Diduga Akan Jual Pistol Ilegal, Pria Asal Pati Diringkus Polisi Saat Ngopi di Kafe

MuriaNewsCom, Banyumas – Jajaran Satreskrim Polres Banyumas membekuk seorang pria bernama Dwiyono Idam Pahlawan (43) asal Dosoman, Kabupaten Pati, di sebuah kafe di Purwokerto Utara, Kabupaten Banyumas. Pria ini dibekuk lantaran membawa pistol ilegal lengkap dengan amunisinya.

Penangkapan pria yang kini tinggal di Desa Kedung Sukun, Kecamatan Adiwerna, Tegal, ini berasal dari informasi adanya transaksi jual beli senjata api ilegal. Kapolres Banyumas AKBP Bambang Yudhantara Salamun melalui Kasat Reskrim AKP Djunaedi, mengatakan penangkapan dilakukan pada Jumat (16/3/2018) petang kemarin.

“Kami lakukan penangkapan terhadap pelaku berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa akan dilakukan jual-beli senpi dengan harga Rp 10 juta,” katanya.

Ia mengatakan informasi tersebut selanjutnya ditindaklanjuti oleh petugas dengan melakukan dengan melakukan penyelidikan dan pengintaian terhadap seorang pria yang diduga sebagai penbawa senjata api ilegal itu.

Saat mengetahui pria itu sedang minum kopi di salah satu kafe yang berlokasi di dekat Lapangan Grendeng, Kelurahan Karangwangkal, Kecamatan Purwokerto Utara, petugas segera menghampirinya.

Petugas yang melakukan penggeledahan menemukan barang bukti senjata api di dalam tas pria itu. senjata api yang ditemukan berupa pistol FN berikut enam butir peluru di dalam magasinnya.

Polisi juga menemukan sejumlah ID card, termasuk kartu identitas sebagai konsultas hukum.

Dari hasil pemeriksaan pria itu tak bisa menunjukkan surat izin kepemilikan senjata api. Polisi lantas mengamankan pria itu di Mapolres Banyumas untuk diperiksa lebih lanjut.

“Berdasarkan pemeriksaan sementara, pria berinisial DIP (43) itu mengaku berasal dari Pati dan berdomisili di Adiwerna, Tegal. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani pemeriksaan di Mapolres Banyumas,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha

Perempuan Ini Ajak Ngamar Pria, Ternyata Itu Modus Kawanan Perampokan di Purwokerto

Polisi dari Polres Banyumas mengamankan pelaku perampokan di daerah tersebut. (ISTIMEWA)

MuriaNewsCom, Banyumas – Anggota Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Banyumas, menangkap dua di antara tiga anggota kawanan perampok. Aksi mereka meresahkan warga setempat. Beruntung, polisi cepat menangkap para pelaku tak lama usai aksi kejahatan dilakukan.

Dilansir dari antarajateng.com, kasus perampokan ini terjadi pada tanggal 18 September 2017. Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menangkap dua orang pelaku, satu orang lainya masih dalam pengejaran.

“kasus perampokan itu berawal saat korban bernama Sutarno (25), warga Binangun, Kabupaten Cilacap, bertemu dengan seorang perempuan berinisial KR (19), warga Kalimanah, Kabupaten Purbalingga, pada 17 September 2017,” kata Kapolres Banyumas AKBP Azis Andriansyah di mapolres setempat, Kamis (28/9/2017).

BacaSendang Doro Grobogan Telan Korban, Warga Terpaksa Menguras Sendang untuk Cari Mayat

Perempuan itu merayu Sutarno dan mengajaknya menginap di kamar 204 salah satu hotel di dekat Terminal Bus Bulupitu, Purwokerto. Keesokan harinya, salah seorang pelaku berinisial BAS (21), warga Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, mendatangi kamar 204 dan langsung menodongkan pisau serta memukul kepala korban menggunakan alat.

Belakangan, menurut pengakuan BAS, KR sudah dinikahi siri sejak sebulan lalu. Setelah mengikat kaki dan tangan serta menutup mata dan mulut korban menggunakan lakban, BAS juga mengikat tangan KR namun tidak kencang.

BacaPemuda 22 Tahun di Kudus Tewas Gantung Diri di Kamar Tidur

Selanjutnya, BAS memanggil pelaku berinisial IN alias L (23), warga Purwokerto Timur, yang bertugas mengawasi di depan kamar hotel untuk membantu memasukkan tubuh Sutarno ke dalam mobil Honda Jazz milik korban.

