Masuk MURI, Deklarasi Anti Narkoba Pelajar Jepara Patahkan Rekor Kota Depok

MuriaNewsCom, Jepara – Deklarasi Pelajar Jepara Anti Narkoba 2018 masuk dalam rekor MURI, Selasa (24/1/2018). Hal itu sekaligus menumbangkan rekor sebelumnya, yang pernah dicapai oleh Kota Depok.

“Rekor MURI terkait Komitmen pelajar antinarkoba terbanyak sejumlah 20 ribu orang di Jepara ini menumbangkan rekor sebelumnya dengan kegiatan serupa di Kota Depok. Hanya saja saat itu, komitmennya dituangkan pada kain sepanjang 1.941 meter,” ungkap Manajer MURI Sri Widayati.

Menurutnya, yang dicatatkan dalam dalam Museum Rekor Indonesia bukan hanya acara deklarasi, namun juga komitmen yang dituangkan dalam surat pernyataan. Hal itu (surat pernyataan) menurut Widayati memungkinkan pelajar untuk menghayati dan mengingat-ingat komitmen yang telah dibuat.

Dikatakan Widayati, rekor MURI yang saat ini disabet Pemkab Jepara dan Polres Jepara bukanlah yang pertama. Sebelumnya ada beberapa rekor telah dicatatkan, di antaranya mendongeng secara estafet, pembangunan pos kampling terbanyak, kain tenun terpanjang dan pawai obor terbanyak.

“Adapun untuk rekor kali ini tercatat di Rekor MURI nomor 8.312,” urainya.

Baca: 20.000 Pelajar di Jepara Deklarasikan Diri Tolak Narkoba

Sementara itu Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, bersyukur atas penghargaan tersebut. “Yang terlebih penting, perlu diingat bahwa narkoba itu ibu dari segala kejelekan Ummul Khobais, maka kita khususnya para pelajar harus menghindari penyalahgunaan narkoba,” tuturnya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyebut pencegaha penyalahgunaan Narkoba perlu koordinasi antar lembaga. Dengan deklarasi ini, ia berharap agar pelajar tak menggunakan dan mengetahui bahaya dari barang haram tersebut.

“Informasi yang saya terima, ada pelajar SD yang dimanfaatkan sebagai kurir narkoba. Setelah ditelisik, yang bersangkutan ternyata tidak mengetahui barang yang diantarkan. Ia diberi uang dan disuruh mengantarkan. Oleh karenanya, hal seperti itu perlu dicegah dengan kerjasama dengan instansi pendidikan dan semua elemen,” terangnya.

Dalam acara tersebut, selain Pemkab dan Polres Jepara, turut hadir Kepala BNNP Jateng Brigjend Tri Agus Heri Prasetyo‎ dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng Gatot Bambang Hastowo.

Editor: Supriyadi

Berukuran 7×10 Meter, Tempe Raksasa Bikinan Pemkab Grobogan Tembus Rekor MURI

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo (tiga dari kiri) beserta Bupati Grobogan Sri Sumarni dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto mengunjungi lokasi pembuatan tempe raksasa yang ditempatkan di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pemkab Grobogan kembali mendapat penghargaan dari Museum Rekor Indonesia (MURI). Kali ini, rekor yang tercatat berkaitan dengan pembuatan tempe raksasa berukuran 7 x 10 meter. Pembuatan tempe raksasa yang memiliki ketebalan 4 cm tersebut juga tercatat dalam rekor dunia.

Piagam penghargaan pemecahan rekor diserahkan Eksekutif Manajer Muda MURI Sri Widayati kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni.

Penyerahan penghargaan dilangsungkan dalam acara pembukaan Grobogan Ekspo di alun-alun Purwodadi yang dilakukan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Rabu (30/11/2017). Penyerahan penghargaan juga disaksikan Dirjen Tanaman Pangan Kementan Sumardjo Gatot Irianto.

