Sisir Kecamatan Undaan, Petugas Gabungan Sita Ratusan Rokok Ilegal di Kudus

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak 622 rokok tanpa pita cukai disita oleh tim gabungan, yang terdiri dari Satpol PP, Kodim, Polres, Bagian Hukum Setda Kudus, dan Bea Cukai, Rabu (21/3/2018).

Rokok-rokok tersebut diamankan dari dua wilayah yang ada di Kecamatan Undaan yakni, Kalirejo dan Berugenjang. “Kami menemukan banyak menemukan rokok ilegal di sebuah pasar yang ada di Desa Kalirejo,” ujar Kepala Satpol PP Kudus Jati Solechah.

Dirinya menyebut, menemukan rokok ilegal sebanyak 62 press (1 press, 10 bungkus) dan dua bungkus rokok. Menurutnya, pada kemasan rokok tersebut, sekilas nampak seperti rokok yang sudah legal.

Seperti, Sekar Madu, Dukun, Niji, Gudang Gaman, GRS dan Fell Super. Selanjutnya bukti yang telah disita akan diserahkan kepada kantor Bea dan Cukai Kudus, untuk langkah selanjutnya.

“Peminat rokok ilegal di wilayah pinggiran (perbatasan Kudus-Grobogan) terbilang melimpah. Namun ancaman hukumannya (menjual rokok ilegal) tidak main-main. Mereka terancam hukuman dua tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar.

Selain penindakan, Jati mengungkapkan terus melakukan sosialisasi larangan penjualan rokok ilegal.

Editor: Supriyadi

Selain Dibakar, Rokok Ilegal di Kudus Dikubur di TPA Tanjungrejo

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya memberangkatkan rokok ilegal ke TPA Tanjungrejo Jekulo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala KPPBC Kudus Iman Prayitno mengatakan, pemusnahan rokok ilegal di Kudus tak hanya dilakukan dengan cara dibakar saja. Melainkan juga dilakukan dengan cara dikubur dalam tumpukan sampah di TPA Tanjungrejo. Dengan cara tersebut, maka rokok ilegal tak dapat dimanfaatkan lagi.

”Jangan sampai rokok ilegal yang dimusnahkan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” katanya kepada MuriaNewsCom usai pemberangkatan truk menuju TPA Tanjungrejo Jekulo.

Iman menyebutkan, meski di TPA terdapat sejumlah pemulung, namun ia yakin rokok tersebut tak bisa dimanfaatkan. Apalagi dikonsumsi. Ini lantaran, sebelum dikubur, rokok tersebut diberi cairan yang membuat rokok terurai dengan sendirinya saat kena tanah.

”Itulah sebabnya penguburan rokok ini terbilang efektif. Selain itu, cara ini merupakan rekomendasi dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan lingkungan hidup Kudus. Karena, jika dibakar semuanya akan menimbulkan polusi yang cukup banyak,” tegasnya.

Disinggung soal keamanan dari pemulung yang mengambil rokok ilegal. Kata dia ada petugas yang mengawasinya. Yaitu petugas TPA juga membantu menjaga, agar kawanan pemulung di kawasan TPA tak mendekat tumpukan rokok ilegal.

”Ini sudah menjadi rutinitas tiap pemusnahan, jadi akan aman dari pemulung,” jelasnya

Editor: Supriyadi

18 Ton Rokok Ilegal Senilai Rp 6,19 Miliar di Kudus Dimusnahkan

Pemusnahan rokok ilegal dengan cara dibakar di halaman KPPBC Kudus, Selasa (19/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus,  memusnahkan  rokok ilegal atau tanpa pita cukai Selasa (19/12/2017). Jumlah rokok ilegal yang dimusnahkan mencapai 18 ton, yang merupakan hasil razia dari sejumlah daerah di eks-Karesidenan Pati.

Pemusnahan dilaksanakan di halaman Kantor KPPBC Kudus. Pemusnahan dihadiri sejumlah undangan, mulai Polres Kudus, KPP Kudus beserta sejumlah instansi lainya dari wilayah eks-Karesidenan Pati.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya mengatakan, rokok yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan mulai Februari hingga Juli 2017. Dalam kurun waktu itu, KPPBC Kudus juga mengamankan 32 alat pemanas tembakau.

Selain memusnahkan belasan ton rokok, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya. Di antaranya, 166 rol kertas Cigarette Typping Paper (CTP), 376 kilogram kertas etiket (bungkus rokok), 144 kilogram filter rokok, 46 kilogram plastik pembungkus etiket rokok, 140.455 keping pita cukai palsu, 9,2 juta batang sigater kretek mesin, dan 3,3 ribu kilogram tembakau iris.

“Pemusnahan dilakukan dengan cara simbolis dibakar di halaman kantor. Pembakaran dilakukan secara serempak oleh petugas KPPBC beserta undangan,” katanya.

