Polres Kudus Cokok Penadah Barang Curian Distro Purwosari

MuriaNewsCom, Kudus – Masih ingat kasus pembobolan distro di Kelurahan Purwosari Pengkol medio Februari lalu? Polisi sudah menemukan titik terang siapa pelakunya, hal itu diperoleh setelah petugas berhasil mencokok dua orang penadah yang membeli barang-barang curian tersebut.

Penadah barang curian tersebut adalah Agus Budi Santoso dan Apri Susanti. Keduanya adalah warga Kota Magelang, yang menjajakan barang curian kawanan pencuri yang beraksi di Kudus itu.

“Iya, untuk saat ini kami berhasil meringkus penadah barang curian tersebut. Namun untuk pelaku utamanya masih dalam pengejaran. Mereka (tersangka) adalah pasangan suami istri,”ujar Kasat Reskrim Polres Kudus AKP Onkoseno G. Sukahar, beberapa saat lalu.

Selain mengamankan 93 potong kerudung merek Arrafi, sebuah tas dan sebuah celana pendek, petugas juga mengamankan alat pembobol toko. Diantaranya gunting besi dan dua buah linggis serta plat nomor R 9125 JB, yang diduga milik pelaku.

Sementara itu, Apri Susanti mengaku tidak tahu bahwa barang yang dibelinya adalah curian. Menurutnya, barang-barang tersebut dibeli dari seorang pemasok yang mengaku mendapatkannya dari bongkaran kapal.

“Ini baru pertama kali beli, ngakunya mereka dapat barang murah dari kapal. Memang sih barangnya murah, dua juta rupiah dapat sebanyak ini. Ini saja belum jadi menjual tapi sudah tertangkap,” urainya.

Mereka terancam kurungan penjara selama tujuh tahun, karena disangkakan melanggar pasal 363 KUHP Jo 56 KUHP Subsider 480 KUHP.

Diberitakan sebelumnya, sebuah distro dibobol maling Jumat (16/2/2018) dinihari. Pencuri menggondol 400 potong pakaian, kerugian yang diderita berkisar Rp 50 juta.

Editor: Supriyadi

Bos Konfeksi di Jepara Dihajar Rampok Berpistol, Harta Dikuras

MuriaNewsCom, Jepara – Perampok menyatroni sebuah rumah milik Junaidi, warga Desa Bandungrejo, RT 1RW 4, Kecamatan Kalinyamatan, Jepara. Peristiwa ini terjadi pada pukul 02.00 WIB, atau Selasa (9/1/2018) dini hari.

Komplotan rampok berpistol itu masuk ke dalam rumah saat pemilik rumah tengah terlelap tidur. Korban juga dihajar hingga mengalami sejumlah luka. Barang-barang berharga milik korban juga dikuras komplotan rampok.

Korban mengaku masih syok dengan kejadian yang dialaminya. Kepada wartawan, ia mengaku sempat ditodong pistol dan dipukul menggunakan palu.

“Ada enam orang yang masuk, dan menodongkan pistol serta sempat memukul pakai palu,” ujarnya singkat karena merasa masih tak enak badan.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suharta membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyebut, setelah pihaknya mendapat laporan langsung mengerahkan tim untuk melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara.

“Iya memang benar itu (ada perampokan di Bandungrejo). Namun kami masih melakukan pendalaman terhadap kronologi dan apakah benar pelaku menggunakan pistol,” tuturnya singkat.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Perampok Berpistol Di Jepara Sekap 6 Orang, Bawa Kabur 1 Kg Emas

Karyawan Indomaret Asal Sendangsoko Pati Tewas Bersimbah Darah Dibunuh Perampok

Kondisi korban setelah dibunuh perampok di ruang brankas penyimpanan uang Indomaret Pandean Lamper Semarang. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Semarang – Seorang karyawan yang bekerja di Indomaret Pandean Lamper Semarang bernama Agung Koko Prakoso (21) tewas dibunuh seorang perampok pada Jumat (8/12/2017) dini hari.

Agung merupakan warga Dukuh Gagung RT 9 RW 1, Desa Sendangsoko, Kecamatan Jakenan, Pati. Dia meninggal dunia setelah kehabisan darah karena luka tusuk.

Agus Ardiyanto, salah satu saksi saat dimintai keterangan polisi mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi saat seorang tidak dikenal menggunakan seragam Indomaret pura-pura menukarkan uang.

