Ini 138 Nama yang Lulus Tes RSUD Kudus

KUDUS – Hasil seleksi rekrutmen calon pegawai tetap Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah dr Loekmono Hadi Kudus non pegawai negeri sipil, telah ditetapkan.

Berdasarkan hasil keputusan yang telah ditetapkan, dari 2.420 peserta yang mengikuti tes, ada 138 peserta yang dinyatakan lolos untuk mengisi beberapa formasi yang dibutuhkan.

Berikut ini kami sajikan nama-nama peserta yang lulus tes di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. Selanjutnya, bagi peserta yang dinyatakan lolos, juga diharapkan untuk mengikuti dan melengkapi administrasi selanjutnya.

pengumuman1

 

pengumuman2

 

pengumuman3

 

pengumuman4

 

pengumuman5

 

pengumuman6

 

pengumuman7

 

pengumuman8

 

Sekda Kudus Dikirimi SMS Titipan Calon Karyawan RSUD

Suasana proses seleksi calon karyawan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana proses seleksi calon karyawan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sekda Kudus Noor Yasin mengaku, dirinya mendapatkan pesan singkat berupa SMS dari peserta tes. Isi dari pesan singkat itu berbunyi kalau peserta merupakan peserta titipan.
“Ada dua orang dengan dua nomor yang berbeda SMS saya, keduanya mengaku kalau mereka peserta yang dititipkan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Melihat hal itu, dianggapnya sebagai sebuah laporan. Namun dia meyakinkan kalau seleksi yang dilaksanakan adalah murni dan tanpa adanya titipan.

Kabar yang beredar, kalau yang lolos secara murni hanya 10 orang saja. Sedangkan sisanya merupakan titipan. Menyikapi kabar tersebut dianggapnya tidak benar, karena semua dilakukan dengan tes dan prosesnya juga sangat ketat.

“Kan bisa, adanya oknum yang memanfaatkan hal itu. Mereka mendatangi peserta dan bilang kalau dapat dibantu untuk lolos. Namun uangnya diberikan ketika lolos. Itu kan akal akalan saja, padahal lolos karena usahanya sendiri,” ujarnya.

Dia menghimbau jika menemukan hal tersebut agar dilaporkan saja. Baik kepada beliau atau bahkan langsung kepada pihak kepolisian. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

138 Calon Karyawan Lolos di RSUD Kudus

Suasana panitia penyelenggara tes calon karyawan tetap RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Suasana panitia penyelenggara tes calon karyawan tetap RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Panitia penyelengara seleksi calon karyawan tetap RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus, memastikan semua peserta tes yang lolos adalah murni. Dia menjamin, 138 adalah lolos dengan kemampuan sendiri tanpa titipan.

“Semuanya karena memang mereka lolos berbagai tahapan tes yang kami siapkan. Jadi tidak ada yang namanya titipan atau segala jenis lainnya,” kata panitia seleksi Prof dr Edi Riyanto.

Menurutnya, total peserta yang lolos mengikuti tes atau lolos administrasi sejumlah 2.420. Sedangkan yang tidak lolos administrasi 1.008 peserta. Kemudian, yang datang tes pada Senin 1.898 orang.

Tidaknya lolosnya peserta disebabkan beberapa alasan. Seperti tidak lulus tes yang berbagai macam, namun ada pula dari tahapan awal berupa administrasi yang tidak lengkap.

Hasil seleksi karyawan tetap Pegawai RSUD, hari ini sudah ada hasilnya. Bagi para peserta tes yang penasaran dengan hasilnya, dapat membuka website RSUD Dokter Loekmono Hadi Kudus.

Hal itu disampaikan Direktur RSUD Kudus dr Aziz Achyar kepada MuriaNewsCom. Menurutnya, mulai hari uni terhitung pukul 14.00 WIB, peserta tes sudah dapat mengakses website RSUD untuk melihat hasilnya.

