Pemkab Pati Minta Bantuan Gubernur dan Presiden Renovasi Pasar Puri

MuriaNewsCom, Pati – Kondisi Pasar Puri yang kian memprihatinkan memaksa pemkab setempat untuk segera melakukan renovasi. Sayangnya, untuk merenovasi Pasar Puri membutuhkan biaya yang amat besar. Untuk itu, pemkab berencana minta bantuan kepada gubernur dan presiden.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) Kabupaten Pati Riyoso melalui Kasi Pengembangan dan Pemeliharaan Widyotomo Kusdianto mengatakan, dari Detail Engineering Design (DED) yang disusun, untuk melakukan renovasi butuh biaya mencapai Rp 30 miliar.

“Dengan kebutuhan biaya yang sangat besar, akan sulit bagi kami jika harus melakukan dengan APBD. Untuk itu kami mintakan kepada provinsi dan pusat,” katanya kepada awak media.

Biaya sebesar itu, kata dia, akan membuat pasar terbesar di Pati itu menjadi satu atap. Dengan model pasar modern, nantinya pasar akan lebih rapi dan lebih nyaman. Bahkan saat musim hujan, pasar tak akan becek.

Selian membuat lebih rapi, biaya yang amat besar itu juga akan dilengkapi pengamanan seperti Hydrant. Bagaimanapun pasar sangat rawan akan kebakaran, sehingga dibutuhkan alat untuk mengurangi potensi kebakaran.

“Itu akan jadi langkah antisipasi bencana yang kami lakukan agar pasar tidak kebakaran,” ungkapnya.

Saat ini, lanjut dia, penataan pasar masih digalakkan Pemkab Pati seperti tahun-tahun sebelumnya. Agar lebih maju dan nyaman bagi masyarakat maupun pedagang.

Editor: Supriyadi

Dinas Pasar Bakal Renovasi Sejumlah Pasar di Jepara

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar bakal melakukan renovasi sejumlah pasar tradisional yang ada di Kabupaten Jepara. Meski bukan Satuan kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani masalah pembangunan fisik pasar, pihaknya telah menganggarkan sejumlah dana untuk renovasi.

”Sebagaimana tugas pokok kami, kami memiliki wewenang untuk melakukan renovasi dalam skala kecil. Misalnya perbaikan dinding, atap dan beberapa bagian bangunan yang dirasa telah rusak. Termasuk melakukan pengecatan,” ujar Kepala Dinas Koperasi, UMKM dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Jepara, Dwi Riyanto kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, secara khusus pihaknya sengaja menganggarkan sejumlah dana untuk renovasi tersebut di tahun 2016 ini. Meski enggan menyebut nominalnya, pihaknya menyatakan telah menginventarisir pasar mana saja yang rusak dan akan direnovasi.

”Salah satu pasar yang bakal kami renovasi adalah pasar Bangsri. Sebab, pasar Bangsri merupakan salah satu pasar yang ramai di Jepara,” ungkapnya.

Dia juga mengemukakan, hampir semua kondisi pasar tradisional di Jepara sama. Selain ada kerusakan ringan dan sedang di sejumlah sisi, area pasar hampir tak lagi mencukupi untuk menampung pedagang. Hanya saja, tidak mungkin merencanakan perbaikan secara serentak. Sehingga perlu dibuat skala prioritas.

Hasil pantauannya, terjadi banyak kerusakan di sejumlah bagian pasar. Hal ini lantaran cuaca yang sudah mulai ekstrem.
”Saat ini kami terus melakukan pendataan kerusakan di semua pasar tradisional. Saat anggaran sudah ada, perbaikan bisa langsung kami lakukan,” katanya.

Editor : Titis Ayu Winarni