Velg Jebol, Truk Tangki Tabrak Pohon Peneduh di Jalan A Yani Purwodadi

MuriaNewsCom, GroboganKecelakaan tunggal menimpa sebuah truk tangki yang sedang melaju di jalan A Yani Purwodadi, Selasa (20/3/2018). Meski tidak ada korban jiwa maupun luka-luka, namun kejadian ini sempat mengagetkan warga sekitar dan pengendara lainnya.

“Tadi sempat terdengar suara benturan keras. Saya kira ada kendaraan tabrakan. Ternyata truk tangki nabrak pohon,” kata Bambang, warga sekitar lokasi kejadian.

Truk dengan nomor polisi H 1558 JA itu dikemudikan Soleh (50), warga Mranggen, Demak. Sebelum mengalami kecelakaan sekitar pukul 11.30 WIB, truk tangki bermuatan minyak goreng itu masih melaju normal dari arah Barat.

Sesampai dilokasi, velg depan sebelah kiri mendadak jebol. Kondisi ini menyebabkan sopir truk kehilangan kendali dan akhirnya menabrak pohon.

Kerasnya benturan menyebabkan bagian depan truk ringsek dan kaca depan pecah. Tidak lama setelah kecelakaan terjadi, sopir truk terlihat sudah keluar sendiri dari dalam kendaraannya.

Kanit Laka Polres Grobogan Ipda Candra menyatakan, saat kejadian, truk diperkirakan melaju dengan kecepatan 30-40 km/jam. Kecelakaan yang terjadi hanya menimpa satu kendaraan saja dan tidak sampai mengganggu arus lalu lintas.

“Truk tadi rencananya mau ngantar muatan ke tempat pelanggannya di Purwodadi. Namun, sebelum sampai ke tempat tujuan kena musibah akibat jebolnya velg kendaraan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Tersandung Ilegal Logging, Seorang Oknum Perhutani KPH Gundih Diamankan Polisi

MuriaNewsCom, Grobogan – Jajaran Polres Grobogan bekerjasama dengan Perum Perhutani KPH Gundih kembali berhasil mengungkap kasus illegal logging di wilayah tersebut. Dalam pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan dua orang yang diduga menjadi pelaku atau tersangka.

Pelaku pertama yang diamankan diketahui bernama Yudi Ariswanto (42), warga Desa Sindurejo, Kecamatan Toroh. Ironisnya, pelaku ini tercatat merupakan karyawan dari Perhutani KPH Gundih.

Sedangkan satu pelaku lagi yang diamankan adalah Agus Eko Prasetyo alias Gepeng (35), warga Desa Monggot, Kecamatan Geyer. Kedua pelaku diamankan hari Rabu (7/3/2018) kemarin.

Selain pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti kayu jenis sonokeling. Jumlah kayu sebanyak 3 potongan. Panjang tiap potongan sekitar 2,5 meter dengan diameter 30-50 centimeter.

“Pelaku saat ini ditahan di Mapolres dan barang buktinya masih kita amankan di Polsek Geyer. Pelaku akan kita jerat dengan Undang Undang Republik Indonesia No 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan hutan,” ungkap Kapolsek Geyer AKP Sunaryo, Kamis (8/3/2018).

Pengungkapan kasus itu berawal dari informasi adanya penebangan satu pohon sonokeling di petak 31 E, RPH Bancar, BKPH Juworo yang masuk wilayah Desa Sobo, Kecamatan Geyer. Saat dicek ke lokasi, pohon yang berukuran sangat tinggi tersebut diperkirakan sudah dipotong menjadi beberapa potongan. Namun, dilokasi kejadian hanya tersisa tiga potongan saja.

Dari olah TKP, polisi menemukan ada jejak ban mobil yang tertinggal. Setelah melakukan penelusuran, tiga potongan kayu sonokeling lainnya ditemukan disebuah pekarangan kosong didekat rumah Yudi Ariswanto. Polisi juga menemukan indikasi jejak ban mobil dilokasi penebangan mirip dengan model ban kendaraan yang sering digunakan Yudi.

“Setelah kita lakukan pemeriksaan lebih lanjut, kedua pelaku mengakui perbuatannya. Meski demikian, kami masih melakukan penyelidikan lebih lanjut,” imbuhnya.

Sebulan sebelumnya, Jajaran Polres Grobogan bekerjasama dengan Perum Perhutani KPH Gundih juga berhasil mengungkap kasus illegal logging. Dalam pengungkapan kasus ini, petugas berhasil mengamankan satu orang pelaku atau tersangka.

Pelaku yang diamankan diketahui bernama Agus Purnomo (37), warga Desa Karanganyar, Kecamatan Geyer. Pelaku ini tercatat merupakan karyawan dari Perhutani KPH Gundih yang bertugas menjadi Mandor Polter.

Selain pelaku, petugas juga berhasil mengamankan barang bukti kayu mahoni. Jumlah kayu sebanyak 347 batang yang sudah dipotong dalam berbagai ukuran. Yakni, mulai panjang 190-720 cm dengan ketebalan bervariasi.

Editor: Supriyadi

Mau Dipakai Hari Jadi Grobogan, Kawasan Alun-alun Purwodadi Dibersihkan

MuriaNewsCom, GroboganAksi bersih-bersih terlihat di sejumlah kawasan kota Purwodadi, termasuk disekitar alun-alun, Jumat (2/3/2018). Ada puluhan orang yang terlibat dalam kegiatan ini.

Selain pegawai disekitar lokasi, para PKL alun-alun juga ikut berpartisipasi. Kemudian, ada juga sejumlah anggota damkar yang ikut menyentorkan air untuk membersihkan lantai dan trotoar alun-alun.

Kegiatan kerja bakti tersebut dilangsungkan dalam rangka menyambut Hari Jadi ke-292  Kabupaten Grobogan yang jatuh pada tanggal 4 Maret. Pada rangkaian peringatan hari jadi tersebut, sebagian acara dilangsungkan dikawasan alun-alun. Diantaranya adalah kegiatan pasar rakyat dan upacara bendera.

”Dalam rangka ulang tahun Kabupaten Grobogan akan dilangsungkan banyak acara disini. Oleh sebab itu, kami dan rekan-rekan ikut mendukung kegiatan bersih-bersih biar kawasan alun-alun terlihat nyaman,” Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Purwodadi Nur Wahid.

Menurutnya, kegiatan bersih-bersih itu nantinya akan dilakukan secara rutin tiap bulannya. Hal itu dilakukan agar para pedagang juga memiliki rasa kepemilikan dengan tempat berjualan yang sudah disediakan pemerintah daerah.

”Kita jadwalkan, tiap tanggal 16, para pedagang akan kerja bakti bersih-bersih. Hari ini menjadi permulaannya,” jelas pedagang soto itu.

Editor: Supriyadi

Nenek 79 Tahun di Grobogan Ditemukan Tewas dalam Kamar Mandi

MuriaNewsCom, GroboganSuasana heboh terjadi di jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Selasa (13/2/2018). Hal ini terjadi menyusul adanya seorang warga yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam kamar mandi rumahnya sekitar pukul 09.30 WIB.

Warga yang ditemukan meninggal diketahui bernama Atmariyah, warga setempat. Nenek berusia 79 tahun ditemukan meninggal dalam posisi terlentang di dalam kamar mandi.

Saat ditemukan, korban masih mengenakan pakaian daster. Diperkirakan, korban sudah meninggal beberapa hari sebelum ditemukan. Selama ini, korban memang tinggal sendirian di rumahnya.

Informasi yang didapat menyebutkan, sebelum diketahui meninggal, warga sekitar sempat mencium bau menyengat yang diperkirakan berasal dari rumah korban. Karena curiga, warga mencoba memanggil penghuni rumah tetapi tidak ada jawaban.

Petugas membuka paksa rumah nenek Atmariyahdi jalan Cempaka Purwodadi, Grobogan, Selasa (13/2/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Beberapa warga sempat ada yang mencoba membuka pintu rumah tetapi tidak berhasil karena dikunci dari dalam. Selanjutnya, warga menghubungi ketua RT setempat supaya melaporkan ke Polsek Purwodadi.

