Razia Teroris, Bus Malam di Kudus jadi Sasaran Polisi

Polisi melakukan pengamanan yang digencarkan dalam beberapa waktu terakhir. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Polisi melakukan pengamanan yang digencarkan dalam beberapa waktu terakhir. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Polres Kudus, meningkatkan operasi teroris yang dilakukan sebelumnya. Hal itu dilakukan untuk mempersempit gerak para teroris yang memasuki Kudus. Seperti bus malam yang melintasi kota tersebut, dini hari tadi.

Kapolres kudus AKBP M Kurniawan mengungkapkan, pengamanan yang dilakukan untuk menanggulangi adanya aktifitas teror. Untuk itu, ke depan akan lebih ditingkatkan Operasi Cipta Kondisi, dalam rangka meningkatkan pengamanan.

“Kita persempit ruang gerak para teroris, dengan upaya demikian maka mereka tidak akan mampu bergerak lagi,” katanya kepada MuriaNewsCom

Tujuannya, adalah memberikan rasa aman kepada masyarkat. Sebab dengan adanya pengamanan yang ketat, maka aktifivitas masyarakat tidak perlu risau dengan adanya sebuah teror.

Mengenai waktu pengamanan, pihaknya masih belum dapat memberitahu selesainya. Sebab status siaga satu masih dilakukan untuk memberikan pengamanan di Kudus.

“Waktu operasi bersifat insidental dan mendadak. Jadi dalam memberikan pengalaman berupa operasi juga dilakukan dengan langsung saat itu juga,” ungkapnya.

Mengenai kondisi Kudus saat ini, kata dia, masih dalam tahap aman. Dan dia berharap hingga kondisi terakhir masih aman sehinggga tidak ada satupun masyrakat yang dirugikan.

Untuk aktivitas masyarakat, dia meminta tetap berjalan seperti biasa. Masyarakat tidak perlu risau lantaran petugas kepolisian masih disiagakan di berbagai tempat.

Editor : Akrom Hazami

Ratusan Polisi Siaga di Perbatasan Kudus

Personel kepolisian saat melakukan razia di perbatasan Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Personel kepolisian saat melakukan razia di perbatasan Kudus (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

 

KUDUS – Sedikitnya 400 personel kepolisian disiagakan di perbatasan Kudus. 400 personel kepolisian tersebut berjaga di empat titik perbatasan secara bersamaan, pada Selasa (19/1/2016) malam.

Kapolres Kudus AKBP M Kurniawan mengungkapkan, operasi tersebut diselenggarakan secara serentak di empat lokasi malam ini juga. Tujuannya yakni untuk mengecek kendaraan yang melintas dari berbagai wilayah yang masuk ke Kudus.

“Semua perbatasan kami jaga, seperti Jekulo, Tanggulangin, Kaliwungu dan Undaan. Total anggota yang kami tugaskan sekitar 400 personel,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurut Kapolres, operasi cipta kondisi tersebut menyusul adanya teror bom yang terjadi di Jalan Thamrin, Jakarta pada 14 Januari lalu. Operasi ini juga, kata Kapolres, merupakan operasi yang paling besar digelar saat ini.

Dalam hal ini, Polres Kudus juga dibantu personel dari Kodim Kudus sebanyak 30 orang. Mereka diminta polres untuk membantu menjaga keamanan dalam kondisi siaga satu.”Semuanya diperiksa, kendaraan segala jenis diperiksa sampai bagasi,” ungkapnya. (FAISOL HADI/KHOLISTIONO)

Razia Teroris di Jepara Digencarkan

Polisi melakukan razia terhadap kendaraan bermotor di wilayah Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi melakukan razia terhadap kendaraan bermotor di wilayah Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Untuk mengantisipasi keberadaan teroris di wilayah hukum Polres Jepara. Sejak 14 Januari 2016 sampai saat ini, razia terus dilakukan, terutama di malam hari. Tak hanya itu, razia dilakukan oleh semua polsek yang ada di Jepara.

Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi mengatakan, razia mengantisipasi teroris tersebut terus dilakukan terutama di malam hari dengan menggeledah kendaraan, terutama roda empat dan mobil boks.

“Razia ini akan terus dilakukan sampai situasi nasional sudah kondusif, terutama terkait dengan ancaman terorisme,” kata Slamet kepada MuriaNewsCom, Selasa (19/1/2016).

Menurutnya, di jajaran polsek yang ada di Jepara juga melakukan razia di wilayah hukum masing-masing. Razia itu belum ketahui kapan diakhiri. Yang jelas, kata Slamet, saat ini belum berakhir dan hanya intensitasnya saja yang sedikit dikurangi.

“Kami masih menunggu informasi keadaan yang sudah kondusif, kemudian baru kegiatan razia dihentikan,” katanya.

Dia menambahkan, sejauh ini terkait dengan keberadaan teroris di Jepara dipastikan tidak ada. Meski beberapa tahun lalu, wilayah Jepara sempat dijadikan tempat persembunyian teroris, kali ini tidak ada. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Bawa Peluru Asli dan Pistol, 4 Warga Pati Kena Razia Teroris di Jepara

Polisi menyita pedang saat razia di salah satu sudut di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Polisi menyita pedang saat razia di salah satu sudut di Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Empat orang warga Pati kena razia teroris saat anggota polisi Jepara melakukan kegiatan dampak bom Sarinah, Jakarta.  Hal itu karena mereka dianggap membahayakan orang lain.

Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi mengatakan, penangkapan warga asal Pati yakni di Desa Mulyoharjo. Penangkapan karena polisi menemukan barang mencurigakan.

“Yaitu dua pistol mainan, peluru asli lima buah, senjata tajam satu buah yang dibawa oleh empat orang asal Pati yang mengendarai mobil Avanza,” kata Slamet, Selasa (19/1/2016).

Aparat kepolisian dari Polres Jepara memang beberapa hari terakhir melakukan razia teroris ke sejumlah kendaraan di beberapa titik di jalan raya yang berada di Jepara. Razia yang dimulai sejak 14 Januari 2016 lalu itu, ada sejumlah barang yang disita, seperti pistol dan pedang yang ditemukan selama razia.

Saat polisi merazia di wilayah Desa Ngabul, polisi juga menemukan senjata tajam berupa pedang dalam mobil yang ditumpangi tiga orang asal Sleman Yogyakarta yang melintas di jalan Ngabul. “Sedangkan untuk miras, kami temukan di salah satu warung makan di kawasan terminal lama di Jepara,” terang Slamet.

Razia dilakukan sejak informasi mengenai tindak terorisme mengemuka seiring dengan adanya kasus di Jakarta beberapa waktu lalu.  Sejak saat itu, menurut dia, setiap malam Polres Jepara menggelar razia. “Ada sejumlah barang bukti yang kami sita, seperti pistol mainan, peluru asli, pedang, dan miras,” ujar Slamet.

Dia menambahkan, selain barang bukti yang diamankan, pihaknya juga mengamankan beberapa orang untuk dimintai keterangan. Terutama yang diketahui membawa pistol dan peluru di mobilnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)