Pemkab Kudus Siap Fasilitasi Tuntutan Kades se-Kecamatan Undaan

Belasan Kades se-Kecamatan Undaan ditemui anggota dewan usai berorasi di depan kantor DPRD Kudus, Kamis (9/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Belasan kepala desa (Kades) se-Kecamatan Undaan yang menggelar aksi di DPRD Kudus, Kamis (8/11/2017) mendapatkan angin segar dari Pemkab. Pasalnya, Pemkab Kudus bersedia memfasilitasi keinginan para kades untuk menata kembali distribusi pupuk di Kecamatan Undaan.

Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti mengatakan, pihaknya sudah mendengar apa yang diinginkan para petani yang disuarakan belasan kades tersebut. Karena itu, besok atau lusa, ia berencana mendatangi langsung distributor pupuk di Kudus.

“Kalau mau ikut silakan, jadi akan kami datangi dan cek seperti yang diinginkan petani,” katanya saat menemui aksi.

Baca: Ini Lima Tuntutan Kades Se-Kecamatan Undaan saat Demo di Depan Kantor DPRD Kudus

Selain memperbolehkan kades ikut serta, pihaknya juga akan menggandeng dinas pertanian. Kalau kunjungan belum ada titik temu, ia pun berjanju akan memanggil distributor pupuk untuk membahas usulan para petani. Pertemuan sifatnya terbuka dan petani diperbolehkan ikut.

Sementara, wakil ketua DPRD Kudus Ilwani, mengatakan sudah mengadakan sidak ke gudang pupuk. Di gudang tersebut, masih banyak pupuk yang belum terjual.

“Kalau mau menyuarakan silakan, tapi ini kan tak ada distributornya. Jadi hanya sebatas bicara kepada kami saja,” jelasnya.

Editor: Supriyadi

Baca: Kades Se-Kecamatan Undaan Demo di Kantor DPRD Kudus

Pupuk Langka, Petani di Margorejo Kudus Terancam Gagal Panen

Petani sekaligus Ketua Komisi A DPRD Kudus Mardijanto memberikan keterangan terkait kelangkaan pupuk. Sabtu (4/11/2017). (MuriaNewsCom/Faisol Hadi)

MuriaNewsCom, Kudus – Kelangkaan pupuk dirasakan sejumlah petani di Kudus, khususnya di Desa Margorejo, Dawe. Padahal, saat ini sudah waktunya pemupukan. Jika tak kunjung ditangani, maka petani diperkirakan akan gagal panen.

Mardijanto, seorang petani tebu di Margorejo mengatakan kelangkaan pupuk di sana sudah menghantui warga sejak Juli lalu. Sejak itu, para warga sudah kelimpungan mencari pupuk guna kebutuhan lahan petani.

“Dampaknya, tanaman petani terancam gagal panen jika kondisinya terus berlanjut. Saat ini sudah turun hujan, sehingga sudah waktunya pemupukan,” katanya Sabtu (4/11/2017).

Menurut Ketua Komisi A DPRD Kudus ini, petani di Margorejo kebanyakan menanam tebu. Sementara pupuk yang dibutuhkan para petani tebu saat ini, jenisnya Urea dan ZA. Namun, kedua pupuk tersebut sangat sulit didapatkan, bahkan sampai ke sejumlah wilayah lainnya.

“Beberapa kali para petani keluar desa untuk mencari pupuk, namun tidak dapat. Petani terpaksa cari keluar lantaran mencari dikampung sudah tidak menemukan,” ujarnya.

Dia menjelaskan, kelangkaan pupuk tak hanya jenis Urea dan ZA saja. Namun untuk jenis lain seperti Phonska juga sulit ditemukan para petani. Kalaupun ada, jumlahnya sangat terbatas.

“Misal untuk satu hektare membutuhkan pupuk dua ton, namun yang ada hanya satu ton saja. Kan masig kurang,” keluhnya.

Disinggung soal hasil panen, dia menyebutkan kalau pupuk terpenuhi dalam satu hentar bisa sampai 10 ton tebu, namhn, saat kondisinya seperti ini, diprediksi maksimal hanya dua ton saja.

Dia berharap pemerintah baik dari Pemkab Kudus dan pemerintah pusat dapat bertindak menangani hal ini. Agar para Petani tak kunjung merugi.

Editor: Supriyadi

Bupati Grobogan Minta Petani Segera Lapor Jika Kesulitan Mendapatkan Pupuk

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan adanya tambahan pupuk saat menghadiri acara temu lapang inovasi teknologi perbenihan bawang merah di Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan, Sabtu (10/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

Bupati Grobogan Sri Sumarni menyampaikan adanya tambahan pupuk saat menghadiri acara temu lapang inovasi teknologi perbenihan bawang merah di Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan, Sabtu (10/12/2016). (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom,Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta para petani untuk segera lapor pada perangkat desa atau petugas lapangan Dinas Pertanian jika mengalami kesulitan mendapatkan pupuk. Hal itu ditegaskan lantaran baru-baru ini, pemerintah sudah menambah alokasi pupuk bersubsidi bagi petani.

“Beberapa minggu lalu memang sempat ada kesulitan mendapat pupuk karena persediaan sudah menipis. Setelah kita laporkan ke pusat, sekarang alokasinya sudah ditambahi. Jadi, sekarang ini tentunya sudah tidak ada lagi kelangkaan pupuk. Kalau masih sulit cari pupuk, segera laporkan,” tegas Sri Sumarni saat menghadiri acara temu lapang inovasi teknologi perbenihan bawang merah di Desa Penawangan, Kecamatan Penawangan, Sabtu (10/12/2016).

Dikatakan, permintaan tambahan alokasi itu dilakukan karena saat ini para petani sudah memasuki musim tanam I. Dengan kondisi itu maka kebutuhan pupuk dipastikan meningkat hingga penghujung tahun 2016. “Saya tahu persis kondisi di lapangan. Soalnya, dulu sempat berkecimpung lama dalam urusan pupuk,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Grobogan Edhie Sudaryanto menambahkan, alokasi tambahan pupuk yang didapat totalnya sebanyak 6.750 ton. Terdiri, 1.100 ton pupuk jenis SP-36, 850 ton ZA, 1.500 ton organik, dan 4.280 ton NPK atau Phonska.

“Untuk pupuk jenis Urea tidak ada tambahan alokasi karena persediaan atau stoknya masih mencukupi. Dengan tambahan alokasi ini, kita perkirakan sudah mencukupi kebutuhan petani hingga akhir tahun,” jelasnya.

Menurutnya, salah satu penyebab kelangkaan pupuk di sejumlah wilayah itu disebabkan adanya perubahan iklim. Di mana, kondisi musim kemarau tahun ini yang cenderung basah karena banyak curah hujan, mengakibatkan ada penambahan areal tanaman padi. Hal ini menjadikan kebutuhan pupuk dilapangan naik dari yang sudah disusun dalam Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) awal tahun lalu. 

“Perubahan iklim yang terjadi di pertengahan tahun memicu peralihan pola tanam sebagian petani. Yakni, biasanya tanam palawija menjadi tanam padi. Hal ini dilakukan lantaran tanaman palawija rentan gagal panen apabila ada curah hujan tinggi,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono