Kantongi SIM Palsu, Sopir Truk di Grobogan Nekat Terobos Razia Hingga Kejar-kejaran dengan Polisi

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Anggota Polres Grobogan sempat dibikin kaget saat menggelar razia rutin yang dilangsungkan di jalan raya Purwodadi-Semarang. Tepatnya di Desa Putat, Kecamatan Purwodadi, Jumat (5/1/2017).

Penyebabnya, ada sebuah kendaraan truk dari arah Semarang yang mencoba kabur dengan menerobos razia saat diminta menepi oleh petugas.

Hal ini langsung mengundang kecurigaan petugas. Selanjutnya, beberapa petugas berupaya mengejar truk yang terlihat masuk ke dalam SPBU Nglejok.

Petugas kemudian meminta sopir kendaraan untuk turun dan menunjukkan kelengkapan surat kendaraan dan SIM. Saat memeriksa SIM sopir tersebut, petugas kembali dibikin kaget.

Ini karena, bentuk fisik SIM B1 Umum milik sopir tersebut dirasa mencurigakan. Setelah diteliti lebih lanjut, SIM tersebut dipastikan palsu.

Setelah ditelusuri, nama yang tertera dalam SIM ternyata bukan identitas sopir tersebut. Sopir truk diketahui bernama Sudarmo, warga Desa Lebak, Kecamatan Grobogan. Sedangkan SIM yang dibawa tertera atas nama orang lain tetapi alamatnya sama.

Kanit Turjawali Satlantas Polres Grobogan Ipda Affandi mengatakan, dari keterangan sopir truk, SIM tersebut ternyata didapat melalui proses scanner dari SIM milik kakaknya yang kemudian dicetak. Dari pemeriksaan surat kendaraan diketahui kartu KIR nya juga sudah tidak berlaku.

”Sesuai petunjuk dari Kasat Lantas, pemilik SIM palsu ini kami serahkan ke bagian Reskrim untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Tujuannya untuk menemukan motif lebih dalam mengenai pemalsuan SIM tersebut,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Jelang Tahun Baru, Polisi di Grobogan Bidik Kendaraan Berknalpot Brong 

MuriaNewsCom, GroboganUpaya pengamanan tahun baru mulai dilakukan secara serius oleh Polres Grobogan. Indikasinya bisa dilihat dengan digelarnya razia dengan sasaran utama menertibkan kanlpot brong kendaraan roda dua maupun roda empat, Sabtu (30/12/2017).

Kegiatan razia knalpot bersuara bising itu di lakukan di kawasan Simpang Lima dan. “Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk konsistensi program Grobogan tertib berlalu lintas dan Bebas Knalpot Brong. Tujuannya sebagai langkah antisipasi situasi Kamtibmas jelang pergantian tahun,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa.

Panji menghimbau kepada masyarakat Grobogan agar tidak memodifikasi kendaraan yang tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan lalu lintas. Selain membahayakan, modifikasi kendaraan seperti pemasangan knalpot brong akan mengganggu kenyamanan banyak orang.

“Pengendara motornya menggunakan knalpot brong terpaksa diamankan ke mapolres. Kendaraan bisa diambil dengan syarat pelanggar harus membawa knalpot aslinya.  kemudian knalpot brong itu diganti dengan yang asli sesuai standar keluaran dari dealer atau pabrik,” ujarnya

Ditambahkan, selain knalpot brong, kendaraan yang tidak melengkapi diri dengan alat standar juga ditindak. Seperti spion, ban kecil dan mengganti alat kendaraan bermotor lain yang bukan standarnya.

Editor: Supriyadi

Gendeng! 2 Remaja Ini Curi Motor Polisi Karena Dendam Ditilang

Dua pelaku pencurian sepeda motor milik polisi saat diamankan di Mapolres Wonosobo. (Humas Polres Wonosobo)

MuriaNewsCom, Wonosobo- Apa yang dilakukan dua pemuda di Kabupaten Wonosobo ini memang cukup gendeng dan nekat. Mereka berani mencuri sepeda motor polisi yang diparkir di halaman Polsek Kertek.

Uniknya lagi, dua pemuda ini mencuri motor polisi itu, beberapa saat setelah mereka kena tilang saat razia di depan Polsek Kertek. Saat itu, motor yang mereka tumpangi ditahan polisi, karena tak bisa menunjukkan SIM maupun STNK.

Dua pemuda nekat ini yakni Trubus (18) dan Nuratman (20), keduanya warga Desa Bowongso, Kalikajar, Wonosobo. Sementara motor yang dicuri adalah Suzuki Satria FU nomor polisi AA 6568 SF milik Rifanto, anggota Polsek Kertek.

