Mulai Membaik, 11 Korban Keracunan di Kudus Dirawat Jalan, 16 Lainnya Masih Inap

MuriaNewsCom, Kudus – Kondisi pasien yang keracunan makanan kini sudah mulai membaik. Dari 27 pasien yang sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr. Loekmono Hadi, kini yang di rawat inap tersisa 16 orang.

Aris Jukisno Kabid Pelayanan RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus mengatakan, kini kondisi pasien jauh lebih baik. Diantaranya mereka yang mengalami muntah-muntah hingga tiga kali, frekuensinya jauh berkurang.

“Totalnya 27 pasien yang masuk ke rumah sakit, sebanyak 16 orang opname, sebelas pasien rawat jalan. Di antaranya ada satu orang yang dirawat di ICU (Intensive Care Unit) kondisinya pun telah membaik,” ungkapnya, Rabu (21/3/2018) pagi.

Baca: Diduga Keracunan Berkat Hajatan, 27 Warga Dersalam Dilarikan ke RSUD Kudus

Selain itu, Dinkes Kudus juga telah mengambil contoh muntahan dan feses dari pasien, untuk kemudian diperiksa di laboratorium. “Meskipun ada 11 orang yang dirawat jalan, namun yang bersangkutan tetap dalam pantauan rumah sakit,” tambahnya.

Seorang keluarga pasien Erna (30) mengatakan, anaknya Nazriel (8) masih mengalami diare. Namun demikian, kondisinya berangsur-angsur membaik.

Dirinya mengaku, anaknya itu mulai merasakan gejala keracunan sejak hari Senin (19/3/2018) sore. Ia pun telah memeriksakan kondisi anaknya ke seorang dokter.

“Menurut dokter pun anak saya itu didiagnosa mengalami keracunan. Setelah dibawa ke dokter, kondisinya semakin memburuk, kemudian saya bawa ke rumah sakit tadi malam (Selasa, 20/3/2018),” ungkap dia.

Diberitakan sebelumnya, sebanyak 27 warga Desa Dersalam, RT 3 RW 5, Kecamatan Bae mengalami keracunan. Diduga sebab musabab keracunan berasal setelah puluhan pasien tersebut mengonsumsi makanan hajatan (berkat).

Adapun, hajatan tersebut diadakan pada seorang rumah warga pada hari Minggu (18/3/2018) sore.

Editor: Supriyadi

Pemkab Jepara Gratiskan Biaya Rawat Inap Warga di Kelas III

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun ini masyarakat tak mampu di Jepara digratiskan mendapatkan perawatan inap di kelas III. Caranya dengan menunjukan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang tercantum di KTP. 

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi menerangkan, program itu berlaku bagi seluruh penduduk Bumi Kartini yang belum memunyai Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Langkah ini merupakan upaya agar seluruh penduduk kami memeroleh akses mudah atas fasilitas kesehatan bermutu,” kata dia, Rabu (3/1/2018). 

Ia menerangkan, layanan ini berlaku untuk perawatan kelas III baik di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) ataupun Rumah Sakit. Adapun yang akan dibiayai oleh pemerintah kabupaten Jepara berlaku untuk satu kali rawat inap. 

Untuk perawatan lanjutan, masyarakat akan diarahkan dalam program Penerima Bantuan Iuran Daerah (PIBDa). Hal itu berlaku bagi mereka yang masuk dalam kategori rumah tangga miskin dan terdata alam Basis Data Terpadu (BDT). 

Sementara bagi warga yang tak termasuk dalam Basis Data Terpadu, akan diarahkan untuk mengikuti program BPJS Kesehatan mandiri. 

“Kami harapkan dengan layanan ini pada tahun 2019 paling sedikit 95 persen warga Jepara memiliki jaminan kesehatan dan mempunyai akses pada layanan kesehatan yang bermutu,” tutup Marzuqi.

 

Editor: Supriyadi