”Setelah dapat laporan, kami langsung mendatangi lokasi dan berupaya membuka pintu rumah. Akhirnya kita ketahui kalau korban ternyata sudah dalam keadaan meninggal dunia di dalam kamar mandi. Selanjutnya, jenazah kita bawa ke RSUD untuk diperiksa lebih lanjut,” jelas Kapolsek Purwodadi AKP Sugiyanto.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan tim Inafis dan dokter RSUD Purwodadi, tidak ditemukan tanda penganiayaan pada tubuh korban. Korban diduga meninggal karena menderita sakit. Jenazah korban selanjutnya diserahkan pada pihak keluarganya untuk dimakamkan.

Editor: Supriyadi

Sepele, Ternyata Ini yang Membuat Oknum TNI Keroyok Warga Menduran Hingga Tewas

MuriaNewsCom, Grobogan – Kasus penganiayaan yang menewaskan Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Bratidi sekitar jalan MT Haryono, Purwodadi, Minggu (21/1/2018) dinihari kemarin ternyata berawal dari hal sepele.

Baik korban ataupun empat tersangka yang satu di antaranya oknum anggota TNI bahkan tidak saling kenal. Hanya, sebelum kejadian, korban dan para tersangka sempat berpapasan di sebuah tempat karaoke di jalan Gajah Mada Purwodadi.

Saat itu, para tersangka yang mengendarai mobil X-Trail warna putih hendak mengajak seorang pemandu karaoke untuk makan malam di sekitar perempatan bekas bioskop Kencana.

Menjelang tengah malam, korban dan para tersangka kembali berpapasan di jalan R Suprapto, di sekitar RS Yakkum. Saat berpapasan, korban yang mengendarai motor berboncengan dengan temannya Hervi sempat mengacungkan jari tengah pada para tersangka.

Tindakan itulah yang menyulut emosi para tersangka. Akhirnya, mereka balik arah dan mengejar korban yang mengendarai motor Yamaha X-Ride ke arah jalan MT Haryono.

Baca: Pelaku Pengeroyokan Warga Menduran Hingga Tewas Ternyata Oknum TNI

Mobil yang ditumpangi para pelaku berhasil mengejar motor dan menghadangnya di sebelah utara pertigaan kampung Kauman. Di lokasi inilah sempat terjadi adu mulut dan akhirnya berujung penganiayaan yang menewaskan Anang Tri Hidayat (24), warga Desa Menduran, Kecamatan Brati.

”Para tersangka tersulut emosinya saat itu. Terlebih, mereka (tersangka) saat itu juga dalam pengaruh minuman keras,” kata Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano saat jumpa pers, Senin (22/1/2018).

Setelah kejadian, para pelaku sempat melarikan diri. Namun, sekitar tiga jam kemudian mereka berhasil ditangkap.

Kapolres Grobogan AKBP Satria Rizkiano(tiga dari kiri) menunjukkan barang bukti saat jumpa pers, Senin (22/1/2018). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bersama tersangka, ikut diamankan pula sejumlah barang bukti. Antara lain, sepeda motor, celana pendek, sandal, dan kaos milik korban serta kaos milik saksi Hervi. Selain itu, diamankan pula satu mobil X-Trail nopol B 1828 TZG, dan beberapa sandal milik tersangka.

Log on to tellhco.com and win $10

”Para tersangka akan kita jerat dengan pasal 170 KUHP tentang penganiayaan secara bersama-sama yang mengakibatkan meninggalnya seseorang. Ancamannya hukuman minimalnya 5 tahun,” sambung Satria.

Dari hasil pemeriksaan, total ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka. Keempat tersangka ini berasal dari wilayah Kecamatan Toroh.

Dari empat tersangka, tiga di antaranya merupakan warga sipil. Masing-masing, berinisial DY (23), warga Desa Tambirejo; UP (23), warga Desa Tunggak, dan DA (25), warga Desa Pilangpayung.

Satu tersangka lagi diketahui merupakan anggota TNI yang berdinas di wilayah Pati, berinisial SM (36). Oknum aparat ini tercatat sebagai warga Desa Tambirejo.

”Sampai saat ini, ada empat orang yang kita tetapkan sebagai tersangka tindak penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Salah satunya memang oknum TNI dan penanganannya sudah kita koordinasikan dengan Kodim 0717 Purwodadi,” jelas Satria.

Hadir pula dalam jumpa pers di Mapolres Grobogan tersebut, Dandim 0717 Purwodadi Letkol Arm Teguh Cahyadi. Tampak pula, Dansubdenpom IV/3-1 Blora Kapten Suwarno, Kabag Ops Polres Grobogan Kompol Sigit Ari Wibowo dan Kasat Reskrim AKP Maryoto.

Letkol Arm Teguh Cahyadi menegaskan, untuk penanganan oknum TNI sudah diserahkan sepenuhnya pada Sub Denpom Blora. ”Kita tunggu hasilnya bagaimana, sudah ditangani Subdenpom. Untuk oknum tersebut memang rumahnya di Grobogan,” katanya.

Editor: Supriyadi

Baca: : Warga Menduran Grobogan Dikeroyok Penumpang X-Trail Hingga Tewas di Pinggir Jalan

Perbaikan Jalan Diponegoro Purwodadi yang Njeglong Telan Rp 1,2 Miliar

MuriaNewsCom, Grobogan – Banyaknya lubang di ruas Jalan Diponegoro Purwodadi, Kabupaten Grobogan, akan segera ditangani dalam waktu dekat. Pemkab Grobogan melalui Dinas PUPR sudah mengalokasikan dana untuk perbaikan jalan menuju Solo itu senilai Rp 1,2 miliar.

Kepala Dinas PUPR Grobogan Subiyono menyatakan, meski sudah ada alokasi dana tetapi proses perbaikan belum bisa dilakukan dalam waktu dekat. Soalnya, harus dilakukan proses pelelangan pekerjaan terlebih dulu.

“Anggarannya cukup besar. Jadi, perlu melalui proses lelang dulu,” katanya.

Menurutnya, penanganan jalan berlubang itu akan ditangani darurat terlebih dahulu. Yakni, menutup lubang jalan dengan lapisan aspal ATB. Terutama di sekitar kawasan perempatan Danyang yang tingkat kerusakannya dinilai paling parah.

Aspal untuk penanganan darurat sudah disiapkan, tetapi belum bisa digelar di jalan. Soalnya, kondisi cuaca masih hujan hampir tiap hari.

“Aspalnya sudah siap. Kita tunggu cuaca dulu. Kalau pas tidak hujan akan segera kita gelar,” katanya.

Baca : Lubang Di Jalan Diponegoro Purwodadi Membahayakan

Selain jalan berlubang, kawasan Perempatan Danyang juga selalu terendam air hingga 25 sentimeter saat hujan deras. Kondisi ini menyebabkan arus lalu lintas jadi tersendat dan menimbulkan kemacetan cukup panjang karena kendaraan harus berjalan pelan.

“Untuk banjir di Perempatan Danyang disebabkan mampetnya saluran drainase di sekitarnya. Kalau ini sudah kita tangani dengan membersihkan sampah dan mengeruk sedimentasi di saluran drainase,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

 

Kakinya Bersimbah Darah, Pria di Purwodadi Grobogan Mengaku Ditembak Orang

MuriaNewsCom, Grobogan – Seorang pria berusia sekitar 40 tahun sempat bikin sibuk aparat kepolisian. Gara-garanya, pria yang bernama Suharto, warga Kecamatan Penawangan tersebut mengaku habis ditembak pada kedua kakinya, Sabtu (6/1/2017).

Pada dua kaki korban di bagian paha memang terdapat 4 titik luka berbentuk seperti lubang. Masing-masing paha ada 2 luka. Luka itulah yang sempat membikin kaki korban bersimbah darah dan akhirnya harus menjalani perawatan di RSUD Purwodadi.

Peristiwa yang menimpa pria tersebut terjadi di sebuah rumah kosong di seberang SPBU Nglejok, Purwodadi, sekitar pukul 12.00 WIB. Selama beberapa bulan terakhir, pria yang tidak memiliki kartu identitas tersebut diketahui tinggal di sebuah bangunan rumah di belakang klinik kesehatan itu.

Dari penelusuran di lokasi, tempat yang dihuni pria itu adalah sebuah rumah setengah jadi alias belum selesai dibangun. Rumah yang sudah dipasang garis polisi itu berada di ujung selatan menghadap ke timur. Di depan rumah terdapat lahan kosong yang terdapat kolam cukup lebar.