Kapolsek Kertek, AKP Marino mengatakan, peristiwa ini sebenarnya terjadi pada Kamis (14/12/2017) lalu. Saat itu, polisi tengah melakukan razia lalu lintas di depan Mapolsek.

Saat itu, dua pemuda ini dihentikan polisi yang menggelar razia. Saat diminta menunjukkan surat-surat kelengkapan, pelaku tak bisa menunjukkan sehingga ditilang dan motor ditahan,

“Karena tidak mampu menunjukkan surat-surat berkendaraan, kemudian  diberi surat tilang dan motor disita dibawa ke polsek,” katanya.

Usai kena razia, dua pelaku ternyata tak lantas pergi. Mereka justru duduk-duduk di parkiran kompleks Mapolsek Kertek menunggu razia selesai. Saat itulah keduanya melihat sepeda motor milik korban.

Mengetahui jika sepeda motor tersebut tidak dikunci stang, dua pelaku ini menghidupkan sepeda motor dengan cara dibuat korslet kabel starter.

“Setelah menyala, satu pelaku menunggu di pintu keluar untuk mengawasi kondisi sekitar. Saat keluar salah satu anggota melihat kemudian dilakukan pengejaran, namun tidak tertangkap,” ujarnya.

Polisi kemudian menyebarkan informasi dan indentitias pelaku kepada unit lalulintas. Tidak lama berselang, pelaku berhasil ditangkap bersama dan barang bukti hasil curian di sebuah bengkel Dusun Pringapus Desa Maduretno Kalikajar.

“Petugas kemudian membekuk kedua pelaku dan mengamankan barang bukit. Di bengkel itu, sepedamotor curian sedang dipreteli,” bebernya.

Sementara itu, salah satu pelaku bernama Trubus berdalih  bahwa dirinya tidak berniat mencuri sepeda motor tersebut. Ia mengaku hanya meminjam sebentar sepeda motor itu karena tak punya kendaraan untuk pulang, dan akan dikembalikan lagi.

“Motor kita kena razia, jadi kita bingung mau pulang pakai apa. Kemudian kita ambil sepeda motor di parkiran, niatnya nanti kita kembalikan lagi,” akunya.

Kasus ini kini tengah dikembangkan oleh tim penyidik. Keduanya juga langsung ditahan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Editor : Ali Muntoha

Warung Kopi Remang-remang di Bumimulyo Pati Dirazia, Empat Mucikari Diamankan

Kapolsek Batangan AKP Endah saat merazia warung kopi berkedok prostitusi di kawasan Dukuh Mujil, Bumimulyo, Batangan, Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Warung kopi remang-remang yang dijadikan ajang prostitusi di kawasan Dukuh Mujil, Desa Bumimulyo, Kecamatan Batangan dirazia petugas kepolisian, Selasa (5/12/2017) malam.

Sedikitnya 15 personil kepolisian yang dipimpin Kapolsek Batangan AKP Endah Setianingsih diterjunkan untuk melakukan razia dengan sasaran penyakit masyarakat.

“Operasi kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran penyakit masyarakat ini targetnya para mucikari dan minuman keras. Sebab, banyak masyarakat yang melaporkan adanya tempat prostitusi berkedok warung kopi,” ucap AKP Endah, Rabu (6/12/2017).

Dari hasil razia, polisi mengamankan empat pemilik warung kopi yang juga berperan sebagai mucikari. Dia menjadi perantara yang menghubungkan pria hidung belang dengan wanita tuna susila.

Mucikari yang diamankan, di antaranya berinisial PSL (33), warga Lamongan, S (34) warga Jepara, M (43) warga Batangan Pati, dan W (31) warga Rembang.

Sementara dari warung milik S (52), warga Juwana, polisi menyita sebelas botol miras. Kelima pemilik warung tersebut lantas diperiksa di Mapolsek Batangan.

“Kami juga memeriksa perempuan berinisial J, pemilik rumah dan dikenakan tindak pidana ringan (tipiring) oleh Unit Sabhara Polsek Batangan,” pungkas AKP Endah.

Editor: Supriyadi

Puluhan Anggota Polres Kudus Dirazia

Papan razia terpampang jelas di pintu masuk Polres Kudus saat pemeriksaan kelengkapan kendaraan, Kamis (10/8/2017). (Polres Kudus)

MuriaNewsCom, Kudus – Pemandangan berbeda terlihat di Polres Kudus, Kamis (10/8/2017) pagi. Semua anggota mulai dari Bintara hingga perwira dicegat sie Propam Kudus untuk diperiksa kelengkapan surat dan kelengkapan kendaraan.