Saat dibawa berputar-putar keliling kota Purwokerto, BAS meminta PIN dari kartu ATM Bank Rakyat Indonesia atas nama Sutarno dan selanjutnya mengambil uang Rp 4,5 juta dari rekening korban di ATM BRI Patikraja.

BacaDOR, 1 Orang Tewas Ditembak, dan 1 Luka di Halaman Hotel di Tegal

Korban selanjutnya dibuang di Desa Kalisalak, Kecamatan Kedungbanteng, Banyumas. Para pelaku kemudian kembali ke hotel untuk mengambil mobil Toyota Vios dan membawa mobil Honda Jazz milik korban, sedangkan tersangka IN yang sampai saat ini masih dalam pengejaran diminta untuk mengambil kartu tanda penduduk milik KR di bagian resepsionis.

“Awalnya, kami mengira jika perempuan itu bukan bagian dari pelaku. Namun setelah kami interogasi, dia diketahui ikut terlibat dalam perampokan itu,” ujarnya.

Terkait dengan kasus tersebut, dia mengatakan para pelaku bakal dijerat Pasal 365 ayat 1 dan 2 ke-2e Kitab Undang-Undang Hukum Pidana juncto Pasal 56 KUHP. Saat ditanya Kapolres, pelaku berinisial KR mengaku jika baru satu bulan menikah siri dengan BAS.

Dia juga mengaku sudah lama mengenal korban sehingga dapat dengan mudah memperdaya korban.”Saya baru pertama kali melakukan perampokan,” ungkapnya. 

Sementara itu, BAS mengaku pernah menjalani hukuman selama empat tahun penjara karena kasus narkoba jenis sabu-sabu.

Editor : Akrom Hazami

Kapolri di Purwokerto Singgung Peredaran Pil PCC Akan Diusut Tuntas  

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Purwokerto menerima cindera mata dari Rektor UMP Dr Syamsuhadi Irsyad, Sabtu. (Polda Jateng)

MuriaNewsCom, Banyumas – Kasus peredaran pil paracetamol caffeine carisoprodol (PCC) di sejumlah wilayah di Indonesia menjadi perhatian polisi. Mengingat, akibat pil itu berujung jatuhnya korban jiwa, dan warga yang terdampak usai mengonsumsinya.

Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian di Purwokerto, Sabtu (23/9/2017), mengatakan, pihaknya akan mengusut tuntas peredaran pil PCC. Polisi langsung bergerak usai kejadian pil PCC di Kendari. “Saya langsung perintahkan untuk telusuri dari mana,” kata Tito di Auditorium Ukhuwah Islamiyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Kabupaten Banyumas.

Baca : Pemotor Tewas Terlindas Mobil di Jalan Inspeksi Bendung Klambu 

Di antara hasil penelusuran polisi, pil PCC di Kendari, salah satunya berasal dari Purwokerto. Selain juga dari Surabaya Jawa Timur, dan Cimahi Jawa Barat. Ditnarkoba Bareskrim Mabes Polri telah menetapkan empat tersangka dalam kasus PCC tersebut, yakni MSAS, WY, serta pasangan suami istri BP dan LKW.

BacaHonda Jazz dan Sepeda Motor Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang di R Agil Kusumadya Kudus

Sementara itu, dalam pidato ilmiahnya, Tito mengambil topik Bagaimana Mewujudkan Indonesia sebagai Negara yang Dominan. “Indonesia dengan pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen pada tahun 2030 akan menjadi negara 5 besar setelah Amerika, Cina dan Korsel. Bahkan tahun 2045 apabila bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi 5 persen dapat menjadi peringkat keempat,” ujarnya.

BacaBikin Heboh, Semburan Air Setinggi 30 Meter Muncul di Blora

Indonesia berpotensi menjadi negara dominan ekonomi apabila bisa menjadi negara dominan, namun ada beberapa syarat antara lain pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen dan stabilitas politik yang kuat. Pertumbuhan ekonomi yang kuat harus memiliki banyak investasi dan membutuhkan dana 5000 triliun namun APBN hanya 2000 triliun. Sedangkan 3000 triliun itu milik investor dan dari 50 konglomerat asal Indonesia, yang merupakan warga keturunan Tionghoa.