Sejumlah warga sekitar mengaku tidak tahu soal adanya peristiwa penembakan tersebut. Namun, mereka sempat mendengar jeritan korban karena merasa kesakitan.

“Saat itulah, beberapa warga berdatangan ke lokasi. Saat itu, kaki korban penuh darah yang terus mengucur,” kata warga yang enggan menyebutkan namanya itu.

Saat ditanya warga, pria tersebut belum bisa memberikan keterangan karena terlihat masih trauma. Namun, pria itu mengisyaratkan jika luka di kakinya itu akibat ditembak orang menggunakan senapan angin.

Melihat kondisinya cukup parah, warga kemudian menggotong korban ke klinik yang ada samping lokasi kejadian. Setelah mendapatkan perawatan darurat, korban kemudian dibawa ke RSUD Purwodadi untuk penanganan lebih lanjut.

Kasat Reskrim Polres Grobogan AKP Suwasana menyatakan, pihaknya langsung melakukan olah TKP setelah mendapat laporan dari masyarakat. Selama dua bulan terakhir, pria tersebut tinggal di rumah itu.

Pihaknya masih kesulitan untuk meminta keterangan korban karena masih mengalami trauma. Untuk memastikan penyebab luka, pihaknya masih menunggu hasil rontgen dari rumah sakit.

“Kita tunggu hasil rontgennya dulu untuk memastikan penyebab luka pada kedua paha korban. Dari hasil rontgen nanti bisa diketahui apakah luka itu akibat tembakan atau ada penyebab lainnya,” jelasnya pada wartawan.

Editor : Ali Muntoha

 

Ratusan Pegulat Muda dari 21 Provinsi Berebut Juara dalam Ajang Popnas di Grobogan

Para pegulat menunjukkan kemampuannya dalam Popnas di GOR Simpanglima Purwodadi, Jumat (15/9/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

MuriaNewsCom, Grobogan – Jumlah peserta yang ambil bagian dalam Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) cabang olahraga gulat ke XIV ternyata cukup banyak. Sedikitnya, pegulat yang berebut juara ada 250 orang.

Kontingen gulat berasal dari 21 provinsi. Yakni, Jateng, Jatim, Jabar, DIY, Banten, DKI, Sumsel, Riau, Sumut, Sumbar, Kepulauan Riau, Babel, Lampung, Jambi dan Bengkulu. Kemudian, Popnas juga diramaikan peserta dari kawasan Indonesia Timur. Yakni, Kaltim, Kalbar, Kalsel, Kaltara, Kalteng, dan Papua.

Popnas Gulat terbagi dalam beberapa kelas putra maupun putri. Seluruh pertandingan Popnas digelar di GOR Simpanglima Purwodadi hingga 21 September mendatang.

Pembukaan Popnas Gulat ke XIV secara resmi ditandai dengan pemukulan gong yang dilakukan Bupati Grobogan Sri Sumarni, Jumat (15/9/2017). Ikut mendampingi bupati, Kajari Edi Handojo, Kapolres AKPB Satria Rizkiano, Dandim Letkol Jan Piter Gurning, dan Sekda Moh Sumarsono. Tampak pula, Ketua Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Jawa Tengah Andreas Budi Wiraharja, Kabid Organisasi PP PGSI Wilbertur Sihotang dan Ketua KONI Grobogan Fatchur Rachman.

Sekda Grobogan Moh Sumarsono menyatakan, pelaksanaan Popnas lebih dititik beratkan untuk melakukan evaluasi sejauh mana perkembangan cabor gulat di berbagai daerah. Selain itu, melalui Popnas akan terlihat bibit-bibit potensial yang nantinya akan diproyeksikan sebagai atlit andalan dimasa mendatang.

”Ajang Popnas juga dijadikan seleksi untuk even gulat pelajar tingkat internasional. Melalui ajang Popnas juga bisa jadi salah satu sarana untuk memupuk persatuan dengan peserta atau kontingen yang datang dari berbagai daerah,” kata Sumarsono yang juga menjabat sebagai Ketua PGSI Grobogan itu.

Usai acara pembukaan, langsung dilanjutkan dengan pertandingan di sejumlah kelas. Bupati Sri Sumarni dan para pejabat lainnya, terlihat masih menyempatkan waktu untuk menonton beberapa partai pertandingan.

”Pertandingan gulat ternyata cukup seru dan menegangkan. Saya berharap, para peserta dan dewan juri selalu menjunjung tinggi sportivitas selama pelaksanaan Popnas,” pesannya.

Editor: Supriyadi

Tampil dengan 10 Pemain, Persipur Tahan Imbang Sragen United

Penyerang Persipur Ilham Wibisono mendapat pengawalan ketat dari pemain Sragen United sepanjang pertandingan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Tampil di kandang sendiri, Stadion Krida Bhakti Purwodadi, Persipur gagal meraih poin penuh saat menjamu Sragen United, Minggu (27/8/2017). Pertandingan yang berlangsung dalam tempo tinggi itu, akhirnya berkesudahan imbang tanpa gol.

Dalam laga tersebut, Persipur harus berjibaku nyaris 90 menit demi mendapatkan satu angka. Hal ini disebabkan ganjaran kartu merah yang didapat pemain Persipur Roberto E Sauyi saat pertandingan baru berjalan 7 menit.

Pemain bernomor punggung 23 diberikan kartu merah karena bersitegang hingga akhirnya menampar salah satu pemain lawan.

Meski tampil dengan 10 pemain, namun permainan Persipur justru bisa berkembang. Berulang kali, peluang berhasil didapat. Sayangnya, penyelesaian akhir yang kurang maksimal menjadikan peluang itu gagal membuahkan gol.

“Pertandingan kali ini merupakan perjuangan paling berat. Praktis kita hanya punya 10 pemain sejak menit awal. Oleh sebab itu, hasil imbang ini patut kita syukuri,” cetus pelatih Persipur Wahyu Teguh.

Selain menegangkan, laga yang disaksikan sekitar 5.000 penonton juga berlangsung keras. Berulangkali pelanggaran keras dilakukan tim tamu.

Dalam laga itu, wasit Moh Masrukin dari Malang mengeluarkan satu kartu merah dan enam kartu kuning. Dari tim tamu, ada lima pemainnya yang diganjar kartu kuning dan satu lagi buat Persipur.

Dari kubu Sragen United terlihat cukup kecewa dengan hasil imbang tanpa gol. Sejak awal, mereka menargetkan bisa meraih angka penuh dalam laga tersebut.

“Kesempatan meraih kemenangan sebenarnya cukup terbuka karena lawan main 10 pemain. Sayang, keuntungan ini tidak bisa dimanfaatkan dengan baik,” kata Pelatih Sragen United Eko Firmandoyo.

Editor : Ali Muntoha

Tak Takut Kotor, Perempuan Cantik di Grobogan Ini Tak Malu Jadi Sopir Traktor

Petugas perempuan dari Dinas Pertanian Grobogan sedang mengoperasikan traktor roda empat di areal sawah di Desa Sumberejosari, Kecamatan Karangrayung. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Ada pemandangan menarik yang terlihat di sebuah areal sawah di Desa Sumberejosari, Kecamatan Karangrayung, Grobogan. Hal ini terkait adanya seorang perempuan berseragam seperti pegawai yang terlihat sedang mengemudikan sebuah traktor roda empat.

Dari kejauhan, perempuan itu terlihat sangat mahir mengemudikan traktor warna biru. Kemahirannya menjalankan alat modern itu tidak kalah dengan dua pria yang juga mengoperasikan traktor tidak jauh dari lokasi itu. Selama hampir 30 menit, perempuan berambut sebahu itu mengarahkan traktor untuk membelah tanah sawah.

Perempuan yang mengenakan setelan celana panjang dan baju lengan panjang warna krem itu ternyata bukan petani. Tetapi seorang Tenaga Harian Lepas (THL) Tenaga Bantu Penyuluh Pertanian (TBPP) Dinas Pertanian Grobogan yang bertugas di Kecamatan Karangrayung.