Kepada MuriaNewsCom, Wakapolres Kudus Kompol M Ridwan mengatakan, pemeriksaan kelengkapan kenderaan ini dilakukan untuk menerapkan kedisiplinan di antara anggota. Karena itu, ia memastikan tak ada tebang pilih saat pemeriksaan.

”Tak ada tebang pilih. Bagi petugas yang melakukan pelanggaran akan dikenakan sanksi. Selain itu, mereka juga  diharuskan melengkapi kendaraannya, mulai dari surat-surat kendaraan hingga kelengkapan kendaraannya sendiri,” katanya

Aturan tersebut, katanya, berlaku untuk semua anggota. Untuk itu, jika ada personel yang melanggar harus ditindak, tidak peduli itu Bintara atau Perwira. ”Karena mereka juga termasuk contoh penegakan aturan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Sementara, Kasi Propam Ipda TM Effendi yang memimpin langsung razia menegaskan, sasaran dalam kegiatan kali ini adalah kendaraan personel Polri maupun ASN. Mulai dari surat-surat kendaraan bermotor serta kelengkapan kendaraan seperti STNK, SIM, TNKB, spion, knalpot dan yang lainnya.

Selain itu sikap tampang dan kelengkapan surat-surat identitas diri juga merupakan sasaran pemeriksaan seperti KTP dan KTA.

”Ini merupakan langkah awal untuk penegakkan aturan berlalu lintas, sehingga personel Polri diharapkan bisa memberikan contoh yang baik pada masyarakat. Oleh karena itu, sebelum dilakukan penertiban kepada masyarakat, Propam melakukan penertiban kepada personel Polri terlebih dahulu,” ucapnya.

Beruntung dalam pemeriksaan tidak dijumpai adanya pelanggan yang dilakukan. Meski begitu, Effendi memastikan, razia kelengkapan akan digelar kembali sewaktu-waktu supaya petugas benar-benar tertib.

Editor: Supriyadi

Lihat Apa yang Dilakukan Wakapolres Grobogan Ketika Mendapati Belasan Anggotanya Razia Kendaraan di Jalan, Sunguh Mengejutkan

Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi saat melakukan sidak kegiatan operasi yang dilakukan jajaran Satlantas di Jalan Diponegoro, Grobogan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi saat melakukan sidak kegiatan operasi yang dilakukan jajaran Satlantas di Jalan Diponegoro, Grobogan, Selasa (25/10/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Razia kendaraan yang dilakukan belasan anggota Satlantas Polres Grobogan, Selasa (25/10/2016) berlangsung tidak seperti biasanya. Saat kegiatan operasi di Jalan Diponegoro Purwodadi tersebut berlangsung, mendadak muncul Wakapolres Grobogan Kompol Wahyudi bersama Kasi Propam Iptu Salamun, Kasat Lantas Panji GP dan Kasiwas Iptu Sukasno di lokasi.

Begitu tiba, Wahyudi langsung menanyakan surat tugas pada anggota yang melaksanakan operasi. “Kegiatan ini ada surat tugasnya apa tidak?” tanya Wahyudi.

Mendapat pertanyaan ini, Kanit Patroli Satlantas Iptu Heldan langsung menegaskan jika kegiatan operasi sudah dilengkapi dengan surat tugas.“Siap. Ada surat tugasnya,” jawab Heldan yang memimpin kegiatan tersebut.

Selain menanyakan surat tugas, Wahyudi juga mengecek ada dan tidaknya papan tilang yang terpajang di situ. Sebab, sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 1993, papan pemberitahuan adanya operasi kendaraan yang dikenal dengan papan tilang harus ada dan diletakkan sekitar 100 meter dari lokasi tempat operasi.

Tidak hanya itu, Wahyudi juga sempat mengamati anggotanya ketika menghentikan setiap pengendara sepeda motor. Hal itu dilakukan guna melihat sejauh mana cara yang dilakukan anggota ketika meminta pengendara berhenti. Termasuk untuk melihat ada atau tidaknya praktik main mata antara petugas dengan pengendara sepeda motor yang tidak bisa menunjukkan SIM dan STNK maupun kelengkapan kendaraan lainnya.

“Dari pantauan kami, tidak ada petugas yang menyalahi prosedur maupun melakukan pungli. Namun, kita masih temukan ada banyak petugas yang kurang memperhatikan sikap S3 (senyum, salam dan sapa) saat menghentikan pengendara,” katanya.

 Editor : Kholistiono