Rumah Tahanan Kudus Disulap jadi Pondok Pesantren Selama Ramadan

Jpeg

Tadarus Alquran dilakukan narapidana dan tahanan di Pesantren Ramadan di Rutan Kelas IIB Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 142 orang tahanan dan narapidana Rutan Kelas IIB Kudus menggelar pesantren Ramadan, sebulan penuh.

Kepala Rutan Kelas II B Kudus Masjuno melalui Kasubsi Pelayanan Tahanan Beny mengatakan, kegiatan ini dimulai dari awal Ramadan hingga menjelang Lebaran nanti. Dimulai dari pukul 08.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa.

Adapun kegiatan itu ialah mulai dari pukul 08.00 WIB hingga 10.00 WIB merupakan Baca Tulis Alquran (BTA), pukul 10.00 WIB hingga 11.00 WIB pendidikan rohani, pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB tadarus Alquran, pukul 12.00 WIB hingga 13.00 WIB istirahat.

Kegiatan berlanjut pukul13.00 WIB hingga 14.45 WIB tadarus Alquran, pukul 15.00 WIB hingga 16.00 WIB Salat Asar dan membaca selawat. Setelah itu, masuk ke sel dan menunggu buka puasa.

Diketahui, untuk kegiatan tadarus Alquran, pihak rutan telah memilih napi atau tahanan yang mahir. Sebab tadarus tersebut langsung disuarakan melalui pengeras suara di masjid rutan.

Tadarus dibagi dua sif. Yakni siang dan malam. Bagi sif siang, diikuti 15 orang dan sif malam ada10 orang. Sedangkan peserta BTA ada 101 orang.

Pihak rutan juga memantau kefasihan, Tajwid dan kelancaran mereka membaca Alquran.

Peserta BTA diseleksi. Karena hanya napi atau tahanan yang kurang bisa memahami Alquran yang boleh ikut.

Pesantren Ramadan dibimbing oleh mahasiswa  STAIN maupun dari instansi pemerintah lainnya.

Sementara itu, untuk pendidikan kerohanian, para napi atau tahanan diikutsertakan semua. Sebab pendidikan kerohanian ini dinilai penting untuk bisa membangun jiwa dan mentalnya sesuai dengan ajaran agama yang ada.

Editor : Akrom Hazami

 

Datangi SMA 1 Bae Kudus, Karutan Negara Kelas II B Kudus Gembleng Siswa Harus Sadar Hukum

Masjuno, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Masjuno, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kudus Masjuno memaparkan, acara sosialisasi hukum dan hak asasi manusia yang diikuti 550 siswa ini bertujuan menstimulus siswa meningkatkan kesadaran hukum.

”Kami memiliki tujuan membuat siswa sadar hukum. Sebab di tahun 2016 ini Masyarakat Ekonomi Asean sudah di depan mata. Oleh sebab itu sasaran bangsa bukan hanya pada perekonomian atau pasar bebas saja. Namun ketaatan, kepatuhan terhadap hukum bisa ditingkatkan. Khususnya bagi para pelajar,” katanya.

Selain itu, pihaknya juga tidak memberikan sosialisasi kepada pelajar saja. Namun juga kepada seluruh lapisan masyarakat. ”Kelompok masyarakat juga penting untuk diberikan pemahaman hukum. Supaya kedepannya bisa taat hukum dan peraturan. Sehingga mereka bisa hidup dengan tatanan hukum yang ada,” ujarnya.

Selain itu, acara yang digelar secara dua gelombang ini juga diharapkan untuk bisa membuat mental para siswa semakin kuat. ”Acara ini kami buat dua gelombang. Sebab 550 anak ini tidak cukup jika sekaligus masuk dalam satu aula. Yakni gelombang pertama pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB, dan gelombang kedua pukul 11.00 WIB hingga selesai,” imbuhnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Penghuni Rumah Tahanan Kudus Tertawa Terpingkal-pingkal, Ada Apa?

Warga Binaan Rutan kelas II B Kudus diajak menari dan sulap seusai seminar Lintas Agama. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga Binaan Rutan kelas II B Kudus diajak menari dan sulap seusai seminar Lintas Agama. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) IIB Kudus mendapatkan hiburan murah. Mereka tertawa terpingkal-pingkal saat menikmati hiburan yang ada di dalam rutan. Hiburan itu berupa sulap dan tarian yang dilakukan oleh pesulap lokal Kudus. Hal itu tampak saat seminar Kerukunan Antarlintas Agama di Rutan Kudus, Rabu (13/1/2016).

Salah satu warga rutan dari Dusun Winong, Desa Kaliwungu, Kudus, M Sholihan mengatakan, acara ini memang baru kali pertama kali diselenggarakan. Oleh karena itu, seluruh warga binaan amat terhibur. “Hiburan sulap membuat penghuni rutan juga bisa lebih rileks, serta tambah pengetahuan,” katanya.

Hiburan itu juga membuat penghuni rutan tak lagi jenuh, dan stres. Dia menambahkan, mudah mudahan dengan adanya acara ini warga binaan bisa lebih positif kehidupannya.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus Masjuno mengatakan, acara ini untuk memberikan pemahaman warga binaan supaya bisa saling menghormati, dan menghargai pemeluk agama lain.