Petugas bernama Endrowati itu sengaja mengemudikan traktor untuk membantu mempersiapkan lahan yang akan dipakai tanam padi pada musim tanam (MT) labuhan nanti.

“Saya memang lagi belajar untuk bisa mengoperasikan traktor. Dengan begini, saya nantinya bisa mengajari petani bagaimana cara mengoperasikan traktor roda empat,” katanya.

Menurut Endrowati, Traktor yang digunakan untuk mempersiapkan lahan ada 3 unit. Masing-masing, milik Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) dari Desa Mojoagung, Klambu, dan Kemloko.

“Poktan Sumber Rejeki 2 selama ini sudah menjalin kerjasama dengan UPJA tersebut. Traktor ini merupakan bantuan dari pemerintah,” jelasnya, Rabu (23/8/2017).

Dijelaskan, persiapan lahan di Desa Sumberejosari untuk tanam padi MT labuhan memang harus dipersiapkan jauh hari sebelumnya. Sebab, dalam MT labuhan nanti penanaman padi dilakukan dengan cara diulur atau memasukkan benih padi dalam lubang tanam.

“Areal yang dipersiapkan untuk MT Labuhan luasnya 93 hektare. Lahan tersebut berada di bawah naungan Poktan Sumber Rejeki 2 yang ketuanya dipegang Nur Salim.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Grobogan Edhie Sudaryanto ketika dimintai komentarnya menyatakan, apa yang dilakukan petugasnya itu patut mendapat apresiasi. Terlebih petugas lapangannya tersebut adalah seorang perempuan.

“Saya salut dengan kemauan petugas lapangan itu untuk belajar bagaimana bisa mengoperasikan peralatan modern, seperti traktor roda empat. Tindakan itu patut diapresiasi,” katanya.

Edhie menambahkan, pada saat ini, sektor pertanian sudah mengalami perkembangan pesat. Untuk mendukung hasil produksi dan mempercepat pengolahan lahan, sudah tersedia peralatan modern.

“Pertanian saat ini sudah tidak identik dengan caping dan cangkul. Peralatan dengan teknologi modern sudah digunakan di sektor pertanian,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Diduga Keracunan Makanan, Puluhan Siswa Ponpes Pelita Purwodadi Dilarikan ke Klinik Kesehatan

Salah satu siswa Ponpes Pelita yang mengalami keracunan masih menjalani perawatan di klinik kesehatan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan siswa dan siswi dari Pondok Pesantren (Ponpes) Pelita Purwodadi, terpaksa dilarikan ke sebuah klinik kesehatan. Gara-garanya, puluhan anak ini merasa lemas dan beberapa di antaranya bahkan sempat pingsan.

Informasi yang didapat menyebutkan, puluhan siswa dan siswi itu dilarikan ke klinik secara bertahap. Yakni, mulai Rabu petang hingga pagi tadi.

Setelah sampai di klinik yang ada di Desa Kandangan, Kecamatan Purwodadi, sebagian anak ini mendapat perawatan lebih intensif dan dipasang selang infus. Usai mendapat perawatan, sebagian korban sudah boleh pulang dan hanya menjalani rawat jalan. Pihak keluarga juga sudah terlihat di klinik untuk mendampingi korban.

Penyebab kejadian ini diduga akibat keracunan makanan. Kabar yang beredar, siang hari sebelum merasa lemas, puluhan anak tersebut sempat menyantap makanan yang dibeli dari luar pondok. Beberapa jam setelah makan, mulai ada anak yang mengalami gejala mual, kepala pusing dan perut terasa panas.

Kepala Ponpes Pelita Muh Solikin, mengatakan jumlah anak didiknya yang menjalani perawatan medis akibat diduga keracunan makanan ada ‎ 23 orang. Dari hasil pemeriksaan dokter, puluhan murid itu mengalami keracunan makanan‎.

“Totalnya ada 23 murid SMP dan SMA. Mayoritas adalah siswa SMP. Pihak keluarga korban juga telah kita untuk mendampingi perawatan anak-anaknya. Untuk biaya pengobatan nanti kita tanggung,” jelasnya pada wartawan, Kamis (17/8/2017).

Menurutnya, siswa-siswi itu keracunan makanan dari hasil jajan di luar pondok, usai pelajaran sekolah. Sebelumnya, pihaknya sudah sering kali mengimbau pada siswa agar tidak sembarangan jajan di luar karena sudah disediakan makan.

Editor: Supriyadi

Lucu, Karena Takut Disuntik Siswa SMP 1 Gabus Larang Petugas Imunisasi Masuk Kelas

Kasi Imunisasi, Surveilan, dan Kejadian Luar Biasa pada Dinas Kesehatan Grobogan, Djatmiko (berkacamata) memeluk salah satu siswa saat disuntik imunisasi, Jumat (11/8/2017).  (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Meski akhirnya berjalan lancar, pelaksanaan kegiatan pemberian vaksin measles rubella (MR) di SMPN 1 Gabus, Grobogan ternyata sempat diwarnai aksi protes dari sejumlah siswa. Protes dilakukan dengan memasang kertas bertuliskan “Tukang Suntik Dilarang Masuk’ yang ditempelkan di pintu kelas.

Di dalam kelas itu ada belasan siswa yang semuanya takut dengan jarum suntik. Setelah menempelkan kertas tersebut, pintu kelas kemudian ditutup dari dalam.

Adanya aksi ini, pelaksanaan imunisasi sempat tersendat beberapa saat. Soalnya, petugas butuh waktu untuk merayu para siswa yang phobia dengan jarum suntik. Setelah diberi pengerian, belasan siswa itu akhirnya bersedia di suntik vaksin di lengan tangannya.

”Selama pelaksanaan imunisasi memang ada anak yang takut dikasih vaksin ketika lihat jarum suntik. Kalau ada yang takut seperti ini maka harus kita rayu dan kasih pengertian dulu. Jadi, menghadapi anak seperti ini memang butuh kesabaran,” jelas Kasi Imunisasi, Surveilan dan Kejadian Luar Biasa Dinas Kesehatan Grobogan Djatmiko, Jumat (11/8/2017).

Menurutnya, petugas Dinkes Grobogan tidak hanya butuh kemampuan medis saja saat melaksanakan pemberian vaksin measles rubella (MR) pada anak sekolah. Khususnya, vaksin yang harus diberikan lewat suntikan. Yakni, bisa merayu anak sekolah supaya mau diberi vaksin.

Tulisan ”tukang suntik dilarang masuk” dipasang di depan salah satu kelas di SMP 1 Gabus sebagai aksi protes. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Selain protes dan mengunci pintu kelas, lanjut Djatmiko, ada lima siswa yang kabur ketika petugas datang. Mereka kabur dari sekolahan karena ketakutan dengan jarum suntik. Namun, kelima siswa siswa ini berhasil dipanggil lagi oleh gurunya dan akhirnya bisa dikasih vaksin.

Djatmiko menyatakan, pemberian vaksin MR sudah dilakukan mulai pekan pertama bulan Agustus ini. Sejauh ini, sudah sekitar 106.487 anak yang telah mendapat vaksin.

Pemberian vaksin hanya pada anak usia 9 bulan hingga anak usia 15 tahun. Sasarannya adalah anak-anak yang duduk di bangku sekolah. Mulai PAUD, SD, SMP dan sebagian siswa SMA.

Target pelaksanaan vaksinasi di Grobogan sebanyak 325.902 anak. Ditargetkan, pelaksanaan vaksinasi MR selesai akhir September mendatang.

Dia menambahkan, bagi anak yang belum divaksinasi pada saat petugas datang sekolah,  diminta untuk datang ke puskesmas terdekat. Pemberian vaksin itu diperlukan guna mencegah anak-anak supaya tidak terkena penyakit campak.

Editor: Supriyadi

Hebat, Aset BPR BKK Purwodadi Tembus Rp 654 Miliar

Penyanyi dangdut kawakan Ike Nurjanah menyemarakkan acara penarikan undian  Tamades BKK yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi, Selasa (8/8/2017). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Aset BPR BKK Purwodadi mengalami peningkatan signifikan selama kurun waktu satu terakhir. Peningkatan tersebut bertambah dari Rp 595 miliar menjadi Rp 654 miliar. Penyaluran kredit yang diberikan pada masyarakat naik dari Rp 475 miliar menjadi Rp 526 miliar.

