Kaget saat Diminta Menepi Polisi, Penjual Cilok di Grobogan Ini Akhirnya Girang, Ini Sebabnya

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan kegiatan Operasi Keselamatan Candi (OKC) 2018 di bundaran Getasrejo, Kecamatan Grobogan sempat diwarnai cerita menarik, Selasa (6/3/2018). Hal ini terjadi saat seorang penjual cilok dengan gerobak dorong yang melintas di lokasi kegiatan diminta menepi oleh petugas.

Tak ayal, penjual cilok bernama Sirojul Munir (40), itu sempat kaget. Ini lantaran, ia hanya berjualan memakai gerobak, bukan mengendarai motor seperti penjual cilok lainnya malah diminta menepi oleh petugas.

Namun, kekagetan itu hanya berlangsung sebentar. Setelah kegiatan razia selesai, penjual cilok asal Pulokulon yang ngekos di kampung Jetis, Purwodadi itu langsung terlihat sumringah.

Hal ini terjadi, ketika Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano mendatangi penjual cilok tersebut sambil menyerahkan uang. Ternyata, kapolres bermaksud memborong cilok untuk dimakan rame-rame dengan anggotanya yang baru selesai melaksanakan kegiatan.

”Sekali-kali, kita makan cilok bareng-bareng. Ini, kebetulan ada penjual cilok yang lewat di sini. Ayo, rekan-rekan wartawan ikut mencicipi cilok,” kata Satria pada beberapa wartawan yang ikut meliput razia tersebut.

Sementara itu, Sirojul Munir merasa sangat senang karena dagangannya terjual dengan cepat. Biasanya, ia harus keliling hampir seharian untuk menjual dagangannya.

Bapak dua anak itu juga mengaku bangga karena orang yang memborong cilok itu ternyata adalah Kapolres Grobogan.

Editor: Supriyadi

Tak Hanya Warga, Polisi di Grobogan Juga Dirazia saat Operasi Keselamatan Candi

MuriaNewsCom, GroboganAnggota Satlantas Polres Grobogan kembali melakukan kegiatan Operasi Keselamatan Candi (OKC) 2018, Selasa (6/3/2018). Pelaksanaan OKC hari kedua ini dilangsungkan di dua titik.

Yakni, di jalan Purwodadi-Blora disekitar Pasar Jono, Kecamatan Tawangharjo pada pagi hari dan siangnya dilanjutkan kegiatan di bundaran Getasrejo, Kecamatan Grobogan.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano dan Kabag Ops Kompol Sigit Ari Wibowo ikut hadir saat kegiatan kedua di bundaran Getasrejo. Bahkan, kapolres sempat menghentikan seorang pengendara motor berseragam polisi yang melintas dilokasi razia.

Setelah memberikan salam, kapolres langsung meminta polisi bernama Rendi dengan pangkat Bripda itu supaya menunjukkan surat kelengkapan berkendara. Yakni, SIM dan STNK. Selanjutnya, polisi yang mengendarai motor dengan nomor polisi K 4343 JJ itu langsung mengambil dompet dan mengeluarkan surat yang diminta.

”Bagus, selaku anggota harusnya bisa memberikan contoh pada masyarakat. Yakni, memiliki surat kelengkapan saat berkendara, seperti SIM dan STNK,” jelas kapolres pada polisi yang bertugas di Polres Grobogan itu.

Kapolres juga berpesan agar polisi tidak bersikap arogan ketika ada kegiatan razia. Mereka juga diwajibkan menepi saat diminta petugas untuk berhenti guna diperiksa surat kelengkapannya.

”Kita pastikan, polisi juga harus tertib berlalulintas. Kalau polisinya baik maka akan lebih mudah mengajak masyarakat untuk tertib,” imbuhnya.

Kapolres menambahkan, pelaksanaan OKC dilangsungkan mulai 5-25 Maret mendatang. Tujuan kegiatan ini adalah terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas. Selain itu, melalui kegiatan itu diharapkan akan bisa menurunkan angka kecelakaan dan pelanggaran serta meningkatkan kedisiplinan masyarakat, khususnya dalam berlalulintas.

Sementara itu, Kanit Patroli Ipda Affandi menambahkan, dalam razia yang dilangsungkan tadi, masih banyak pengendara yang terjaring pelanggaran. Sedikitnya, ada 150 pengendara yang dikenakan sanksi tilang. Dalam kegiatan ini, pihaknya memang mengedepankan penindakan berupa tilang bagi pengendara yang melanggar. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh  pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

Editor: Supriyadi

Razia Kos-kosan dan Penginapan, Belasan Pasangan Mesum di Grobogan Diamankan Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Polres Grobogan mengamankan belasan pasangan bukan suami istri, Rabu (28/2/2018). Mereka ditemukan tengah berduaan dalam kamar di sejumlah kos-kosan dan tempat penginapan yang ada di kota Purwodadi.

Padahal, sehari sebelumnya, sejumlah pasangan bukan suami istri juga berhasil diamankan saat berlangsung razia serupa.

”Selain lajang, beberapa di antaranya ternyata sudah berkeluarga atau sudah bersuami maupun beristri. Bahkan, ada satu pria yang diketahui masih dibawah umur. Totalnya ada belasan pasangan yang kita amankan dalam kegiatan kemarin dan hari ini tadi. Kebanyakan, mereka yang terjaring razia ini warga dari luar Grobogan,” kata Kasat Sabhara Polres Grobogan AKP Lamsir.

Lamsir menegaskan, kegiatan razia itu dilakukan seiring masih banyaknya aduan masyarakat terkait masih adanya aktivitas penghuni kos yang dirasa cukup mengganggu. Menindaklanjuti aduan ini, petugas kemudian menggelar operasi penyakit masyarakat. Selain itu, razia memang digencarkan sebagai upaya cipta kondisi jelang pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

Saat hendak dibawa ke Mapolres Grobogan menggunakan mobil Dalmas, beberapa pasangan bukan suami istri tersebut sempat menolak. Alasannya, mereka berdua hanya istirahat saja dan baru saja masuk dalam kamar.

”Selama mereka tidak bisa menunjukkan bukti sebagai pasangan resmi atau suami istri, kami bawa mereka ke Mapolres untuk dikasih pembinaan. Setelah itu, mereka kami minta membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Habis itu, mereka baru kami lepas,” terangnya.

Editor: Supriyadi

Gelar Razia, Satlantas Polres Jepara Jaring 157 Pelanggaran Pengendara

MuriaNewsCom, Jepara – Ratusan pengguna jalan terjaring razia yang digelar Satlantas Polres Jepara, Rabu (21/2/2018). Para pelanggar tersebut sebagian besar di antaranya merupakan pengendara sepeda motor.

