kamis (29/12/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) tingkat Kabupaten Rembang resmi dikukuhkan oleh Bupati Rembang Abdul Hafidz. Pengukuhan ini dilakukan di Pendapa Museum Kartini, Kamis (29/12/2016).

Dalam kesempatan itu, Abdul Hafidz meminta kepada Tim Saber Pungli untuk menjalankan tugasnya dengan maksimal dan sesuai dengan komitmen yang telah disepakati. “Pengukuhan Tim Saber Pungli ini merupakan sejarah bagi Rembang. Mudah-mudahan dapat menjalankan tugas dengan baik,” kata Hafidz.

Dirinya juga meminta agar Tim Saber Pungli nantinya tidak tebang pilih dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Sehingga, komitmen untuk memberantas praktik pungutan liar yang ada di Kabupaten Rembang bisa tercapai.

Bupati juga menyadari, jika tugas Tim Saber Pungli berat, sehingga pihaknya meminta semua kalangan untuk memberi dukungan. Sehingga, ke depan tidak ditemukan lagi adanya praktik pungli di semua lini.

‘Praktik pungli itu sebenarnya mudah untuk diidentifikasi, tapi sulit dalam penyelesainnya. Seperti halnya, ada seseorang yang memberikan uang kepada salah seorang petugas  untuk menyelesaikan administrasi, namun orang tersebut tak keberatan. Oleh sebab itu, kita imbau kepada seluruh masyarakat, bahwa pungli itu dilarang,” paparnya.

Editor : Kholistiono

Jangan Main-main! Tim Saber Pungli Rembang Sudah Deteksi Tempat yang Jadi Sarang Pungli

Waka Polres Rembang Kompol Pranandya Subyakto. Dirinya menegaskan, jika tim saber pungli sudah mendeteksi adanya praktik pungli di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Waka Polres Rembang Kompol Pranandya Subyakto. Dirinya menegaskan, jika tim saber pungli sudah mendeteksi adanya praktik pungli di Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah terbentuk sekitar satu bulan lalu, tim sapu bersih (saber) pungli Pemerintah Daerah (Pemda) Rembang kini terus intens melakukan pengawasan dan pengintaian terhadap tempat-tempat yang diduga berpotensi untuk terjadinya pungutan liar.

Bahkan, tim saber pungli, kini telah mendeteksi beberapa tempat yang diduga ada tindakan pungutuan liar yang dilakukan oknum. Hal itu disampaikan oleh Kepala Pelaksana Tim Saber Pungli Wakapolres Rembang Kompol Pranandya Subyakto.

Namun demikian, Kompol Pranandya belum mau secara gamblang mengatakan instansi atau lembaga mana saja yang sudah masuk radar tim saber pungli. “Masih dalam pantauan. Jika hasilnya positif, maka tim akan melakukan tindakan hukum. Nanti kalau kita juga akan menginformasikan kepada masyarakat melalui media,” ujarnya, Sabtu (17/12/2016).

Dirinya juga mengatakan, jika tim yang dipimpinnya ini ada beberapa kali mendapatkan laporan dari masyarakat terkait praktik pungli yang terjadi di beberapa instansi atau lembaga. Terkait hal tersebut, pihaknya juga langsung menindaklanjuti dan memastikan apakah memang ada praktik pungli seperti yang dilaporkan masyarakat.

Untuk itu, dirinya berharap, masyarakat tidak enggan untuk melaporkan jika menemui atau mengetahui adanya praktik pungli. Tim saber pungli, juga memiliki nomor aduan yang bisa menjadi corong bagi masyarakat untuk melaporkan adanya tindakan pungli. Nomor pengaduan tersebut adalah  081 227 48 5050.

Editor : Kholistiono