Usai penyerahan penghargaan dilanjutkan dengan mengunjungi lokasi pembuatan tempe raksasa yang ditempatkan di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan. Pembuatan tempe raksasa sudah mulai dilakukan sejak tiga hari sebelumnya.

Eksekutif Manajer Muda MURI Sri Widayati menyerahkan penghargaan kepada Bupati Grobogan Sri Sumarni. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

”Untuk pembuatan tempe raksasa disiapkan kedelai sekitar 2 ton. Bahan baku pembuatan tempe diambilkan dari kedelai lokal. Pembuatan tempe juga didukung Dinas Pertanian Grobogan dan berbagai pihak lainnya,” kata Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Pradana Setyawan.

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, pembuatan tempe sengaja dipilih dengan bahan baku kedelai lokal yang saat ini sedang dikembangkan Pemkab Grobogan. Penggunaan bahan kedelai lokal ini salah satu tujuannya untuk mengurangi ketergantungan dengan barang impor. 

Editor: Supriyadi

2 Ribu Ton Kedelai Lokal Mulai Dipersiapkan untuk Pembuatan Tempe Raksasa di Grobogan

Puluhan panitia mulai melakukan pengolahan bahan baku untuk pembuatan tempe raksasa, Senin (27/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganRencana Pemkab Grobogan untuk membuat sebuah tempe raksasa mulai dilakukan sejak beberapa hari lalu. Setelah dilakukan tahapan penyortiran, kedelai yang digunakan untuk pembuatan tempe mulai dimasak di Rumah Kedelai Grobogan (RKG), Senin (27/11/2017).

”Tempe yang kita buat ukurannya 7 x 10 meter. Untuk pembuatan tempe sebesar ini butuh bahan baku kedelai sekitar 2 ton. Bahan baku yang kita gunakan seluruhnya adalah kedelai lokal. Pembuatan tempe raksasa tersebut akan dicatatkan dalam rekor MURI,” ungkap Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Pradana Setyawan.

Pembuatan tempe sengaja dipilih dengan bahan baku kedelai lokal yang saat ini sedang dikembangkan Pemkab Grobogan. Penggunaan bahan kedelai lokal ini salah satu tujuannya untuk mengurangi ketergantungan dengan barang impor.

Menurutnya, persiapan pembuatan tempe raksasa memang harus dilakukan beberapa hari sebelumnya. Soalnya, tahapan pembuatan tempe itu butuh waktu beberapa hari. Mulai dari penyortiran, pemasakan, peragian serta menempatkan kedelai yang sudah dimasak pada lokasi pembuatan di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan.

”Untuk pembuatan tempenya ada di ruang rapat paripurna II DPRD Grobogan. Namun, proses persiapan bahan bakunya dilakukan di RKG dan kantor Dinas Pertanian,” jelasnya.

Ia menjelaskan, pembuatan tempe terbesar akan dilangsungkan bersamaan dengan penyelenggaraan Pameran Ekonomi Kreatif Grobogan selama 4 hari. Yakni, dari 30 november hingga 3 Desember mendatang di alun-alun Purwodadi.

Dalam pameran nanti akan ditiampilkan produk ekonomi kreatif yang ada di Grobogan. Produk ekonomi kreatif akan mencakup 16 sub sektor yang ditepatkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

”Tempe raksasa nanti kita targetkan sudah jadi pas acara pembukaan pameran,” imbuhnya.  

Editor: Supriyadi

Pemkab Grobogan Bakal Bikin Rekor Muri Pembuatan Tempe Terbesar dari Kedelai Lokal

Kepala Dinas Pertanian TPH Grobogan Edhie Sudaryanto saat menjelaskan proses pembuatan tempe higienis di RKG. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, GroboganPemkab Grobogan saat ini sedang menyiapkan acara untuk menciptakan sebuah rekor Muri. Bentuknya adalah pembuatan tempe terbesar dari bahan baku kedelai lokal.

