Pasutri di Purworejo Mati Tak Wajar, Suami Tergantung Istri Tewas di Dalam Karung

MuriaNewsCom, Purworejo – Pasangan suami istri di Purworejo Ratimin (45) dan istrinya Lilik (38) ditemukan tak bernyawa di kamar rumahnya dalam kondisi tak wajar. Ratimin ditemukan tewas tergantung sementara istrinya meninggal di dalam karung di bawah tempat tidur.

Pasangan suami istri ini ditemukan sudah meninggal dunia di rumahnya di Dusun Sucen, Desa Semawung, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Senin (5/3/2018).

Mayat keduanya ditemukan orang tua korban, Tuminah (80). Perempuan yang umurnya sudah sangat renta ini syok melihat anak dan menantunya meningghal dalam kondisi yang tak wajar.

Kejadian itu langsung membuat geger warga, dan polisi pun langsung datang ke lokasi untuk melakykan pemeriksaan. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TK) Ratimin ditemukan tewas dalam keadaan tergantung seutas tali.

Sedangkan istrinya, Lilik, ditemukan tergeletak di kolong tempat tidur dalam keadaan terbungkus karung.
“Korban Ratimin ditemukan dalam keadaan tergantung sedangkam istrinya di bawah tempat tidur dan terbungkus karung,” kata Kapolsek Purworejo, AKP Mukhotib dilansir dari detik.com.

Hingga kini, penyebab kematian kedua korban masih dalam penyelidikan polisi. Untuk pemeriksaan medis lebih lanjut, kedua jenazah kemudian dibawa ke RS dr Tjitro Wardojo, Purworejo.

Editor : Ali Muntoha

Pemerintah Relokasi Dampak Tanah Gerak, Tiap Rumah Dibantu Rp 25 Juta

MuriaNewsCom, Banjarnegara – Longsor dan tanah bergerak di Desa Bantar, Kecamatan Wanayasa,Banjarnegara membuat 14 rumah rusak. Jalan desa sepanjang 400an meter juga anjlok, sehingga mengakibatkan dua dusun, Sikenong dan Suwidak, terisolir.

Data di posko Desa Bantar mencatat 115 kepala keluarga dengan total 398 jiwa terdampak bencana ini. Pemerintah menyiapkan relokasi untuk warga yang rumahnya hancur. Hal ini dikatakan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, saat berkunjung ke desa itu, Selasa (16/1/2018).

“Untuk logistik sudah cukup. Sekarang kita siapkan relokasi, tanah sudah disiapkan dan harus cepat dr sisi administrasi,” katanya.

Untuk percepatan pembangunan perumahan relokasi, Pemprov Jateng akan bekerja sama dengan Pemkab Banjarnegara  sebagai penyedia tanah.

“Tanahnya nanti diurus dari kabupaten, bangun rumahnya dari saya. Per rumah sekitar Rp 25 juta, kita carikan relawan yang bantu bangun dan arsitek yang bagus sehingga bangunannya tahan gempa,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Sarwa Pramana mengatakan, Pemprov Jateng menyalurkan bantuan senilai Rp 132 juta untuk mengatasi bencana tersebut.

” Jumlah itu terdiri dari Rp 32 juta untuk pipanisasi dusun terisolir, dan Rp 100 juta untuk operasional penanganan bencana,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono mengucapkan terimakasih atas perhatian gubernur. Tidak hanya karena mengunjungi rakyatnya yang terkena bencana, tapi juga bantuan logistik dan pembangunan infrastruktur yang rusak dari dana penanggulangan bencana.

Editor : Ali Muntoha

Baca : Ganjar Nginap di Desa Terisolir Tanah Gerak, Ini yang Dilakukannya

Kebakaran Hebat di Pasar Suronegaran Purworejo Saat Malam Natal

Petugas damkar bersama warga berjibaku memadamkan api yang membakar sebuah ruko di kompleks Pasar Suronegaran Purworejo. (Foto : DetikCom)

MuriaNewsCom, Purworejo – Kebakaran hebat terjadi di kompleks Pasar Suronegaran, di Jalan Letjen Suprapto, Purworejo, Senin (25/12/2017) dinihari. Kebakaran yang terjadi di malam Natal itu mengahanguskan sebuah ruko konter.