Setelah itu, lanjut dia, sisa barang ilegal dibawa ke TPA Tanjungrejo Jekulo, guna dimusnahkan dengan cara ditimbun di tumpukan sampah. Jumlah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut rokok ilegal mencapai tujuh truk, dengan dua kali angkut.

“Total keseluruhan nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp 6,19 miliar. Dan dampak peredaran rokok dipasaran dengan penerimaan negara sebesar Rp 3,98 miliar,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Ayo, Bantu Pemkab Kudus untuk Berantas Cukai Ilegal

Rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai sangat merugikan banyak pihak. (Istimewa)

Rokok ilegal yang tidak dilengkapi pita cukai sangat merugikan banyak pihak. (Istimewa)

MuriaNewsCom, Kudus – Peredaran rokok ilegal memang sangat meresahkan. Terutama di wilayah Kabupaten Kudus, di mana banyak sekali industri hasil tembakau (IHT) yang berkembang sesuai dengan aturan yang ada.

Karena itu, mengajak masyarakat untuk memahami bahwa rokok ilegal sangat merugikan banyak pihak, harus terus menerus dilakukan. Sehingga masyarakat tidak akan terjebak untuk membeli sesuatu yang ilegal.

Apalagi, banyak sekali manfaat yang didapatkan sebuah daerah, dari dana yang kemudian disebut sebagai penerimaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) itu sendiri.

”Manfaat yang diterima Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui dana cukai, digunakan sebaik-baiknya untuk kesejahteraan rakyat. Banyak sekali program-program yang dibuat untuk melatih warga, yang dananya berasal dari dana cukai ini,” kata Kepala Bagian (Kabag) Humas Setda Kudus Putut ”Win” Winarno.

Karena itu, menurut Win, jika warga tidak terjebak membeli barang yang ilegal, maka penerimaan pemkab juga akan semakin besar. Sehingga dana cukai yang diterima juga semakin besar. ”Kembalinya nanti juga akan ke warga sendiri. Demi kesejahteraan warga. Bukan kepada yang lain,” tegasnya.

Sosialisasi mengenai manfaat cukai ini, adalah bagian dari Peraturan Menteri Keuangan Nomor 28/PMK.07/2016 tentang Penggunaan, Pemanfaatan, dan Evaluasi Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau. Termasuk juga sosialisasi Peraturan Bupati Kudus Nomor 32 Tahun 2013 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

”Kalau masih saja ada rokok ilegal yang beredar di pasaran, bukan saja akan membuat masalah di bidang hukum, namun juga akan membuat dana cukai yang diterima Pemkab Kudus menjadi berkurang penerimaannya. Dan kita tidak ingin itu terjadi. Jadi, dengan membeli barang yang legal atau yang dilengkapi pita cukai, maka sama saja sudah membantu pemerintah untuk menyejahterakan rakyat,” paparnya.

Dana cukai, menurut Win, digunakan untuk memberikan pelatihan-pelatihan kepada warga, dengan berbagai bidang yang ada. Kurang lebih ada 20 jenis pelatihan yang diberikan, melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Kudus.

Kemudian juga perbaikan sarana dan prasarana di wilayah Kudus sendiri. Misalnya sarpras infrastruktur yang diperbaiki, baik itu jalan atau jembatan, sehingga aktivitas warga akan semakin lancar.

”Termasuk juga kegiatan-kegiatan lain yang menunjang warga untuk bisa hidup lebih baik lagi. Dengan memiliki ketrampilan yang bagus, bisa digunakan untuk berwirausaha, yang tujuannya untuk meningkatkan kesejahteraan warga itu sendiri. Jadi, mari bantu pemkab berantas peredaran cukai ilegal,” imbuh Win. (HMS/SOS/CUK)

Editor: Merie

Pemberantasan Rokok Ilegal di Kudus Butuh Info Warga

rokok-2

Kepala KPPBC Kudus Suryana  saat memberikan keterangan kepada wartawan soal rokok ilegal, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Upaya pemberantasan rokok ilegal yang dilakukan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus tidak bisa dilaksanakan sendiri tanpa bantuan masyarakat.

Kepala KPPBC Kudus Suryana mengatakan, pihaknya sangat mengharapkan informasi dari masyarakat terkait peredaran rokok ilegal. Informasi sekecil apapun akan sangat membantu . Sebab masyarakatlah yang lebih tahu.

“Jadi, kami mengharapkan informasi masyarakat. Informasi sekecil apapun akan sangat berguna dan bermanfaat bagi kami,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (21/9/2016).

Menurutnya, jika masyarakat khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, maka pihak KPPBC menjamin rahasia dari informasi yang diberikan kepada petugas.