Baca: Warga Baturejo Pati Mendadak Meninggal Dunia di Kursi Duduk SPBU Sukolil

Agung yang tidak mengetahui gelagat pelaku langsung mengantarkannya ke ruang brankas penyimpanan uang. Sementara temannya, Agus masih berjaga di bagian kasir.

Sepuluh menit setelah mengantar pelaku ke ruang brankas, pelaku keluar dan Agung mendengar suara rintihan orang kesakitan. Setelah dicek, Agus sudah bersimbah darah dan meninggal dunia.

Setelah membunuh korban, pelaku membawa uang Rp 2 juta dari brankas penyimpanan Indomaret.

Baca: Mobil Calya Remuk Usai Tabrak Tiang Reklame di Jalan Ahmad Dahlan Pati

Petugas kepolisian yang mengetahui informasi tersebut langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Polisi juga memeriksa CCTV dan mengumpulkan barang bukti, serta memeriksa para saksi.

Sementara korban dibawa ke RSUD Bhayangkara untuk dilakukan pemeriksaan dan autopsi. Polisi masih melakukan pendalaman kasus untuk membongkar pelaku perampokan yang menewaskan karyawan Indomaret tersebut.

Editor: Supriyadi

Rampok di Kedungsari Pati Kepergok Warga, Sepeda Motor Milik Pelaku Ditinggal Kabur

Polisi melakukan olah TKP di lokasi yang menjadi sasaran perampok di Desa Kedungsari, Tayu, Pati, Rabu (29/11/2017). (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Sekawanan orang yang diduga perampok tengah memasuki rumah Sugiono, warga Desa Kedungssari RT 3/RW 3, Kecamatan Tayu, Pati, Rabu (29/11/2017) dini hari.

Satu orang pelaku masuk rumah dengan cara melompat pagar, sedangkan satu lagi masih berada di luar. Aksi tersebut diketahui Wasis yang sedang buang air besar di sungai depan rumah korban.

“Saya curiga, dini hari ada orang masuk rumah dengan melompat pagar. Saya langsung memberi tahu warga lainnya untuk kedua orang itu ditangkap,” ujar Wasis saat memberikan keterangan kepada polisi.

Namun, warga tidak berhasil menangkap kedua pelaku. Pasalnya, salah satu pelaku mengacungkan celurit saat akan ditangkap warga.

Polisi yang mendapatkan informasi lantas mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil olah TKP, polisi mengamankan sejumlah barang bukti.

Salah satunya, sepeda motor Beat warna putih milik pelaku yang tertinggal di lokasi. Selain itu, polisi juga mengamankan sebuah kunci T yang akan digunakan pelaku untuk melancarkan aksinya.

Saat ini, petugas kepolisian tengah melakukan penyelidikan untuk pengembangan kasus lebih lanjut. “Kami sudah melakukan sketsa TKP, memeriksa korban dan saksi. Kami masih mendalami kasus ini,” kata Kasat Reskrim Polres Pati AKP Ari Sulistyawan.

Editor: Supriyadi

Polisi Duga Gerombolan Rampok di Bae Kudus Gunakan Senjata Api

Kapolres Kudus AKBP Agusman Gurning saat memberikan keterangan kepada media. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gerombolan rampok di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae diduga rempok dengan persenjataan lengkap. Pasalnya, selain menggunakan senjata tajam, kawanan perampok di rumah Afrodhi (51) juga membawa senjata api. 

Kapolrese Kudus AKBP Agusman Gurning mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima oleh pihak kepolisian, ada perampok yang membawa senjata api saat beraksi. Hanya, untuk kebenaran masih menunggu proses berikutnya.

”Saat ini kami masih menunggu kesaksian dari korban yang dibawa ke rumah sakit (Masroh). Sayangnya saat ini masih trauma, sehingga belum bisa memberikan keterangan,” katanya Senin (20/11/2017).

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Menurut dia, pihak kepolisian akan memburu pelaku perampokan untuk segera diadili. Penelusuran dilakukan mulai dari olah TKP, yang sudah dilakukan oleh petugas reserce Polres Kudus maupun Polsek Bae.

Dia berpesan, agar keamanan masyarakat akan lebih ditingkatkan. Mulai dari memasang kunci ganda pada rumah agar tak mudah dibuka. Selain itu, dia juga berharap adanya siskamling yang kembali digalakkan.