Pernyataan itu disampaikan Kabag Perekonomian Pemkab Grobogan Pradana Setiawan, Jumat (3/11/2017).

Menurut Pradana, pembuatan tempe terbesar nanti direncanakan berukuran 9 x 12 meter. Untuk pembuatan tempe sebesar ini dibutuhkan bahan baku kedelai sekitar 2 ton.

“Bahan baku pembuatan tempe untuk rekor Muri kita pilih dari kedelai lokal. Saat ini konsep untuk mencitpakan rekor Muri sedang kita matangkan,” cetusnya.

Pembuatan tempe sengaja dipilih dengan bahan baku kedelai lokal yang saat ini sedang dikembangkan Pemkab Grobogan. Penggunaan bahan kedelai lokal ini salah satu tujuannya untuk mengurangi ketergantungan dengan barang impor.

Ia menjelaskan, pembuatan tempe terbesar akan dilangsungkan bersamaan dengan penyelenggaraan Pameran Ekonomi Kreatif Grobogan selama 4 hari. Yakni, dari 30 november hingga 3 Desember mendatang di alun-alun Purwodadi.

Dalam pamera nanti akan ditiampilkan produk ekonomi kreatif yang ada di Grobogan. Produk ekonomi kreatif akan mencakup 16 sub sektor yang ditepatkan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf).

Editor: Supriyadi

Dengan Minum Teh, Warga Blora Kembali Pecahkan MURI

Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia kepada Ir rusnadi Padjung Staf Ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

Penghargaan dari Museum Rekor Indonesia kepada Ir rusnadi Padjung Staf Ahli Menteri Desa, Pembangunan Daerah tertinggal dan Transmigrasi (MuriaNewsCom/Rifqi Gozali)

 

BLORA – Dengan minum teh, rupanya masyarakat Blora pecahkan MURI. Bersama-sama warga Blora sejumlah 835 orang meminum teh rambut jagung secara bersamaan. Acara meminum teh dipimpin langsung oleh Nyelong Inga Simon selaku Direktorat Pendayagunaan sumber daya alam dan teknologi tepat guna Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi pada jumat (18/12/2015) di Desa Bangsri, Jepon, Blora.

Teh yang terbuat dari bahan dasar rambut jagung dipamerkan dalam acara tersebut. Nyelong Inga Simon mengatakan teh rambut jagung berkhasiat bagi kesehatan, yakni bisa mengoptimalkan organ vital, mencegah gangguan ginjal, memperlancar saluran pencernaan dan lain-lain. ”Dengan khasiat bagi kesehatan, mari bersama-sama kita mengkonsumsi, dan tentunya saya akan membelinya,” tutur Nyelong Inga Simon.

Dia juga menekankan Blora merupakan mayoritas wilayahnya berupa hutan. Selain bisa dikembangkan padi Gogo, juga bisa dikembangkan tanaman hutan berupa jagung.

Nyelong berharap masyarakat desa yang berada di wilayah hutan mampu berkreasi atas hasil dari hutan. Selain itu teh yang terbuat dari bahan dasar rambut jagung bisa di produksi skala besar untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. ”Apabila nantinya permintaan pasar besar dan tersebar luas tentunya harus ada sentuhan teknologi,” imbuh Nyelong.

Perlu diketahui, Blora sebelumnya mendapat penghargaan Muri kategori baca koran dan makan sate ayam terbanyak pada tahun 2007, penanaman tujuh juta pohon pada tahun 2008, menyelenggarakan ibadah haji keikhlasan bagi pegawai yang dibiayai karyawan di lingkup Setda sebanyak 271 peserta pada tahun 2009, Kabupaten dengan buku ensiklopedi terbanyak 10 jilid buku pada tahun 2011. Menyelenggarakan pijat massal 2012, pembacaan parikan oleh 1001 peserta pada tahun 2013, Bupati sebagai salah satu pemrakarsa senam jantung sehat kreasi tradisional pada tahun 2013. (RIFQI GOZALI/TITIS W)