Penanganan Jalan Longsor Lamban, Belasan Rumah di Kelurahan Kunden Grobogan Terancam Roboh

Jalan di Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari, Grobogan mengalami longsor, dan belum tertangani maksimal. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Sejumlah warga Kelurahan Kunden, Kecamatan Wirosari meminta agar penanganan bencana longsor yang menimpa ruas jalan Nusa Indah segera dikerjakan. Sebab, longsoran jalan itu kondisinya makin parah.

Bahkan, akibat longsoran ini sempat menyebabkan dua rumah yang ada di situ roboh pada Rabu (28/9/2016). Dua rumah yang roboh tersebut milik Witono (57) dan Siti Rohmah (76), warga setempat.

Robohnya rumah tersebut disebabkan tanah di bawah bangunan terkikis derasnya air sungai Tirta yang ada di samping ruas jalan tersebut. Dua rumah yang roboh ini posisinya memang berdekatan dengan pinggiran sungai.

Selain itu, belasan rumah lainnya juga terancam mengalami nasib serupa jika longsornya bahu jalan tidak segera ditangani. Karena kondisinya dirasa mengkhawatirkan, beberapa warga yang berdekatan dengan lokasi memilih pindah ke tempat lainnya.

“Kami berharap, bencana longsor ini bisa ditangani lebih serius. Sebab, longsornya ruas jalan ini sudah berlangsung lama dan membuat repot warga,” kata Teguh, warga setempat.

Peristiwa longsornya ruas jalan Nusa Indah Kelurahan Kunden itu terjadi 26 April 2014 lalu. Peristiwa ini menyebabkan lima rumah warga retak dan satu rumah lainnya terpaksa dirobohkan pemiliknya karena khawatir ikut longsor ke dalam sungai yang ada di sebelahnya.

Akibat peristiwa ini, jalan penghubung ke beberapa desa tersebut putus total dan menyebabkan warga harus mencari jalur alternatif dengan jarak tempuh yang lebih jauh. 

Jalan longsor sepanjang 30 meter dengan kedalaman sekitar 9 meter itu sebelumnya sudah pernah diuruk dan dibuatkan talud di pinggir sungai. Namun, tanah yang dipakai menguruk jalan longsor itu tidak berselang lama kembali ambles.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Grobogan Subiyono mengatakan, longsornya jalan itu memang cukup parah. Penanganan longsor harus dikerjakan dengan pemasangan tiang pancang, sehingga longsor tidak meluas. Untuk penanganan itu butuh biaya sebesar Rp 20 miliar.

“Pemkab belum mampu menangani sehingga  berulang kali minta dukungan ke pemerintah pusat maupun provinsi agar dapat membantu menangani longsoran di Kunden tersebut. Saat ini, desain penanganan sungai sedang dibuat oleh BBWS Pemali Juana. Mudah-mudahan, perhononan yang kita ajukan segera ditindaklanjuti,” katanya.

Editor : Akrom Hazami

KEREN, Kudus Akan Beri Pengamanan Ekstra untuk Rumah Jemaah Haji

Bupati Kudus Musthofa saat melepas keberangkatan calon jemaah haji, di pendapa Pemkab, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Calon jemaah haji asal Kabupaten Kudus mendapatkan fasilitas pengamanan dari pemerintah kabupaten dan kepolisian setempat. Jadi, jemaah haji tak perlu risau akan keselamatan rumah yang ditinggalkan.

Bupati Kudus Musthofa dalam kesempatan pelepasan  jemaah haji di pendapa pemkab setempat, Senin ( 7/8/2017) siang, mengatakan, jemaah haji tak usah khawatir terhadap rumah dan barang yang ditinggalkan.

“Kami bersama dengan Polres Kudus dan juga TNI akan mengamankan rumah jemaah haji Kudus. Jadi tak usah khawatir dengan barang berharga yang masih ada di rumah,” kata Musthofa.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning menambahkan, pihaknya bakal meminta data alamat dari jemaah haji yang berangkat tahun ini.  Pihaknya akan bersinergi dengan polsek di sejumlah wilayah di Kudus untuk membantu mengamankannya.

“Kami akan mencari datanya dulu. Setelahnya barulah akan dilakukan giat untuk mengamankan rumah-rumah yang ditinggal untuk ibadah haji,” ucapnya.

Saat pemberangkatan, bupati mempersilakan Ketua DPRD Kudus Masan dan Kepala Kemenag Kudus yang mengibarkan bendera. Ketua DPRD Kudus sebagai simbol perwakilan masyarakat, sementara Kemenag adalah yang menanganinya.

Tercatat, Kudus memberangkatkan calon jemaah haji yang berjumlah 1.314 orang, yang terbagi dalam 4 kelompok terbang (Kloter) yakni kloter 37, 85, 86 dan 87 untuk pemberangkatan hari ini yang tergabung dalam kloter 37 berjumlah 354 orang. Sedangkan kloter 85 akan diberangkatkan pada tanggal 21 Agustus 2017, serta kloter 86 dan 87 diberangkatkan pada tanggal 22 Agustus 2017.

