Baru 2 Bulan Bebas, Seorang Residivis di Blora Ini Kembali Dicokok Polisi

MuriaNewsCom, BloraSeorang warga Desa Kembang, Kecamatan Todanan bernama Jarno kembali berurusan dengan polisi. Gara-garanya, pria berusia 25 tahun itu ditengarai telah melakukan tindak pidana penggelapan motor. Ironisnya, Jarno diketahui baru dua bulan lalu bebas dari menjalani hukuman di Rutan Blora dengan kasus yang sama.

“Tersangka atau pelaku bisa kita amankan hari Selasa 20 Maret 2018 kemarin, sekitar pukul 18.30 WIB. Pelaku adalah residivis penggelapan sepeda motor yang baru keluar pada 21 Januari 2018 lalu,” terang Kapolsek Banjarejo AKP Budiyono, Rabu (21/3/2018).

Kasus penggelapan sepeda motor yang dilakukan tersangka terjadi di rumah korban bernama Ika Widyastuti (40), warga Dukuh Sumengko, Desa Klopoduwur, Kecamatan Banjarejo, pada 12 Maret 2018. Saat itu, sekitar pukul 08.00 WIB, tersangka datang ke rumah korban dan mengaku sebagai montir. Kedatangannya bertujuan untuk memperbaiki truk milik korban yang mogok di wilayah Randublatung.

Mengingat memang butuh bantuan montir, korban tidak menaruh curiga meski orang tersebut belum dikenal sebelumnya. Setelah ngobrol sejenak, tersangka sempat meminjam sepeda motor milik korban dengan alasan untuk beli spare part truk yang mogok tadi.

Setelah pergi membawa motor Honda Beeat dengan nopil K 3200 CE, tersangka tidak kembali lagi ke rumah korban hingga malam hari. Merasa kena tipu, korban akhirnya melaporkan kejadian itu pada Polsek Banjarejo pada keesokan harinya.

“Setelah menerima laporan, kami kemudian melakukan penyelidikan. Hingga akhirnya, ada informasi yang menyebutkan kalau sepeda motor itu akan dijual diwilayah Randublatung,” jelas Budiyono.

Selanjutnya petugas dari Polsek Banjarejo didukung anggota Polsek Randublatung melakukan pemantauan dan pengintaian di jalan raya Cepu-Randublatung. Sekitar pukul 18.30 WIB, tersangka akhirnya muncul mengendarai sepeda motor dari arah barat menuju timur.

“Setelah tersangka muncul, petugas langsung menghadang di depan Kantor KPH Randublatung. Kemudian, pelaku berikut barang bukti sepeda motor dan STNK kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Curi Honda Scoopy, Residivis Kambuhan Asal Jepara Didor Polisi

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto (kiri) ketika mengintrogasi tersangka Gengkong, Kamis (7/12/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Ahmad Sairi alias Gengkong (40) ditangkap Satreskrim Polres Jepara karena mencuri sebuah motor Honda Scoopy milik Nor Istianah, Selasa (5/12/2017) lalu. Karena berusaha melawan saat hendak ditangkap, ia kemudian “didor” oleh petugas di lutut sebelah kiri.

Saat press rilis di Mapolres Jepara, tersangka mengaku sudah empat kali keluar masuk penjara. Pertama kali masuk bui, karena kasus penjambretan. Bukannya jera, di balik jeruji besi Warga Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang itu justru meningkatkan kemampuannya.

“Di penjara saya tanya-tanya tentang pembuatan kunci T kepada napi lain,” tuturnya Kamis (7/12/2017). 

Gengkong mengaku untuk membobol kunci motor hanya dibutuhkan waktu maksimal 20 detik. Hal itu bisa dilaksanakan jika, pemilik motor tak menutup lubang kunci atau menambah kunci ganda.

Ia mengaku terpaksa mencuri karena terdesak kebutuhan. Pekerjaannya yang serabutan tak mencukupi, sedangkan kini istrinya hamil lagi. Untuk setiap motor yang dipetiknya, dijual kembali dengan harga Rp 2 juta.

“Saya keluar dari penjara 2016 lalu, saya sempat puasa (mencuri) selama 17 bulan,” akunya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, yang bersangkutan terancam pidana maksimal tujuh tahun karena melanggar pasal 363 KUHP. 

“Kami imbau pula kepada warga agar melengkapi motor dengan kunci ganda,” papar Kapolres Jepara.  