“Ini juga menjadi catatan bagi kami untuk lebih meningkatkan patroli. Khususnya pada wilayah yang jauh dari keramaian,” ungkap dia.

Editor: Supriyadi

Baca: Rampok di Bae Kudus Sikat Habis Perhiasan dan Surat Berharga Senilai Rp 100 Juta

Rampok di Bae Kudus Sikat Habis Perhiasan dan Surat Berharga Senilai Rp 100 Juta

Afrodhi korban perampokan memberi keterangan kepada awak media sambil menahan rasa sakit setelah digebuki gerombolan rampok, Senin (20/11/2017). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gerombolan rampok yang beraksi di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae berhasil menyikat habis perhiasan dan surat-surat berharga. Jika ditotal, semua barang yang digasak mencapai Rp 100 jutaan.

Afrodhi (51) saksi sekaligus korban perampokan mengatakan, ia bersama istri baru saja mengambil perhiasan yang sempat digadaikan di pegadaian pekan lalu. Apesnya, semua perhiasan sekaligus tabungan matinya tersebut diambil semua tanpa sisa, beserta surat-surat berharga.

”Perhiasan itu baru kami tebus dari pegadaian. Semua diambil tanpa sisa,” katanya.

Baca: Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Ia menjelaskan, rampok tersebut mengambil semua perhiasan setelah melakukan penganiayaan. Ia dan istri dipaksa menunjukkan semua tempat penyimpanan barang berharga.

”Meski sempat melakukan perlawanan, tapi sia-sia. Baik saya dan istri semua kena pukul. Akhirnya istri saya menunjukkan tempat penyimpanan barang-barang berharga,” tegasnya.

Baca: Warga Bae Kudus Ini Coba Lawan Gerombolan Rampok, Namun Begini Akhirnya

Afrodhi menceritakan, saat perampok masuk, dia dan istrinya sedang tidur terlelap. Ia baru sadar rumahnya dimasuki rampok saat terbangun melihat mengetahui lampu rumahnya menyala. Padahal sebelum tidur lampu itu sudah dimatikan.

”Saya kaget melihat rumah sudah terang. Kemudian saya ke luar melihat keadaan, ternyata sudah ada segerombolan orang yang masuk ke dalam kamar saya,” katanya.

Mengetahui ada orang tak dikenal masuk rumah, ia mencoba memberikan perlawanan. Namun dengan jumlah perampok yang lebih banyak, dia tak kuasa melawannya sendiri meskipun berada dalam rumahnya.

”Perampok berjumlah empat orang, jadi saya tak bisa melawannya sendirian. Keempatnya menggunakan penutup kepala,” ujarnya.

Dia menyebutkan, kawanan perampok tersebut beraksi cukup lama di rumahnya. Perampokan tersebut menggasak sejumlah perhiasan milik pasangan suami istri dan uang senilai jutaan rupiah.

”Pelaku masuk lewat pintu jendela depan rumah dengan cara mencongkelnya. Karena saat saya cek sudah rusak,” imbuhnya

Editor: Supriyadi

Disabet Senjata Tajam, Istri Korban Perampokan di Bae Kudus Terima 20 Jahitan di Kepala

Afrodhi korban perampokan memberi keterangan kepada awak media sambil menahan rasa sakit setelah digebuki gerombolan rampok, Senin (20/11/2017). (MuriaNewsCom/ Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Gerombolan rampok yang beraksi di Dukuh Jatisati RT 3 RW 2, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, tergolong sadis. Pasalnya, mereka tak segan melukai pemilik rumah dengan kejam.

Afrodhi (51) dan  dan Masroh (47) pasangan suami istri yang menjadi korban perampokan harus babak belur menerima bogem mentah dan sabatan senjata tajam dari pelaku. Akibatnya, Masroh harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapat perawatan.

Afrodhi mengatakan, istrinya mengalami luka cukup serius pada bagian kepala. Beberapa bagian depan dan belakang kepala robek akibat dihajar dengan dengan benda tajam.

“Kalau tidak linggis ya pisau. Sekarang istri saya dirawat di rumah sakit Mardi Rahayu. Kabarnya ada 20 jahitan di kepala,” katanya Senin (20/11/2017).

