Jalan Rusak Menuju Waduk Kedungombo Akhirnya Diperbaiki

Kendaraan berat telihat sedang meratakan material di ruas jalan rusak menuju Waduk Kedungombo. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Rencana perbaikan jalan rusak menuju Waduk Kedungombo yang berlokasi di Kecamatan Geyer, Grobogan akhirnya terwujud. Sejak beberapa hari lalu, sudah ada aktivitas perbaikan jalan yang menghubungkan wilayah Grobogan dengan Sragen dan Boyolali tersebut.

Dari pantauan di lapangan, aktivitas pekerja baru terlihat ruas jalan sebelum dan sesudah pintu masuk menuju kawasan wisata Waduk Kedungombo. Pekerjaan perbaikan jalan masih dalam tahap awal.

Tumpukan material terlihat di tengah jalan menunggu diratakan alat berat yang sudah disiapkan di lokasi. Beberapa dump truk tampak sedang menurunkan material pada titik yang sudah ditentukan.

“Jalan rusak ini akan diperbaiki dengan cara pengaspalan ulang. Sebelum diaspal, jalan rusak dilapisi material dulu supaya kondisinya rata,” ujar beberapa pekerja, Sabtu (7/10/2017).

Baca Juga: Objek Wisata Waduk Kedungombo Ditutup, Ratusan Pengunjung Kecewa

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kartosuro-Surakarta Satker Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Jawa Tengah Marjono mengatakan, perbaikan ruas jalan tersebut dianggarkan sekitar Rp 19 miliar. Total panjang jalan yang bakal diperbaiki sekitar 23,5 kilometer.

Dijelaskan, paket pekerjaan perbaikan jalan tersebut akan dilelang pada bulan ini. Perbaikan jalan akan dibagi dalam beberapa paket. Jalan rusak diperbaiki dengan cara pengaspalan ulang dan sebagian menggunakan konstruksi cor beton.

“Tidak bisa cor beton semua karena anggarannya tidak mencukupi,” katanya.

Dari survei yang sudah dilakukan, jalan yang paling rusak masuk wilayah Kecamatan Juwangi, Boyolali. Kemudian, ruas jalan yang melintasi Kecamatan Geyer, Grobogan dan Sumberlawang, Sragen kondisinya juga rusak dan terdapat rekahan ditengah jalan.

Beberapa waktu sebelumnya, Bupati Grobogan Sri Sumarni menyatakan, perbaikan jalan rusak itu sudah lama dinantikan warga. Mengingat butuh dana besar dan status jalan bukan milik Kabupaten, ia sempat mengajukan permohonan bantuan perbaikan jalan langsung pada Presiden Joko Widodo.

“Saya sudah meminta bantuan pada Pak Presiden Joko Widodo untuk perbaikan jalan menuju Kedungombo ketika ada pertemuan di Jakarta beberapa waktu lalu. Perbaikan jalan akan ditangani oleh kementerian PUPR,” jelasnya.

Selain menuju lokasi wisata, jalan tersebut juga jadi jalur alternatif menuju Sragen, Solo dan Boyolali. Saat jalur utama Purwodadi-Solo ada proyek perbaikan atau kemacetan, banyak kendaraan roda empat yang memilih lewat jalan ini.

Jalan tersebut sebagian besar membelah kawasan hutan KPH Gundih. Informasinya, jalan ini dibangun bersamaan dengan pembangunan waduk sekitar tahun 1991. Sejak dibangun, ruas jalan tersebut belum pernah tersentuh perbaikan.

Editor: Supriyadi

Ketua DPRD Grobogan Sayangkan Penutupan Waduk Kedungombo

Pintu masuk objek wisata Waduk Kedungombo ditutup portal dan ditulisi ‘Tutup’ membuat ratusan pengunjung kecewa. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, GroboganSorotan terhadap penutupan Waduk Kedungombo untuk akses wisata terus berdatangan dari berbagai pihak. Bahkan, Ketua DPRD Grobogan Agus Siswanto juga ikut bereaksi terhadap penutupan Waduk Kedungombo.

”Apapun alasannya, penutupan Kedungombo untuk kunjungan wisata sangat disayangkan. Terlebih, penutupan dilakukan secara mendadak,” katanya.

Selama ini, Kedungombo sudah terlanjur jadi ikon wisata di Grobogan. Setiap tahun ada puluhan ribu orang berkunjung ke lokasi wisata yang ada di Desa Rambat, Kecamatan Geyer tersebut.

Baca Juga: Objek Wisata Waduk Kedungombo Ditutup, Ratusan Pengunjung Kecewa

Maraknya pengunjung disisi lain mendatangkan berkah bagi masyarakat sekitar. Yakni, ikut mencari pendapatan sebagai pedagang, tenaga parkir.

“Dengan tutupnya Kedungombo banyak pihak yang terkena dampak. Tidak hanya pengunjung wisata saja, tetapi juga pedagang dan masyarakat lainnya yang mengandalkan pencaharian dari Kedungombo,” jelas Agus.

Baca Juga: Penutupan Obyek Wisata Waduk Kedungombo Diduga Karena Kasus Pungli

Terkait penutupan Waduk Kedungombo, Agus meminta agar Pemkab Grobogan pro aktif menjalin koordinasi dengan pihak pengelola untuk menyikapi permasalahan itu. Harapannya, masalah itu bisa segera dicarikan solusi terbaik.

“Pemkab harusnya cepat ambil langkah untuk berkoordinasi dengan pihak pengelola Kedungombo. Kami dari pihak legislatif juga siap memberikan dukungan. Misalnya, jika nantinya diperlukan sebuah perda untuk dasar hukum pengelolaan Kedungombo.

Baca Juga: Kepala BBWS Pemali Juana Bantah Penutupan Waduk Kedungombo Karena Kasus Pungli

Sebelumnya, Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana Rubhan Ruzziyatno mengungkapkan, salah satu alasan penutupan Waduk Kedungombo  adalah dari pertimbangan keamanan.

Hal itu disampaikan menanggapi pertanyaan berbagai pihak soal penutupan Waduk Kedungombo untuk kunjungan wisata terhitung sejak Minggu (3/9/2017) lalu.

Menurutnya, Waduk Kedungombo merupakan salah satu obyek yang sangat vital.  Oleh sebab itu, perlu penanganan ekstra ditinjau dari sisi keamanan. Penutupan dilakukan demi keamaan waduk dari berbagai risiko yang mungkin terjadi.

“Kami mau tata ulang soal keamanannya. Seperti diketahui, waduk itu termasuk objek vital karena terdapat sekitar 700 juta kubik air,” katanya.

Editor: Supriyadi