Dalam upaya penegakan rokok ilegal, pihak KPPBC memiliki lingkup lokasi yang cukup luas. Yakni lingkup eks Keresidenan Pati. Dan masyarakat sekitarlah yang paling mengetahui kondisi lingkungannya.

“Untuk ancaman hukuman yang diberikan minumal selama satu tahun. Dan maksimal yang diberikan selama lima tahun lamanya,” imbuhnya.

Sebelumnya, KPPBC Kudus memusnahkan  rokok ilegal atau tanpa pita cukai Rabu (21/9/2016).  Jumlah yang dimusnahkan mencapai 10,08 ton rokok ilegal. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang berhasil disita termasuk yang masih berbentuk tembakau.

Editor : Akrom Hazami

 

10 Ton Rokok Ilegal Dibakar dan Disiram Air Tinja di Kudus

Petugas memusnahkan sejumlah rokok ilegal di depan KPPBC Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas memusnahkan sejumlah rokok ilegal di depan KPPBC Kudus, Rabu. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus, memusnahkan  rokok ilegal atau tanpa pita cukai Rabu (21/9/2016).  Jumlah yang dimusnahkan mencapai 10,08 ton rokok ilegal. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang berhasil disita termasuk yang masih berbentuk tembakau.

Kepala KPPBC Kudus, Suryana mengatakan, pemusnahan dilakukan dengan dua hal. Pertama rokok ilegal dibakar di depan KPPBC Kudus, sedangkan sisanya dimusnahkan dengan ditimbun di TPA Tanjungrejo

“Mengenai pemusnahan dilakukan seperti biasanya, yakni dengan dirusak kemasannya, kemudian dibakar sebagai simbolis. Kemudian sisanya dibuang ke TPA,”katanya kepada MuriaNewsCom saat pemusnahan.

Pembuangan sisa yang ditimbun, diangkut dengan 6 unit truk besar. Truk secara beriringan dibawa ke TPA Tanjungrejo, yang lokasinya sudah dipersiapkan dengan galian alat berat.

Menurutnya, pembuangan di TPA, rokok illegal  langsung dikubur dengam tumpukan sampah, untuk kemudian disiram menggunakan air tinja. Hal itu dilakukan guna mengantisipasi adanya pengambilan ulang dari masyarakat yang bekerja sebagai pemulung di TPA.

Penimbunan itu juga, kata dia sesuai dengan aturan yang berlaku dan sudah dilakukan seperti pemusnahan sebelumnya. Selain itu, pemusnahan dengan cara ditimbun itu merupakan rekomendasi dari Kantor Lingkungan Hidup Kudus. Karena jika pemusnahan dilakukan dengan dibakar, menyebabkan polusi dan juga bau yang dapat mengganggu warga sekitar.

Rokok SKM yang akan dimusnahkan ini sejumlah 4.183.940 batang sedangkan rokok SKT yang dimusnahkan 99.656 batang. Sedangkan untuk tembakau itus sejumlah 3.680 kilogram Sedangkan barang lain yang juga dimusnahkan berupa cetakan kertas menyerupai pita cukai atau jampel 52.873 keping. Kertas CTP 50 rol plastik OPP 49 kilogram dan alat pemanas 43 buah.

“Kerugian negara mencapai Rp 2,979 Miliar dengan jumlah keseluruhan 10,8 ton Pemusnahan barang ilegal,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

Pedagang di Pasar Lebak Mengaku Tak Tahu Ada Larangan Jual Rokok Ilegal

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pedagang di pasar tradisional yang terkena razia rokok illegal mengaku tak tahu menahu soal aturan pelarangan penjualan rokok illegal tersebut. Bahkan, mereka juga mengaku tak tahu kalau rokok yang dijualnya tersebut merupakan rokok illegal.

Hal itu seperti yang dikatakan salah seorang pedagang kelontong di pasar Lebak, Faizah. Menurut dia, rokok yang dia jual tersebut merupakan titipan dari sales masing-masing produsen. Dia mengaku tidak mencermati jika rokok tersebut menggunakai cukai palsu.

”Saya tidak tahu kalau tidak boleh. Apalagi masalah pita cuakainya. Ada sales titip ya, saya jual,” ujar Faizah kepada MuriaNewsCom, Rabu (1/6/2016).

Dari toko milik Faizah, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara berhasil mengamankan empat merk rokok ilegal. Meski puluhan bungkus rokok diamankan Satpol PP, Faizah mengaku tidak merugi. Itu lantaran sistem jual-beli dengan sales, menggunakan sistem titip.

”Tidak masalah kalau ini disita. Saya hanya dititipi, bayarnya sesuai jumlah rokok yang terjual,” kata Faizah.

Dari toko milik Faizah, Satpol PP menyasar toko milik Ning dan Indar. Dari kedua toko ini, Satpol PP berhasil mengamankan 11 merk rokok bodong. Lebih dari 300 bungkus rokok tanpa cukai dan cukai palsu berhasil diamankan.

