Selain Dibakar, Rokok Ilegal di Kudus Dikubur di TPA Tanjungrejo

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya memberangkatkan rokok ilegal ke TPA Tanjungrejo Jekulo. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kepala KPPBC Kudus Iman Prayitno mengatakan, pemusnahan rokok ilegal di Kudus tak hanya dilakukan dengan cara dibakar saja. Melainkan juga dilakukan dengan cara dikubur dalam tumpukan sampah di TPA Tanjungrejo. Dengan cara tersebut, maka rokok ilegal tak dapat dimanfaatkan lagi.

”Jangan sampai rokok ilegal yang dimusnahkan dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” katanya kepada MuriaNewsCom usai pemberangkatan truk menuju TPA Tanjungrejo Jekulo.

Iman menyebutkan, meski di TPA terdapat sejumlah pemulung, namun ia yakin rokok tersebut tak bisa dimanfaatkan. Apalagi dikonsumsi. Ini lantaran, sebelum dikubur, rokok tersebut diberi cairan yang membuat rokok terurai dengan sendirinya saat kena tanah.

”Itulah sebabnya penguburan rokok ini terbilang efektif. Selain itu, cara ini merupakan rekomendasi dari Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan lingkungan hidup Kudus. Karena, jika dibakar semuanya akan menimbulkan polusi yang cukup banyak,” tegasnya.

Disinggung soal keamanan dari pemulung yang mengambil rokok ilegal. Kata dia ada petugas yang mengawasinya. Yaitu petugas TPA juga membantu menjaga, agar kawanan pemulung di kawasan TPA tak mendekat tumpukan rokok ilegal.

”Ini sudah menjadi rutinitas tiap pemusnahan, jadi akan aman dari pemulung,” jelasnya

Editor: Supriyadi

18 Ton Rokok Ilegal Senilai Rp 6,19 Miliar di Kudus Dimusnahkan

Pemusnahan rokok ilegal dengan cara dibakar di halaman KPPBC Kudus, Selasa (19/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Kudus,  memusnahkan  rokok ilegal atau tanpa pita cukai Selasa (19/12/2017). Jumlah rokok ilegal yang dimusnahkan mencapai 18 ton, yang merupakan hasil razia dari sejumlah daerah di eks-Karesidenan Pati.

Pemusnahan dilaksanakan di halaman Kantor KPPBC Kudus. Pemusnahan dihadiri sejumlah undangan, mulai Polres Kudus, KPP Kudus beserta sejumlah instansi lainya dari wilayah eks-Karesidenan Pati.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Jawa Tengah dan DIY, Parjiya mengatakan, rokok yang dimusnahkan merupakan hasil penindakan mulai Februari hingga Juli 2017. Dalam kurun waktu itu, KPPBC Kudus juga mengamankan 32 alat pemanas tembakau.

Selain memusnahkan belasan ton rokok, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya. Di antaranya, 166 rol kertas Cigarette Typping Paper (CTP), 376 kilogram kertas etiket (bungkus rokok), 144 kilogram filter rokok, 46 kilogram plastik pembungkus etiket rokok, 140.455 keping pita cukai palsu, 9,2 juta batang sigater kretek mesin, dan 3,3 ribu kilogram tembakau iris.

“Pemusnahan dilakukan dengan cara simbolis dibakar di halaman kantor. Pembakaran dilakukan secara serempak oleh petugas KPPBC beserta undangan,” katanya.

Setelah itu, lanjut dia, sisa barang ilegal dibawa ke TPA Tanjungrejo Jekulo, guna dimusnahkan dengan cara ditimbun di tumpukan sampah. Jumlah kendaraan yang digunakan untuk mengangkut rokok ilegal mencapai tujuh truk, dengan dua kali angkut.

“Total keseluruhan nilai barang yang dimusnahkan mencapai Rp 6,19 miliar. Dan dampak peredaran rokok dipasaran dengan penerimaan negara sebesar Rp 3,98 miliar,” ungkapnya.