Dari pantauan MuriaNewsCom, para tokoh lintas agama yang hadir jadi pembicara Moh Rosyid dosen STAIN Kudus, Romo Suparno dari Desa Kutuk Kecamatan Undaan mewakili Agama Budha, Sri Muryani dari tokoh Katolik Kudus, serta tokoh Kristen Kudus Herin Kahadi Jayanto. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Ini yang Dilakukan Warga Binaan Rutan Kudus Biar Enggak Ribut Gara-gara Agama

Kegiatan Seminar Lintas Agama di Rutan Kelas IIB Kabupaten Kudus, Rabu. (13/1/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kegiatan Seminar Lintas Agama di Rutan Kelas IIB Kabupaten Kudus, Rabu. (13/1/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Warga binaan Rumah Tahanan (Rutan) Negara Kelas IIB mempunyai cara biar rukun beragama satu sama lain. Mengingat di dalam rutan, ada beragam agama yang dianut penghuni.

Ya, mereka mengikuti Seminar Lintas Agama yang diselenggarakan, di rutan, Rabu (13/1/2016). Acara yang menggandeng dari beberapa tokoh agama tersebut juga menyediakan sesi tanya jawab seputar agama yang ada di Indonesia. Serta permasalahan umat beragama.

Kepala Rutan Kelas IIB Kudus Masjuno mengatakan, acara ini untuk memberikan pemahaman warga binaan supaya bisa saling menghormati, dan menghargai pemeluk agama lain.

Dari pantauan MuriaNewsCom, para tokoh lintas agama yang hadir jadi pembicara Moh Rosyid dosen STAIN Kudus, Romo Suparno dari Desa Kutuk Kecamatan Undaan mewakili Agama Budha, Sri Muryani dari tokoh Katolik Kudus, serta tokoh Kristen Kudus Herin Kahadi Jayanto.

“Setidaknya bila ada acara ini, maka warga binaan bisa mempunyai pengetahuan berbangsa dan bernegara yang baik. Khususnya terhadap kehidupan beragama,” ujarnya.

Dengan kegiatan ini, maka para warga binaan juga bisa disatukan pemahamannya. Lanjut Masjuno, seperti halnya musik dangdut. Meskipun bunyinya berbeda beda, akan tetapi bila disatukan akan menimbulkan irama yang mendayu-dayu. (EDY SUTRIYONO/AKROM HAZAMI)

Keren, Warga Binaan di Kudus Ini Lihai Memainkan Rebana dan Berselawat

Kelompok rebana Al Hikmah tengah unjuk kebolehan melantunkan selawat ketika peringatan Maulid Nabi SAW di Rutan Negara Kelas II B Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Kelompok rebana Al Hikmah tengah unjuk kebolehan melantunkan selawat ketika peringatan Maulid Nabi SAW di Rutan Negara Kelas II B Kudus. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Selain mendengarkan arahan dari pimpinan rutan (rumah tahanan) ketika acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW,  para warga binaan Rutan Negara Kelas II B Kudus juga dihibur dengan selawat yang diiringi rebana Al Hikmah. Yang spesial adalah pemain rebana tersebut merupakan binaan rutan tersebut.

Salah satu pemain rebana Wahid mengatakan, untuk kelompok rebana ini memiliki nama Al Hikmah yang beranggotakan 10 orang. Grup rebana tersebut nampak sangat lihai memainkan alat musik yang berbahan baku kulit lembu tersebut.

”Untuk saat ini lagu-lagu yang kami kuasai selawat dan syi’iran Jawa. Sehingga saat ada acara keagamaan kami selalu tampil. Selain memberikan hiburan, penampilan kami juga sebagai ajang pelestarian budaya. Yang terpenting tidak mengurangi ke khusyukan acara,” paparnya.

Dia menambahkan, kelompok rebana Al Hikmah berdiri sekitar tahun 2007. Sejak saat itulah kerap mengisi acara keagamaan. Selain itu, Al Hikmah juga sebagai fasilitas atau sarana dan prasarana pendidikan mental dan spiritual terhadap warga binaan rumah tahanan tersebut. (EDY SUTRIYONO/TITIS W)

Warga Binaan Rutan Kudus Peringati Maulid Nabi

Warga binaan Rutan Kudus sedang mengikuti peringatan Maulid Nabi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga binaan Rutan Kudus sedang mengikuti peringatan Maulid Nabi (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

KUDUS – Ratusan penghuni Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Kudus antusias mengikuti ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW yang gelar di Aula Rutan tersebut, Rabu (7/1/2016).
Selain warga binaan, hadir dalam kegiatan tersebut Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia (Perwatusi), Kementerian Agama Kudus dan  Balai latihan kerja (BLK) Kudus dan tamu undangan lainnya.

Kepala Rutan Kelas II B Kudus Masjuno mengatakan, dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan pencerahan dan motivasi kepada warga binaan, agar nantinya dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

“Dengan adanya kegiatan tersebut, diharapkan bisa membuat warga binaan lebih mempunyai semangat hidup. Sehinga kedepannya bisa menghabiskan masa tahananya dengan lebih baik, begitupun ketika sudah keluar nanti,” ujarnya.

Kegiatan keagamaan seperti ini bukan hanya ketikaperingatan Maulid Nabi saja, melainkan juga beberapa hari besar keagamaan lainnya. Di antaranya, Isro Mikroj, halal bihalal, Natal dan lainnya. (EDY SUTRIYONO/KHOLISTIONO)