Beruntung kebakaran tak meluas hingga merembet ke kios yang lain di kompleks pasar tersebut. Kebakaran ini juga tak menimbulkan korban jiwa, namun kerugian yang ditimbulkan akibat kejadian itu ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Pasalnya, seluruh isi ruko termasuk barang-barang dagangan konter itu ludes terbakar. Dilansir DetikCom, Kasi Damkar Purworejo, Sumaji mengatakan, kebakaran yang terjadi cukup besar. Sehingga proses pemadaman juga melibatkan personel dari TNI dan Polri.

“Tiga unit mobil damkar kami kerahkan, dengan belasan personel yang dibantu TNI dan Polri. Api cukup besar, sehingga butuh waktu dua jam untuk melakukan pemadaman,” katanya.

Menurutnya, setelah api padam pihaknya tetap melakukan penyemprotan di lokasi kebakaran. Ini dilakukan sebagai langkah pendinginan dan lokalisir, agar tak bara api yang tersisa tak membesar dan merembet ke bangunan lain.

Diperkirakan kebakaran terjadi akibat hubungan arus pendek listrik (korsleting). Ini diketahui dari keterangan saksi yang melihat api muncul dari bagian atas bangunan.

“Saksi bernama Roni (16) melihat api di atas bagian ruko konter HP yang diduga berasal dari korsleting listrik. Kemudian ia langsung ke kantor untuk melaporkan kebakaran tersebut,” lanjut Sumaji.

Setelah mendapat laporan, pihaknya mengerahkan regu A untuk meluncur ke lokasi kejadian dan melakukan pemadaman.

Hingga kini, proses penyelidikan tentang penyebab pasti kebakaran masih dilakukan pihak kepolisian.

Editor : Ali Muntoha

1 Tewas saat Truk Tabrak Bus di Purworejo

Bus guling saat kecelakaan di Jalan Daendels, Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jumat. (Facebook)

MuriaNewsCom, Purworejo – Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Daendels, Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jumat (24/11/2017). Kecelakaan melibatkan truk B 9787 KDC dengan bus rombongan siswa SD N Banjarwaru, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap. AA 1492 ED.

Insiden menyebabkan satu orang tewas, dan puluhan mengalami luka.  Korban tewas adalah kernet truk, Sigit (23), warga Desa Sukorini, Prambanan, Kabupaten Klaten. Adapun penumpang lainnya mengalami luka ringan. Korban luka dibawa ke Rumah Sakit Rizky Amalia, Temon, Kulonprogo.

Kernet bus, Kuat Riyadi (28), warga Kembaran, Kabupaten Banyumas mengatakan truk di depannya melaju dengan kencang. Tiba-tiba truk oleng ke arah kanan. Hampir saja, truk tabrak bus rombongan pertama tapi bisa menghindar. “Bus rombongan kedua tidak bisa menghindar. Tabrakan akhirnya terjadi,” kata Kuat di lokasi. Badan bus dan truk rusak parah di bagian depan.

 

Warga melihat bangkai truk yang kecelakaan di Jalan Daendels, Desa Wonosari, Kecamatan Ngombol, Kabupaten Purworejo, Jumat. (Facebook)

 

Di lokasi, tampak bus guling hingga kaca hancur. Sejumlah warga menolong korban. Polisi dan petugas medis siaga di lokasi. Kecelakaan berakibat macetnya arus lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Purworejo, AKP Himawan Aji Angga mengatakan, dari keterangan saksi dan pemeriksaan polisi, bus tabrakan dengan truk. Insiden terjadi ketika truk yang dikemudikan Dwi Hartanta (21) warga Desa Randusari, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten ngebut dari Yogyakarta ke arah barat. Saat di lokasi, tiba-tiba truk oleng ke arah kanan.

Sehingga truk menabrak bus dari arah berlawanan yang dikemudikan oleh Wildan (28) warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.

