Keren, Pengelola Bank Sampah Kedungsarimulyo Jepara Sulap Sampah Jadi Rupiah

Motor kaleng, kreasi dari bank sampah Desa Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan-Jepara, Rabu (1/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Sampah memang selalu menjadi masalah. Bila tak ditangani, tak hanya bau, lalat pun meruah. Namun dengan kreativitas, sampah bisa jadi berkah bahkan menghasilkan rupiah. 

Contohnya sampah kaleng minuman ringan. Bila dibuang ke tempat sampah atau dijual ke pengepul, hanya dihargai Rp 8000 perkilogram. Namun, jika mau sedikit bersusah payah, kaleng rombeng pun bisa berkali lipat harganya. 

“Kalau bentuk yang ini harganya Rp 20 ribu.Sementara yang lain ada yang Rp 50 ribu,” ujar Siti Fitria, anggota Bank Sampah Desa Kedungsarimulyo, Kecamatan Welahan-Jepara, di stand pameran kreativitas sampah yang digelar di kompleks Pemkab Jepara, Rabu-Kamis (1-2/11/2017). 

Barang lain yang dapat dikreasikan adalah bungkus bekas kopi instan. Plastik tersebut menurut Fitria, tak ada nilainya jika dijual. Namun jika dikreasikan, harganya bisa menjadi mencapai Rp 40 ribu sampai Rp 80 ribu untuk ukuran besar. 

Dirinya mengakui, uang yang dihasilkan dari kreasi sampah memang tidak seberapa. Namun demikian, dengan upaya tersebut, dapat mengurangi jumlah sampah yang terbuang. 

“Namun kalau dihitung-hitung uangnya hanya cukup untuk mengganti tenaganya saja. Akan tetapi kami dari Bank Sampah Desa Kedungsarimulyo, kami dapat mengurangi sampah, dan mengkreasikannya. Jika bicara sampah, maka jangan membayangkan keuntungannya namun tanggungjawab kita terhadap lingkungan sekitar,” tutur dia. 

Selain berkreasi, sampah juga bisa ditabung. Menurutnya, saat ini sudah ada 46 nasabah dengan total dana terkumpul sebesar Rp 5 juta. Jika sudah terkumpul, saldo tersebut biasanya akan dibagi sesuai dengan kesepakatan sesuai dengan nilai tabungan nasabah. 

Bank sampah Kedungsarimulyo, bekerjasama dengan pengepul untuk menjual hasil tabungan sampah dari nasabah. Namun kedepan, paguyuban Bank Sampah Jepara rencananya akan menampung kreasi dan hasil sampah dari bank-bank sampah yang ada di desa. 

Editor: Supriyadi