Dikutip dari laman Tribratanews Polres Jepara, mereka yang terjaring adalah pengendara yang tidak melengkapi diri dengan Surat Izin Mengemudi (SIM), Surat kendaraan, dan kelengkapan berkendara lainnya. Selain itu ada pula yang melawan arus lalu lintas.

KBO Satlantas Polres Jepara Iptu Suyitno mengatakan, razia digelar di Jalan KH. Fauzan Jepara dengan melibatkan 18 personil Satlantas Polres Jepara. Tujuannya untuk menekan angka kecelakaan yang ada di Kota Ukir.

”Sebanyak 157 pengendara terjaring razia tersebut. Mereka selanjutnya diambil tindakan tilang,” katanya.

Ia menjelaskan, jenis pelanggaran yang ada berbeda-beda. Hanya, rata rata pelanggaran yang terjaring razia antara lain tidak membawa surat kelengkapan berkendara, serta kendaraan tidak sesuai dengan spesifikasi standar berkendara.

”Sebagian besar kendaraan yang terjaring razia adalah sepeda motor. Mereka yang terjaring bisa mengikuti sidang dengan tanggal yang sudah ditentukan,” tambahnya.

Editor: Supriyadi

Hindari Teror Terhadap Tokoh Agama, Polres Kudus Razia Orang Gila

MuriaNewsCom, Kudus – ‎Polres Kudus bersama Satuan Polisi Pamong Praja Kudus, menggelar razia orang tak waras, Rabu (21/2/2018). Hal itu dilakukan untuk menghindari kasus penyerangan tokoh agama yang diduga dilakukan oleh orang gila.

Tim menyisir di daerah Ngembalrejo. Dalam kegiatan itu, polisi mengamankan satu orang tak waras‎.

“Razia ini dilakukan untuk megatasi isyu penyerangan tokoh agama yang dilakukan oleh orang tak waras,” kata Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning, saat menghadiri Forum Group Discussion (FGD) di Hotel @Hom.

Terlebih lagi, lanjut Gurning, ‎Kudus saat ini tengah ada pesta demokrasi ajang pemilihan bupati-wakil bupati Kudus 2018. Ia mengharapkan, tak muncul isyu yang membuat kondisi Kudus semakin tidak stabil.

Dirinya menyebut, orang gila yang diamankan kini telah dibawa ke Panti Rehabilitasi gangguan jiwa Jalma Sehat, Desa Bulung Kulon, Kecamatan Jekulo. Hal itu untuk mencegah orang tersebut kembali lagi ke jalanan.

Adapun, kasus penyerangan tokoh agama oleh orang yang diduga gila, terjadi di Lamongan. Penyerangan itu, terjadi pada ulama pengasuh Pondok Pesantren Karangasem, Paciran, Lamongan KH. Hakam Mubarok, Minggu (18/2/2018).

Editor: Supriyadi

Gelar Razia, Polisi di Grobogan Kaget Ada Pengendara Bawa Belasan Ciu

MuriaNewsCom, Grobogan – Pelaksanan razia lalu lintas rutin yang dilakukan aparat Polres Grobogan sempat diwarnai kehebohan, Senin (19/2/2018). Hal ini menyusul adanya seorang pengendara motor yang kedapatan mengangkut belasan botol plastik berisi miras jenis ciu. Razia itu digelar di halaman kantor Dinas Perhubungan Grobogan di jalan raya Purwodadi-Solo km 6.

Awalnya, petugas tidak mengira jika pria pengendara motor ini membawa miras. Namun, kecurigaan muncul setelah petugas mengamati barang bawaan yang dimasukkan dalam dua kardus dan diikat di atas jok motor.

“Kami curiga karena sempat mencium bau miras. Setelah kita buka, dalam kardus ternyata isinya miras. Jumlahnya ada 18 botol,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Pengendara yang membawa miras merupakan warga Kudus. Berdasarkan keterangannya, belasan miras tersebut baru dibeli dari Solo dan rencananya akan dibawa pulang ke Kudus.

“Pengendara dan puluhan botol miras ini selanjutnya kami serahkan ke Polres untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” imbuhnya.

Panji menyatakan, razia di jalur Purwodadi-Solo memang diintensifkan. Hampir tiap hari dilakukan razia dilokasi tersebut. Tidak hanya sepeda motor, razia juga menyasar kendaraan roda empat atau lebih.

Editor : Supriyadi

Kapolres: Kalau Perlu Razia Setiap Hari Agar Kudus Bebas Miras

MuriaNewsCom, Kudus – Ancaman sanksi tegas maupun denda besar yang digaransikan oleh Kepolisian kepada pengedar minuman keras, nampaknya masih belum membuat para oknum pengedar miras di wilayah Kudus jera. Hal ini terbukti dengan masih ditemukannya miras yang masih beredar di kalangan masyarakat Kudus.

Polres Kudus sejauh ini juga tidak tinggal diam. Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning memerintahkan jajarannya untuk rutin merazia untuk semakin intensif menggelar razia dan operasi pemberantasan miras di wilayah tugasnya masing-masing agar miras. Tujuannya mirsa di Kudus benar-benar hilang.

Perintah orang nomor satu dijajaran Polres Kudus langsung direspon oleh jajaran dengan menggelar razia miras maupun penyakit masyarakat lainnya di wilayah Kudus. Hasilnya, berhasil mengamankan puluhan botol minuman keras berbagai merk hingga miras lokal (putihan) dari empat warung yang berbeda.

Keempat warung tersebut adalah milik FA (36) warga Purwosari Kec Kota Kudus, SG (32) dan BP (24) yang keduanya warga Pasuruhan lor Kec Jati Kudus, serta RB (58) warga Loram Wetan Kec Jati Kudus.

”Keberhasilan dalam pelaksanaan razia tersebut merupakan peran aktif masyarakat dalam membantu pihak Kepolisian dalam memberantas penyakit masyarakat,” katanya seperti dikutip dari laman Tribrata News.

Kapolres menegaskan, razia minuman keras akan terus dilakukan untuk menjaga stabilitas Kamtibmas di wilayah hukum Polres Kudus. Dengan cara itu, para penjual mirsa akan berkurang dan hilang.

”Kalau perlu, razia akan dilakukan setiap hari,” tegasnya.

Di sisi lain, pihaknya mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu memberikan informasi tentang peredaran miras kepada Kepolisian. Ia pun berharap masyarakat semakin pro aktif memberikan informasi.

Editor: Supriyadi

Belum Lama Dirazia, Orang Gila Kembali Nongol di Grobogan

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski belum lama ini dilakukan razia namun akhir-akhir ini kembali terlihat lagi keberadaan orang gila di kawasan kota Purwodadi. Kondisi ini menyebabkan sebagian warga resah.

