Sebelum Gantung Diri, Janda 3 Anak di Grobogan Sempat Tulis Wasiat, Ini Isinya

MuriaNewsCom, Grobogan – Sebelum melakukan bunuh diri, Sri Mulyati (45) Dusun Beber, Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo ternyata sempat membuat sebuah surat wasiat untuk saudaranya. Surat dengan Bahasa Jawa yang ditulis menggunakan pensil itu dituangkan dalam selembar kertas bergaris.

Isi tulisan dalam surat itu berbunyi “kagem sederek sederek sedoyo kulo. Kulo sekeluarga nyuwun pangaputen, nyuwun tulong ponakan jenengan dekek panti, lan genduk ampon kebebanan nopo2 nggih pakde, bude, bulik, om. matur nuwun”.

Dari keterangan yang dihimpun, surat wasiat tersebut ditemukan di dalam saku pelaku. Kuat dugaan, wasiat tersebut sengaja ditulis untuk kelangsungan anak-anaknya. Seperti diketahui, pelaku bunuh diri adalah janda beranak tiga.

Kades Mayahan Saerozi mengatakan, kejadian memilukan ini memang sempat membuat warga gempar. Hanya dari hasil pemeriksaan polisi, korban meninggal karena bunuh diri dan tidak ditemukan tanda penganiayaan.

”Murni bunuh diri, tak ada tanda-tanda penganiayaan sama sekali,” katanya.

Baca: Janda 3 Anak di Grobogan Tewas Gantung Diri di Rumah Kosong

Sebelumnya, suasana Dusun Beber, Desa Mayahan, Kecamatan Tawangharjo mendadak jadi heboh. Hal ini menyusul adanya teriakan minta tolong karena ada orang yang ditemukan gantung diri sekitar pukul 15.30 WIB.

Tak ayal, teriakan ini langsung menyebabkan puluhan warga setempat berhamburan ke lokasi kejadian. Tempat terjadinya peristiwa bunuh diri berada di sebuah rumah kosong yang selama ini digunakan untuk menyimpan pakan ternak.

Pelaku bunuh diri diketahui bernama Sri Mulyati (45), warga setempat. Janda tiga anak itu gantung diri menggunakan tambang plastik yang dikaitkan belandar bagian tengah.

Saat ditemukan, sudah tercium bau menyengat. Diperkirakan, korban sudah melakukan bunuh diri beberapa hari lalu.

”Saya terakhir ketemu hari Sabtu sore kemarin. Waktu itu, dia masih jualan lontong di rumahnya,” kata Susilo (65), kakak kandung korban, saat ditemui di kamar jenazah RSUD Purwodadi petang tadi.

Susilo merupakan orang yang pertama kali mengetahu peristiwa bunuh diri tersebut. Ceritanya, ia sore tadi hendak mengambil pakan ternak berupa kulit kacang hijau yang sudah dikemas dalam karung dan disimpan di rumah kosong tersebut.

Saat sampai di depan pintu, ia sempat mencium bau menyengat. Ketika pintu dibuka, Susilo kaget bukan main. Ia mendapati tubuh adiknya sudah terlihat kaku dengan leher terjerat tambang plastik.

Editor: Supriyadi

Polres Kudus Fokuskan Pengamanan Rumah Kosong Selama Libur Natal dan Tahun Baru

Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, Polres Kudus menugaskan sejumlah anggota agar lebih aktif berpatroli di kawasan permukiman. Itu dilakukan, guna mengantisipasi meningkatnya potensi kejahatan berupa pencurian menjelang akhir tahun. 

“Biasanya saat libur panjang semacam ini, banyak masyarakat yang berlibur atau juga mudik. Sedangkan rumahnya ditinggal dalam keadaan kosong. Itulah yang dimanfaatkan para pencuri untuk beraksi,” katanya kepada MuriaNewsCom

Melihat hal itu, maka patroli selama akhir tahun ini juga ditingkatkan pada permukiman warga. Khususnya, daerah perumahan yang mana kebanyakan bukan penduduk asli Kudus. Di mana pemilik rumah akan meninggalkan rumahnya beberapa waktu.

Selain meningkatkan patroli, kata dia, petugas Babinkamtibmas yang terdapat di semua desa juga diminta lebih aktif memantau wilayahnya. Termasuk dengan berpatroli keliling wilayah, guna memastikan wilayahnya aman.

Pihaknya berpesan, agar masyarakat yang meninggalkan rumah memastikan rumahnya terkunci betul. Selain itu, barang berharga juga diminta ditaruh ditempat yang aman, sehingga potensi kehilangan dapat diminimalisir

“Saat melihat hal yang mencurigakan, atau terjadi hal yang aneh dapat melaporkan ke kami. Laporan dapat diberikan kepada Polsek setempat hingga Polres Kudus dan juga pos pengamanan Lilin Candi,” harapnya.

Editor: Supriyadi

Pembobol Rumah di Bongsri Ternyata Warga Karaban Pati

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Pati Kota berhasil menangkap seorang warga Karaban, Kecamatan Gabus berinisial WKS (34), Selasa (12/9/2017) malam.

WKS berurusan dengan polisi, karena mencuri barang-barang berharga di Dukuh Bongsri, Mulyoharjo, Pati pada Hari Raya Idul Adha lalu.

Kapolsek Pati Iptu Pujiati mengatakan, penangkapan pelaku dilakukan atas laporan dari korban yang rumahnya digasak maling hingga mengalami kerugian sekitar Rp 9 juta.

Beberapa barang berharga yang dicuri, antara lain dua unit HP Xiamoi Redmi, perhiasan emas seperti cincin, kalung dan gelang, serta uang tunai sebesar Rp 800 ribu.

“Modus operasi yang dilakukan, pelaku memanfaatkan momen salat Idul Adha. Pelaku masuk ke rumah yang dalam keadaan tidak terkunci dan menggasak barang-barang berharga,” jelas Iptu Puji.

Saat kejadian berlangsung, pemilik rumah sebetulnya sedang membuat teh di rumah sebelah. Sementara suaminya tengah melaksanakan salat Idul Adha.

Namun, pelaku berhasil menggondol barang-barang berharga hanya dalam hitungan menit. Pemilik rumah yang mengetahui rumahnya diacak-acak maling langsung melaporkan kejadian itu kepada polisi.

Pelaku dikenakan Pasal 362 KUHP tentang pencurian. Iptu Puji mengimbau kepada warga Pati untuk tidak lengah saat meninggalkan rumahnya meski hanya sebentar.

“Maling beraksi karena ada kesempatan. Meski sebentar, mereka bisa melancarkan aksinya. Karena itu, selalu waspada dan simpan barang berharga di tempat-tempat yang sulit dijangkau maling,” imbau dia.

Editor: Supriyadi