Sementara dana dari nasabah yang berhasil dihimpun juga bertambah dari Rp 481 miliar menjadi Rp 534 miliar. Kemudian, untuk jumlah nasabah penabung juga mengalami peningkatan. Yakni, dari semula 147.659 orang menjadi 154.286 orang.

Peryataan tersebut disampaikan Direktur Utama BKK Purwodadi Koesnanto saat penarikan undian Tamades BKK yang dilangsungkan di alun-alun Purwodadi, Selasa (8/8/2017).

”Prestasi yang kita raih ini sudah pasti merupakan kebanggaan tersendiri. Meski demikian, kami tidak pernah merasa puas. Justru hal ini akan menjadikan sebagai sebuah cambuk untuk bekerja lebih baik lagi,” katanya.

Acara undian BKK dihadiri Bupati Grobogan Sri Sumarni berserta jajaran FKPD dan pejabat terkait. Hadir pula Kepala Biro Perekonomian Provinsi Jateng Budianto Eko Purwono dan perwakilan OJK Jawa Tengah Noor Hafid.

Koesnanto menyatakan, salah satu kunci keberhasilan itu berkat komitmen untuk selalu memberikan pelayanan prima kepada nasabah. Kemudian, menyediakan produk dan layanan jasa yang disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masyarakat.

Satu kiat lagi yang dilakukan, lanjutnya, adalah dengan penerapan  strategi ‘ ‘Five Know’  atau lima poin implementasi pekerjaan yang harus diketahui oleh seluruh karyawan. Kelima poin itu adalah memahami wilayah kerja, nasabah, diri sendiri, kompetitor, dan aturan yang ada.

Suasana pengundian hadiah makin semarak menyusul hadirnya penyanyi dangdut kawakan Ike Nurjanah. Selain menghibur, kedatangan Ike kali ini juga dalam kapasitasnya sebagai Duta Sanitasi Nasional. 

Editor: Supriyadi

Duta Kwarcab Grobogan Juara di Ajang Pramuka Garuda Berprestasi Jateng

Prestasi membanggakan berhasil diraih utusan Kwarcab Grobogan dalam Ajang Pramuka Garuda Berprestasi Jateng. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Deretan prestasi yang diraih Kwarcab Grobogan bertambah lagi. Prestasi terbaru adalah keberhasilan meraih juara dalam ajang Pramuka Garuda Berprestasi tingkat Jawa Tengah akhir pekan lalu.

Peraih prestasi tercatat atas nama Sinta Riski Nursafira yang meraih juara Pramuka Garuda Berprestasi golongan siaga putri. Kemudian, satu duta lainnya Latifatur Roziqoh meraih Juara III golongan penegak putri.

“Prestasi yang didapat di even Pramuka Garuda Berprestasi atau “Eagle Scout Award” ini sungguh mengejutkan. Ini adalah prestasi perdana di even Pramuka Garuda,” kata Ketua Kwarcab Grobogan Icek Baskoro, Senin (7/8/2017).

Menurut Icek, dalam even itu ada enam orang yang dikirim jadi duta Kwarcab Grobogan. Masing-masing, Nazil M S dari MI Sunniyyah Selo Tawangharjo dan Sinta Riski Nursafira dari SD Negeri Nambuhan Purwodadi yang mewakili golongan siaga.

Kemudian, Zaidaan Zahir B dari SMPN 1 Tanggungharjo dan Uthama Riri I dari SMPN 1 Kedungjati mewakili golongan penggalang. Dua orang lagi, yakni M. Rizal Akbar dan Latifatur Roziqoh  dari gugus depan MA Sunniyyah Selo Tawangharjo mewakili golongan penegak.

Keenam orang yang dikirim ke tingkat Kwartir Daerah adalah Pramuka pilihan. Mereka sebelumnya telah lolos seleksi Pramuka Garuda Berprestasi di tingkat kabupaten yang digelar akhir Juli lalu.

“Keenam orang tersebut merupakan juara satu Garuda Berprestasi masing-masing golongan kwarcab. Jadi, kemampuannya sudah diuji dulu sebelum dikirimkan ke level provinsi,” jelasnya.

Editor : Ali Muntoha

Persipur Mulai Gelar Latihan Pasca Libur Panjang

Para pemain Persipur kembali menjalani latihan di Stadion Krida Bhakti. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Latihan rutin mulai digelar lagi buat pemain Persipur Purwodadi di Stadion Krida Bhakti. Ini merupakan latihan, pascaskuad Laskar Petir menjalani libur panjang selama puasa dan Lebaran.

“Anak-anak sudah mulai latihan sejak Kamis (29/6/2017) kemarin. Ini adalah latihan hari ketiga pascalebaran,” kata Pelatih Persipur Wahyu Teguh, Sabtu (1/7/2017).

Dari pantauan di lapangan, hampir semua pemain sudah mengikuti latihan. Termasuk pemain yang berasal dari luar Jawa.

Para pemain terlihat belum melakukan latihan berat. Hari ini, agenda latihan hanya berlangsung sekitar satu jam saja. Yakni, dari jam 07-08 WIB.

Menurut Wahyu, latihan kali ini masih fokus untuk mengembalikan kebugaran pemain. Hal itu perlu dilakukan karena pemain baru saja menjalani libur cukup panjang. “Masih latihan ringan saja. Biar kondisi fisik kembali fit,” jelasnya.

Dalam beberapa hari ke depan, porsi latihan akan ditingkatkan. Hal ini sebagai persiapan menjalani pertandingan lanjutan liga-2 melawan Sragen United. “Jadwal pertandingan selanjutnya lawan Sragen, tanggal 9 Juli. Kita main tandang nanti,” imbuhnya.

Editor : Ali Muntoha

Bikin Program Resik-Resik Kutho, Lurah Purwodadi Banyak Disambati Warga

Puluhan warga RW 03 Jagalan Utara, Kelurahan Purwodadi bergotong-royong membersihkan lingkungan bersama aparat kelurahan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Beragam keluhan warga disampaikan ke Lurah Purwodadi Hendro Sutopo, Jumat (17/3/2017). Tepatnya, saat Hendro melangsungkan acara Bersih-Bersih Bareng Warga di lingkungan RW 03 Jagalan Utara.

Ada beberapa hal yang disampaikan warga setelah dapat kesempatan bertemu pimpinan kelurahannya. Misalnya, soal masih sulitnya mendapatkan E-KTP, penataan PKL, keberadaan pangkalan sampah dan perlunya menambah sarana kebersihan di perkampungan.

“Program resik-resik kutho ini sasaran utamanya adalah soal kebersihan lingkungan. Namun, saat kegiatan, banyak warga yang mengutarakan berbagai keluhan. Dan, ini saya nilai sangat positif karena bisa mendapat masukan langsung dari warga,” kata Hendro.

Menurutnya, program Bersih-Bersih itu sudah diluncurkan sejak 10 Februari lalu. Yakni, tiap hari Jumat sore, semua perangkat Kelurahan Purwodadi berbaur dengan warga menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan.

“Lokasinya bergantian karena kita punya 23 RW. Sampai saat ini sudah kita laksanakan di lima RW. Kita harapkan, dari kegiatan ini bisa memotivasi warga supaya rutin membersihkan lingkungannya. Kalau lingkungannya bersih, kan warga sendiri yang akan merasakan manfaatnya,” jelasnya.

Dalam kegiatan itu, pihaknya tidak hanya melibatkan warga saja. Tetapi, berbagai elemen yang ada di wilayah RW tersebut. Misalnya, sekolah dan pondok pesantren yang ada di lokasi kegiatan.

“Seperti di RW 03 Jagalan Utara ini ada tiga pondok pesantren dan beberapa sekolah. Mereka kita libatkan pula dalam acara bersih-bersih. Selain itu, kita kita didukung pihak Dinas Lingkungan Hidup yang menyediakan armada truk untuk mengangkut sampah,” terang mantan Lurah Wirosari itu.

Sementara itu, Ketua RW 03 Jagalan Utara Partono mengapresiasi program yang diluncurkan Lurah Purwodadi tersebut. Sebab, dengan kegiatan ini setidaknya bisa menjalin silaturahmi dan hubungan yang makin dekat antara aparat pemerintahan dengan warga.