Editor: Supriyadi

Begini Cara Satpol PP Kudus Gagalkan Peredaran Rokok Ilegal

Rokok

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus Abdul Halil melalui Kasi Penegak Perda Purnomo mengatakan, bila ada laporan warga tentang adanya rokok ilegal, pihaknya akan segera merazia.

“Razia itu juga dari informasi yang diberikan warga. Sehinga sebelum menggelar razia, kita juga menyelidiki terlebih dahulu. Apakah benar informasi tersebut,”ujarnya.

Menurut dia, dari informasi warga itulah nantinya yang dapat menunjukan arah saat kegiatan razia.Sehingga saat kegiatan digelas, hasilnya bisa maksimal.

Sementara itu, pihaknya juga tidak serta-merta terfokus pada razia yang ada di pasar. Namun toko rumahan juga bisa disasar. Supaya keberadaan rokok ilegal bisa ditertibkan.

“Memang untuk menertibkan itu, butuh koordinasi yang matang dari berbagai pihak. Sebab bila koordinasi matang antara petugas dan masyarakat terjalin, maka razia juga bisa maksimal,” ujarnya.

Dia menambahkan, tugas satpol hanya sebagai penegak perda. Nantinya untuk sanksi bagi penjual rokok ilegal, menjadi kewenangan bea cukai.

Editor : Akrom Hazami

Razia Rokok Ilegal Kudus Sasar Dawe dan Gebog, Waspadalah!

Satpol PP Kudus berhasil menertibkan 750 bungkus rokok ilegal dari Undaan pada Selasa (19/4/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Satpol PP Kudus berhasil menertibkan 750 bungkus rokok ilegal dari Undaan pada Selasa (19/4/2016). (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Razia rokok ilegal Undaan, Kudus, pada Selasa (19/4/2016) silam dinilai berhasil. Sebab beberapa hari yang lalu, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kudus berhasil menertibkan 750 bungkus rokok ilegal di daerah Undaan.

Sebab daerah Undaan banyak petani. Biasanya, mereka menggarap lahan sambil menghisap rokok. Tak peduli, rokok itu ilegal.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Abdul Halil melalui Kasi Penegak Perda Purnomo mengatakan, nantinya razia rokok ilegal akan dijadwalkan ke daerah pegunungan seperti halnya Dawe, maupun Gebog.

“Sebab di sana juga banyak warga bertani. Jadi tidak menutup kemungkinan rokok ilegal beredar di kalangan petani,” ucapnya.

Kecenderungannya, daerah pedesaan yang mayoritas warganya jadi petani atau penggarap lahan tegalan, senang menghisap rokok yang harganya murah. Mereka tak peduli itu rokok ilegal atau bukan. Karenanya, mereka akan menjadwalkan razia ke beberapa daerah.

“Saya yakin bahwa, daerah pedesaan yang ada di Kudus ini masih banyak yang menjual rokok ilegal. Dalam kegiatan itu, kita akan berkoordinasi dengan pihak setempat. Baik itu Satpol PP Kecamatan atau lainnya,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Terungkap Alasan Undaan Kudus Banyak Rokok Ilegal

Jpeg

Petugas Satpol PP memperlihatkan rokok ilegal di Kudus, (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kasi Penegak Perda Satpol PP Kudus Purnomo mengatakan,wilayah Undaan memang sering terdapat rokok ilegal atau tanpa cukai. Sebab daerah Undaan merupakan daerah pertanian.

“Selain harganya yang murah senilai Rp 4 ribu hingga Rp 5 ribu per bungkusnya. Yang menyebabkan wilayah Undaan terdapat rokok ilegal yakni, daerah situ merupakan daerah pertanian. Para petani lebih menginginkan rokok yang bisa awet dihisap saat menjalankan aktivitasnya di sawah,” katanya mengungkapkan alasan.

Dengan maraknya rokok ilegal yang didapat dari Razia wilayah Undaan, pihaknya bakal akan mengintensifkan razia. Baik itu d itoko, di rumah atau sejenisnya. “Kita akan terus merazia itu. Selain itu, kita juga bakal membina terhadap pedagang yang memang kedapatan menjual rokok tersebut. Yakni memberikan informasi bahwa menjual rokok ilegal itu dilarang pemereintah, dapat dikenakan sanksi dan sebagainya. Sehingga para penjual bisa sadar dan tidak menjual barang itu,” ujarnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus memberikan informasi larangan menjual rokok ilegal tersebut. Supaya para pedagang juga bisa sadar akan aturan yang ada. Sebab mengenai sanksi atau hukuman, memang kewenangan dari kantor bea dan cukai. Dan satpol PP hanya bersifat menertibkan.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Rokok Ilegal masih Diamankan di Kantor Satpol PP Kudus

Kasi penegak Perda Purnomo menunjukan hasil sitaan rokok ilegal pada kegiatan razia bulan lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono Baca juga :

Kasi penegak Perda Purnomo menunjukan hasil sitaan rokok ilegal pada kegiatan razia bulan lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)
Baca juga :Roko

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satpol PP Kudus harus bersabar dalam penertiban rokok ilegal, beberapa waktu terakhir. Karena mereka tidak menemukan hasil signifikan. Ke depan, mereka akan bekerjasama dengan kecamatan.