“Truk yang dikemudikan Dwi Hartanta oleng ke kanan dan menabrak bus wisata dari arah berlawanan,” kata Himawan di lokasi.

 

Editor : Akrom Hazami

INSPIRATIF, Kisah Gitaris Muda Asal Purworejo yang Moncer sampai Luar Negeri

Robi Handoyo (23), gitaris muda asal Desa Wonoenggal, Kecamatan Grabag, Purworejo. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Purworejo – Hebat, begitulah kata yang mewakili prestasi pemuda asal Purworejo ini. Adalah Robi Handoyo (23), gitaris muda asal Desa Wonoenggal, Kecamatan Grabag, Purworejo. Sebab, Robi menyabet Juara 1 Solo Gitar Kategori Umum pada Kompetisi Gitar Klasik IV di Universitas Negeri Jakarta.

“Total peserta pada kompetisi ini sebanyak 56 orang. Saya ikut di kategori umum dengan jumlah peserta sebanyak 26 orang yang berasal dari seluruh Indonesia. Alhamdulillah juara pertama,” kata Robi, Selasa (14/11/2017) dikutip dari Sorot.co.

Perhelatan saat itu juga diisi masterclass dan konser oleh gitaris luar negeri yakni Giordano Passini dari Italy dan Oliver Pletscher dari Swiss. Ada juga beberapa maestro gitaris klasik Indonesia seperti Royke B Koapaha, Heri Budiawan, Edy Husni Rachim, dan Jubing Kristianto.

Selain konser dan masterclass mereka juga menjabat sebagai juri dalam kompetisi ini,” sebutnya.

Totalitas Robi saat tampil berhasil memikat perhatian juri dan menobatkannya menjadi yang terbaik. Selain penghargaan dan sejumlah uang pembinaan, Roby juga memboyong sebuah gitar handmade Saefull Luthier senilai Rp15 juta.

Saefull Luthier merupakan sponsor dalam acara itu. Sebelumnya, Robi juga tampil dalam Valerio International Guitar Festival pada bulan Agustus 2017 di Yogyakarta dan meraih Juara 3 kategori Solo Open Kategori. Ia juga menyabet Juara 3 kategori ensemble bersama nocturnal guitar quartet yang beranggotakan Adi Suprayogi (Magelang) Gita Puspita Asri (Solo), dan Vaizal Andrians (Mojokerto).

Lalu pada bulan yang sama Robi juga mengikuti Tarrega Malaysia International Guitar Festival 2017 di Kuala Lumpur Malaysia. Pada kompetisi tersebut ia mendapat Juara 2 solo open category dan champion atau Juara 1 pada ensemble category bersama nocturnal guitar quartet.

Dia juga berhak mendapat hadiah tour concert di Malaysia pada tahun depan. Pada tahun 2018 mendatang, ia juga bakal kembali mengikuti sedertan kompetisi international. Beberapa di antaranya Valerio International Guitar Festival 2018, Japan International Ensemble Guitar Festival 2018, Hanoi International Guitar Festival 2018 di Vietnam, dan Claxica International Guitar Competition, di Bologna, Itali.

Sejak 2012, Robi memang mengolah kemampuan bermusiknya dengan belajar di jurusan Seni Musik Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Yogyakarta (UNY).

Editor : Akrom Hazami

Kicauan Burung Mau Dicuri Ini Bikin Maling Panik di Purworejo

Pelaku pencurian burung diamankan di Mapolsek Gebang, Purworejo. (Dokumen Polsek Gebang)

MuriaNewsCom, Purworejo –  Pencuri burung cucak hijau ini benar-benar panik. Sebab burung yang hendak dicuri malah berkicau tak seperti biasa. Akibatnya, pencuri gagal nyolong burung tersebut.

Ini terjadi di Desa Winong Lor, Kecamatan Gebang, Purworejo, pekan lalu. Burung tersebut diketahui milik warga setempat, Purwanto. Sedangkan pelaku adalah NGA (22) dan SN, warga Jrakah, Brayan, Purworejo.