Sebab tidak jarang, orang gila ini suka bikin ulah. Misalnya mengganggu orang lewat, berteriak tidak karuan sepanjang jalan dan melempari rumah warga dengan batu kecil.

Di sisi lain, munculnya lagi orang gila ini dinilai warga cukup mengherankan. Soalnya, tim gabungan dari Dinas Sosial, dan Satpol PP sudah sering menggelar razia terhadap pengemis, gelandangan dan orang-orang terlantar (PGOT) di wilayah perkotaan.

Dalam razia tersebut, ada cukup banyak pengemis dan gelandangan yang diamankan petugas. Khusus untuk orang gila yang tertangkap langsung dikirim ke Yayasan Al Ma’atih Desa Bandungsari, Kecamatan Ngaringan untuk direhabilitasi.

”Setelah dirazia dulu, sudah tidak ada orang gila lagi yang berkeliaran disekitar sini. Tapi, beberapa hari terakhir sudah banyak lagi orang gila disini,” ujar Wahyudi, warga yang tinggal di kampung Jetis Purwodadi.

Terkait kenyataan itu, sebagian warga menduga kalau orang gila yang ada itu sengaja didatangkan oleh pihak tertentu ke Purwodadi. Sebab, orang gila yang saat ini berseliweran belum pernah terlihat sebelumnya di sekitar kota. Oleh sebab itu, dugaan adanya oknum yang memasukkan orang gila itu ke Purwodadi dirasa sangat beralasan.

Sementara itu, Kabid Sosial Dinsos Grobogan Kurniawan ketika dimintai komentarnya membenarkan jika di sekitar kawasan kota mulai muncul lagi orang gila baru. Ia mengaku cukup prihatin dengan kondisi itu.

”Saat kita lakukan razia kemarin, kawasan kota sudah bersih dari orang gila. Sekarang ini sudah mulai terlihat lagi. Dalam waktu dekat akan kita razia lagi,” katanya, Jumat (19/1/2018).

Soal adanya kiriman orang gila dari pihak tertentu ke Purwodadi, Wawan menyatakan, kemungkinan itu bisa saja terjadi. Sebab, sangat sulit kalau ada orang gila dari luar daerah sengaja datang sendiri ke Purwodadi. Meski demikian, sampai sekarang pihaknya belum bisa menemukan atau membuktikan adanya aksi pengiriman orang gila dari luar daerah itu.

Editor: Supriyadi

Gelar Razia, Polisi di Grobogan Kaget Ada Emak-emak jadi Sopir Truk

MuriaNewsCom, GroboganPelaksanaan razia dalam rangka Operasi Mandali digelar di wilayah Kecamatan Kradenan, Kamis (18/1/2018). Dalam kegiatan ini, sempat ada kejadian yang bikin kaget petugas.

Hal ini terjadi ketika salah satu petugas razia menghentikan sebuah truk warna kuning yang melaju dari arah timur guna memeriksa kelengkapan kendaraan. Setelah kendaraan dengan nomor polisi K 1306 MP berhenti, sopir truk langsung membuka kaca pintunya.

Saat itulah terlihat jelas kalau sopir truk itu ternyata seorang perempuan. Saat petugas mendekat, perempuan yang memakai kerudung warna pink itu langsung menyodorkan surat kelengkapan kendaraannya.

Saat diperiksa, semua surat kendaraannya ternyata lengkap. Bahkan, sopir perempuan ini juga punya SIM B1 yang sesuai dengan peruntukkannya. Dari data SIM diketahui, emak-emak berusia 38 yang jadi sopir truk itu bernama Suswati, warga Desa Tunggulrejo, Kecamatan Gabus.

”Ibu yang mengendarai truk tadi semua suratnya lengkap. Saya salut dan mengapresiasi ibu tadi. Surat kendaraannya lengkap, punya SIM dan pakai sabuk pengaman,” kata Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi yang memimpin razia tersebut.

Menurutnya, kendaraan truk yang dikemudikan perempuan itu tidak membawa muatan. Rencananya, sopir akan mengambil barang di daerah Wirosari.

Afandi menambahkan, dalam razia tadi, pihaknya masih mendapati 155 pengendara yang terjaring pelanggaran. Terkait kondisi itu, ia mengimbau kepada seluruh  pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

”Kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas,” katanya.

Editor: Supriyadi

Viral, Video Polisi di Grobogan Diomeli Warga saat Melangsungkan Razia, Begini Penjelasan Kapolres

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano menggelar jumpa pers menyikapi adanya tayangan video yang berisi protes warga terhadap anggotanya yang melakukan kegiatan razia, Rabu (13/12/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSebuah tayangan video yang menggambarkan dua polisi lalu lintas sedang diomeli warga saat melangsungkan razia, saat ini sedang jadi trending topik warganet. Terlebih setelah video berdurasi sekitar 3 menit, 28 detik itu diunggah melalui media sosial maupun youtube, sejak beberapa hari lalu. Hingga saat ini, video tersebut sudah ditonton jutaan orang.

Peristiwa yang direkam dalam video tersebut terjadi di Grobogan. Tepatnya, di ujung jalan kampung Dusun Sanggrahan, Desa Gatasrejo, Kecamatan Grobogan. Ujung jalan kampung ini bertemu dengan jalan raya Purwodadi-Pati.

Baca: Duel dengan Maling, Warga Raguklampitan Jepara Dilarikan ke RSUD

Dalam video itu terlihat ada beberapa orang yang mendatangi dua polisi yang sedang menindak pelanggar diujung jalan. Selanjutnya, warga tersebut melancarkan protes pada polisi karena tindakannya melakukan kegiatan di jalan kampung dianggap kurang tepat.

Sebelumya, beberapa orang itu terlihat berada di sebelah timur jalan raya Purwodadi-Pati. Melihat ada dua polisi melakukan penindakan di ujung jalan kampung, beberapa warga ini kemudian mendekat ke lokasi kejadian. Setelah itu, mereka sempat melakukan protes pada polisi.

“Ini jalan kampung, pak. Kalau mau razia di jalan raya,” kata salah seorang warga pada polisi.

Baca: Zainal,Warga Desa Tubanan Ini Serang Polisi di Alun-Alun Jepara

Terkait dengan tayangan video itu, Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano sempat menggelar jumpa pers, Rabu (13/12/2017). Dalam kesempatan itu, Satria menegaskan, apa yang dilakukan anggotanya sudah sesuai aturan.

Dijelaskan, sampai saat ini, masih adanya sebagian masyarakat berasumsi rumah dekat, jaraknya juga tidak jauh, mereka berpikir jalan kampung itu bebas dari pelanggaran.

“Pengendara yang tidak melengkapi administrasi, tidak melengkapi fisik kendaaraannya, tidak melengkapi kelengkapan lainnya, helm, sudah dinyatakan melanggar. Bagi kami jika sudah berkendara di jalan, tentu ada risikonya,” ujarnya.