Editor : Akrom Hazami

 

Lupa Matikan Kompor, Rumah Warga Kuripan Grobogan ini Nyaris Ludes Terbakar

Satu rumah milik warga Dusun Jetis, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon, Grobogan, ludes dilalap api, Sabtu (17/6/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Peristiwa kebakaran akibat ketelodoran pemilik rumah masih sering terjadi di Grobogan. Peristiwa terbaru berlangsung Senin (19/6/2017) pada saat buka puasa.

Satu rumah milik Wiji Lestari (48), warga Nglejok, Kelurahan Kuripan, Kecamatan Purwodadi sempat terbakar di bagian belakang. Kebakaran disebabkan kompor meledak akibat lupa dimatikan usai digunakan masak untuk keperluan buka puasa.

“Beruntung kebakaran bisa cepat diketahui dan dipadamkam. Hanya bagian rumah belakang saja yang rusak,” kata Kasi Damkar Grobogan Sutrisno.

Dua hari sebelumnya, Sabtu (17/6/2017), peristiwa kebakaran akibat lupa mematikan api usai masak juga terjadi di Dusun Jetis, Desa Sidorejo, Kecamatan Pulokulon. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 15.30 WIB itu menyebabkan satu rumah milik Widiyanto (38), ludes terbakar.

Sebelum kebakaran, Siswanti, istri pemilik rumah sedang memasak untuk keperluan buka puasa. Setelah matang, ia kemudian pergi ke sawah dan kemungkinan lupa mematikan api.

Tidak lama berselang, para petani di sawah melihat ada kepulan asap tebal dari arah perkampungan. Selanjutnya, warga berupaya memadamkan api yang mulai membesar. Namun, upaya pemadaman itu gagal dilakukan karena banyaknya barang mudah terbakar di dalam rumah sehingga membuat nyala api cepat membesar.

“Tidak ada korban jiwa dalam kebakaran di Desa Sidorejo. Kerugian material diperkirakan sekitar Rp 100 juta,” jelas Sutrisno.

 

Editor : Akrom Hazami

Rumah Roboh Diterjang Angin Kencang di Soco Dawe

Warga bergotong royong melakukan kerja bakti di Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus. (Tribratanewskudus)  

Warga bergotong royong melakukan kerja bakti di Desa Soco, Kecamatan Dawe, Kudus. (Tribratanewskudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Senin (19/12/2016) sore sekitar pukul 17.00 WIB di Desa Soco RT 4/3, Dawe, Kudus, telah terjadi rumah roboh akibat diterjang angin kencang.
Pemilik rumah atas nama Rebin (60).

Kronologis kejadian,  pada Senin sore angin bergemuruh di lokasi. Tak lama kemudian, rumah milik Rebin roboh. Karena rumah tidak dapat menahan angin kencang.

Diketahui, atap rumah terbuat dari bambu dengan ukuran 4 meter x 6 meter. Saat itu rumah dalam keadaan kosong.

Pada Selasa (20/12/2016), polisi, TNI, BPBD, dan warga Desa Soco melakukan kerja bakti membenahi rumah milik Rebin.

Editor : Akrom Hazami

 

Penuhi Daerah Peduli HAM, Pemkab Pati Pugar Puluhan Rumah

Bupati Pati Haryanto memberikan dana pemugaran rumah secara simbolik, Jumat (18/12/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

Bupati Pati Haryanto memberikan dana pemugaran rumah secara simbolik, Jumat (18/12/2015). (MuriaNewsCom/Lismanto)

 

PATI – Dari 15 kriteria yang ditetapkan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) RI sebagai daerah peduli dengan HAM, salah satu penyumbang nilai paling anjlok di Pati menyangkut soal persentase rumah tak laik huni.

Dengan banyaknya rumah yang tak laik huni, suatu daerah dinilai tidak peduli dengan hak asasi manusia. Artinya, masih banyak warga Pati yang tak memiliki rumah laik huni karena mendapatkan skor nol dalam penilaian dari Kemenkumham.

Karena itu, Pemkab Pati ingin menggelontorkan dana sebanyak Rp 597,5 juta untuk melakukan pemugaran terhadap rumah yang dinilai tak laik huni. Hal itu diharapkan untuk meningkatkan kualitas hidup warga Pati yang masih tinggal di rumah tak laik huni.

”Ini bukan bantuan yang kali pertama. Beberapa waktu lalu, kami juga sudah memberikan bantuan renovasi rumah senilai Rp 8,3 miliar dari Dinas Cipta Karya,” kata Bupati Pati Haryanto, Jumat (18/12/2015).