Kapolsek Gebang, AKP Sugeng Sargiono, Senin (13/11/2017) mengatakan, kejadian bermula saat para pelaku melintas di depan rumah milik Purwanto. Saat itu, keduanya melihat burung cucak hijau di sangkarnya di depan rumah itu.

“Para pelaku langsung masuk ke halaman rumah Purwanto dan berniat ambil burung. Tiba-tiba burung tersebut berkicau seperti ketakutan. Korban yang mendengar suara burung segera keluar,” kata Sugeng.

Pelaku sedang memegang sangkar burung. Korban yang melihat itu spontan berteriak. Hal itu didengar warga sekitar. Pelaku kalap dan melarikan diri. NHA berhasil ditangkap warga.

Sedangkan SN sampai saat ini masih belum berhasil ditangkap. Sedangkan pelaku yang tertangkap, saat ini mendekam di Polsek Gebang. Pelaku tersebut disangkakan melakukan tindak pidana pencurian sebagai mana dimaksud dalam pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman selama 7 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

6 Unit Rumah Kena Longsor di Kaligono Purworejo

ILUSTRASI

MuriaNewsCom, Purworejo – Sebanyak enam unit rumah di di Desa Kaligono, Kecamatan Kaligesing, Purworejo, kena terjangan tanah longsor, Rabu (8/11/2017).

Hal itu terjadi saat hujan turun. Diketahui di wilayah itu, hujan turun dengan deras kerap turun. Kondisi demikian berakibat tanah menjadi longsor.

Camat Kaligesing, Bagas Adi Karyanto kepada wartawan mengatakan, mulanya tanah longsor terjadi kali pertama di Padukuhan Jetis, RT02/ RW 05, Desa Kaligono. Di titik itu ada dua rumah yang kena longsoran tebing.

“Tanah longsor mengenai tembok rumah milik Khamidi dan Dimayati. Beliau adalah anggota Koramil Kaligesing. Rumahnya berada di tepi jalan provinsi alternatif Jogja-Purworejo,” kata Bagas, di Purworejo, Kamis (9/11/2017).

Selain itu, di Padukuhan Sumbersari RT 01/ RW 11, Kaligono, ada empat unit rumah yang kena longsoran tanah. Rumah tersebut milik Padmo Suwito dan Ponikin. Sedangkan di Padukuhan Sawahan RT 02/RW 06, Kaligono, menimpa rumah milik Tri Hermawan dan Giman.

Sepengetahuannya, di rumah milik Giman selain terkena longsor juga tertimpa pohon Albasia. Sejauhi ini dilaporkan tidak ada korban jiwa. Saat ini warga kerja bakti membersihkan material tanah longsor.

Editor : Akrom Hazami

Lagi Pesta Narkoba Bareng Teman, Malah Ditemani Polisi

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetyo saat memberikan keterangan kepada wartawan. (Humas Polres Purworejo)

MuriaNewsCom, Purworejo – Sedang asyik mengkonsumsi narkoba, Didik Yulianto alias Gamed (25) warga Ngemplak, Gebang, Purworejo, dan Sugeng Riyadi alias Sombro (25) warga Ngemplak Gebang ditangkap polisi di Desa Ngempla

Berawal dari informasi masyarakat yang resah akibat aktivitas kedua pelaku tersebut hingga melaporkan kepada polisi. Satuan Narkoba Polres Purworejo yang mendapatkan informasi langsung melakukan penyelidikan. 

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetyo saat jumpa pers mengatakan, dari TKP ditemukan 4 strip psikotropika jenis Alprazolam 0.5, 3 butir pil Alprazolam. “Kedua pelaku diamankan ke Polres Purworejo. Kedua pelaku saat ini sedang dilakukan pemeriksaan untuk mendalami kasusnya,” kata Teguh.

Kedua pelaku diduga melakukan tidak pidana dengan sengaja memiliki, menyimpan, menguasai atau menyediakan psikotropika golongan IV jenis alprazolam 0.5 sebagai mana dimaksud dalam pasal 62 ayat 1 huruf c dan asal 60 UURI no 5 tahun 1997 tentang psikotropika.