Aksi protes warga terhadap anggota polisi yang melakukan kegiatan penindakan di jalan kampung Dusun Sanggrahan, Desa Gatasrejo, Kecamatan Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Satria menjelaskan, video itu dinilai tidak utuh karena diambil pada bagian petugas yang melakukan penindakan di jalan kampung. Padahal, dalam radius 100 meter dari gang itu memang sedang dilakukan razia resmi yang melibatkan banyak personil dan dipimpin seorang perwira.

“Jadi, saat razia itu memang ada petugas yang siaga di ujung jalan kampung tersebut. Hal ini dilakukan karena banyak pengendara yang memutar balik menuju jalan kampung untuk menghindari razia,” jelasnya.

Baca: Takut Dirazia, Pemuda Robayan Jepara Ugal-ugalan Hingga Tabrak Polisi

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gede Prabowo menambahkan, kejadian razia yang jadi viral kemungkinan terjadi pada Agustus 2017. Hal itu berdasarkan adanya umbul-umbul Agustusan dalam tayangan dalam video tersebut. Dia mengaku heran kenapa video tersebut baru ramai saat ini.

Panji menuturkan, lokasi razia selama ini merupakan salah satu titik rawan kecelakaan. Indikasinya, dari Januari-Desember sudah terjadi 4 kecelakaan lalu lintas di jalur tersebut yang mengakibatkan 4 korban jiwa. 

Terkait aksi protes dan berujung pengusiran, Panji menuturkan, tindakan itu bukan dilakukan warga setempat. Hal ini berdasarkan keterangan warga dan RT sekitar dilokasi itu.

“Orang yang marah-marah dalam video itu bukan warga Sanggrahan. Kami sudah minta penjelasan dari Ketua RT dan RW setempat,” katanya.

Editor: Supriyadi

Takut Dirazia, Pemuda Robayan Jepara Ugal-ugalan Hingga Tabrak Polisi 

Brigadir Joko Pamoga Mukti saat mendapatkan perawatan di RSUD Kartini Jepara. (Polres Jepara)

MuriaNewsCom, Jepara – Brigadir Joko Pamoga Mukti ditabrak pengemudi ugal-ugalan saat melaksanakan tugas razia kepolisian di Jl Soekarno Hatta KM 7 Desa Ngabul-Tahunan, Selasa (12/12/2017) pukul 08.30 WIB. Akibatnya, personel patroli Satlantas Polres Jepara tersebut mengalami luka robek di kening kiri dan pipi kiri dan harus mendapatkan perawatan di RSUD Kartini. 

Kasatlantas Polres Jepara AKP I Putu Bagus Krisna Purnama menjelaskan, identitas penabrak anggotanya adalah Saiful Rochman (23), warga Desa Robayan RT 8/2 Kalinyamatan. Yang bersangkutan mengendarai Vario K-5469-RQ diduga panik mengetahui ada razia dan hendak menghindar. 

“Razia dilakukan di jalan lingkar Ngabul, dimana jalur itu adalah jalur searah (verboden). Yang bersangkutan (Saiful) melaju dari arah Pecangaan lalu nyelonong memasuki jalur searah. Ia kemudian panik mengetahui ada razia polisi yang ada di sana. Petugas kami yang berusaha menghentikannya malah ditabrak,” ujarnya, Selasa sore. 

Baca: Zainal,Warga Desa Tubanan Ini Serang Polisi di Alun-Alun Jepara

Dirinya menambahkan, sebelum menabrak Joko, Saiful sempat menghindari cegatan yang dilakukan oleh polisi lain yakni Akhmad Jumal dan Dhony Nugroho. Lepas dari keduanya, pelaku justru melarikan motornya kencang hingga akhirnya menabrak petugas.

Saiful Rochman pemotor yang ugal-ugalan saat razia lalulintas hingga menabrak polisi. (Polres Jepara)

Beruntung laju motornya bisa dihentikan. Ketika diperiksa, Saiful ternyata tak memiliki SIM dan kendaraanya telah mengalami perubahan tidak sesuai dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). 

“Kondisi petugas kami saat ini sudah diperbolehkan pulang (rawat jalan) setelah mendapatkan perawatan di RSUD Kartini Jepara. Untuk pelaku saat ini diamankan di Mapolres beserta barang bukti motor guna dilakukan proses hukum,” jelas Kasatlantas Jepara. 

Selain melanggar peraturan lalulintas, pelaku disangkakan melanggar dua pasal lain yakni 212 karena melawan pejabat yang sedang bertugas dan pasal 351 tentang penganiayaan. 

Dihubungi terpisah, Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharto mengatakan, saat ini pelaku sedang diperiksa lebih lanjut. 

Editor: Supriyadi

3.381 Pelanggar Terjaring Operasi Zebra Candi di Kudus

Papan razia terpampang jelas di pintu masuk Polres Kudus saat pemeriksaan kelengkapan kendaraan, Kamis (10/8/2017). (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Kudus – Kesadaran masyarakat Kudus untuk mengenakan helm nampaknya masih rendah. Terbukti, dalam Operasi Zebra Candi 2017 terdapat ribuan pelanggar. Ironisnya, pelanggan didominasi pada kendaraan roda dua yang pengendaranya tak mengenakan helm.

KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Sucipto mengatakan, total pelanggaran dalam Operasi Zebra mencapai 3.381 pelanggaran. Jumlah tersebut merupakan jumlah yang ditilang mulai dari kendaraan sepeda motor dan mobil.

“Dari jumlah tersebut, paling banyak memang sepeda motor yang mencapai 2.351. Dan dari jumlahnya, 570 pengguna jalan tidak mengenakan helm,” katanya Rabu (15/11/2017).

Menurut dia, jumlah pelanggaran tak mengenakan helm itu tersebar di semua wilayah operasi. Mulai dari perkotaan hingga kawasan permukiman.

Disebutkan, tren pelanggaran tersebut bergeser dari kebanyakan yang tak memiliki surat seperti SIM dan STNK. Karena, yang tak memiliki surat kendaraan sejumlah 204 pengguna jalan.

“Selain helm, pelanggaran yang muncul  selama operasi juga 222 bonceng lebih dari satu serta melawan arus 293 pelanggar,” ungkap dia.

Ditambahkan, Selama operasi Zebra Candi di Kudus, jumlah laka total 12, luka ringan sembilan dan meninggal tiga orang. “Setelah operasi zebra hari ini selesai, dilanjutkan operasi lilin candi, masyarakat lebih tertib dan waspada,” imbuhnya

Editor: Supriyadi

Bawa Senjata Rantai Gir Motor, Siswa di Sukolilo Pati Diciduk Polisi

Polisi menggeledah tas dan sepeda motor siswa, sebelum ketahuan membawa senjata rantai yang dikaitkan gir kendaraan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polsek Sukolilo melakukan razia penyakit masyarakat di sejumlah titik di Kecamatan Sukolilo, Rabu (15/11/2017).