Editor : Ali Muntoha

Pedagang di Pasar Lebak Mengaku Tak Tahu Ada Larangan Jual Rokok Ilegal

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pedagang di pasar tradisional yang terkena razia rokok illegal mengaku tak tahu menahu soal aturan pelarangan penjualan rokok illegal tersebut. Bahkan, mereka juga mengaku tak tahu kalau rokok yang dijualnya tersebut merupakan rokok illegal.

Hal itu seperti yang dikatakan salah seorang pedagang kelontong di pasar Lebak, Faizah. Menurut dia, rokok yang dia jual tersebut merupakan titipan dari sales masing-masing produsen. Dia mengaku tidak mencermati jika rokok tersebut menggunakai cukai palsu.

”Saya tidak tahu kalau tidak boleh. Apalagi masalah pita cuakainya. Ada sales titip ya, saya jual,” ujar Faizah kepada MuriaNewsCom, Rabu (1/6/2016).

Dari toko milik Faizah, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara berhasil mengamankan empat merk rokok ilegal. Meski puluhan bungkus rokok diamankan Satpol PP, Faizah mengaku tidak merugi. Itu lantaran sistem jual-beli dengan sales, menggunakan sistem titip.

”Tidak masalah kalau ini disita. Saya hanya dititipi, bayarnya sesuai jumlah rokok yang terjual,” kata Faizah.

Dari toko milik Faizah, Satpol PP menyasar toko milik Ning dan Indar. Dari kedua toko ini, Satpol PP berhasil mengamankan 11 merk rokok bodong. Lebih dari 300 bungkus rokok tanpa cukai dan cukai palsu berhasil diamankan.

Editor: Supriyadi

Ribuan Rokok Ilegal Diamankan Satpol PP Jepara

Petugas Satpol PP menunjukkan rokok ilegal yang ditemukan di Pasar tradisional Desa Lebak, Kecamatan Pakisaji, Jepara, Rabu (1/6/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Petugas Satpol PP menunjukkan rokok ilegal yang ditemukan di Pasar tradisional Desa Lebak, Kecamatan Pakisaji, Jepara, Rabu (1/6/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Ribuan batang rokok illegal yang terbungkus dalam ratusan pack diamankan aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP Jepara. Ribuan batang rokok tersebut diamankan dari sejumlah pedagang di pasar tradisional Desa Lebak, Kecamatan Pakisaji, Jepara, Rabu (1/6/2016).

Kasi Ketentraman Masyarakat pada Satpol PP Jepara Anwar Sadad mengemukakan, ribuan batang rokok tersebut menjadi barang bukti yang diamankan. Dari pengakuan pedagang, barang bukti tersebut berasal dari sales masing-masing produk yang dititipkan pada pedagang di pasar tersebut.

”Rokok-rokok ilegal itu dititipkan oleh sales masing-masing produsen rokok pada pedagang. Pedagang yang menjual mengaku tidak mengetahui jika menjual rokok dengan cukai palsu atau tanpa cukai dapat bermasalah,” ujar Sadad kepada MuriaNewsCom, Rabu (1/6/2016).

Menurut dia, rokok-rokok ilegal diproduksi industri rumahan. Bungkus rokok dan namanya dibuat semirip mungkin dengan bungkus dan nama-nama rokok yang beredar di pasaran secara legal.

”Sekilas mirip dengan rokok asli. Nama dan bungkusnya persis aslinya,” kata Sadad sembari menunjukan rokok illegal tersebut.

Dia menambahkan, operasi pita cukai rokok palsu dan rokok tanpa pita cukai merupakan kegiatan rutin jajarannya. Pasalnya, Satpol PP Kabupaten Jepara juga memperoleh dana bagi hasil cukai sebesar Rp.80 juta setiap tahun.

Editor: Supriyadi