 “Kedua pelaku terancam hukuman penjara maksimal 5 tahun atau denda 100 juta rupiah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami

4 Penjudi Dadu Berhadapan dengan Polisi di Purworejo

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya saat memeriksa pelaku judi dadu di mapolres setempat. (Humas Polres Purworejo)

MuriaNewsCom, Purworejo – Asyik main judi dadu, empat warga Purworejo konangan polisi. Tepatnya di Desa Jenar Lor, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo.

Mereka adalah Tarkun Tri Kuntolo (56) warga Jenar Wetan; Dalijo (46) warga Jenar Kidul; Restu Bobby Agus Primadani (27) warga Jenar Kidul dan Setyojeki C (36) warga Bencorejo ditangkap polisi, Selasa (10/10/2017).

Berawal dari informasi dari masyarakat yang resah atas kegiatan yang dilakukan oleh keempat pelaku tersebut, hingga melaporkan ke polisi. Setelah dilakukan penyelidikan ditemukan mereka sedang main judi dadu kepyek.

Saat didatangi polisi, mereka tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya, mengatakan keempat pelaku sudah diamankan dan sekarang dalam pemeriksaan.

“Dari tangan pelaku dilakukan penyitaan barang bukti berupa 1 set peralatan dadu dan uang sebesar Rp 689.000. Selanjutnya barang bukti dibawa dan diamankan di Mapolres Purworejo,” katanya.

Keempat pelaku dipersangkakan melanggar pasal 303 KUHp dengan ancaman 10 tahun penjara.

Editor : Akrom Hazami

Ibu Muda Bungkus Mayat Bayinya Pakai Seragam Pramuka di Purworejo

Foto Ilustrasi

MuriaNewsCom, Purworejo  –  Akhirnya pembuang bayi yang ditemukan di saluran irigasi Desa Binangun, Kecamatan Butuh, Kabupaten Purworejo , terungkap. Pelaku itu RN,  (22) warga desa setempat, yang merupakan  orangtua dari bayi malang tersebut.  

RN diamankan, saat sedang berada di rumahnya beberapa hari setelah adanya penemuan bayi yang menggegerkan warga, 7 Oktober 2017. RN diamankan  oleh Unit Reskrim Polsek Butuh Polres Purworejo dalam kondisi lemas karena diduga  habis melahirkan dan tanpa adanya penanganan medis.

Kapolres Purworejo AKBP Teguh Tri Prasetya, saat konferensi pers yang digelar di Mapolres Purworejo dengan awak media, Kamis (12/10/2017) mengatakan pihaknya telah mengamankan seorang perempuan, yang diduga menjadi pelaku tindak pidana pembuangan bayi tersebut.

“Setelah penemuan bayi yang cukup menghebohkan Kota Purworejo itu, kami langsung memerintahkan anggotanya, untuk melakukan penyelidikan,” kata Teguh.

Baca : Bayi Terbungkus Kresek Ditemukan di Saluran Irigasi Purworejo

Dari TKP, petugas mendapatkan petunjuk dari sampah yang berada di sekitar lokasi penemuan mayat bayi malang tersebut. “Di antara tumpukan sampah tersebut diketahui ada sebuah baju seragam pramuka yang terdapat nama serta identitas sekolah yang belakangan diketahui milik MA, yang merupakan adik tersangka RN,” terangnya.

Petugas yang mendatangi rumah tersangka langsung curiga melihat ada perempuan yang lemas dengan tanda- tanda setelah melahirkan. Di depan petugas kemudian RN mengaku bahwa telah melahirkan seorang bayi secara diam- diam di dalam kamarnya tanpa diketahui siapapun.

Ia yang  mmemproses sendiri persalinannya sampai kemudian bayi itu lahir. Tak berapa lama setelah lahir, RN kemudian membekap bayinya sendiri hingga tewas dan kemudian dimasukkan ke dalam sebuah ember.

Malam hari sekitar pukul 02.00 WIB, RN kemudian membungkus bayinya dengan plastik hitam dan membuangnya ke saluran irigasi Desa Binangun sebelum akhirnya ditemukan warga.

Atas perbuatannya, pelaku diancam dengan Pasal 80 Ayat 3 undang –Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 Tahun Penjara.