BacaNgeri, Motor Jadul yang Dipamerkan di Stadion Joyokusumo Pati Ini Harganya Setara Pajero Sport

“Tugas kita semua adalah menjaga stabilitas politik dan stabilitas keamanan masyarakat, satu saja stabilitas rusak maka investor tidak mau ke Indonesia,” pungkas Kapolri.

Pada kesempatan itu, yang diwisuda UMP sebanyak 1.185 wisudawan/wisudawati yang terdiri dari 16 magister, 1.042 sarjana, dan 127 diploma.

Editor : Akrom Hazami

 

Menariknya Aksi Cuci Kereta Api di Purwokerto

Warga melakukan pencucian kereta api atau gerbong di Purwokerto. (rilis.id)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Aksi cuci kereta api massal dilakukan di Stasiun Purwokerto, Jumat (22/9/2017). Aksi dilakukan PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto dan melibatkan komunitas pecinta kereta api yang tergabung dalam “Spoor Limo”.

Mereka mencuci salah satu rangkaian KA milik PT KAI Daop 5 Purwokerto, yakni KA Serayu relasi Purwokerto-Kroya-Kiaracondong-Pasarsenen. Pencucian itu tidak hanya dilakukan terhadap seluruh bagian di luar kereta, tetapi juga dalam gerbong.

Vice President PT KAI Daop 5 Purwokerto Dwi Erni Ratnawati mengatakan, aksi cuci kereta digelar dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Ke-72 PT KAI (Persero) yang jatuh pada tanggal 28 September 2017.

Baca : Ditangkap Polisi, Pengedar Pil Dextro Ini Ngaku Konsumennya Guru dan Pelajar di Jepara

“Kereta api memang harus dibersihkan dan selama ini dilakukan oleh petugas `cleaning service`. Hari ini, kami ingin menunjukan kepedulian dan rasa memiliki kereta api dengan cara membersihkan atau mencuci kereta karena ini juga bagian dari pelayanan kami agar penumpang nyaman,” katanya dikutip dari Antarajateng.com.

Aksi cuci kereta atau gerbong penumpang secara massal sebagai bentuk kepedulian dan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat pengguna jasa kereta api.

Dalam kesempatan itu, dia mengatakan peringatan HUT Ke-72 PT KAI (Persero) di Daop 5 Purwokerto juga akan diisi beberapa kegiatan, antara lain peluncuran kereta baru berupa KA Wijayakusuma relasi Cilacap-Yogyakarta-Solo di Stasiun Cilacap pada hari Selasa (26/9).

BacaTiga Warga Undaan Kudus Nyaris Terpanggang Hidup-hidup di Dalam Rumahnya

Dalam kesempatan terpisah, Manajer Humas PT KAI Daop 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan memasuki usianya yang ke-72 tahun, PT KAI akan terus berusaha meningkatkan pelayanan demi keamanan dan kenyamanan masyarakat pengguna jasa kereta api.”Salah satunya melalui peluncuran KA Wijayakusuma relasi Cilacap-Yogyakarta-Solo pada tanggal 26 September 2017,” kata Ixfan.

Diharapkan kehadiran KA Wijayakusuma dapat menjadi salah satu moda transportasi massal pilihan masyarakat Cilacap yang hendak ke Yogyakarta atau Solo dan sebaliknya yang selama ini hanya dilayani angkutan umum jalan raya.

Editor : Akrom Hazami

Tiket KA Tujuan Jakarta Ludes untuk Libur Idul Adha


Rangkaian Kereta Api yang membawa kereta kelas ekonomi. (PT KAI)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Tiket sejumlah kereta api tujuan Jakarta telah habis terjual menjelang libur panjang yang berbarengan dengan Hari Raya Idul Adha, kata Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko.

“Berdasarkan pantauan `rail ticketing system` PT KAI (Persero) hari ini, pukul 10.30 WIB, sebagian besar KA kelas eksekutif lintas selatan tujuan Jakarta dari Daop 5 Purwokerto maupun Daop lain telah habis terjual untuk keberangkatan tanggal 30 Agustus hingga 2 September,” katanya di Purwokerto, Senin (28/8/2017) dikutip dari Antarajateng.com.

Menurut dia, tiket kereta api kelas eksekutif lintas selatan tujuan Jakarta yang masih tersedia meskipun kurang dari 50 persen, yakni KA Bima. Ia mengatakan tiket sebagian besar kereta api ekonomi kelas ekonomi tujuan Jakarta dari wilayah PT KAI Daop 5 Purwokerto maupun Daop lainnya juga telah habis terjual. “Tiket kereta api kelas ekonomi lintas selatan yang masih tersedia di atas 50 persen, yakni KA Gaya Baru Malam Premium relasi Surabayagubeng-Purwokerto-Pasarsenen,” ungkapnya.