“Saya mendukung sekali program ini. Melalui kegiatan ini, saya juga bisa lebih enak berkomunikasi dan menyampaikan masukan pada pihak kelurahan,” cetusnya.

Editor : Akrom Hazami

Puluhan Pedagang Pasar Pagi Purwodadi Kembali Jualan di Tempat Lama

Pedagang menggelar lapak dagang di lokasi lama setelah sebelumnya mereka direlokasi di Pasar Pagi Grobogan, Kamis. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Puluhan pedagang Pasar Pagi Purwodadi kembali terlihat berjualan di lokasi lama, Kamis (23/2/2017). Yakni, di pinggir jalan Banyuono. Mereka

Dari pantauan di lapangan, sedikitnya ada 30 pedagang yang berjualan di tempat itu. Sebagian pedagang ada yang berjualan dengan lapak dan banyak juga yang lesehan dengan menggelar tikar plastik di tepi jalan.

Sebagian besar pedagang berjualan sayuran segar. Ada juga beberapa pedagang pisang, makanan kecil, ikan segar, dan daging ayam.

Berdasarkan keterangan pedagang, mereka sengaja nekat berjualan di situ lantaran kondisi di Pasar Pagi baru di jalan Gajah Mada dianggap masih sepi pembeli. Padahal, mereka sudah menempati lokasi baru sekitar 20 hari.

“Saya dapat jatah tempat di sana tapi masih sepi. Makanya, terpaksa pindah jualan lagi ke tempat lama,” ujar Suryati, salah seorang pedagang.

Di antara puluhan pedagang tersebut, ada juga yang mengaku berjualan di situ karena tidak dapat jatah tempat di pasar baru. Kondisi itu membuat mereka terpaksa berjualan di lokasi lama meski terkadang sempat dihalau Satpol PP.

“Kalau agak siangan sedikit biasanya ada petugas Satpol PP yang kesini. Kami diminta petugas segera mengemasi dagangan,” kata Sunar, pedagang lainnya.

Sebelum direlokasi, di sepanjang jalan Banyuono tersebut ditempati sekitar 400 pedagang. Kemudian, sekitar 500 pedagang lagi berjualan di bekas kawasan koplak dokar yang lahannya milik PT KAI.

Di sisi lain, kembalinya pedagang tersebut ternyata disambut gembira oleh banyak warga. Pasalnya, mereka tidak perlu repot jauh-jauh belanja ke Pasar Pagi atau ke Pasar Induk.

“Terlepas adanya larangan berjualan setelah relokasi, saya senang dengan adanya pedagang yang jualan lagi. Soalnya, saya bisa belanja di sini setelah ngantar anak sekolah. Saya agak takut kalau belanja ke pasar baru karena arus lalu lintasnya ramai dan banyak kendaraan besar. Kalau belanja di sini lebih dekat dari rumah,” kata Aminah, warga Jengglong, Purwodadi.

Editor : Akrom Hazami

 

Penutup Saluran di Depan Pasar Pagi Purwodadi Ambrol

Warga berada tak jauh dari lubang di penutup saluran di Pasar Pagi Purwodadi, Kabupaten Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Selain pasokan air terhenti akibat mesin pompa terbakar, penutup saluran drainase di depan Pasar Pagi Purwodadi juga mengalami kerusakan. Ada satu titik penutup saluran yang ambrol sepanjang hampir 1 meter.

Titik yang jebol berada persis di seberang pintu masuk utama. Rusaknya penutup saluran dengan konstruksi beton disebabkan ada truk penuh muatan yang melintas di atasnya. Munculnya persoalan di Pasar Pagi langsung mendapat tanggapan dari Ketua Komisi B DPRD Grobogan Budi Susilo. Dia meminta agar dinas terkait segera melakukan upaya penanganan secepatnya. Khususnya, soal tidak adanya persediaan air akibat matinya mesin pompa.

“Kebutuhan air itu penting sekali buat pedagang ataupun pembeli di pasar. Jadi, masalah air harus ditangani segera karena semua orang yang ada di pasar membutuhkan. Kalau soal jebolnya saluran nanti bisa ditangani belakangan karena sifatnya tidak begitu mendesak. Saya sudah minta pihak Disperindag mengatasi persoalan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Kabid Pasar Disperindag Nani Rachmaniarti ketika dimintai komentarnya menyatakan, soal rusaknya mesin pompa sudah disampaikan pada rekanan untuk diperbaiki. Sebab, sampai saat ini proyek pembangunan Pasar Pagi masih dalam tahap pemeliharaan oleh pihak rekanan.

“Pihak rekanan sudah kita kasih tahu supaya segera memperbaiki mesin pompa. Soalnya, ini masih masa pemeliharaan,” katanya. 

Terkait kondisi itu, pihak paguyuban pedagang juga sudah merencanakan untuk membuat sumur bor di dalam pasar. Hal ini untuk mengantisipasi jika ada kendala seperti saat ini.

Editor : Akrom Hazami

Mesin Pompa Air Rusak, Pedagang Pasar Pagi Grobogan Terpaksa Beli Air

Pedagang mengambil air bersih di Pasar Pagi Purwodadi Grobogan, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Persoalan di Pasar Pagi Purwodadi, Grobogan, yang baru dua minggu lalu diresmikan Bupati Grobogan Sri Sumarni, kembali muncul. Kali ini, masalah disebabkan mesin pompa air yang ada di kompleks pasar mengalami kerusakan. Informasi yang didapat menyebutkan, kerusakan mesin pompa air terjadi Senin (20/2/2017) siang.

Akibat rusaknya mesin ini, praktis tidak ada persediaan air di dalam pasar. Kondisi ini membuat repot para pedagang. Khususnya, pedagang daging di los basahan yang ada di sisi selatan.

Sebab, mereka butuh air bersih untuk mencuci lapak dari bau amis pascaberjualan dan membersihkan peralatan kerja. Sebagian pedagang terpaksa membeli air bersih seharga Rp 2.000 per termos besar.

Sebagian lagi ada yang membawa air bersih dari rumah. Beberapa pedagang terpaksa menggunakan air sisa rendaman tahu dan air kelapa untuk membersihkan lapak dan peralatan.

“Kebetulan rumah saya dekat. Jadi ketika tahu tidak ada air, saya ngambil saja di rumah. Rekan-rekan lain memang ada yang beli air bersih. Ada juga yang pakai air tahu dan air kelapa,” kata Marsih, salah seorang pedagang.

Rusaknya mesin pompa air juga bikin repot orang yang ada di pasar. Terutama, bagi mereka yang butuh ke toilet. Sebab, gara-gara mesin pompa rusak, kamar kecil yang ada di bagian belakang terpaksa ditutup sementara.

Mereka yang ingin ke toilet terpaksa harus pergi di Pasar Agro yang letaknya di seberang Pasar Pagi.  Hanya saja jaraknya memang cukup jauh karena letak kamar kecil di Pasar Agro berada di ujung barat.“Saya tadi terpaksa numpang ke toilet Pasar Agro. Soalnya, toilet di sini tutup karena tidak ada airnya,” cetus Kriswanto, pedagang lainnya.

Tidak adanya air juga bikin susah bagi mereka yang ingin menjalankan ibadah sholat. Sebab, persediaan air di musala pasar untuk berwudu juga kosong.

 

Editor : Akrom Hazami

Aliran Listrik Pasar Pagi Purwodadi Padam 7 Kali dalam Satu Jam

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,  Grobogan – Proses relokasi pedagang pasar pagi dari tempat lama di lahan bekas Stasiun Kereta Api Purwodadi ke lokasi baru di jalan Gajah Mada memang berjalan lancar. Ratusan pedagang sudah bersedia dipindahkan ke lokasi baru dan praktis tidak ada yang berjualan lagi di tempat lama. Meski demikian, ada beberapa hal yang masih perlu dibenahi demi kenyamanan pedagang dan pembeli di lokasi baru.

Dari pantauan di lapangan pada hari kedua relokasi, Senin (6/2/2017) malam, salah satu yang perlu dibenahi adalah masalah listrik. Hal ini menyusul padamnya aliran listrik sampai tujuh kali hanya dalam kurun waktu satu jam. Yakni, antara pukul 21.00-22.00 WIB.

