Melawat ke Pasar Barito Kudus untuk Kali Terakhir

Galeri

Galeri ini berisi 5 foto.

MuriaNewsCom, Kudus – Pasar Bantaran Kali Gelis atau akrab disebut ‘Barito’ dipastikan berpindah ke bekas pasar hewan Kecamatan Jati, pada 1 Februari 2018 mendatang. Lalu bagaimana kondisinya seminggu sebelum dipindah? MuriaNewsCom, menjejakkan kaki ke Pasar Barito pada Sabtu (27/1/2018) siang. Memasuki … Lanjutkan membaca

Belum Semua Pedagang Tempati Kios Baru di Pasar Mayong, Ini Alasannya

MuriaNewsCom, Jepara – Pemugaran blok depan Pasar Mayong telah usai dikerjakan. Namun belum semua pedagang menempati kios-kios baru yang ada di blok tersebut, meskipun semua kunci telah diserahkan.

Suhartini (53) seorang pedagang gerabah mengatakan, hal itu karena pedagang-pedagang lain masih menyelesaikan kontrak di Los yang ada di sisi bawah pasar.

“Pedagang lainnya belum pindah ke sini karena mereka masih memunyai kontrak di los-los yang bawah ini. Kalau saya pas blok ini dibangun, saya pindah di atas. Kemudian, saya langsung pindah ke sini (blok baru) setelah jadi,” ujarnya, Sabtu (6/1/2018).

Ia mengaku baru menempati kios barunya pada Kamis (4/1/2018). Dirinya memprediksi, dalam beberapa hari kedepan, pedagang akan memenuhi blok baru tersebut.

“Saya senang dengan kios ini karena lebih bersih dan fasilitasnya lengkap,” tuturnya.

Hal tersebut diamini oleh Mustakhim, Kabid Pasar, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Jepara. Menurutnya, saat ini pedagang masih mempersiapkan kepindahan ke kios baru.

“Semua kunci sudah diserahkan, saat ini pedagang sedang menata tempat berdagang baru. Nantinya (blok baru) tersebut akan ditempati oleh pedagang sembako, gerabah, emas hingga warung makan,” tuturnya.

Mustakhim mengatakan,  pada medio bulan Januari blok depan pasar Mayong yang terdiri atas 98 kios, akan diresmikan. Sebelum itu, dipastikan pedagang telah memenuhi tempat tersebut.

Adapun, untuk membenahi fasilitas tersebut menelan APBD Jepara senilai Rp 13 miliar.

Editor: Supriyadi

Pedagang Pasar Grobogan Segera Direlokasi ke Lokasi Baru

MuriaNewsCom, Grobogan – Proses revitalisasi pasar di Kelurahan/Kecamatan Grobogan sudah rampung akhir tahun 2017 kemarin. Dalam waktu dekat, para pedagang yang sebelumnya berjualan di lokasi sementara akan direlokasi ke tempat baru.

Sebelum direlokasi, ratusan pedagang terlebih dulu harus mengikuti proses undian untuk tempat berjualan. Selain los, undian tempat juga diberlakukan untuk kios yang ada di dalam pasar.

”Hari ini kami langsungkan undian dulu untuk menentukan tempat. Setelah itu, baru proses pindah berjualan ke sini,” ungkap Kepala UPTD Pasar Grobogan Eko Ary Kristanto disela-sela acara pengundian, Rabu (3/1/2018).

Jumlah tempat jualan di dalam pasar ada 233 unit. Terdiri 198 los dan 35 kios. Sementara, untuk revitalisasi dilakukan dari dana Kementerian Perdagangan senilai Rp 6 miliar.

Selain tempat jualan yang direhab, ada beberapa fasilitas di dalam pasar yang disediakan bagi pedagang maupun pembeli. Antara lain, ruang menyusui, pendingin, klinik kesehatan, pemotongan dan bubut ayam, toilet dan ATM.

Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Grobogan Panggih menyatakan, pihaknya merasa senang dengan direhabnya lokasi jualan tersebut. Setelah direhab, kondisi pasar jauh lebih nyaman dan bersih dibandingkan sebelumnya.

”Kami atas nama rekan-rekan mengucapkan terima kasih sudah mendapat perhatian dari pemerintah. Kami juga meminta semua pedagang agar mematuhi peraturan dan menjaga kebersihan pasar,” katanya.

Editor: Supriyadi

Pedagang Barito di Bantaran Kaligelis Kudus Hanya Bisa Pasrah Kena Relokasi

Kabid PKL Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sofyan Dhuhri (tengah) saat memimpin sosialisasi relokasi PKL Barito, Rabu (27/12/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Sejumlah pedagang Pasar Barito di bantaran Sungai Kaligelis pasrah untuk direlokasi Pemkab. Mereka mengaku terpaksa menuruti kemauan pemerintah karena tak kuasa melawannya.

Seperti diungkapkan Rukin (57) pedagang barang bekas asal Desa Bakalan Krapyak, Kaliwungu. Dia mengatakan kalau sebenarnya agak keberatan jika harus direlokasi. Namun dia terpaksa menurutinya karena tak mungkin bertahan.

“Lapaknya mau dibongkar, kalau tak menurut bisa-bisa tak jualan lagi. Lagi pula ini mata pencaharian saya,” katanya kepada MuriaNewsCom usai sosialisasi relokasi pedagang Barito di aula Dinas Perdagangan, Rabu (27/12/2017).

Menurut dia, selama 15 tahun pihaknya sudah berjualan di Pasar Barito yang berada di bantaran Sungai Kaligelis. Dan selama ini sudah mendapatkan langganan tetap. Karena itu, ia khawatir langganan yang selama ini datang kepadanya akan hilang saat pindah ke tempat baru.

Hal senada juga diungkapkan pedagang Pasar Barito Suarso (54). Dia menuturkan kalau pihaknya sudah berjualan dilapak bantaran Kaligelis selama 4 tahun. Selama itu juga langganannya juga sudah banyak yang berdatangan.

“Mudah-mudahan kalau pindah juga laris seperti sebelum pindah,” harapnya

Dia mengungkapkan, secara lokasi dianggap kebih baik ketimbang yang lawas. Lokasi yang baru lebih bersih dan lebih aman. Namun, soal ramai tidaknya masih belum diketahui.

Editor: Supriyadi