Kepala Satpol PP Kudus Abdul Halil melalui Kasi Penegak Perda Purnomo mengatakan, rencana satpol PP melakukan aksi penertiban besar kemungkinan telah lebih dulu tercium pedagang rokok ilega. “Akibatnya sitaan rokok ilegal pun nihil,” kata Purnomo.

Sementara itu, untuk membuat operasi lebih maksimal, maka pihaknya menggandeng dari Satpol PP tiap kecamatan.

“Kami akan menggandeng Satpol PP kecamatan. Selain itu, kita juga akan menyebar informasi kepada mereka agar bisa memantau serta melaporkan kepada kita. Supaya saat ada kegiatan razia, kita bisa sama-sama menertibkannya,” tambah dia.

Dia meyakini bahwa saat ini masih banyak rokok ilegal yang terjual ke masyarakat. Kendati aksi kucing-kucingan antara pedagang dan Satpol PP kerap terjadi.

“Dari per Januari hingga Maret 2016 ini, ada sekitar ratusan bungkus Rokok Ilegal yang kami sita. Dan belum sampa ribuan bungkus,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Pedagang Rokok Ilegal Kudus Kucing-kucingan

Satpol PP Kudus Sita Ratusan Bungkus Rokok Ilegal

 : Ratusan bungkus rokok ilegal yang diamankan Satpol PP Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

: Ratusan bungkus rokok ilegal yang diamankan Satpol PP Kudus (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpo PP) Kudus menyita ratusan bungkus rokok tanpa cukai dari sejumlah toko di wilayah Kecamatan Undaan. Ratusan bungkus rokok ilegal tersebut, hasil razia Satpol PP yang dilakukan selama dua hari, yakni pada 17-18 Februari 2016.

Kasi Penegak Perda Satpol PP Kudus Purnomo mengatakan, setidaknya ada empat desa di Kecamatan Undaan yang menjadi sasaran razia. “Dalam razia  itu, kami mendatangi empatdesa, yakni Desa Medini, Undaan Kidul, Kalirejo dan Terangmas,” ujarnya.

Menurutnya, razia rokok tanpa cukai tersebut juga didasari UU Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Kemudian, Permen Keunagan Nomor  20/PMK.07/2009 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), serta Peraturan Bupati  Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai.

Menurutnya, rokok yang diamankan tersebut, terdiri dari berbagai merek. “Setidaknya ada 16 toko yang kami razia. Di Desa Medini, kita mengamankan 3 pres rokok, terdiri dari merek Fel Super dan Dukun. Sedangkan di Desa Undaan Kidul,  ada 20 pres rokok, di antaranya merek Fel dan Elang. Kemudian, di Desa Kalirejo  ada dua pres,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

11, 17 Ton Rokok Ilegal Dimusnahkan di Kudus

Pemusnahan rokok ilegal sebanyak 11,17 ton dilakukan petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kudus, Selasa (24/11/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Pemusnahan rokok ilegal sebanyak 11,17 ton dilakukan petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kudus, Selasa (24/11/2015). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus, hari ini Selasa (24/11/2015) memusnahkan rokok ilegal atau tanpa pita cukai. Mengenai jumlah yang dimusnahkan mencapai 11,17 ton rokok ilegal. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang berhasil disita beberapa waktu terakhir.

Kepala KPPBC Kudus, Suryana mengatakan, pemusnahan sebelumnya menunggu surat dari Dirjen Bea Cukai Jakarta. Lantaran sudah turun, maka pemusnahan dilakukan hari ini oleh pihak KPPBC Kudus. ”Setelah ada surat dari Dirjen Bea Cukai langsung ditindak. Mengenai pemusnahan dilakukan seperti biasanya, yakni dengan dirusak kemasan kemudian dibakar dan dibuang ke TPA,” katanya.

Menurutnya, sesampainya di TPA, rokok ilegal tersebut langsung dikubur dengan tumpukan sampah, untuk kemudian disiram menggunakan air tinja. Cara tersebut merupakan rekomendasi dari Kantor Lingkungan Hidup Kudus. Hal itu guna mengantisipasi adanya pengambilan ulang dari masyarakat. ”Penimbunan itu sesuai dengan aturan yang berlaku, dan sudah dilakukan pada pemusnahan sebelumnya,” katanya.

Rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang dimusnahkan ini sejumlah 3.728.590 batang, sedangkan rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang dimusnahkan 103.564 batang. Jadi total jumlah rokok yang dimusnahkan pada periode ini adalah 3.832.154 batang atau 11,17 ton. Jumlah tersebut bernilai sekitar Rp 1,9 miliar.

Pemusnahan itu menjadi kali kelima dari periode 2013 hingga 2015. Jumlah rata-rata yang dimusnahkan pada pemusnahan sebelumnya berkisar antara 7-8 ton. Sehingga total ada sekitar 32 ton rokok ilegal yang dimusnahkan oleh KPPBC Kudus selama 2013-2015 ini. (FAISOL HADI/TITIS W)

Antisipasi Maraknya Rokok Ilegal, Pemkab Kudus Lakukan Sosialisasi

Petugas Bea Cukai mengamankan rokok ilegal. Untuk mengantisipasi maraknya rokok ilegal, Pemkab Kudus melakukan sosialisasi. (MuriaNewsCom)

Petugas Bea Cukai mengamankan rokok ilegal. Untuk mengantisipasi maraknya rokok ilegal, Pemkab Kudus melakukan sosialisasi. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Salah satu dari lima item penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) dialokasikan untuk pemberantasan rokok ilegal. Pemerintah Daerah Kabupaten Kudus telah berupaya mengatasi usaha ilegal tersebut melalui berbagai sosialisasi. Langkah sosialiasi aturan tentang cukai dimaksudkan sebagai langkah preventif.

Hal ini mengacu kepada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 20/PMK.07/2009 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 84/PMK.07/2008 tentang Penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau dan Sanksi Atas Penyalahgunaan Alokasi DBHCHT.

Selain itu, hal tersebut juga mengacu kepada Peraturan Bupati Kudus Nomor 22 Tahun 2010 tentang perubahan atas Peraturan Bupati Kudus Nomor 12 Tahun 2009 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau di Kabupaten Kudus.

Menyikapi penindakan yang dilakukan pihak bea cukai terhadap pelaku ilegal produk tembakau, Sekretaris Federasi Serikat Buruh Makanan Minuman Pariwisata Hotel dan Tembakau (FSB KAMIPARHO), Budi Santoso mengingatkan agar langkah prevenstif berupa sosialisasi dikedepankan. Mantan buruh rokok di salah satu perusahaan rokok besar di Kudus itu mendukung langkah Pemkab Kudus yang melakukan sosialisasi terkait aturan cukai melalui berbagai media.

“Langkah Pemkab terkait sosialisasi tetang ketentuan cukai sudah baik. Kedepan perlu ditingkatkan,” ujarnya, beberapa waktu lalu.

Pihaknya berharap, pemerintah daerah dalam melakukan sosialisasi dan penindakan rokok ilegal perlu menelusuri latarbelakang dan motif para pelaku. Kenyataan yang terjadi, sebagian besar para pelaku rokok ilegal berlatarbelakang mantan pengusaha atau pengrajin rokok.

“Akibat regulasi yang ketat terhadap berkembangnya IHT kecil, maka pilihan yang diambil dengan melakukan praktek ilegal,” katanya dan meminta realitas tersebut turut dijadikan bahan evaluasi pemerintah dalam melangkah.

Dampak regulasi yang dianggap mempersulit berkembangnya pabrikan kecil menjadi pemicu munculnya praktek rokok ilegal. Rokok ilegal akan menjadi problem dalam penindakan hukum. Terlebih belum ada alternatif usaha dan jaminan pekerjaan bagi mantan pengusaha dan buruh IHT.

Di samping itu, rokok ilegal memiliki pangsa pasar relatif besar berada di daerah desa atau pedalaman.  “Rokok ilegal menjadi alternatif di tengah mahalnya harga rokok resmi,” imbuhnya. (Ads)

Satpol PP Amankan Ribuan Batang Rokok Ilegal di Rembang

Satpol PP Rembang saat melakukan razia rokok ilegal (Istimewa)

Satpol PP Rembang saat melakukan razia rokok ilegal (Istimewa)

 

REMBANG – Meski telah berulang kali dilakukan operasi penertiban, peredaran rokok ilegal masih marak, terutama di wilayah perbatasan Jateng-Jatim.
Setelah mengamankan rokok ilegal di Kecamatan Sarang dan Kragan beberapa waktu lalu, jajaran Satpol PP Rembang kembali menemukan puluhan slop rokok ilegal di Kecamatan Sale, pada operasi yang dilakukan, Senin (26/10/2015)

Kepala Satpol PP Rembang Slamet Riyadi mengatakan, sebanyak 38 slop dan 65 pak rokok tak bercukai resmi diamankan dari Kecamatan Sale. Rokok yang diamankan dari berbagai lokasi tersebut, berasal dari beberapa merek dan pabrikan. Antara lain merk Degan, AL, dan LC yang berasal dari Kudus, masing-masing sebanyak dua slop. Puluhan rokok lainnya bermerek ZA, CPU Super, Garpit, Fajar Berlian, Orbit, dan Country. “Beberapa rokok berasal dari Jawa Timur, seperti Tulungagung dan Bojonegoro,” terangnya.