Editor : Akrom Hazami

 

Preman Kampung Palak Petani di Purworejo

Karnadi (40) pemuda asal Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Purworejo, saat di kantor polisi. (Humas Polres Purworejo)

MuriaNewsCom, Purworejo  –    Karnadi (40) pemuda asal Desa Jrakah, Kecamatan Bayan, Purworejo, dibekuk polisi. Lantaran kedapatan memalak dan memukul seseorang, Minggu (10/09/17) sore. Saat ini, polisi telah menahannya guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Selama ini, pelaku dikenal sebagai preman kampung. Saa itui, pelaku meminta uang kepada Surtiman (39) yang merupakan buruh tani warga Jrakah RT 01/05. Saat itu, korban dalam perjalanan pulang dari mencari rumput.

Pelaku tiba-tiba mencegat korban dan meminta uang. Rupanya, korban tak bisa memberikan uang kepada pelaku. Seketika, pelaku melayangkan pukulannya kepada korban dengan tangan kosong. Tak tanggung-tanggung, dua pukulan mendarat ke korban. Satu pukulan mengenanai mulut dan satunya ke bagian pipi kiri.

Akibat pukulan pelaku, korban pun jatuh pingsan. Untunglah ada tetangga yang mengetahui peristiwa. Yakni Roni Saputro (40) dan Dadi (39) alamat sama dengan korban maupun pelaku. Mereka membawa korban ke rumahnya.

Oleh keluarga korban dibawa ke RSU Palang Biru Kutoarjo untuk berobat dan rawat inap. Perbuatan tersebut akhirnya dilaporkan ke Polsek Bayan, dan tak menunggu lama petugas berhasil mengamanakan pelaku.  

Kapolres Purworejo AKBP Satrio Wibowo mengatakan atas perbuatanya tersangka akan dijerat pasal 351 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal dua tahun penjara. “Itu untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” katanya.

 

Editor : Akrom Hazami

GEGER NIKAH SESAMA PEREMPUAN, Rencana Resepsi Digelar Hari Ini di Purworejo, Berikut Infonya

Calon mempelai pria yang ternyata adalah berjenis kelamin perempuan. (purworejonews)

MuriaNewsCom, Purworejo – Kabupaten Purwerojo geger adanya rencana pernikahan sesama perempuan. Sesuai rencana, ijab qobul dan resepsi akan dilakukan di Desa Sidoleren, Kecamatan Gebang, hari ini, Selasa (5/9/2017).

Yakni pernikahan antara Wilis Setyowati (27) warga Desa Sidoleren, Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo, dengan Pratama (30) warga Desa Binong, Kecamatan Curug, Kota Tangerang, Banten.

Undangan pernikahan telah tersebar jauh-jauh hari. Begitu hari ini tiba, sejumlah tamu undangan tiba di lokasi di Desa Sidoleren, sejak Selasa siang.

BacaKecelakaan Mio vs Supra di Jalan Winong-Gabus, Satu Orang Tewas di Lokasi

Ya, rencana pernikahan itu gagal. Karena Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Gebang, Purworejo, tidak mengabulkan rencana itu. Dari hasil pemeriksaan KUA dan puskesmas setempat menyatakan bahwa calon mempelai pria, Pratama, berjenis kelamin perempuan.

“Ada laporan warga kalau mempelai laki-laki itu sebenarnya perempuan, terus langsung kami bawa ke puskesmas untuk dicek”, ujar Penghulu KUA Gebang, Purwadi dikutip dari detik.com.

Mendapati laporan itu, KUA segera melakukan pengecekan. Setelah hasilnya benar terjadi seperti yang dilaporkan, KUA melaporkan ke Mapolres Purworeko. Polisi pun melakukan pemeriksaan kasus ini hingga sekarang.

Kepala Puskesmas Gebang, Sudiarto, mengatakan hasil pemeriksaan tim medis dari dokter puskesmas menyatakan jenis kelamin seorang yang akan bertindak sebagai calon pegantin pria adalah perempuan. “Ya ada 3 dokter yang memeriksa, setelah pemeriksaan medis kami pastikan bahwa calon mempelai laki-laki ternyata perempuan”, terang Sudiarto.

