Ini Kisah Pilu Para Korban Penipuan Relawan Haji Si Tukang Pijat Asal Jepara

Agus Widodo si tukang pijat penipu dibawa kembali ke tahanan setelah gelar perkara, Selasa (19/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Pupus sudah harapan Suparno berangkat ke Tanah Suci, lantaran ia ditipu oleh Agus Widodo yang menawarkannya menjadi seorang tukang pijit bagi jamaah haji. Kini ia hanya bisa harap-harap cemas apakah uangnya sebesar Rp 15 Juta bisa kembali ke tangannya. 

“Saya aslinya bukan pemijit, namun ditawari Agus kursus pijit. Nanti janjinya kalau bisa saya diberangkatkan ke Mekah membantu jemaah yang membutuhkan jasa pijat. Saya sempat dilatih memijit tapi sebentar, katanya mau dilatih intensif kalau jadi berangkat. Namun sampai sekarang tidak juga diberangkatkan,” kata dia Selasa (19/9/2017) seusai konferensi pers di Mapolres Jepara. 

Baca Juga: 8 Bulan Beroperasi, Tukang Pijit Penipu Asal Jepara Ini Kantongi Uang 200 Juta

Suparno melaporkan “sang guru pijit” karena hingga kini uang pendaftaran untuknya dan istrinya tak kunjung dikembalikan. Padahal untuk mengumpulkannya warga Desa Jebol, Kecamatan Mayong itu harus banting tulang sebagai supir. 

“Niatnya saya ikut Agus supaya sekalian saya bisa berhaji dengan menjadi relawan pijit. Namun nyatanya tidak kunjung berangkat uang saya pun tak kembali,” tuturnya. 

Baca Juga: Begini Cara Tukang Pijat Asal Jepara Kibuli Korbannya Hingga dapat Uang Ratusan Juta

Korban lain Arifan mengaku telah menyetorkan uang sejumlah Rp 7,7 juta kepada Agus. Namun nasibnya sama dengan Suparno, ia ditipu.

“Untuk meyakinkan saya bahwa Agus itu memang dekat dengan pejabat, ia selalu membawa serta album foto yang isinya adalah dirinya sedang berpose dengan polisi hingga presiden,” ungkapnya 

Sementara itu Agus Widodo si tukang pijit itu mengaku belum bisa mengembalikan uang murid-muridnya. “Ya baru kita usahakan tapi ya tidak tahu ini bisa kembali atau tidak,” katanya.

Ia mengaku sudah menjadi pemijit sejak 28 tahun silam. Sekali memijit ia biasa memungut upah dari mulai Rp 10 ribu hingga Rp 100 ribu bergantung kondisi ekonomi si pasien. 

Seperti diketahui, Agus Widodo dicokok petugas Satreskrim Polres Jepara karena menipu puluhan orang dengan iming-iming diberangkatkan sebagai relawan pijit jamaah haji di Mekah.

Setelah mengumpulkan ratusan juta dari sekitar 50 orang, uang tersebut justru digunakan untuk hal-hal yang tak berguna. Seperti pembuatan seragam, menginap di hotel dan biaya akomodasi ke Jakarta. Hingga akhirnya janji manis berangkat ke Mekah tak terlaksana.

Tersangka terancam hukuman selama empat tahun penjara karena melanggar pasal 378 juncto pasal 372 KUHP yakni penggelapan uang.

Editor: Supriyadi

Tipu Puluhan Warga Jadi Relawan Haji, Tukang Pijit di Jepara Ini Diciduk Polisi

Agus Widodo (49), warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung diamankan polisi karena terbukti melakukan aksi penipuan berkedok relawan pijit jemaah haji, Selasa (19/9/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara –  Seorang tukang pijit bernama Agus Widodo warga Desa Kerso, Kecamatan Kedung terpaksa meringkuk di tahanan Mapolres Jepara, Selasa (19/9/2017).  Pria berusia 49 tahun itu terbukti melaksanakan aksi tipu-tipu berkedok relawan pijit haji.

Modusnya, ia membuka penerimaan murid kursus pijat jemaah haji. Setelah itu, ia menjanjikan mereka yang sudah dianggap lulus bisa berangkat ke Mekah . 

Hanya saja, untuk dapat pergi ke Mekah ada syarat yang harus dipenuhi, yakni dengan menyerahkan sejumlah uang. Nominalnya bermacam-macam, mulai dari delapan juta rupiah sampai ada yang belasan juta. 

”Saya tawarkan kepada mereka bisa menjadi relawan pijit ke Saudi Arabia tahun 2017. Namun yang bersangkutan harus memiliki sertifikat terlebih dahulu dan harus menyetor dana kepada saya dulu. Saya janjikan keberangkatan pada tangga 7 Agustus 2017,” katanya kepada petugas di Mapolres Jepara, Selasa (19/9/2017).

Janji manis itu ternyata sekedar janji. Sebanyak 50 murid sekaligus calon relawan pijit Haji abal-abal gagal berangkat.  Setelah jamaah haji tahun 2017 berangkat, mereka tak juga terbang ke Arab Saudi dan uang yang disetorkan amblas.

Oleh karenanya, warga Kerso, Kecamatan Kedung itu akhirnya dilaporkan ke Satreskrim Polres Jepara atas dugaan penipuan. 

”Memang saya salah langkah pak, tidak melalui jalur resmi. Kemarin saya hanya berbekal keyakinan, setelah menghadap Pak Presiden urusan tersebut bisa beres, ternyata harus ada prosedur resmi ke Kemenag. Kini uang yang sudah disetorkan kepada saya sebesar kurang lebih Rp 158 juta sampai Rp 200 juta sudah habis, buat bolak-balik ke Jakarta, menginapkan murid saya di hotel buat seragam dan sebagainya,” tuturnya. 

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho menyatakan, penangkapan tersangka berawal dari laporan masyarakat. Tersangka menawarkan korban bisa berangkat ke Mekah sebagai relawan pijit. 

”Namun untuk dapat berangkat korban harus menyetor dana minimal Rp 8 juta rupiah. Akan tetapi setelah masa pemberangkatan jamaah haji dan memasuki pemulangan mereka tak juga diberangkatkan, dan uang yang disetorkan tak dapat kembali,” katanya.

Bukti yang disita adalah kwitansi penyerahan uang, surat pernyataan pengembalian uang dan proposal pengajuan relawan haji. Tersangka terancam hukuman selama empat tahun penjara karena melanggar pasal 378 juncto pasal 372 KUHP yakni penggelapan uang.

Editor: Supriyadi