Menurut Sudarno, hasil temuan rokok ilegal ini lebih banyak dibanding hasil operasi penyisiran sebelumnya di wilayah Kecamatan Kragan dan Sarang. Umumnya rokok ilegal dipasok dari wilayah perbatasan terdekat Kecamatan Sale, yakni di wilayah Jatirogo,Kabupaten Tuban.

“Dimungkinkan peredaran rokok di masyarakat akan bertambah banyak, seiring nantinya musim acara hajatan. Karena harganya murah dan terjangkau,” ungkapnya.
Kasatpol PP menyatakan, masih akan mengintensifkan operasi di seluruh kecamatan untuk memperkecil peredaran rokok ilegal. “Hasil operasi akan dilaporkan ke bupati dan disampaikan kepada Bea Cukai Kudus untuk ditindakjlanjuti,” tegasnya.

Menurut Slamet, operasi dilakukan sebagai tindak lanjut mendukung program pemerintah meminimalisasi peredaran rokok ilegal. Satpol PP Rembang menyisir menyeluruh di 14 kecamatan. “Karena dapat merugikan negara dan mengurangi pendapatan industri rokok legal. Selain itu juga mengurangi kemanfaatan dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT),” ungkapnya.

Sejauh ini, pihaknya masih memberikan pembinaan kepada pedagang yang diketahui menjual rokok ilegal. (KHOLISTIONO)

Pemusnahan Rokok Ilegal Ditimbun dan Disiram Pakai Air Tinja

Petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kudus sedang memeriksa rokok ilegal yang siap dimusnahkan November nanti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kudus sedang memeriksa rokok ilegal yang siap dimusnahkan November nanti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kepala KPPBC Kudus, Suryana mengatakan, pemusnahan yang akan dilakukan kali ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Jika sebelumnya pemusnahan dilakukan dengan dibakar, namun kali ini dilakukan dengan ditimbun dan disiram air tinja.

”Penimbunan itu sesuai dengan aturan yang berlaku dan sudah dilakukan pada pemusnahan sebelumnya,” katanya.

Menurutnya, pemusnahan dengan cara ditimbun itu merupakan rekomendasi dari Kantor Lingkungan Hidup Kudus. Karena jika pemusnahan dilakukan dengan dibakar, menyebabkan polusi dan juga bau yang dapat mengganggu warga sekitar.

Rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) yang akan dimusnahkan ini sejumlah 3.728.590 batang sedangkan rokok Sigaret Kretek Tangan (SKT) yang dimusnahkan 103.564 batang. Jadi total jumlah rokok yang akan dimusnahkan pada periode ini adalah 3.832.154 batang.

Pemusnahannya nanti dilakukan dengan cara ditimbun di TPA Tanjung Rejo, Kecamatan Jekulo, Kudus. Cara penimbunannya adalah dengan dimasukkan ke dalam tanah dan disiram air tinja.

Sementara itu, pada tahun 2015 ini KPPBC Kudus telah melakukan lima penyidikan. Tiga penyidikan masih dalam proses dan dua penyidikan sudah dijatuhkan vonis.

Vonis rata-rata hukumannya satu tahun. Selain itu, target KPPBC Kudus yang menargetkan 34 T pada tahun ini, sampai dengan September KPPBC Kudus baru mencapai target 54,47 persen atau 18 T. Hasil itu didapatkan dari penerimaan bea masuk , bea keluar, dan cukai.

”Tinggal dua bulan untuk bisa mencapai target itu,” pungkasnya. (FAISOL HADI/TITIS W)

11, 172 Ton Rokok Ilegal di Kudus Bakal Dimusnahkan

Petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kudus sedang memeriksa rokok ilegal yang siap dimusnahkan November nanti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Petugas Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Kudus sedang memeriksa rokok ilegal yang siap dimusnahkan November nanti. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus, dalam waktu dekat ini akan memusnahkan rokok ilegal atau tanpa pita cukai. Mengenai jumlah yang dimusnahkan mencapai 11,172 ton rokok ilegal. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang berhasil disita.

Kepala KPPBC Kudus, Suryana mengatakan, rencana pemusnahan itu masih menunggu surat dari Dirjen Bea Cukai Jakarta. Meski demikian, surat permintaan pemusnahan sudah dilayangkan ke sana.