Baca: Warga Bae Kudus Ini Coba Lawan Gerombolan Rampok, Namun Begini Akhirnya

Selain mekukai isterinya hingga parah, kawanan pelaku juga menyeret istrinya hingga keliling rumah. Itu dilakukan supaya pelaku mendapat barang berharga dirumahnya.

Selain istrinya, dia juga mendapatkan hantaman pada kepala bagian depan. Hantaman tersebut menyebabkan luka lebam dan memar pada bagian mata dan dahinya. Hanya lukanya tak separah istrinya sehingga cukup perawatan di rumah saja.

“Waktu perampok masuk, mereka langsung memukuli saya termasuk bagian muka saya,” jelasnya. 

Dewi, Petugas RS Mardi Rahayu membenarkan adanya pasien tersebut. Namun untuk luka dan penanganan tak bisa dikabarkan. “Mohon maaf untuk kondisi, perawatan tak bisa diberitahu,” katanya.

Editor: Supriyadi

Gunakan Modus Baru, Jambret di Kudus Incar Ibu-ibu Pengguna Motor Metic

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Kudus – Warga Kabupaten Kudus, khususnya Kecamatan Gebog dibikin resah dengan aksi jambret yang mengincar ibu-ibu pengguna motor matic. Selain sudah terjadi beberapa kali, aksi penjambretan ini terkesan dilakukan dengan rapi dengan melibatkan banyak orang.

Dari informasi yang beredar, aksi penjambretan sebenarnya tak dilakukan dengan cara konvensional lagi. Mereka menggunakan trik teguran ban kempes yang melibatkan empat orang, yakni dua laki-laki dan dua orang perempuan.

Dalam modus ini, dua perempuan yang saling berboncengan bertugas menegur ibu-ibu pengguna matic yang menyimpan dompet atau handphone di gendongan depan bawah setang. Teguran biasanya berkaitan dengan ban kemps. Misalkan saja “Bu, ban belakang kempes”.

Setelah itu, sang ibu yang panik akan berhenti dan menengok kebelakang. Di sinilah dua laki-laki yang sudah membuntuti dari belakang melancarkan aksinya sebagai eksekutor untuk mengambil bahan berharga di gendongan.

Hariyanto, salah watu warga Desa Jurang, Kecamatan Gebog mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Bahkan, dari kabar yang beredar di masyarakat sudah banyak kasus penjambretan bermodal teguran ban kemps yang terjadi di Gebog.

”Dua pekan lalu, kabarnya juga ada dua yang dijambret dengan modus itu. Malah sampai ada tiga korban. Lokasinya kalau tidak salah di Jalan Sukuntex,” katanya.

Selain itu, di Jalan Gondosari kabarnya juga ada tujuh orang yang kejambret. Hanya saja, ia tak tahu pasti kebenarannya. Akan tetapi kabar tersebut sudah beredar luas dan semakin membuat masyarakat was-was.

”Di grup-grup WhatsApp juga banyak beredar. Karena itu, ada kekhawatiran dari masyarakat. Istri saya sendiri ketakutan. Ia pun pilih menyimpan hp dan dompet di saku daripada di gendongan ataupun tas,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Muatan Truk yang ‘Dirampok’ di Rembang Ternyata Nilainya Mencapai Rp 1,9 Miliar

Petugas menunjukkan barang bukti truk yang sebelumnya sempat digondol pelaku “perampokan” beberapa hari lalu. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Polres Rembang berhasil mengungkap kasus perampokan terhadap sopir truk tronton L 9599 UF  yang terjadi di Rembang pada Minggu (5/3/2017) dini hari. Setelah melakukan pendalaman, ternyata perampokan tersebut hanya rekayasa.

Dalam hal ini, Polres Rembang telah menetapkan tiga tersangka, termasuk salah satunya adalah sopir truk bernama Taufik Ichwan Gozali (30) warga Desa Sejan,Kecamatan Gemarang,Kabupaten Madiun, Jawa Timur. Kemudian dua tersangka lainya merupakan teman si sopir, yakni Budi Utomo (27) warga Klino, Kecamatan Sekar Bojonegoro, dan Moh Taufik (38) warga Desa Glanggang, Beci, Pasuruan. Kedua tersangka ini telah bersekongkol dengan sopir truk.

Untuk sopir truk, yakni Taufik, kini sudah diamankan di Mapolres Rembang. Sedangkan dua tersangka lainnya diamankan ditahan penyidik di Satlantas Polres Nganjuk dalam perkara kecelakaan.