Dalam razia tersebut, polisi menemukan sejumlah siswa yang mangkal di warung. Mereka membawa senjata dari rantai yang dikaitkan dengan gir sepeda motor.

Mereka lantas diciduk polisi untuk dibawa ke Mapolsek Sukolilo. “Mereka kami bawa ke Mapolsek untuk dilakukan pembinaan. Senjata semacam itu biasanya digunakan untuk berkelahi atau tawuran,” kata Wakapolsek Sukolilo Iptu Wandoyo yang memimpin razia.

Selain itu, polisi juga melakukan razia minuman keras (miras). Dalam razia miras, petugas menyita sedikitnya 48 botol miras dari berbagai merek.

Di warung milik Umi Khoriyah di Desa Cengkalsewu, polisi mengamankan 15 botol anggur merah, dua botol beras kencur, lima botol anggur merah ukuran besar, dan sepuluh botol miras merek Anggur 500.

Di warung milik Slamet Riyadi di Desa Kasiyan, petugas menyita 14 botol anggur merah dan anggur 500. “Puluhan botol miras itu kami sita sebagai barang bukti,” imbuhnya.

Dia berharap, operasi pekat di wilayah Sukolilo bisa membuat situasi dan kondisi menjadi aman, terutama menjelang perayaan Meron yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya. Sebab, tradisi Meron mengundang perhatian banyak massa sehingga perlu ada langkah antisipatif agar tidak terjadi tindak kriminal.

Editor: Supriyadi

Bisa Sebutkan Nama Pahlawan, Pelanggar Lalin di Grobogan Bebas Sanksi Tilang

Seorang petugas memberikan tebak nama gambar pahlawan saat razia operasi Zebra Candi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pelanggar lalu lintas di Grobogan dapat dispensasi khusus tidak dikenakan sanksi tilang. Hal itu terlihat Hal ini terlihat saat anggota Polres Grobogan menggelar razia pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2017 di selatan bundaran Simpanglima Purwodadi, Kamis (9/11/2017).

Dispensasi itu tidak diberikan begitu saja tetapi ada syaratnya. Yakni, pelanggar lalin harus bisa menyebutkan nama pahlawan yang ditunjukkan petugas.

“Kalau jawabannya benar kita kasih dispensasi. Sebaliknya kalau jawabannya salah, kita tilang. Ini kita lakukan dalam rangka memperingati hari Pahlawan 10 November,” kata Kanit Patroli Satlantas Polres Grobogan Ipda Afandi di sela-sela kegiatan razia.

Dalam razia itu ada enam poster berisi gambar pahlawan nasional yang dibawa petugas. Yakni, Imam Bonjol, Pangeran Antasari, Sultan Hasanuddin, Pattimura, Sisingamangaraja, dan Moh Hatta.

Saat ada pelanggar yang terjaring, petugas langsung mendekat dan meminta pengendara menyebutkan nama pahlawan nasional yang ada dalam gambar tersebut. Saat menunjukkan pada pengendara, petugas menutup nama pahlawan yang tertulis dibawah gambar.

Beberapa pengendara terlihat cakap menyebutkan nama pahlawan yang gambarnya dibawa petugas. Namun, tidak sedikit pengendara keliru menyebutkan nama, terutama gambar pahlawan Imam Bonjol yang dikira Pangeran Dipnegoro.

“Saya tahu. Ini adalah Pangeran Diponegoro,” kata salah satu pengendara saat ditunjukkan gambar Imam Bonjol.

Editor: Supriyadi

Jadi Perhatian Pengendara, “Sunan Kudus dan Sunan Kalijaga” Ikut Operasi Zebra Candi

Petugas memeriksa surat kendaraan bermotor milik pengendara yang terjaring Operasi Zebra Candi, Kamis (9/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Ada yang berbeda dalam Operasi Zebra Candi 2017 di Jalan A. Yani, Kamis (9/11/2017) sore. Itu lantaran, ada beberapa anggota polisi yang mengenakan pakaian adat Kudus, Sunan Kudus, hingga Sunan Kalijaga saar razia digelar.

Dari pantauan di lapangan, ada empat petugas mengenakan pakaian adat Kudus, satu petugas berpakaian ala Sunan Kudus, dan seorang lagi mengenakan pakaian ala Sunan Kalijaga.

Hal itu sontak menarik perhatian pengendara. Tak jarang pengendara yang terkena razia, mengajak foto bersama petugas yang mengenakan kostum wali.

Baca: Belasan Pemandu Karaoke dan  PSK di Lokalisasi Mawar Indah Pati Diciduk Polisi

Satu di antaranya Dina, pengendara yang terjaring razia di gang 1 Kudus, jalan A. Yani. Usai diperiksa petugas, ia langsuung mengajak petugas berkostum wali berfoto bersama.

“Tak seperti biasa, ada wali yang ikut razia. Jadi sekalian ajak foto,” katanya.

Tak hanya berpakaian wali, dalam operasi Zebra tersebut juga terdapat polwan yang mengenakan pakaian adat khas Kudus. Sama halnya kedua wali, polwan yang berpakaian adat Kudus juga ramai diajak foto bersama.

Wakapolres Polres Kudus M Ridwan mengatakan, adanya dua wali dan polwan berpakaian adat Kudus sekaligus untuk mengenalkan kearifan lokal. Mereka bertugas bukan untuk menindak pelanggaran melainkan memberi tahu pengendara larangan dalam berkendara.

“Seperti misalnya mengenakan handphone selama mengendarai motor dan mobil tidak diperbolehkan,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Dua Jam Razia, 584 Kendaraan di Juwana Kena Tilang

Polisi memberhentikan pengendara dalam Operasi Zebra 2017 yang dipusatkan di Juwana, Sabtu (4/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Satlantas Polres Pati menilang sedikitnya 584 kendaraan di sejumlah lokasi yang dinilai rawan pelanggaran lalu lintas di Juwana, Pati, Sabtu (4/11/2017). Padahal, operasi lalu lintas digelar tidak lebih dari dua jam.

“Sasaran kami memang lokasi yang rawan pelanggaran lalu lintas, sehingga banyak kendaraan yang kami tilang,” ujar Kasatlantas Polres Pati AKP Ikrar Potawari.

Baca: Warga Kerso Tewas Mengenaskan Setelah Terlindas Truk di Rengging Jepara

Dari 584 kendaraan yang ditilang, sebagian besar tidak membawa surat kelengkapan kendaraan seperti SIM dan STNK. Sementara sepeda motor yang tidak sesuai standar berjumlah sekitar 32 kendaraan.

