Lisus Terjang Purwodadi, Panggung Wayang di Alun-alun Ambruk

Sejumlah pekerja sedang membereskan properti yang akan digunakan untuk pagelaran wayang setelah panggung ambruk. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pagelaran wayang kulit yang sedianya digelar Sabtu (7/10/2017) malam di Alun-alun Purwodadi terhambat. Hal ini terjadi setelah panggung yang akan dipakai untuk pagelaran wayang kulit roboh.

Robohnya panggung terjadi ketika hujan deras mengguyur kota Purwodadi, Sabtu (7/10/2017) sore. Tidak lama setelah hujan, datang angin puting beliung di sekitar alun-alun. Beberapa saat kemudian, terdengar suara ‘brakk’ cukup keras yang berasal dari panggung roboh.

“Panggung roboh sekitar jam 16.15 WIB. Tadi angin berhembus kencang sekali selama hampir 10 menit,” kata Supriyono, warga yang sempat menyaksikan robohnya panggung untuk pagelaran wayang itu.

Sebelum roboh, panggung itu sudah siap digelar untuk pagelaran, karena semua propertinya sudah tertata sejak siang.

Pagelaran wayang kulit yang digelar RRI Semarang itu akan menampilkan dalang kondang Ki Bayu Aji Pamungkas. Pagelaran wayang dilangsungkan dalam rangka menyemarakkan HUT ke-72 TNI dan sosialisasi empat pilar kebangsaan oleh anggota DPR RI.

Meski ada insiden panggung roboh, namun pagelaran wayang tetap dimainkan. Namun, lokasinya diubah ke pendapa kabupaten.

“Pagelaran wayang kulit tetap jalan. Lokasinya dipindahkan ke pendapa. Yang punya gawe dari RRI,” jelas Kabag Humas Pemkab Grobogan Ayong Muchtarom.

Selain panggung wayang, ada beberapa tenda kecil di sebelah baratnya yang ikut roboh. Tenda ini rencananya akan digunakan untuk even jalan sehat Minggu pagi besok. Beruntung, saat tenda roboh tidak ada orang yang tertimpa reruntuhan.

Editor : Ali Muntoha

Diterjang Puting Beliung, Belasan Rumah di Batealit Jepara Rusak

Warga bersama BPBD, TNI dan polisi bergotong royong memotong dan membersihkan pohon yang menimpa rumah salah satu warga, Kamis (26/1/2017). (MuriNewsCom/Edy Sutriyono)

Warga bersama BPBD, TNI dan polisi bergotong royong memotong dan membersihkan pohon yang menimpa rumah salah satu warga, Kamis (26/1/2017). (MuriNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Jepara -Belasan rumah di Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Jepara rusak lantaran diterjang angin puting beliung pada Rabu (25/1/2017) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Rumah warga yang diterjang puting beliung tersebut berada di beberapa RT yang ada di RW 2.

Kepala Desa Batealit Ali Asikin mengatakan, tercatat rumah rusak yang rusak berat karena tertimpa pohon durian atau pohon lainnya ada 6 rumah. “Di antaranya yakni yang ada di RT 7 RW 2 milik Sofi’i, Purnomo, Wangsit, Gozali, Mulyono. Sedangkan yang ada di RT 10  yaitu milik Muksin,” kata Ali.

Sementara itu, belasan rumah warga lainnya hanya mengalami rusak ringan di bagian genting. Di antaranya yang berada di RT 7 yakni Khoiri, Parsiti, Bahrun, Untung, Fakih dan Handoko. Sedangakan di RT 8 yaitu milik Supomo, Farik, Rotib, dan Marjum.

“Selain menerjang rumah, angin puting beliung juga menerjang Masjid Baiturrohim dan SD N 1 Batealit. Hanya saja, masjid dan sekolah tersebut mengalami kerusakan ringan di bagian atap atau gentengnya yang rontok,” ungkapnya.

Ia mengatakan, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun, istri dan anak dari Sofii mengalami luka kecil lantaran sempat kejatuhan genteng di saat rumah atau atapnya tertimpa pohon durian. Sedangkan secara keseluruhan, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 100 juta.  “Untuk saat ini, bagi warga yang tertimpa musibah, direncanakan akan mendapatkan tali asih atau bantuan kecil dari pihak desa,” ungkapnya.

Dari pantauan MuriaNewsCom di lapangan, untuk membersihkan dan menebang pohon yang menimpa rumah warga, kini pihak desa dan warga dibantu oleh tim BPBD, TNI dan Polisi.

Editor : Kholistiono