Padamnya listrik ini menyebabkan aktivitas pedagang yang sedang mempersiapkan barang dagangan sempat terganggu. Matinya aliran listrik berulang kali ini kemungkinan besar disebabkan kurangnya daya. Hal ini cukup beralasan mengingat pada saat itu, belum semua kios yang jumlahnya 72 unit digunakan untuk berjualan.

“Listriknya byar pet dari tadi. Kondisi ini memang cukup mengganggu. Kayaknya daya listriknya kurang besar. Padahal ini belum semua pedagang menggunakan listrik,” kata Suwarti, salah seorang pedagang yang sedang menata barang dagangannya malam itu.

ps pagi malam

Warga beraktivitas di Pasar Pagi Purwodadi setelah baru pindah dari lokasi lama, dengan kondisi listrik padam, Selasa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

 

Selain listrik, masalah lainnya yang perlu ditangani adalah keberadaan lapak tempat berjualan pedagang di depan pasar. Yakni, diatas saluran drainase dan dibawa lampu penerangan jalan di depan pasar. Pada hari pertama relokasi, sebagian pedagang berjualan di situ. Namun, pada hari kedua, pedagang yang berjualan di tempat itu sudah berkurang.

Soalnya, petugas pasar sudah menyingkirkan sebagian penutup drainase dari papan dan belahan bambu yang dipasang pedagang sehingga tempat itu tidak bisa digunakan untuk menaruh lapak. Di samping itu, guyuran hujan deras menjelang dini hari menyebabkan pedagang yang ada di pinggir jalan depan pasar beralih ke dalam.

Meski demikian, masih ada beberapa pedagang yang jualan di bawah  lampu penerangan dan di atas saluran drainase di sisi barat. Kemudian, ada juga sejumlah pedagang yang pada pagi hari menggelar dagangan di depan pintu utama pasar dan dekat pos satpam. Keberadaan pedagang terlihat sedikit mengganggu arus keluar masuk pasar.

Satu hal lagi yang juga butuh penanganan adalah penataan parkir. Hingga hari kedua relokasi, masalah parkir masih terlihat kurang rapi. Banyak kendaraan yang parkir maupun bongkar muatan di lokasi terlarang.

“Penataan parkir sedang kita siapkan dengan pihak pasar. Kita sedang menganalisa situasi arus pedagang dan pembeli untuk merencanakan penataan parkir yang pas. Untuk bongkar muatan sudah kita tentukan di halaman pasar. Setelah bongkar, kendaraan segera keluar dan mengambil parkir di depan pasar,” kata Kasi Parkir Dishub Grobogan Susanto Adi Wibowo yang ditemui di Pasar Pagi, Selasa (7/2/2017) dini hari tadi.

Editor : Akrom Hazami

 

 

Pasar Pagi Purwodadi Diresmikan Bupati, Pedagang Siap Direlokasi ke Tempat Baru

Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan gunting pita sebagai bentuk simbolik peresmian Pasar Pagi, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni melakukan gunting pita sebagai bentuk simbolik peresmian Pasar Pagi, Sabtu. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasar Pagi Purwodadi diresmikan penggunaannya oleh Bupati Grobogan Sri Sumarni, Sabtu (4/2/2017). Peresmian pasar yang dibangun dari dana Rp 10,4 miliar itu ditandai dengan pengguntingan pita dan penandatangan prasasti. Acara peresmian yang berlangsung sederhana juga dihadiri perwakilan FKPD dan para kepala SKPD.

Dalam kesempatan itu, Sri menyatakan, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut . Selain itu, letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.

“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” jelasnya.

Pembuatan Pasar Pagi tersebut ditempatkan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di Jalan Gajah Mada. Pasar yang dibangun rekanan PT Reka Esti Utama ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang yang ada di lahan milik PT KAI tersebut. 

Dalam pasar tersebut terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter. Selain itu ada sekitar 400 tempat lagi dipakai untuk pedagang yang berjualan di sepanjang jalan Banyuono. Pedagang ini ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia dan lokasinya masih mencukupi.

“Setelah diresmikan, pedagang akan segera kita relokasi ke lokasi baru. Rencananya, relokasi akan kita mulai Minggu tanggal 5 Februari besok,” imbuh Kepala Disperindag Muryanto.

Editor : Akrom Hazami

 

Besok Alun-alun Purwodadi Bakal Diresmikan Bupati Grobogan

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief (pakai payung) saat memantau persiapan peresmian alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief (pakai payung) saat memantau persiapan peresmian alun-alun Purwodadi. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan –  Kabar bakal diresmikannya proyek revitalisasi Alun-alun Purwodadi ternyata benar adanya. Rencananya, proyek yang dibiayai dengan dana Rp 10,3 miliar itu bakal diresmikan Selasa (31/1/2017).

Kepala Dinas Tata Ruang pada Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Kebersihan Grobogan yang sekarang berubah nama jadi Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman M Chanief saat dikonfirmasi membenarkan bakal diresmikannya proyek revitalisasi alun-alun Purwodadi tersebut. “Ya benar. Besok pagi rencana ada peresmian. Nanti ibu bupati yang akan meresmikan langsung,” kata Chanief yang ditemui saat memantau persiapan peresmian di kawasan alun-alun, Senin (30/1/2017).

Dijelaskan, peresmian alun-alun akan digelar sederhana. Agenda sementara yang disiapkan, peresmian akan dirangkai dengan acara senam bersama bupati dan jajaran FKPD, pejabat, PNS serta masyarakat. Setelah itu, dilanjutkan dengan kata peresmian serta sarapan bareng. “Acara kita mulai jam 06.30 WIB. Masyarakat umum boleh hadir dalam peresmian besok dan ikut senam bersama,” katanya.

Terkait dengan bakal diresmikannya proyek yang dikerjakan PT Aditya Mulya Pratama tersebut, seluruh pagar seng sekeliling alun-alun mulai dibongkar sejumlah pekerja. Selain itu, belasan petugas kebersihan juga diterjunkan untuk membersihkan sampah yang ada di kawasan tersebut. Acara bersih-bersih sempat terhenti sejenak menyusul hujan deras yang mengguyur kota Purwodadi sekitar pukul 10.00 WIB. Namun, hujan deras ini tidak berlangsung lama. Setelah reda, para pekerja kembali melanjutkan aktivitasnya.

 “Kemarin, pagar baru kita buka dititik masuk alun-alun saja. Hari ini, pagar pengaman harus bersih semua. Kemudian, sisa-sisa material dan sampah juga kita bersihkan,” imbuh Chanief.

 Editor : Akrom Hazami

 

Meriah, Warga Grobogan Dihibur Pawai Barongsai Keliling Kota

Warga melihat pertunjukan barongsai di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Warga melihat pertunjukan barongsai di Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Senin. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Perayaan Imlek di Grobogan, menjadi hiburan tersendiri buat sebagian warga, Sabtu (28/1/2017).  Hal ini terkait dengan adanya pawai barongsai dan naga mengelilingi kota Purwodadi. Meski sempat bikin macet, namun pawai yang jarang digelar ini ternyata sangat dinantikan warga. Terbukti, di sepanjang jalan banyak warga yang antisuas menunggu kedatangan pawai barongsai.

Mereka yang melihat pawai tidak hanya warga dalam kota saja. Tetapi banyak pula warga dari berbagai kecamatan. “Saya bersama istri dan anak-anak sengaja datang ke Purwodadi sekadar atraksi barongsai. Tontonan gratis ini memang cukup menghibur karena sangat jarang dijumpai,” kata Susilo, warga Kecamatan Wirosari.

Sebelum melangsungkan pawai, atraksi barongsai digelar di halaman Kelenteng Hok An Bio Purwodadi. Di tempat ini, sudah ada ratusan orang yang antusias ingin menyaksikan atraksi tersebut.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, perayaan Imlek tersebut mendapat pengamanan ketat dari pihak kepolisian. Sedikitnya, ada 100 personel yang dilibatkan dalam kegiatan pengamanan, baik secara terbuka maupun tertutup.

“Personel pengamanan ini sudah kita siagakan satu jam sebelum acara dimulai. Langkah ini kita lakukan supaya semua kegiatan perayaan Imlek bisa berlangsung lancar. Kita juga lakukan pengawalan selama pawai keliling kota.,” kata Kasat Lantas Polres Grobogan AKP Panji Gedhe Prabawa yang ikut terjun langsung dalam pengamanan perayaan Imlek tersebut.

