8 SD Negeri di Jepara Dilebur, Ada Apa?

SD

MuriaNewsCom, Jepara – Sedikitnya delapan sekolah dasar negeri (SDN) di Kabupaten Jepara dilebur atau digabung oleh Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) setempat. Itu dilakukan karena sekolah tersebut tidam memenuhi persyaratan berdiri sendiri.

Kepala Disdikpora Jepara Khusairi membeberkan, delapan SDN tersebut yakni SDN 4 Tahunan dan SDN 5 Tahunan digabung ahnya menjadi SDN 5 Tahunan, SDN 1 Karangrandu dan SDN 2 Karangrandu digabung menjadi SDN 1 Karangrandu, SDN 1 Pendosawalan dan SDN 3 Pendosawalan menjadi SDN 1 Pendosawalan dan SDN 4 Telukwetan dengan SDN 6 Telukwetan menjadi hanya SDN 4 Telukwetan.

“Beberapa sebab yang menjadikan SD tersebut digabung yakni jumlah siswa yang sedikit, dalam satu lokasi namun peserta didiknya sedikit serta kekurangan guru. Penggabungan ini dilakukan untuk efektivitas pengelolaannya,” kata Khusairi, Jumat (29/7/2016).

Menurutnya, penggabungan sekolah tersebut berdasarkan Surat Keputusan Bupati Jepara Nomor 420319/2016 tertanggal 21 Juni 2016. Pasca dilebur, hal-hal yang berkaitan dengan aset sekolah yang digabungkan, sarana prasarana, kesiswaan, ketenagaan dan administrasi lainnnya menjadi tugas dan tanggungjawab kepala sekolah yang menerima penggabungan di bawah koordinasi Disdikpora.

“Dalam penggabungan ini tidak menemui masalah berarti, lantaran sebagian besar memang tidak memiliki kepala sekolah,” katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, tahun depan juga sudah ada rencana untuk melakukan penggabungan beberapa sekolah yang tidak memenuhi syarat. Sebab, ada beberapa sekolah yang memang berpotensi tidak mampu berdiri sendiri lagi sehingga harus dilebur.

Editor : Akrom Hazami

 

Sekolah yang Regrouping Tetap Dapat Biaya

Salah satu sekolah yang di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Salah satu sekolah yang di Kabupaten Kudus. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Beberapa sekolah yang mengalami penggabungan (regrouping) di Kudus, masih tetap mendapatkan biaya pembenahan sekolah. Karean sekolah juga membutuhkan perbaikan dalam mengelolanya.

Kabid Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kudus Kasmudi mengatakan proses pembelajaran terhadap siswa dapat terus dilakukan.

“Iya kalau masih ada siswanya ya kita bakal benahi juga sekolahnya. Yang penting itu bagaimana siswa belajar nyaman,” katanya saat ditemui MuriaNewsCom.

Menurutnya, hal tersebut seperti yang terjadi di SD Tanjungrejo 5, meski ke depan sekolah bakal digabung namun sekolah tersebut tetap dibenahi oleh pemerintah. Sebab masih terdapat siswa yang sekolah.

Adapun sekolah yang menolak diadakannya kebijakan tersebut bakal dilakukan kelas rangkap. Ini dilakukan karena ada beberapa daerah yang sulit untuk dilakukan penggabungan. Untuk itu disiapkan cara penggabungan kelas atau kelas rangkap. (FAISOL HADI/AKROM HAZAMI)

Pemerintah, Sudah Upayakan Sosialisasi dan Promosi Berkali-kali

Lokasi SDN 3 Karangampel yang akan diregrouping awal 2016 karena jumlah siswa yang sangat sedikit dari tahun ke tahun. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Lokasi SDN 3 Karangampel yang akan diregrouping awal 2016 karena jumlah siswa yang sangat sedikit dari tahun ke tahun. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Kondisi SDN 3 Karangampel yang kurang dilirik saat ini, membuat pemerintah segera mengambil tindakan untuk melakukan regrouping tahun depan. Jalan terakhir tersebut ditempuh lantaran penurunan jumlah murid serta upaya pemerintah yang tidak membuahkan hasil.

Sejak beberapa tahun dari pihak pemerintah desa Karangampel hingga UPT Pendidikan Kecamatan Kaliwungu telah melakukan berbagai cara. ”Kita sudah pernah melakukan banyak sekali sosialisasi kepada warga, bahkan mengganganti tenaga pendidik serta stake holder yang benar-benar bagus dan berkompeten agar mampu menarik minat masyarakat,” jelas Suparnianto, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Kaliwungu kepada MuriaNewsCom.

Bahkan, lanjutnya, pemberian perlengkapan sekolah gratis juga pernah dilakukan. Rencananya regrouping menjadi solusi terakhir. Hal tersebut juga disepakati oleh berbagai pihak, seperti UPT Pendidikan, pemerintah desa, tenaga pendidik, warga dan wali murid untuk regrouping ke SD lain.

”Sudah 3 kali pembahasan yang kami lakukan bersama dan hal tersebut sudah menjadi keputusan. Tinggal menunggu semester ini usai dan semua siswa serta guru dipindahkan,” jelasnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Murid Makin Berkurang, Satu SD di Kaliwungu Akan Diregrouping

Lokasi SDN 3 Karangampel yang akan diregrouping awal 2016 karena jumlah siswa yang sangat sedikit dari tahun ke tahun. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

Lokasi SDN 3 Karangampel yang akan diregrouping awal 2016 karena jumlah siswa yang sangat sedikit dari tahun ke tahun. (MuriaNewsCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Banyaknya sekolah dasar yang didirikan merupakan salah satu upaya pemenuhan fasilitas pendidikan usia dini. Melalui lembaga tersebut kebutuhan pendidikan disuatu daerah dapat tercukupi.

Namun seiring dengan perkembangan dan persaingan, beberapa sekolah dasar terpaksa ditutup karena kurangnya pemenuhan kuota peserta didik. Hal tersebut dialami oleh salah satu sekolah dasar di Kaliwungu Kudus.

”Di Karangampel tepatnya di SDN 3, sebentar lagi di regrouping ke SDN 1 Karangampel,” ujar Suparnianto, Kepala UPT Pendidikan Kecamatan Kaliwungu Kudus.

Menurutnya, sudah saatnya sekolah tersebut ditutup di regrouping mengingat jumlah peserta didik yang makin berkurang setiap tahunnya.

Sekolah yang didirikan sekitar tahun 1970 tersebut saat ini hanya memiliki sekitar 50 murid dari kelas 1 hingga kelas 6. ”Rencananya awal 2016 mendatang usai semester akan mulai dipindahkan ke SD N 1 Karangampel yang lokasinya masih berdekatan,” ungkapnya. (AYU KHAZMI/TITIS W)