”Setelah ada surat dari Dirjen Bea Cukai langsung ditindak. Termasuk juga dalam penindakan,” katanya
11,172 ton rokok ilegal yang akan dimusnahkan ini bernilai sekitar 1,9 M. Nantinya pemusnahan itu akan menjadi kali kelima dari periode 2013 hingga 2015. Kemungkinan pemusnahan itu akan dilakukan pada November mendatang.

Menurutnya, jumlah rata-rata yang dimusnahkan pada pemusnahan sebelumnya berkisar antara 7-8 ton. Sehingga sudah ada sekitar 32 ton rokok ilegal yang dimusnahkan oleh KPPBC Kudus selama 2013-2015 ini.

Ditambah lagi, lanjutnya dengan yang akan dimusnahkan ini sebanyak 11,172 ton. Rokok ilegal yang akan dimusnahkan ini terdiri dari rokok Sigaret Kretek Mesin (SKM) dan Sigaret Kretek Tangan (SKT). (FAISOL HADI/TITIS W)

Aksi Penangkapan Pelaku Rokok Ilegal Jadi Tontonan Warga

 

rokok-ilegal (3)

Ratusan rokok ilegal yang diamankan petugas Bea Cukai (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Aksi penangkapan terhadap pelaku rokok ilegal pada Rabu (30/9/2015) sekitar pukul 18.30 WIB menyita perhatian warga. Hal itu, disebabkan lokasi penangkapan berada di tempat keramaian.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan pada KPPBC Kudus Titis Argo Viatmoko kepada MuriaNewsCom.”Lokasi penangkapannya berada di Lingkar Jetak, persisnya di sekitar terminal bayangan Jetak. Penangkapan itu sekitar pukul 18.30 WIB, jadinya banyak calon penumpang yang menunggu bus yang kemudian menyaksikan kejadian tersebut,” ungkapnya, Kamis (1/10/2015).

Kondisi semakin memanas,ketika mobil pelaku degan Nopol G 9111 EM mundur secara tiba-tiba dan kencang menabrak mobil petugas. Meski tidak mengalami rusak parah, namun bagian depan mobil rusak.

Merasa terdesak, pelaku diam di tempat. Petugas seketika turun dari kendaraan guna mengepung pelaku. Namun pelaku tidak juga keluar hingga petugas memaksa, sampai akhirnya keluar.

”Masyarakat mengelilingi, jadi ramai sekali disana. Melihat hal itu, kami mengambil tindakan untuk mengamankan pelaku ke kantor. Hingga kini juga masih diperiksa,” jelasnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Menegangkan! Aksi Kejar-kejaran Antara Pengemudi Pembawa Rokok Ilegal dengan Petugas Bea Cukai

rokok-ilegal (2)

Mobil yang digunakan untuk mengangkut rokok ilegal diamankan petugas Bea Cukai (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

KUDUS – Penangkapan terhadap pelaku rokok ilegal yang dilakukan petugas Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Tipe Madya Kudus sempat diwarnai dengan aksi kejar-kejaran antara pengemudi pembawa rokok ilegal dengan petugas bea cukai.

Aksi kejar-kejaran ini, terjadi Rabu (30/9/2015). Aksi tersebut terjadi mulai dari Jepara hingga Kudus, sebelum akhirnya pelaku tertangkap.

Kepala Seksi Intelejen dan Penindakan pada KPPBC Kudus Titis Argo Viatmoko mengatakan, tim dari KPPBC mengejar pelaku mulai dari Mayong Jepara. Kemudian petugas membuntuti kendaraan hingga masuk jalur Lingkar Selatan Kudus untuk diringkus.

“Sekitar pukul 16.45 WIB, kami mendapatkan info yang valid dari masyarakat tentang adanya mobil yang membawa rokok ilegal. Informasi yang jelas dan detail, membuat kami yakin bahwa ada kegiatan ilegal. Kemudian tim langsung menuju ke lokasi,” katanya kepada MuriaNewsCom, Kamis (1/10/2015).

Benar saja, setelah sampai di lokasi, petugas mendapatkan ciri-ciri yang dijelaskan. Setelah itu, petugas membuntuti mobil tersebut dengan tanpa disadari. Namun, ketika memasuki jalurLingkar Selatan daerah Jetak, pelaku mulai sadar bahwa ternyata dibuntuti. Akhirnya pelaku menginjak gas untuk kabur. Hanya, petugas yang membuntuti tidak hanya satu kendaran saja, menghadang kendaraan dari depan.

“Mobilnya diapit dari depan dan belakang, sehingga pelaku tidak dapat lari lagi. Namun, nampaknya pelaku kesal kemudian memundurkan mobil dengan kencang menabrak mobil petugas yang berada di belakang,” imbuhnya.

Namun, atas kesigapan petugas, pelaku langsung ditangkap di lokasi Jalan Lingkar Selatang, Jetak, Kaliwungu. Pelaku kemudian dibawa ke kantor KPPBC Kudus. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)