Selain melakukan tilang, polisi juga memberikan teguran kepada 78 pengendara. Teguran diberikan kepada pengendara yang tidak terlalu melanggar lalu lintas, sehingga dilakukan tindakan persuasif-edukatif.

“Kami melibatkan sekitar 92 anggota satlantas untuk menindak pengendara yang melanggar lalu lintas. Pengendara yang tidak membawa SIM biasanya umurnya masih di bawah 17 tahun,” papar dia.

Operasi Zebra Candi 2017 sendiri digelar secara serentak di seluruh Indonesia untuk membangun kesadaran berlalu lintas. Sesuai jadwal, operasi tersebut akan selesai pada 14 November 2017 mendatang.

Editor: Supriyadi

Ini Spesifikasi Pelat Nomor Modifikasi yang Diincar Polisi saat Operasi Zebra Candi

Petugas melakukan operasi Zebra Candi, Jumat (3/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemilik kendaraan bermotor maupun mobil terkadang ingin membuat penampilan kendaraannya menjadi lebih menarik. Salah satunya dengan memodifikasi pelat kendaraan yang seringkali disesuaikan dengan keinginan si pemilik.

Padahal, modifikasi pelat nomor tak sepenuhnya diperbolehkan. Dalam operasi Zebra Candi ini, pemilik pelat nomor yang dimodifikasi juga tak luput dari sasaran petugas.

KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Sucipto mengatakan, sejumlah kesalahan modifikasi pelat nomor akan ditindak dalam operasi. Malahan, beberapa sudah dijumpai dan langsung ditindak.

“Seperti pemasangan film pada pelat nomor tidak diperbolehkan. Hal semacam itu, sudah ditemukan dalam  operasi hari ini, Jumat (03/11/2017),” katanya kepada MuriaNewsCom.

Baca: Dua Siswi SMA Asal Semarang Terciduk Operasi Zebra di Kudus

Melihat pelat nomor yang dikasih film, pihaknya langsung menghentikan sambil memeriksa kelengkapan. Usai memeriksa, pemilik diminta melepas film yang menutupi pelat kendaraan. Pelat nomor yang dikasih film, menjadi gelap dan tak bisa terbaca nomornya.

Menurut dia, modifikasi plat nomor lain yang menjadi incaran saat operasi Zebra Candi 2017, adalah merubah jenis hurufnya menjadi lebih kecil ataupun lebih besar. 

Termasuk juga, dengan menggeser huruf dan nomor kendaraan atau bahkan menghilangkan satu dua angka pada pelat agar terkesan dapat dibaca. 

“Kami juga mengoperasi pelat nomor yang berstiker polisi pada plat kendaraan. Hal itu dapat dilepas,” ujarnya.

Editor: Supriyadi

Dua Siswi SMA Asal Semarang Terciduk Operasi Zebra di Kudus

Petugas bertanya kepads pelajar SMA asal Semarang saat Terciduk Operasi Zebra Candi, Jumat (3/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Dua siswa SMA asal Semarang terciduk petugas kepolisian lalu lintas Polres Kudus saat melakukan operasi Zebra Candi 2017. Dua pelajar yang masih duduk di bangku kelas sebelas itu tertangkap saat melaju di kawasan Jati sekitar pukul 08.30 WIB, tempat petugas melakukan operasi.

Keduanya pelajar belum cukup umur tersebut terjaring razia saat mengendarai sepeda motor Mio J warna hitam bernopol H 6031 HQ. Saat itu, keduanya melaju dari arah Semarang menuju Kudus Kota. Meski memakai helm, keduanya tidak bisa menunjukkan SIM yang menjadi syarat untuk berkendara.

Baca: Selain Penggunaan Lampu Strobo, Ini Yang Diincar Polisi Saat Operasi Zebra Candi

Isna, satu dari dua siswa yang terjaring razia mengaku hendak ke Juwana untuk menemui saudaranya. Mereka beralasan, saudaranya tersebut sedang sakit.

“Saudara saya sakit, jadi harus ke sana untuk menjenguk,” katanya kepada MuriaNewsCom saat dirazia Jumat (3/11/2017).

Isna pun mengakui, mereka tertangkap lantaran tak memiliki SIM karena tak cukup umur. Hanya, keduanya masih bertahan di kendaraan, sambil menghubungi orangtuanya untuk menjemput.

”Kami sudah pulang sekolah sekitar pukul 08.30 WIB. Tapi karena ada kabar saudara sakit, saya langsung ke Juwana dengan masih mengenakan seragam,” ujarnya. 

Dia menjelaskan sudah sering pergi ke  Juwana Pati  ke rumah saudaranya. Namun saat ditanya pergi tanpa keluarga, mereka tak mau menjawabnya.

KBO Satlantas Polres Kudus Iptu Sucipto mengatakan, ini merupakan bentuk operasi Zebra Candi 2017. Dan sasarannya semua kendaraan yang melintas, termasuk para siswa atau pelajar.

Editor: Supriyadi

Baca: Kapolres Kudus: Lihat Polisi Langgar Lalulintas, Upload ke Medsos dan Viralkan

Selain Penggunaan Lampu Strobo, Ini Yang Diincar Polisi Saat Operasi Zebra Candi

Kapolres Kudus didampingi Komandan Kodim saat memeriksa kendaraan petugas. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Petugas kepolisian Polres Kudus tengah menentukan sasaran kendaraan yang terkena razia Operasi Zebra Candi. Selain pengguna Lampu Strobo, sejumlah hal juga menjadi incaran petugas saat operasi.

Kasatlantas Polres Kudus AKP Eko Rubianto mengatakan, sedikitnya terdapat tujuh item yang akan diincar petugas di luar surat-surat kendaraan. Selain Strobo, penggunaan knalpot Grong juga akan diincar petugas.

“Selain itu, dalam operasi juga sasaran pelanggan penggunaan helm, pengguna Becak Bermotor (Bentor) KBM bak terbuka atau kendaraan bak pengangkut orang, kendaraan sesuai kelas jalan serta penggunaan plat nomor yang tak sesuai,” katanya.

Baca: Pengguna Lampu Strobo di Kudus, Siap-siaplah Kena Tilang Saat Razia

Menurut dia, penggunaan plat nomor banyak yang disalahgunakan. Seperti mencetak sendiri tahunnya, plat nomer yang tak sesuai ketentuan dan juga pemasangan plat nomor bukan dari Indonesia.

“Banyak juga yang memasang plat nomor Thailand. Itu tidak diperbolehkan dan masuk kategori pelanggaran,” ujarnya

Ia menegaskan, jika ada pengguna sepeda motor atau mobil yang menggunakan plat nomor menyalahi akan mendapatkan  hukuman ganda. Selain mendapatkan tilang, juga mendapatkan hukuman berupa mencopot spek yang tak sesuai dan menggantinya.