Editor : Akrom Hazami

Pengundian Tempat Jualan Rampung, Pasar Pagi Purwodadi Grobogan Segera Diresmikan

Para pedagang yang jualan di sepanjang jalan Banyuono sedang mengambil nomor undian, Pasar Pagi Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

Para pedagang yang jualan di sepanjang jalan Banyuono sedang mengambil nomor undian, Pasar Pagi Purwodadi, Kabupaten Grobogan, Selasa (10/1/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Grobogan – Pasar Pagi Purwodadi, Kabupaten Grobogan, dalam waktu dekat akan segera diresmikan. Hal itu ditegaskan Kepala  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Grobogan Muryanto saat memantau pelaksanaan undian tempat jualan pedagang lama yang lokasi berjualannya ada di jalan Banyuono, Selasa (10/1/2017).

“Peresmian akan dilakukan ibu bupati (Sri Sumarni). Kita masih koordinasi dengan bagian humas untuk menyesuaikan jadwal peresmiannya,” katanya.

Soal relokasi, akan dilakukan setelah proses peresmian dilakukan. Dijadwalkan, pada Februari sudah dilakukan relokasi secara serempak dari tempat lama ke lokasi pasar baru di jalan Gajah Mada.

Menurut Muryanto, pengundian tempat jualan hari ini merupakan tahapan terakhir yang dlakukan. Sebelumnya, sudah dilakukan proses pengundian tempat jualan yang berbentuk kios dan los.

Dalam pasar tersebut terdapat tempat jualan sebanyak 604 unit. Terdiri 72 unit kios berukuran 3 x 4 meter. Kemudian, ada 464 unit los kering berukuran 2 x 1,5 meter. Sedangkan 68 unit lagi disiapkan untuk los basahan dengan ukuran  2 x 1,5 meter.

“Jadi, untuk pengundian tempat jualan yang sudah tersedia, tidak ada masalah. Baik, untuk kior, los kering maupun basahan sudah rampung,” jelas Muryanto didampingi Kabid Perdagangan Sudarso.

Pembangunan Pasar Pagi tersebut dilakukan untuk memindahkan pedagang yang berjualan di lahan bekas Stasiun Kereta Api di jalan A Yani Purwodadi. Pembuatan pasar dengan dana Rp 10,4 miliar ditempatkan di atas lahan seluas 9.000 meter persegi yang berada di Jalan Gajah Mada. Pasar yang dibangun rekanan PT Reka Esti Utama ini nanti akan digunakan untuk memindahkan 901 pedagang yang ada di lahan milik PT KAI tersebut. 

Sementara itu, dari pantauan di lapangan, pelaksanaan pengundian tempat bagi 400-an pedagang berjalan lancar dan lebih tertib dibandingkan sebelumnya. Pelaksanaan undian kali ini dilakukan di dalam pintu masuk pasar. Ada empat meja yang disediakan untuk mengundi tempat jualan sehingga pelaksanaan jadi lebih cepat.

Para pedagang yang mengikuti undian diminta berada di luar pintu utama. Mereka baru boleh masuk lokasi undian setelah namanya diundang pihak panitia lewat pengeras suara. Pihak panitia juga menyediakan snack bagi pedagang yang sudah mengambil nomor undian.

“Untuk pedagang ini, akan ditempatkan pada lahan kosong yang masih tersedia dan lokasinya masih mencukupi. Pengkavelingan lokasinya sudah disesuaikan dengan jumlah pedagang,” imbuh Muryanto.

Ditambahkan, pembangunan Pasar Pagi itu dilakukan karena tempat yang selama ini dipakai pedagang dinilai sudah tidak layak untuk berjualan. Sebab, lokasinya sempit, sehingga terkesan semrawut mengingat letaknya berada di tengah kota. Yakni, di sebelah timur Pasar Induk Purwodadi.

“Selain itu, lahan itu juga milik PT KAI sehingga sewaktu-waktu bisa diambil lagi oleh pemiliknya. Oleh sebab itu, kami berupaya menyediakan tempat yang lebih representatif buat pedagang,” imbuh Muryanto.

Editor : Akrom Hazami

Staf Khusus Panglima TNI Mendadak Berkunjung ke Smansa Purwodadi

 Brigjen Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI memberikan memberikan motivasi pada siswa Smansa Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)


Brigjen Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI memberikan memberikan motivasi pada siswa Smansa Purwodadi, Grobogan. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Suasana SMAN 1 (Smansa) Purwodadi mendadak heboh, Sabtu (7/1/2017). Hal ini terkait adanya tamu istimewa ke sekolah tersebut. Tamu istimewa ini merupakan perwira tinggi TNI berpangkat Brigjen. Namanya, Adi Sudaryanto yang saat ini menjabat sebagai Staf Khusus Panglima TNI.

Kehadiran perwira dengan pangkat bintang satu dipundak itu dalam rangka memberikan motivasi pada siswa Smansa. Perwira ini juga menyampaikan pemahaman pada siswa tentang arti pentingnya bela negara dan cinta tanah air.

Penyampaikan materi yang disampaikan secara lugas dan jelas itu ditanggapi dengan serius oleh ratusan siswa yang duduk lesehan di aula Smansa. Beberapa siswa bahkan terlihat ada yang sempat mencatat materi yang disampaikan dalam blocknote.

Sebelumnya, sempat terjadi kehebohan ketika tamu ini memperkenalkan jati diri. Ternyata, perwira tinggi TNI ini asalnya dari Grobogan. Tepatnya, dari Desa Kedungrejo, Kecamatan Purwodadi. Desa ini berada sekitar 5 km di sebelah timur kota Purwodadi.

Tidak lama kemudian, ratusan siswa bertepuk tangan hampir bersamaan. Ini setelah Adi mengungkapkan kalau dirinya merupakan alumni dari Smansa tahun 1980. “Wah, hebat. Ternyata Jenderal ini orang Grobogan dan alumni Smansa,” kata beberapa siswa dengan nada bangga.

Usai mengenalkan jati diri, Adi juga sempat menceritakan riwayat tugasnya selama menjadi anggota TNI. Sejak berkarir di TNI mulai 27 September 1987, Adi pernah bertugas di berbagai tempat. Mulai dari Bandung, Jakarta, Aceh, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Selatan hingga Papua.

Setelah acara selesai, suasana di aula juga masih heboh lagi. Pasalnya, banyak siswa yang berebut untuk bisa foto bersama. Dengan ramah, Adi melayani permintaan foto bareng siswa dan para guru. “Kebetulan, saya sedang pulang kampung karena pas ada acara keluarga. Kemudian, teman-teman meminta saya untuk memberikan penyuluhan pada siswa. Hari ini, saya di SMAN 1 dan kemarin sempat juga di SMPN 1 Purwodadi. Saya merasa senang bisa dilibatkan untuk memberikan motivasi pada adik-adik,” kata perwira yang tanggal lahirnya bertepatan dengan peringatan hari Sumpah Pemuda itu.

Menurut Adi, saat ini banyak persoalan yang menimpa generasi muda. Seperti masalah kenakalan, menurunnya jiwa nasionalisme, pergaulan bebas dan narkoba. Hal ini perlu mendapat perhatian serta penanganan dari banyak pihak.

“Kepada adik-adik selalu saya tekankan untuk menjauhi kegiatan yang tidak membawa manfaat. Mereka harus fokus belajar karena nantinya akan jadi generasi penerus bangsa. Dengan belajar sungguh-sungguh apa yang mereka cita-citakan akan lebih mudah tercapai. Saya berharap, kedatangan singkat ini bisa membawa manfaat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Smansa Purwodadi Bidang Kesiswaan Ambar Susilowati menyatakan, pihaknya merasa berterima kasih atas kesediaan Brigjen Adi Sudaryanto yang bersedia meluangkan waktu untuk memberikan motivasi dan pengarahan pada para siswa.

“Saat tahu beliau pulang kampung, kami langsung menghubungi supaya bisa menyempatkan waktu ke Smansa. Ternyata, beliau bersedia dan kami merasa mendapat kehormatan dan anak-anak juga merasa senang,” imbuhnya.

Editor : Akrom Hazami