Sungguh Mulia Satpol PP Kudus Ini, Tak Hanya Merazia Tapi Juga Merawat Orang Gila dengan Sukarela

Di Yayasan Jalma Sehat, Kudus Heru Sutiyono mencukur rambut orang gila sebelum dimandikan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

Di Yayasan Jalma Sehat, Kudus Heru Sutiyono mencukur rambut orang
gila sebelum dimandikan. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Merazia pengemis, gelandangan dan orang terlantar (PGOT) merupakan tugas dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Begitu halnya dengan tugas Heru Sutiyono (50) yang merupakan anggota Satpol PP Kudus. Dirinya tak sekadar menjalankan tugas merazia orang gila, namun bahkan merawat bahkan menyembuhkan orang gila secara sukarela.

”Saya menjadi satpol PP yang tugasnya merazia PGOT, justru tergugah untuk bisa melakukan kegiatan sosial. Seperti halnya mendirikan yayasan Jalma Sehat, yang memang saya khususkan untuk orang gila,” paparnya.

Tempat penyembuhan orang gila yang berada di Desa Bulungkulon, Kecamatan Jekulo ini selalu menjadi tujuan untuk bisa dijadikan penyembuhan orang gila. ”Untuk pasien, kami dapatkan dari orang gila di pinggir jalan. Orang gila tersebut pasti tidak diakui keluarganya. Bahkan sudah gila bertahun-tahun,” ujarnya.

Dia melanjutkan, pasien orang gilanya saat ini sebanyak 38 orang. Selain itu, pasien yang sudah dipulangkan lantaran sudah dianggap sehat dan sembuh ada sekitar 120 orang.

Dari informasi yang dihimpun MuriaNewsCom, tempat perawatan orang gila yang berdiri sekitar 1,5 tahun silam tersebut kini bisa menampung 150-an pasien.

”Sejauh ini kami sudah memulangkan orang gila yang dianggap sehat, sembuh ke alamatnya masing-masing. Baik yang ada di Kudus ataupun luar Kudus. Akan tetapi untuk saat ini pasien kita tingal 38 orang,” tegasnya.

Editor: Titis Ayu Winarni

Asyik Main PS, 12 Pelajar di Jepara Digaruk Satpol PP

Belasan pelajar yang terjaring razia Satpol PP (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Belasan pelajar yang terjaring razia Satpol PP (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Aparat penegak perda dan ketertiban masyarakat kembali melakukan penertiban kepada para siswa yang membolos atau diketahui tengah nongkrong di jam sekolah. Dalam razia kali ini, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara berhasil menciduk 12 siswa yang diketahui tengah nongkrong dan main playstation.

12 siswa tersebut terdiri dari 10 siswa tingkat SMA dan dua lainnya siswa tingkat SMP. Mereka diciduk saat diketahui keluyuran dan main playstation di wilayah Kecamatan Kota Jepara, Kamis (4/2/2016).

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa menjelaskan, razia terhadap pelajar yang keluyuran di jam sekolah tersebut digelar rutin. Selama satu bulan terakhir ini, pihaknya hampir setiap pekan melakukan razia ke sejumlah tempat yang biasa dijadikan nongkrong pelajar.

“Selain berdasarkan laporan masyarakat, kami juga sudah mengetahui tempat-tempat yang biasa dijadikan nongkrong oleh pelajar. Kami lakukan razia dari dua arah dan akhirnya bisa mengamankan mereka,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/2/2016).

Menurut dia, 12 pelajar yang tertangkap di tempat penyewaan playstation tersebut tidak hanya yang sekolah di wilayah Kecamatan Kota, tetapi juga diketahui ada beberapa pelajar yang sekolah di wilayah Kecamatan Tahunan.

“Setelah kami amankan, mereka kami beri pembinaan berupa nasehat dan hukuman seperti berlari di lapangan dan menghafalkan pancasila,” kata Trisno.

Dia mengimbau kepada penyedia penyewaan playstation untuk tidak melayani para pelajar yang mau main playstation pada jam sekolah. Selain itu, dia mengimbau agar para pelajar yang dipulangkan lebih dini bisa langsung pulang, tidak keluyuran mengenakan seragam sekolah.

Baca juga : Lagi Asyik Nongkrong di Kafe pada Jam Masuk Sekolah, Belasan Siswa SMP Diciduk Satpol PP

Editor : Kholistiono