Ia mengimbau kepada 96 kepala keluarga (KK) di 38 desa di 13 kecamatan yang mendapatkan dana pemugaran rumah bisa memanfaatkan sesuai dengan peruntukannya. ”Kami harap tak ada lagi rumah tak laik huni di Pati,” tandasnya. (LISMANTO/TITIS W)

Mau Beli Rumah Siap Huni atau Sebaliknya? Perhatikan Informasi Berikut

 

Perumahan Candi Asri Regency Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Perumahan Candi Asri Regency Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS –  Sering kali masyarakat yang ingin memiliki rumah dibuat bingung antara memilih rumah yang sudah ready atau pesan dahulu baru dibangun. Sebenaranya hal tersebut tergantung dari masing-masing orang. Rumah ready stok atau yang siap huni memang lebih mudah karena tidak perlu menunggu selesai dibangun.

Bagi yang ingin segera menempati, pilihan ini dapat menjadi solusi. Tentu saja dengan menempati bangunan yang sudah siap huni, pemilik rumah nantinya tidak bisa menentukan rumah sesuai yang diinginkan. Padahal pada rumah sistem cluster sekalipun pada bagian dalam dan beberapa bagian masih dapat di ubah. Untuk itu, perumahan Candi Asri Regency Kudus menawarkan pembangunan rumah dengan waktu yang relatif singkat untuk konsumennya.

Fathur Riza, salah satu bagian marketing dari perumahan Candi Asri Regency mengatakan untuk masa pembangunan sudah ada aturan paten sesuai standar serta rata-rata. “Mestinya pembangunan rumah itu sudah ada patokannya. Namun terkadang yang membuat lama adalah kinerja dari tim pembangunan,” ujarnya.

Seringkali karena harus menunggu material, atau persiapan tanah dan banyak hal lain yang membuat pembangunan tidak bisa cepat. Riza menambahkan untuk pembangunan tipe standar seperti 36 bisa diselesaikan dalam waktu 3 bulan.

Sementara untuk tipe 80 bisa selesai dalam 6 bulan. ” Waktu tersebut adalah rata-rata waktu pembangunan. Sebenarnya juga bisa dipercepat 1-2 minggu dengan menambah personel dan kematangan persiapan,” jelasnya.

Meski dipercepat, akan tetapi kualitas bangunan tetap diutamakan. ” Meskipun jangkanya bisa sedikit dipercepat, dari kami akan tetap memantau proses pembangunan dan menjamin mutu,” ungkapnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Ingin Ciptakan Nuansa Asri di Rumah? Perhatikan Juga Faktor Kesehatan

Salah satu perumahan di Kudus (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu perumahan di Kudus (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Siapa yang menyukai rumah dengan kondisi pengap, tampak gelap dan terkesan kumuh. Tentu tidak ada yang mau bukan? Kebanyakan pasti akan menyukai rumah yang bersih, sejuk dan indah sehingga terlihat lebih asri.

Namun, karena tidak semua rumah yang dibangun berada dilokasi yang mendukung, seperti didaerah perkotaan, tentu nuansa tersebut tidak serta merta didapatkan. Perlu usaha lebih untuk menciptakan hunian nyaman yang asri.

Irman Atmanegara Wakil Direktur Utama Terace Ngembal Regency mengatakan, nuansa yang asri akan menciptakan suasana yang nyaman dalam sebuah keluarga. “Kenyamanan tersebut yang akan menunjang keharmonisan keluarga. Jadi suasana tersebut sangat mempengaruhi kondisi sebuah keluarga, ” ujarnya.

Selain untuk kenyamanan keluarga, faktor kesehatan juga menjadi dasar nuansa asri dirumah. Irman menambahkan, nuansa tersebut didapatkan dari berbagai unsur kesehatan. “Seperti sirkulasi udara yang mencukupi, meliputi jendela, pintu dan langit-langit rumah yang tinggi,” jelasnya.

Dengan sirkulasi yang baik, maka pergantian udara pun lancar. Sehingga tidak ada udara yang mengendap yang menjadi penyebab berbagai penyakit. Adanya pepohonan juga menambahkan keasrian hunian. “Tidak perlu tanaman besar dan rimbun, cukup beberapa tanaman kecil atau rumput yang memenuhi sudut rumah, ” imbuhnya.

Sentuhan terakhir yaitu dengan menggunakan dekorasi berupa warna cat dinding atau perabot yang sesuai seperti warna-warna natural dan soft akan menambah nuansa asri di rumah.

Dengan beberapa pertimbangan tersebut, seseorang dapat menciptakan lingkungan asri sendiri meski rumah berada dilokasi yang panas, berdebu, dan pengap. (AYU KHAZMI/KHOLISTIONO)

Penggunaan Bata SBcon Percepat Pengerjaan Hingga Dua Kali Lipat

Penggunaan Bata SBcon masih didominasi pada pembuatan gedung dan rumah menengah ke atas. (MURIANEWS/AYU KHAZMI)

Penggunaan Bata SBcon masih didominasi pada pembuatan gedung dan rumah menengah ke atas. (MURIANEWS/AYU KHAZMI)

KUDUS – Dalam membuat rumah, gedung, maupun bangunan lain tentunya harus membuat dinding sebagai kerangka dan penyangganya. Saat ini bahan dasar yang familier digunakan untuk membuat dinding adalah dengan pasangan bata merah dengan semen yang diplester dan diaci. Lanjutkan membaca