Untuk prosesnya, dipercayakan seleksi pada pihak ketiga, kata dia, karena semuanya diinginkan profesional, lancar dan bebas KKN. Cara tersebut juga sesuai dengan Perbup nomor 35 tahun 2013 tentang rekrutmen. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Ombudsman Pantau Tes Karyawan RSUD Kudus untuk Hindari Kecurangan

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah memantau pelaksanaan tes calon pegawai non-pegawai negeri sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmonohadi Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah memantau pelaksanaan tes calon pegawai non-pegawai negeri sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmonohadi Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Kedatangan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Jawa Tengah untuk memantau pelaksanaan tes calon pegawai non-pegawai negeri sipil (PNS) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmonohadi Kudus untuk memastikan jika pelaksanaan tes berlangsung terbuka dan transparan.

Ketua ORI Jateng Achmad Zaid mengatakan, tes seperti ini memang menyedot perhatian banyak pihak.

“Itu bisa dilihat dari banyaknya pelamar yang mendaftar. Bayangkan saja. Meski bukan PNS, tapi ternyata luar biasa yang mendaftar,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (23/12/2015).

Sehingga, pelaksanaan tes ini memang harus dipastikan benar-benar berjalan dengan transparan. “Karena memang akan muncul praduga-praduga di kalangan masyarakat mengenai tes ini. Akan banyak yang berpikir kalau ada apa-apa dengan tes ini. Makanya perlu kita awasi,” terangnya.

Pelaksaan tes yang menggunakan pihak ketiga, dalam hal ini dari lembaga penjamin mutu pendidikan Universitas Diponegoro (Undip), menurut Zaid adalah satu hal yang patut diapresiasi.

“Karena dengan begitu, akan membuat panitia bisa tenang. Masyarakat bisa melihat jika kemudian yang melaksanakan tes bukan rumah sakitnya, bukan pemkabnya. Tapi lembaga lain yang kompeten,” paparnya.

Sehingga, ini bisa menjadi satu poin bagus bagi panitia, untuk menghindarkan diri dari upaya kongkalingkong dengan peserta atau pihak lain.

“Karena yang menilai juga pihak lain. Sehingga panitia juga bisa tenang dalam melaksanakan tahapan yang ada,” jelasnya. (MERIE/AKROM HAZAMI)

Ombudsman Jateng Pantau Tes Pegawai RSUD Kudus

Ombudsman memantau tes pegawai di RSUD Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

Ombudsman memantau tes pegawai di RSUD Kudus. (MuriaNewsCom/Merie)

 

KUDUS – Pelaksanaan tes bagi calon pegawai non-pegawai negeri sipil (PNS) dari Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Loekmonohadi Kudus, berlangsung Rabu (23/12/2015).

Tes ini mendapat perhatian langsung dari Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Jawa Tengah. Lembaga ini memantau langsung pelaksanaan tes di SMP 1 Bae. Tampak Ketua ORI Jawa Tengah Achmad Zaid, mendatangi satu persatu ruangan di sekolah yang menjadi lokasi tes.

Zaid didampingi sejumlah pejabat teras di jajaran Pemkab Kudus. Terlihat Inspektur Kudus Adhy Harjono, Asisten Sekda Masud, Asisten Sekda Agus Budi Satrio, Direktur RSUD Kudus dr Azis Achyar, Kepala Kesbangpollinmas Djati Solechah, Kepala Bagian Hukum Setda Kudus Suhastuti, dan Kepala Satpol PP Abdul Halil.

Tes ini dilaksanakan serentak di lima lokasi di wilayah Kudus ini. Tercatat ada 2.420 peserta yang kemudian menjalankan tes hari ini. Mereka adalah yang dinyatakan lolos secara administrasi, dari ribuan pelamar lainnya yang mendaftar.

“Pesertanya sendiri dari berbagai kota di wilayah ini. Ada yang juga dari Yogyakarta dan lainnya. Ada tiga ribuan lebih pendaftarnya,” kata Direktur RSUD Kudus dr Azis Achyar. (MERIE/AKROM HAZAMI)

Kalau Tindakan Medis RSUD Kudus Kurang Oke, Laporkan Bupati Biar Dimarahi

Bupati Kudus H Musthofa saat berdialog dengan seluruh jajaran RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, usai apel di lokasi tersebut, Jumat (27/11/2015). ISTIMEWA

Bupati Kudus H Musthofa saat berdialog dengan seluruh jajaran RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, usai apel di lokasi tersebut, Jumat (27/11/2015). ISTIMEWA

 

KUDUS – Dukungan sarana dan prasarana yang ada di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus memang sudah diberikan dengan semaksimal mungkin. Kualitasnya juga terus ditingkatkan.