Sementara untuk tiket KA Logawa relasi Purwokerto-Surabayagubeng-Jember, kata dia, persediaannya menipis. Dalam hal ini, KA Logawa untuk tanggal keberangkatan 30 Agustus masih menyediakan 40 tempat duduk, sedangkan tanggal 31 Agustus, 2 September, dan 3 September telah habis terjual.

“Tiket KA Logawa masih tersedia cukup banyak, yakni keberangkatan tanggal 1 September karena berdasarkan pantauan RTS PT KAI hari ini (28/8), pukul 10.30 WIB, masih tersedia sebanyak 212 tempat duduk,” tuturnya.

Lebih lanjut, Ixfan mengimbau calon penumpang untuk membeli tiket yang masih tersisa melalui kanal-kanal penjualan tiket resmi seperti Kantor Pos, Indomaret, Alfamart, aplikasi KAI Access, laman pemesanan tiket milik PT KAI.

Menurut dia, hal itu sebagai upaya untuk mengantisipasi terjadinya praktik percaloan yang berujung pada penipuan melalui penjualan tiket palsu. “Jangan sampai tergiur tawaran calo karena bisa jadi tiket itu palsu seperti yang pernah terjadi belum lama ini,” ucapnya.

Editor : Akrom Hazami

Beraksi Pakai Jimat Sakti di KA Purwojaya, Pencuri Ini Malah Tertangkap di Purwokerto

Foto Ilustrasi. Pelaku kejahatan mempertanggungjawabkan perbuatannya. (MuriaNewsCom)

MuriaNewsCom, Purwokerto – Ada-ada saja yang dilakukan warga ini. Dengan berbekal jimat biar tak konangan mencuri, justru malah tertangkap. Hal itu terjadi di KA Purwojaya relasi Gambir-Purwokerto-Cilacap. Adalah Sugeng Subagyo (61), warga Bojong Rangkong, Jakarta Timur. Sugeng mengakui perbuatannya saat dimintai keterangan di Stasiun Purwokerto, Kamis (24/8/2017).

Manajer Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi 5 Purwokerto Ixfan Hendriwintoko mengatakan, pihaknya berhasil menangkap pencuri dari atas KA Purwojaya. “Penangkapan terhadap pelaku berawal dari kecurigaan personel Polsuska (Polisi Khusus Kereta Api) yang sedang bertugas mengawal KA Purwojaya, yakni Gus Gigih dan Dika Rimba,” katanya di Purwokerto, dikutip Antara.

Pencuri itu beraksi dengan memegang jimat. Dengan tujuan biar tak tertangkap. Tapi yang terjadi, pencuri itu malah tertangkap petugas KA. Jimat itu berisi sisik penyu, bunga kantil, dan mata uang kuno. “Jimat itu diyakini pelaku sebagai pengasihan dan biar tidak diketahui kalau mencuri,” ujarnya.

Pelaku diketahui mondar-mandir dan melakukan aktivitas mencurigakan di dalam Kereta Eksekutif 3 KA Purwojaya. Pelaku yang pura-pura baru keluar dari toilet segera berjalan kembali ke tempat duduknya, yakni nomor 7B.

Saat berjalan, pelaku dengan cepat mengambil tas bukan miliknya dari rak barang di atas tempat duduk depan tempat duduknya. Petugas Polsuska bersama kondektur segera menangkap pelaku dan menurunkannya di Stasiun Purwokerto.

Saat digeledah, petugas menemukan barang bukti berupa tiga buku ukuran folio yang biasa digunakan pelaku untuk dimasukkan ke dalam tas korban sebagai pengganti laptop yang dia curi.

Selain itu, petugas juga menemukan kartu tanda penduduk (KTP) atas nama Tjandra Washita yang diduga palsu karena foto pada KTP tersebut merupakan wajah pelaku.

Petugas juga menemukan satu lembar surat izin mengemudi (SIM) bukan atas nama pelaku, dua obeng, 10 “Micro SD” yang diduga dari telepon pintar curian karena isinya berbeda-beda, serta. Ditemukan juga satu buah `power bank`, satu unit telepon pintar merek Xiaomi, dan dua buah `buff` atau penutup wajah,” pungkasnya.

Editor : Akrom Hazami