“Kami juga menggandeng dari berbagai pihak, untuk muatan ada Dishub, dan ada dari instansi lain seperti satpol PP dan Kodim,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Baca: Siap-siaplah, Razia Kendaraan di Pati Akan Digencarkan Hingga Dua Pekan ke Depan

UNIK, Polisi Berkostum Superhero Bikin Geger Jalan Raya di Grobogan

Kanit Patroli Polres Grobogan Ipda Affandi berkostum Ksatria Baja Hitam menghentikan pengendara motor saat menggelar razia di selatan bundaran Simpanglima Purwodadi, Rabu (1/11/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Para pengendara motor atau mobil biasanya sempat merasa deg-degan ketika ada razia yang dilakukan pihak kepolisian. Namun, kondisi berbeda terjadi saat anggota Polres Grobogan menggelar razia hari pertama pelaksanaan Operasi Zebra Candi 2017 di selatan bundaran Simpanglima Purwodadi, Rabu (1/11/2017).

Saat razia berlangsung, para pengendara justru dibuat kaget dan akhirnya tertawa terbaha-bahak. Hal ini disebabkan, beberapa anggota Satlantas Polres Grobogan yang berkostum tiga tokoh kartun hero saat menggelar operasi simpatik tersebut. Yakni, Kstaria Baja Hitam, Batman, dan Star Wars.

Awalnya, beberapa pengendara sempat kaget ketika ada orang yang menutup wajahnya dengan topeng meminta mereka berhenti. Semula, mereka sempat mengira kalau itu bukan polisi beneran. Namun, setelah dijelaskan anggota lainnya yang memakai seragam lengkap, beberapa pengendara langsung tertawa lepas.

”Baru kali ini, saya lihat ada polisi pakai kostum begini saat operasi. Saya cukup salut dengan kreasi yang dilakukan petugas saat melakukan razia. Soalnya, saya jadi tidak merasa tegang ketika diminta berhenti petugas,” kata Arnita, salah seorang pengendara motor yang sempat diminta menepi oleh Ksatria Baja Hitam.

Usai diperiksa petugas unik, sejumlah pengendara bahkan sempat minta foto bareng dengan polisi berkostum tokoh kartun itu. Tidak hanya pengendara yang tertib saja, beberapa pengendara yang terpaksa kena sanksi tilang juga minta foto bareng petugas.

Salah satu anggota Polres Grobogan berkostum Batman saat beraksi dalam razia lalulintas di grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, dalam pembukaan operasi zebra candi 2017 ini, memang ada beberapa petugas yang mengenakan kostum tokoh kartun. Hal itu dilakukan untuk menghilangkan kesan kalau pelaksanaan razia itu suatu kegiatan yang menakutkan.

”Kali ini ada anggota yang sengaja memakai kostum kartun saat razia. Tujuannya, supaya pengendara tidak tegang atau takut ketika ada kegiatan tersebut. Pelaksanaan operasi zebra candi 2017 akan berlangsung hingga 14 November,” jelasnya.

Sementara itu, Kanit Patroli Ipda Affandi menambahkan, dalam razia yang dilangsungkan tadi, masih banyak pengendara yang terjaring pelanggaran. Sedikitnya, ada 50 pengendara yang dikenakan sanksi tilang.

Dalam kegiatan ini, pihaknya memang mengedepankan penindakan berupa tilang bagi pengendara yang melanggar. Untuk itu, ia mengimbau kepada seluruh pengendara kendaraan bermotor agar patuh terhadap aturan lalu lintas. Terutama terkait kelengkapan surat-surat berkendara seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).

”Kegiatan ini kita lakukan sebagai upaya terwujudnya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas,” imbuh Affandi yang memakai kostum Ksatria Baja Hitam dalam razia tersebut.

Editor: Supriyadi

Siap-siaplah, Razia Kendaraan di Pati Akan Digencarkan Hingga Dua Pekan ke Depan

Polantas Pati menyiapkan kendaraan untuk menggelar Operasi Zebra Candi yang digencarkan dua pekan ke depan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Jajaran Polres Pati akan menggencarkan operasi lalu lintas hingga dua pekan ke depan. Operasi Zebra Candi 2017 itu digelar untuk membangun kesadaran tertib berlalu lintas.

Kapolres Pati AKBP Maulana Hamdan mengatakan, Operasi Zebra 2017 yang dilaksanakan dua pekan mendatang mengedepankan pada aspek penegakan hukum. Hal itu bertujuan untuk membuat efek jera bagi pengendara yang tidak tertib berlalu lintas.

“Kecelakaan di Pati cukup tinggi. Karena itu, budaya dan kesadaran untuk tertib berlalu lintas harus diupayakan,” ujar AKBP Maulana, Rabu (1/11/2017).

Kapolres menjelaskan, dalam Operasi Zebra kali ini, jenis pelanggaran yang menjadi fokus dan perhatian khusus adalah kendaraan bermotor yang melawan arus. Kendati demikian, pelanggaran lalu lintas lainnya juga akan menjadi perhatian serius.

Dia berharap, operasi lalu lintas yang digencarkan dalam Operasi Zebra Candi bisa meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas di jalan raya. Pasalnya, kecelakaan lalu lintas disebabkan pengguna jalan yang tidak tertib berlalu lintas.

“Kami ingin meminimalisasi pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas, sehingga tingkat fatalitas korban kecelakaan bisa ditekan,” tuturnya.

Terlebih, perayaan Natal dan tahun baru berpotensi membuat arus lalu lintas di jalan raya meningkat pesat. Karenanya, Operasi Zebra Candi di Pati juga fokus pada upaya keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas menjelang Natal dan tahun baru.

Editor: Supriyadi

Pengguna Lampu Strobo di Kudus, Siap-siaplah Kena Tilang Saat Razia

Kaporles Kudus AKBP Agusman Gurning memeriksa kendaraan petugas usai gelar pasukan. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus bersama sejumlah jajaran bakal menggelar operasi Zebra Candi 2017. Dalam razia gabungan itu, bakal menyasar sejumlah pelanggaran termasuk pengguna lampu Strobo pada kendaraan.

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, penggunaan lampu Strobo secara umum tidak diperbolehkan. Sehingga, dalam razia kali ini akan dilakukan penindakan.

“Pengguna lampu Strobo yang akan kena razia tak hanya untuk sepeda motor saja. Namun untuk kendaraan roda empat juga akan kena,” katanya usai gelar pasukan operasi, Rabu (1/11/2017) di halaman Mapolres Kudus.