Karena itu, Bupati Kudus H Musthofa, tidak ingin lagi mendengar adanya keluhan mengenai rumah sakit pemerintah itu. ”Saya tidak ingin lagi mendengar keluhan dari masyarakat, akan pelayanan yang mengecewakan di rumah sakit ini. Termasuk semua peralatan medis harus dalam kondisi siap untuk pelayanan,” tegasnya, Jumat (27/11/2015).

Apalagi, menurut bupati, pihaknya sudah memberikan dukungan yang maksimal terhadap sarana prasarana yang ada di rumah sakit. Karena itu harus dalam kondisi baik dan bagus, untuk memberikan pelayanan yang baik bagi masyarakat.

”Saya hanya ingin para dokter dan seluruh pegawai RSUD ini, untuk memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat Kudus. Karena penting bagi saya untuk memastikan kesehatan warga saya baik-baik saja,” terangnya.

Menurutnya, pelayanan kesehatan merupakan salah satu janji yang pernah disampaikannya kepada masyarakat. Oleh karenanya, dirinya telah memberikan kewenangan kepada pihak RSUD untuk mengatur sendiri kebutuhan sarana prasarana yang diperlukan bagi pelayanan pasien.

”Yang tak kalah penting, sarpras yang ada untuk digunakan dan dirawat dengan baik. Kalau semuanya bisa berjalan baik, tentunya manfaatnya akan kita rasakan bersama,” katanya. (MERIE)

Simulasi Pemadaman Kebakaran di RSUD Kudus Akan Dirutinkan

Aksi simulasi pemadaman kebakaran di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Aksi simulasi pemadaman kebakaran di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Latihan pemadaman api di RSUD dr Loekmono Hadi, diharapkan dapat menjadi agenda tahunan. Sebab dengan adanya pelatihan semacam itu, dapat membuat petugas tidak canggung terhadap api.

Kepala Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana (IPSRS) Jaka Setya Budi mengatakan, pelatihan penanggulangan bencana kebakaran , baru kali pertama dilaksanakan. Hal ini, diharapkan bisa menjadi agenda rutin setiap tahunnya.

”Keselamatan terhadap bencana wajib diketahui semua pegawai, artinya keterkaitan pencegahan dan penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Termasuk, simulasi penanggulangan kebakaran. Memang, ada tim Red Code, tapi kalau semua pegawai tahu itu lebih bagus,” katanya.

Dia menambahkan, simulasi pelatihan kebakaran diakhiri dengan evaluasi yang dilakukan penilai latihan. Adapun, kekurangan akan dilakukan koreksi untuk perbaikan protap kebakaran. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Karyawan RSUD dr Loekmono Hadi Kudus Dilatih Berani Lawan Api

Aksi simulasi pemadaman kebakaran di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Aksi simulasi pemadaman kebakaran di RSUD dr Loekmono Hadi Kudus. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Petugas RSUD dr Loekmono Hadi Kudus, dibekali cara memadamkan api. Tujuannya agar saat ada bahaya kebakaran, antisipasi bisa dilakukan secara lebih baik.
Direktur RSUD dr Loekmonohadi Kudus dr Aziz Achyar mengatakan pertolongan pertama penanggulangan bencana kebakaran, perlu diperhatikan. Untuk itu rumah sakit menggelar simulasi penanganan kebakaran yang diikuti sekitar 50 orang.

“Pelatihan ini sebagai upaya pengetahuan bagi pegawai tentang penanggulangan awal jika terjadi kebakaran. Dan setiap ruangan sudah disediakan alat pemadam api ringan (APAR),” katanya.

Dalam latihan, pihak rumah sakit melakukan kerja sama dengan UPT Damkar Kabupaten Kudus untuk memberikan pelatihan penanganan kebakaran. Kegiatan tersebut diikuti 50 orang dari perwakilan dari tiap ruangan yang ada di rumah sakit. peserta perwakilan tersebut merupakan tim Red Code, yakni tim yang bisa mengendalikan keadaan apabila terjadi sesuatu atau terdapat tanda-tanda akan terjadi kebakaran. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)