Bencana Angin Kencang, Ratusan Unit Rumah di Undaan Kudus Rusak


Warga melakukan pembenahan rumah yang rusak akibat bencana angin kencang di Kecamatan Undaan, Kudus, Senin. (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)#angi

MuriaNewsCom, Kudus – Sebanyak tiga desa di Kecamatan Undaan, Kudus, dilanda bencana angin puting beliung, Senin (13/3/2017). Kejadian itu berakibat ratusan unit rumah di tiga desa tersebut rusak.

Camat Undaan Catur Widiyanto mengatakan, puting beliung menyerang tiga desa sekitar pukul 13.30 WIB siang. Tiga desa yang paling parah diserang amukan angin, meliputi Desa Glagah Waru, Berugenjang dan juga Kalirejo.

“Angin puting beliung yang menyerang kawasan Undaan itu sekitar 30 menit lamanya. Meski hanya sebentar saja, namun cukup membuat kerusakan yang cukup parah,” kata Catur di Kudus, kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, dari data yang dihimpun sementara, untuk Desa Glagahwaru, total rumah yang rusak akibat puting beliung mencapai 103 rumah. Kerusakan pada rumah tersebut bervariatif, dengan kerusakan ringan hingga sedang.

Sementara, untuk Desa Kalirejo, angin menyerang RT 02 RW 04. Dari pusaran angin, mampu merusak rumah dengan jumlah 45  rumah. Tingkat kerusakan dengan kategori ringan sampai dengan rusak sedang.

“Untuk Desa Berugenjang masih dalam proses pendataan. Namun perkiraan kerusakan ringan hingga sedang juga mencapai jumlah puluhan rumah,” ungkapnya.

Editor : Akrom Hazami

Puting Beliung di Blora, 1 Warga Bogowanti Tewas

Polisi berada di salah satu rumah warga yang rusak karena angin puting beliung. Tampak warga juga berkerumun di rumah korban meninggal dunia di Ngawen Blora. (Polres Blora)

Polisi berada di salah satu rumah warga yang rusak karena angin puting beliung. Tampak warga juga berkerumun di rumah korban meninggal dunia di Ngawen Blora. (Polres Blora)

MuriaNewsCom, Blora – Bencana angin puting beliung melanda Desa Bogowanti, Kecamatan Ngawen, Sabtu sore (29/10/2016). Seorang warga setempat tewas, akibat tertimpa bangunan yang ambruk. Korban bernama Ahmad Solekan (17).

Rumah yang ambruk itu merupakan milik warga, Sutar. Keterangan yang dihimpun, Sabtu sore sekitar pukul 15.30 WIB, Sutar ada di sawah yang lokasinya tak jauh dari rumah. Dia merasakan angin kencang menerjang perkampungannya. Sutar melihatnya dari sawah.

Karena khawatir, Sutar bergegas ke rumah. Ternyata, bangunan rumahnya sudah rata dengan tanah. Dari balik reruntuhan, dia melihat tubuh putranya terbujur kaku dengan tertimpa reruntuhan bangunan. Sutar berteriak minta tolong kepada tetaangganya.

Sejumlah tetangga tiba ke lokasi. Mereka berupaya menarik tubuh korban. Beberapa luka memar terlihat di bagian kepala siswa SMK Muhammadiyah 1 Blora itu.

Camat Ngawen Sunanto dan petugas Kepolisian tiba di lokasi setelah mendapati laporan. Korban pun dievakuasi. Badan Penanggulangan Bencana Daerah Blora juga segera mendata jumlah kerugian.

Tercatat, ada enam rumah yang roboh terkena angin puting beliung. Puluhan rumah lainnya rusak ringan. Satu orang meninggal dunia. Ternyata tidak hanya Desa Bogowanti, bencana angin puting beliung yang bertiup kencang disertai hujan juga menerjang Desa Sarimulyo, Desa Sendangmulyo dan Desa Pengkolrejo. Hanya saja di desa ini tidak sampai jatuh korban jiwa.

Kapolsek Ngawen AKP Yulianto mengatakan setelah adanya kejadian seperti ini, pihaknya mengimbau warga agar lebih waspada. Dikarenakan cuaca tidak menentu dan bisa berubah cepat. “Bila terjadi bencana apapun segera langsung melaporkan ke kepolisian setempat. Kami akan cepat merespons laporan masyarakat,” kata Yulianto.

Editor : Akrom Hazami