Selain pelaku, polisi juga sudah mengamankan barang bukti truk tronton yang ditemukan dalam keadaan kosong di sebuah SPBU di bilangan Wonosalam Kabupaten Demak. “Untuk muatan besinya sudah tidak ada. Diduga sudah dijual dengan penadah di Semarang. Untuk nilai muatan truk tersebut,  berupa kuningan, tembaga dan alumunium, diperkirakan nilainya mencapai Rp 1,9 miliar,” ujar Kasar Reskrim Polres Rembang AKP Ibnu Suka.

Baca juga :Perampokan Sopir Truk di Rembang Ternyata Hanya Rekayasa

Kemudian, untuk tersangka Moh Taufik, katanya, ditangkap dengan membawa barang bukti berupa uang hasil kejahatan sebesar Rp 266,35 juta.

“Modus yang digunakan para tersangka yakni sopir tronton bekerja sama dengan tersangka Moh Taufik dan Budi Utomo saat mengirim muatan tembaga, kuningan, dan alumunium dari Surabaya menuju Jakarta,” ungkapnya.

Selanjutnya, pada saat berada di Jalan Pantura Lasem lebih tepatnya di Desa Punjulharjo, rekayasa itu dijakankan. Yakni sopir tronton seakan akan dirampok dan diikat tangan dan kakinya. Pun demikian, untuk mata dan mulutnya ditutup. Untuk meyakinkan warga atau polisi, sopir truk dibuang di jalan Clangapan-Pamotan masuk wilayah Desa Padaran, Rembang dan kemudian ditemukan oleh warga setempat pada Senin (6/3/2017) dini hari.

Setelah itu, sopir truk melapor kepada bosnya Agus Indrawan warga Kelurahan Pucangsewu, Kecamatan Gubeng, Surabaya. Selanjutnya tersangka dan Agus Indra (50) melaporkan kejadian tersebut ke Polsekta Rembang.“Hasil penyelidikan Opsnal Sat Reskrim Polres Rembang, bahwa perkara ini adalah rekayasa ketiga tersangka,” pungkasnya.

Editor : Kholistiono

2 Pembobol Konter Ponsel Beraksi di Dekat Pemiliknya di Grobogan

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning menyampaikan penjelasan pada wartawan terkait pengungkapan kasus pembobolan konter ponsel di Desa Depok, Kecamatan Toroh. (MuriaNewsCom /Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus pembobolan sebuah konter Ponsel Garuda Cell di Desa Depok, Kecamatan Toroh berhasil terungkap kurang dari 24 jam. Dua orang yang diidentifikasi sebagai pelaku kejahatan diamankan pihak kepolisian.

Satu pelaku diketahui bernama Cokro Riyanto (22), warga Desa Jambangan, Kecamatan Geyer. Seorang pelaku lagi yang diamankan statusnya masih di bawah umur.

Pembobolan konter milik Eko Asrudik (39) itu terjadi Selasa (7/3/2017) sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, pemilik konter sudah menutup pintu depan tempat usahanya.

Selanjutnya, ia menuju ke ruang servis di bagian belakang untuk menyelesaikan perbaikan ponsel yang sudah menumpuk.

Saat menuju ruangan servis itulah, pemilik konter melihat pintu belakang dalam kondisi terbuka. Padahal, sebelumnya sudah dalam posisi terkunci karena hanya dibuka ketika pemilik konter mau pulang.

Merasa ada yang janggal, Eko kemudian mengecek barang-barang di ruangan tersebut. Setelah dicek, sedikitnya ada 20 unit ponsel android berbagai merek yang sudah lenyap. Kemudian, ada satu unit play station, jaket dan uang tunai Rp 100 ribu yang juga tidak ada lagi di tempatnya semula.

Total kerugian atas barang yang hilang ditaksir sekitar Rp 10 juta. Pemilik konter selanjutnya melaporkan kasus tersebut pada pihak Polsek Toroh.

“Dari hasil penyelidikan, anggota berhasil mengidentifikasi pelaku dan akhirnya melakukan penangkapan sehari setelah kejadian. Untuk satu pelaku yang masih di bawah umur akan kita lakukan penanganan tersendiri,” jelas Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning pada wartawan.

Selain pelaku, sejumlah barang bukti hasil kejahatan berhasil pula diamankan. Antara lain, tujuh unit ponsel, jaket dan uang Rp 100 ribu.