Menurut dia, Operasi akan dilaksanakan pada 1 hingga 14 November 2017. Mengenai lokasinya, akan dilaksanakan pada seluruh wilayah Kudus di sembilan kecamatan. Termasuk juga dikawasan pedesaan. 

Mengenai waktu operasi, lanjut dia, akan dilakukan sewaktu-waktu. Artinya, mulai pagi, siang, sore hingga malam hari juga akan dilaksanakan operasi Zebra Candi 2017.

“Dalam operasi ini, kami menyiagakan 117 petugas. Jumlah tersebut meliputi dari Polres Kudus, Dishub, Kodim 0722  Kudus dan juga Satpol PP Kudus,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Puluhan Anggota Polres Kudus Dirazia

Papan razia terpampang jelas di pintu masuk Polres Kudus saat pemeriksaan kelengkapan kendaraan, Kamis (10/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemandangan berbeda terlihat di Polres Kudus, Kamis (10/8/2017) pagi. Semua anggota mulai dari Bintara hingga perwira dicegat sie Propam Kudus untuk diperiksa kelengkapan surat dan kelengkapan kendaraan.

Kepada MuriaNewsCom, Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, pemeriksaan kelengkapan kenderaan ini dilakukan untuk menerapkan kedisiplinan di antara anggota. Karena itu, ia memastikan tak ada tebang pilih saat pemeriksaan.

”Tak ada tebang pilih. Bagi petugas yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi. Selain itu, mereka juga  diharuskan melengkapi kendaraannya, mulai dari surat-surat kendaraan hingga kelengkapan kendaraannya sendiri,” katanya

Aturan tersebut, katanya, berlaku untuk semua anggota. Untuk itu, jika ada personel yang melanggar harus ditindak, tidak peduli itu Bintara atau Perwira. ”Karena mereka juga termasuk contoh penegakan aturan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara, Kasi Propam Ipda TM Effendi yang memimpin langsung razia menegaskan, sasaran dalam kegiatan kali ini adalah kendaraan personel Polri maupun ASN. Mulai dari surat-surat kendaraan bermotor serta kelengkapan kendaraan seperti STNK, SIM, TNKB, spion, knalpot dan yang lainnya.

Selain itu sikap tampang dan kelengkapan surat-surat identitas diri juga merupakan sasaran pemeriksaan seperti KTP dan KTA.

”Ini merupakan langkah awal untuk penegakkan aturan berlalu lintas, sehingga personel Polri diharapkan bisa memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Oleh karena itu, sebelum dilakukan penertiban kepada masyarakat, Propam melakukan penertiban kepada personel Polri terlebih dahulu,” ucapnya.

Beruntung dalam pemeriksaan tidak dijumpai adanya pelanggan yang dilakukan. Meski begitu, Effendi memastikan, razia kelengkapan akan digelar kembali sewaktu-waktu supaya petugas benar-benar tertib.

Editor: Supriyadi

ASLI LUCU, Polisi Razia Pakai Topeng Marshmello, Pemotor Grobogan Ngakak

Pengendara tampak tertawa saat dirazia oleh polisi yang mengenakan topeng Marshmello. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Biasanya, para pengendara motor atau mobil sempat merasa deg-degan ketika ada razia yang dilakukan pihak kepolisian. Namun, kondisi berbeda terjadi saat anggota kepolisian menggelar razia, Selasa (7/3/2017) di pertigaan Putat, Purwodadi.

Para pengendara justru dibuat kaget dan akhirnya tertawa terbaha-bahak. Hal ini disebabkan, aksesoris yang dipakai beberapa anggota Satlantas Polres Grobogan saat menggelar operasi simpatik tersebut. Yakni, menggenakan topeng bentuk Marshmello yang saat ini lagi ngetren.

Awalnya, beberapa pengendara sempat kaget ketika polisi yang menutup wajahnya dengan topeng meminta mereka berhenti. Semula, mereka sempat mengira kalau itu bukan polisi beneran. Namun, setelah dijelaskan anggota lainnya yang tidak mengenakan topeng, beberapa pengendara langsung tertawa lepas.

“Baru kali ini, saya lihat ada polisi pakai topeng begini saat operasi. Saya cukup salut dengan kreasi yang dilakukan petugas,” kata Wildan, salah seorang pengendara.

Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa menyatakan, untuk mendukung pelaksanaan Operasi Simpatik yang digelar sejak beberapa hari lalu pihaknya memang menyiapkan sekitar 40 topeng Marshmello. Topeng yang dibuat dari kertas karton warna putih berbentuk seperti ember ini dipakai beberapa petugas saat melaksanakan kegiatan.

“Topeng Marshmello ini melambangkan senyum dan semangat. Jadi kita ingin menularkan senyum dan semangat pada masyarakat, khususnya pengendara,” katanya. 

Editor :  Akrom Hazami

Ramai Beredar Isu Razia Motor Malam Hari di Rumah-rumah, Warga Jepara Dibikin Tak Nyenyak Tidur

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sepekan terakhir ini beberapa warga di Kabupaten Jepara dibuat was-was lantaran beredar isu adanya razia kendaraan bermotor di rumah-rumah pada malam hari. Beberapa warga yang merasa resah dengan kabar tersebut, diantaranya ada di wilayah Kecamatan Batealit, Kecamatan Mayong, Kecamatan Donorojo dan Kecamatan Keling.

Hal itu seperti yang dialami oleh Ali Muzaki, warga Desa Pancur, Kecamatan Mayong. Dia mengaku setiap kali pulang rumah malam hari merasa was-was. Itu karena adanya kabar razia motor bermasalah ke rumah-rumah warga di desanya.

“Santer beredar kabar kalau ada razia motor ke rumah-rumah. Jadi rada was-was juga. Kalau mau pulang mampir ke rumah saudara dulu. Nanti kalau sudah malam, sekiranya sudah tidak ada razia, baru pulang ke rumah,” ujar Ali, Kamis (28/4/2016)

Isu razia polisi ke rumah-rumah warga pada malam hari itu beredar di tengah-tengah masyarakat dari cerita berantai mulut ke mulut, serta di jejaring sosial. Isu yang beredar, razia dilakukan untuk menindak kendaraan yang bermasalah.

Hal itu juga disampaikan Kepala Desa Raguklampitan Maskan. Menurutnya, isu razia sepeda ke rumah-rumah warga telah membuat warganya resah. Sejak dua hari terakhir, warga yang merasa sepeda motornya bermasalah, seperti belum membayar pajak atau tak dilengkapi dengan surat-surat kendaraan, memilih untuk tidak di rumah.

“Isu itu memang beredar luas. Bahkan sebagian warga mulai jam 9 malam sampai tengah malam, ada yang memilih tidak di rumah. Mereka kemudian nongkrong di jalan atau ke rumah saudara. Itu karena adanya isu razia tersebut,” katanya.

Editor : Kholistiono