Bakwan Raksasa di Pecangaan Jepara Ini Bikin Orang Penasaran

MuriaNewsCom, Jepara – Bakwan, mungkin sudah terdengar akrab ditelinga. Yakni penganan ringan yang berasal dari sayur-sayuran dibalut tepung kemudian digoreng. Normalnya, ukuran gorengan ini pun tak besar. Namun, di Cafe milik Saiful Abidin bakwan dibuat dengan ukuran tak lazim, 20 sentimeter.

Bakwan raksasa, itulah salah satu menu andalan yang dimiliki oleh tempat makan yang ada di depan SMAN I Pecangaan. Dengan ukuran sebesar itu, bakwan tersebut dapat disantap oleh empat hingga enam orang.

Seperti Yuni (24) ia mengaku sengaja datang ke kafe tersebut bersama tiga temannya, khusus untuk mencicipi penganan itu. Ia mengaku pertamakali mengetahui gorengan raksasa itu dari laman facebook.

Bakwan ukuran jumbo, kreasi penganan yang diciptakan sebuah kafe yang ada di Desa Pecangaan Kulon, Kecamatan Pecangaan. (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

“Karena penasaran, akhirnya saya ajak teman-teman saya untuk mencoba bakwan seukuran pizza ini,” tuturnya, Sabtu akhir pekan ini.

Sesampainya di kafe, ia merasa takjub akan ukuran bakwan yang begitu besar. Yuni pun tak lupa mengambil foto dan membagikannya ke media sosialnya.

“Ya nanti fotonya saya bagikan di story Whatsapp, Facebook sama Instagram. Kalau rasa bakwannya sih enak, lebih renyah. Yang bikin bagus kan ukurannya yang besar ini,” tambahnya.

Pemilik kafe Saiful Abidin mengatakan, ide menciptakan bakwan raksasa berasal dari sang istri.  “Ide awalnya untuk menarik pelanggan ke kafe ini. Kan kalau bakwan biasa ukurannya tidak besar hanya seukuran donat lah. Tapi ini sebesar ukuran pizza,” urainya.

Untuk dapat menikmati bakwan raksasa, tak perlu merogoh kocek terlalu dalam. Bakwan ukuran 15 sentimeter dijual dengan harga Rp 15 ribu. Sementara ukuran 20 sentimeter harganya terpaut Rp 5000.

Editor: Supriyadi

Misteri Buaya Raksasa di Sungai Luk Ulo Kebumen

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Kebumen – Beberapa waktu terakhir, warga di pinggiran Sungai Luk Ulo, Kabupaten Kebumen geger adanya buaya raksasa. Buaya tersebut sampai kini masih menjadi misteri di kalangan warga setempat.

Penelusuran dari beberapa sumber, buaya raksasa biasanya munculs aat siang hari ketika suasana sedang tidak ramai. Buaya mempunyai ukuran sekitar 5 meter. Buaya juga memiliki sisik punggung warna hitam. Biasanya saat menampakkan diri, terlihat separuh badan buaya ke permukaan sungai.

Tidak sedikit warga yang takut dengan keberadaan buaya tersebut. Mengingat, biasanya warga melakukan aktivitas di sungai Luk Ulo. Kini, aktivitas mereka di sungai pun berkurang.

“Warga biasanya melakukan aktivitas di sungai seperti mandi, cuci, menambang pasir,d an lainnya. Sekarang banyak yang takut,” kata salah seorang warga, Ahmad.

Warga yang tinggal di pinggiran sungai Luk Ulo, Marwati, mengaku belum pernah melihat buaya raksasa itu. “Semoga itu buaya biasa, bukan buaya jadi-jadian,” ucapnya.

Pemerintah setempat sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah. Tujuannya untuk mencari buaya. Tapi sampai kini, belum ditemukan buaya tersebut.

Kepala BKSDA Jateng, Suharman, mengatakan, BKSDA sudah berkoordinasi dengan balai pengelolaan hutan, dan BPBD. Pihaknya juga akan meminta bantuan warga setempat yang melihatnya untuk melakukan evakuasi. “Evakuasi sesuai kemampuan,” ucapnya pada wartawan.

Editor : Akrom Hazami