BacaIni Nama-nama Korban Bus Peziarah yang Terjun ke Jurang di Tergo Kudus

Sontak hal ini membuat kaget keluarga calon mempelai perempuan. Pasangan yang menjalin hubungan sekitar tujuh tahun harus kandas. Pratama yang bernama asli Nova Aprida Avriani, benar-benar berjenis kelamin sama dengan dengan Wilis Setyowati.

Ibunda Wilis, Markamah (45) tak bisa menyembunyikan rasa kecewanya. Sebab pernikahan yang direncanakan hari ini harus berakhir. “Sakit banget rasanya, kecewa dan malu,” kata Markamah.

Baca : Ini Asal Mula Tradisi Perang Obor Jepara

Dia tak pernah mengira jika hal itu akan terjadi. Sepengetahuannya, Pratama datang ke rumahnya beberapa hari lalu untuk melamar menikahi Wilis. Pratama datang seorang diri tanpa didampingi keluarga.

Kendati pernikahan gagal, tapi sejumlah tamu undangan tetap menyempatkan diri datang ke lokasi. Tamu hanya bersalaman dengan keluarga tanpa banyak kata. Sebab mereka tahu info penyebab kegagalan pernikahan.

Pratama sendiri telah menyiapkan mahar atau mas kawin guna diserahkan ijab kabul yang akan digelar hari ini juga. Mahar tersebut yang disimpan di rumah Wilis. Mahar berupa seperangkat pakaian lengkap dan kosmetik atau alat kecantikan.

Editor : Akrom Hazami

Ngehits di Hari Pramuka, Ada Kampung Pramuka di Purworejo, KEREN!

Kegiatan upacara di Hari Pramuka diadakan di kantor Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo (Twitter)

MuriaNewsCom, Purworejo – Hari Pramuka jatuh pada 14 Agustus. Di momen ini, ada kampung yang unik yakni Kampung Pramuka, RW 17 Plaosan, Kelurahan/Kabupaten Purworejo. Kampung ini diresmikan oleh Bupati Purworejo Mahsun Zain, 2014 lalu.

Istiharto, Ketua Gugus Dharma di Kampung Plaosan yang juga sekaligus inisiator terbentuknya Kampung Pramuka  mengatakan penetapan Kampung Pramuka sebagai upaya untuk menerapkan nilai yang terkandung dalam Tri Satya dan Dasa Dharma Pramuka.

Juga membentuk karakter anggota agar berjiwa pramuka. Di antaranya agar memiliki jiwa sosial yang tinggi, memiliki ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, memiliki tata krama baik, dan masih banyak yang akan diterapkan di Kampung Pramuka.

Senin (14/8/2017) pagi, warga ikut memeriahkan Hari Pramuka dengan mengikuti upacara peringatan HUT ke-56 Pramuka di halaman kantor Kecamatan Purworejo.

Di Kampung Pramuka rumah-rumah ditempeli stiker kampung Pramuka, bahkan rumahnya juga sudah banyak yang bercat dengan warna coklat Pramuka, dan ada tunas-tunas kelapa. “Gugus Darma WR Supratman ini merupakan bentukan Gugus Darma Kwarcab, yang  telah memiliki kampung Pramuka. Maka untuk Kampung Pramuka diharapkan tidak hanya di Plaosan tetapi nantinya Gugus Darma Kwarcab, akan menetapkan kampung-kampung Pramuka di wilayah yang lain,” tuturnya.

Kampung Pramuka ini sangat bagus karena warganya memiliki jiwa kepramukaan dan ikut berperan untuk kemajuan bangsa dengan membentuk karakter generasi muda yang tangguh dan bertata krama yang baik. Bahkan penetapan Kampung Pramuka ini, baru satu-satunya di Indonesia.

Menurutnya, Pramuka tidak hanya dilihat dari bajunya tetapi lebih ke jiwa kepramukaan yang harus dimiliki setiap warga masyarakat.

Editor : Akrom Hazami