Berdasarkan keterangan pelaku, mereka sedikitnya sudah tiga kali melakukan aksi pencurian. Dua kali dilakukan di Kecamatan Toroh dan sekali di Kecamatan Geyer.

Editor : Akrom Hazami 

6 Perampok Modus Penggandaan Uang di Grobogan Dibekuk 

Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning didampingi Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono saat gelar perkara kasus perampokan dengan modus penggandaan uang. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus perampokan dengan modus baru yang terjadi Jumat (3/3/2017) berhasil diungkap pihak Polres Grobogan. Sebanyak enam pelaku berhasil diringkus dalam waktu dan tempat berbeda.

“Jumlah pelaku ada 9 orang dan sudah 6 orang yang kita tangkap. Tiga pelaku lainnya identitasnya sudah kita ketahui dan anggota sedang melakukan pengejaran. Untuk penangkapan pelaku ini, kita dibantu anggota Jatanras Ditrekrimum Polda Jateng,” kata Kapolres Grobogan AKBP Agusman Gurning saat gelar perkara, Kamis (9/3/2017).

Peristiwa kejahatan ini terjadi di sebuah rumah di Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh, Grobogan. Rumah ini sebelumnya hendak disewa oleh pelaku.

Korban perampokan diketahui bernama M Sulthon warga Malang, Jawa Timur. Kerugian korban sekitar Rp 600 juta.

Menurut Agusman, modus yang digunakan pelaku tergolong baru. Awalnya, korban terpancing untuk menggandakan uang pada salah satu pelaku. Pelaku yang kabarnya mengaku mampu menggandakan uang Rp 300 juta menjadi Rp 1 miliar.

“Penggandaan uang ini hanya modus saja. Pada awalnya, pelaku ini berniat merampok uang korban,” katanya.

Pada waktu yang ditentukan, korban diminta membawa uang ke rumah warga di Desa Sindurejo. Ketika sampai di lokasi, korban bertemu dengan beberapa pelaku.

Tidak lama kemudian, muncul beberapa pelaku lainnya secara mendadak ke dalam rumah. Para pelaku ini menyamar sebagai polisi lalu menggerebek korban dan menyita uang yang dibawa. Bahkan, salah seorang pelaku ada yang pura-pura dijadikan sebagai sandera.

“Skenario tersebut berhasil kami ungkap setelah melakukan olah tempat kejadian perkara. Di situ kami menemukan ada kejanggalan. Setelah kami selidiki, ternyata kejadian itu sebuah perampokan,” imbuh Kasat Reskrim AKP Eko Adi Pramono.

Para pelaku memiliki peran berbeda-beda. Empat pelaku berperan sebagai polisi dan satu di antaranya berhasil ditangkap. Yakni, Haryanto (40) warga Dusun Krajan RT 7 RW 2 Desa Karangsono, Mranggen, Demak. Tiga polisi gadungan lainnya saat ini masih dalam status buron.

Kemudian, dua pelaku lain bertugas mencari rumah tempat transasksi uang dan mengawasi perampokan. Masing-masing, Zaenudin (54) warga Dusun Kondang Tempel RT 4 RW 1, Desa Karangrejo, Wonosalam, Demak dan Djoko Santoso (44) alias Jek warga Dusun Kedungrejo RT 2 RW 3, Desa Kedungrejo, Purwodadi, Grobogan.

Pelaku lain adalah Riyadi (44) warga Dusun Pagersari RT 2 RW 2 Desa Pagersari, Bergas, Kabupaten Semarang yang berperan mengawasi lokasi kejadian. Kemudian, pelaku Suhartono (41) warga Dusun Kudu Kramat RT 5 RW 2, Desa Kudu, Genuk, Demak bertindak sebagai pengemudi.

“Otak kasus ini yakni seorang residivis bernama Agus Sumarno (48) alias Haji Arif yang sudah berhasil kita amankan,” jelasnya.

Ditambahkan, uang sebanyak Rp 600 milik korban perampokan berhasil diamankan Rp 175 juta karena sudah dibagi-bagi sembilan pelaku. Dalam pembagian hasil kejahatan, Haji Arif paling banyak mendapatkan bagian yakni Rp 205 juta.

“Para pelaku kini mendekam ditahanan dan dijerat Pasal 365 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun penjara,” tambah Eko.

Editor : Akrom Hazami