Kata Siswa yang Oke Soal Razia Siswa Bolos

Ilustrasi

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Kudus – Salah satu siswa dari SMP N Kaliwungu M Hendrawan (13) mengatakan, razia Satpol PP itu sudah benar. Karena akan mengurangi tingkat ketidakdisiplinan siswa mengikuti kegiatan belajar mengajar.

“Satpol PP merazia saat jam pelajaran, dan akhirnya ada siswa atau siswi yang tertangkap. Itu jelas yang salah siswanya. Sebab mereka membolos sekolah,” kata Hendrawan.

Dia juga berpendapat, keberadaan tempat publik seperti taman, dan sejenisnya, hendaknya dimanfaatkan dengan baik. Bukan menjadi tempat membolos sekolah.

Seperti Satpol PP melakukan kegiatan razia di taman, semata-mata untuk menertibkan suasana rekreasi. Supaya tempat itu tidak disalahgunakan. Seperti halnya membolos, pacaran atau sejenisnya,” ujarnya.

Selain itu, siswa lain dari salah satu sekolah di Kudus, Ahmad Najib (14) mengatakan, sebagai pelajar hendaknya harus bisa tahu diri.”Bila jam pelajaran masih ada, ya jangan membolos. Bila membolos memang harus berurusan dengan Satpol PP, BK, wali kelas bahkan orang tua di rumah,” ungkapnya.

Dia menambhakn, kalau bisa Satpol PP itu harus melakukan pendekatan kepada pihak sekolah. Seperti halnya memberikan arahan, atau menggelar diskusi di sekolah. Supaya para siswa tahu dan paham, bila melanggar aturan atau membolos sekolah bakal berurusan dengan aparat.

Editor : Akrom Hazami

 

Baca juga : Diam-Diam, Tempat Bolos Favorit Siswa di Kudus Diincar

Asyik Main PS, 12 Pelajar di Jepara Digaruk Satpol PP

Belasan pelajar yang terjaring razia Satpol PP (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Belasan pelajar yang terjaring razia Satpol PP (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Aparat penegak perda dan ketertiban masyarakat kembali melakukan penertiban kepada para siswa yang membolos atau diketahui tengah nongkrong di jam sekolah. Dalam razia kali ini, aparat Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara berhasil menciduk 12 siswa yang diketahui tengah nongkrong dan main playstation.

12 siswa tersebut terdiri dari 10 siswa tingkat SMA dan dua lainnya siswa tingkat SMP. Mereka diciduk saat diketahui keluyuran dan main playstation di wilayah Kecamatan Kota Jepara, Kamis (4/2/2016).

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa menjelaskan, razia terhadap pelajar yang keluyuran di jam sekolah tersebut digelar rutin. Selama satu bulan terakhir ini, pihaknya hampir setiap pekan melakukan razia ke sejumlah tempat yang biasa dijadikan nongkrong pelajar.

“Selain berdasarkan laporan masyarakat, kami juga sudah mengetahui tempat-tempat yang biasa dijadikan nongkrong oleh pelajar. Kami lakukan razia dari dua arah dan akhirnya bisa mengamankan mereka,” ujar Trisno kepada MuriaNewsCom, Kamis (4/2/2016).

Menurut dia, 12 pelajar yang tertangkap di tempat penyewaan playstation tersebut tidak hanya yang sekolah di wilayah Kecamatan Kota, tetapi juga diketahui ada beberapa pelajar yang sekolah di wilayah Kecamatan Tahunan.

“Setelah kami amankan, mereka kami beri pembinaan berupa nasehat dan hukuman seperti berlari di lapangan dan menghafalkan pancasila,” kata Trisno.

Dia mengimbau kepada penyedia penyewaan playstation untuk tidak melayani para pelajar yang mau main playstation pada jam sekolah. Selain itu, dia mengimbau agar para pelajar yang dipulangkan lebih dini bisa langsung pulang, tidak keluyuran mengenakan seragam sekolah.

Baca juga : Lagi Asyik Nongkrong di Kafe pada Jam Masuk Sekolah, Belasan Siswa SMP Diciduk Satpol PP

Editor : Kholistiono

Video – Lagi Asyik Nongkrong di Kafe pada Jam Masuk Sekolah, Belasan Siswa SMP Diciduk Satpol PP Jepara

Belasan pelajar yang diamankan di Kantor Satpol PP Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

Belasan pelajar yang diamankan di Kantor Satpol PP Jepara (MuriaNewsCom/Wahyu Khoiruz Zaman)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Sebanyak 17 siswa tingkat sekolah menengah pertama (SMP) diciduk oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Jepara. Mereka diamankan saat tengah asyik nongkrong di kawasan Pantai Teluk Awur, Kecamatan Tahunan, Jepara.

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa menjelaskan, 17 siswa tersebut diamankan saat pihaknya melakukan razia pelajar yang membolos. Diketahui, para siswa yang tertangkap tersebut tengah nongkrong di Kafe Unik yang terletak di Teluk Awur.

“Kami langsung amankan dengan menggunakan mobil patroli. Mereka sedang asyik nongkrong di kafe,” ujar Trisno Santosa kepada MuriaNewsCom, Kamis (21/1/2016).

Menurutnya, pelajar tersebut berada di luar sekolah, padahal masih jam masuk sekolah. Bahkan saat diamankan, mereka masih mengenakan pakaian seragam sekolah.”Mereka tidak hanya laki-laki saja, tetapi juga ada yang perempuan. Kami sangat prihatin,” ungkapnya.

Dia menambahkan, para siswa tersebut di bawa ke Kantor Satpol PP Jepara untuk dimintai keterangan lebih lanjut dan dilakukan pembinaan. Selain itu, mereka juga diminta menulis surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya tersebut.

Editor : Kholistiono