Editor: Supriyadi

Waspada!! Selain Jadi Ajang Balapan, 3 Titik di Kaliwungu Kudus Ini Rawan Begal

Sejumlah pengendara melintas di salah satu jalan yang masuk dalam kategori rawan kejahatan dan balapan liar. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kapolsek Kaliwungu AKP Dwi Jati Husodo meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintas di tiga tempat di Kecamatan Kaliwungu.

Selain rawan kejahatan, ketiga tempat tersebut sering digunakan sebagai ajang balap liar yang sering mengakibatkan kecelakaan hingga jatuh korban.

Tiga titik tersebut berada di kawasan barat wilayah Kaliwungu. Di mulai dari jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran, Jalan lingkar Jetak – Kencing dan jalan Kudus Jepara atau wilayah perbatasan dengan Jepara.

“Untuk jalur pertama di jalan lingkar utara Mijen – Peganjaran. Tempat ini sering digunakan untuk balap liar. Biasanya, balap liar dilakukan sore hari, antara habis ashar sampai maghrib dan tengah malam,” katanya kepada MuriaNewsCom, Rabu (6/9/2017)

Kemudian, lanjut dia, untuk lokasi kedua adalah Jalan lingkar Jetak – Kencing . Di jalan ini juga sering digunakan sebagai ajang balap liar. Bedanya, lokasi tersebut biasanya digunakan saat tengah malam.

”Sebagai langkah antisipasi, kami beberapa kali memasang petugas untuk stand by di sana. Dengan melihat petugas, para pembalap liar yang sedang balapan maupun hendak balapan akan kabur dan bubar. Namun saat petugas tak ada, biasanya mereka kembali lagi. Untuk itu kami juga sering berpatroli,” ujarnya.

Sedang untuk lokasi ketiga, yaitu di perbatasan Kudus-Jepara. Di titik ini banyak ditemukan tenggangan dan rawan dengan begal. Kondisi jalanan yang sepi dan jauh dari pemukiman warga menjadi kesempatan bagi pelaku kejahatan

“Untuk mengantisipasi tindak kejahatan, kami perbanyak patroli. Khusunya saat jam rawan seperti menjelang Maghrib, tengah malam dan menjelang shubuh. Jam tersebut cukup efektif. Alhamdulillah saat ini sudah aman,” ungkapnya.

Tak hanya patroli, anggota juga sering ditugaskan untuk memantau sirkulasi laju kendaraan di tempat tersebut. Hal itu akan membuat pengendara nyaman dari adanya mara bahaya.

Editor: Supriyadi

Ini 2 Kunci Motor yang Bikin Maling Ogah Beraksi  Meski di Tempat Sepi

Pelaku pencurian sepeda motor saat diamankan Polres Jepara, Sabtu (19/8/2017). Mereka dibekuk dalam Operasi Jaran Candi 2017. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kita tentu tidak mau kendaraan bermotor yang kita punyai menjadi incaran maling. Lalu apa yang harus kita lakukan agar pencuri tak mendekati motor kesayangan kita?

Setidaknya ada dua cara yang bisa dilakukan untuk mengamankannya. “Pertama jangan lupa pasang pengaman (magnetic) kunci, lalu pasang kunci cakram,” kata Mohammad Ardiyan alias Kethek pelaku pencurian motor, saat press rilis di Mapolres Jepara beberapa saat lalu. 

Jika ada dua kunci itu, lanjut Kethek, ia ogah beraksi meski motor berada di tempat sepi. Selain waktu yang cukup lama, kemungkinan gagal akan semakin besar.

Hanya saja, jika kedua kunci tersebut tak terpasang, ia cuma butuh waktu 15 detik untuk membobol kunci motor. “Ya kalau ada kunci ganda agak kesulitan kalau begitu pak. Kalau biasa hanya itungan detik,” kata kethek menjawab pertanyaan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho. 

Residivis kasus pencurian itu menambahkan, motor yang kerapkali menjadi incaran adalah Honda Scoopy, Vario dan Suzuki Satria. Hal itu karena varian tersebut masih laku dipasaran.

“Kalau matic Rp 2,5 juta kalau Satria Rp 3 juta, motor-motor itu memang masih laku di pasaran,” kata Warga Desa Wedelan, Bangsri itu

Kepada polisi ia mengaku sudah beberapa kali melakukan pencurian kendaraan roda dua. Atas perbuatannya itu, ia terancam mendekam di penjara diatas lima tahun. 

Editor: Supriyadi