Ini Jawaban Wabup Soal Aksi Warga Mororejo

Aksi demo warga Desa Mororejo dan sekitarnya yang ada di Kecamatan Mlonggo menuntut pemkab segera laksanakan bangunan Pungkruk, Selasa (6/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Aksi demo warga Desa Mororejo dan sekitarnya yang ada di Kecamatan Mlonggo menuntut pemkab segera laksanakan bangunan Pungkruk, Selasa (6/10/2015). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara didemo ratusan warga Desa Mororejo dan sekitarnya yang ada di Kecamatan Mlonggo. Pemkab dituntut agar segera melaksanakan pembongkaran bangunan Pungkruk sebagaimana yang telah direncanakan. Bahkan, warga tersebut menagih janji pemkab Jepara yang sebelumnya menyatakan akan membongkar bangunan Pungkruk pada bulan September lalu, yang sampai saat ini tak kunjung dibongkar.

Menanggapi hal itu, pihak Pemkab Jepara melalui Wakil Bupati Jepara Subroto menyatakan, Pemkab Jepara berkomitmen untuk melekukan pembongkaran. Hanya saja sampai saat ini masih mencari waktu yang tepat.

”Rapat terakhir lalu, disepakati jadwal pembongkaran dilaksanakan antara tanggal 15 hingga 23 Oktober,” kata Subroto di hadapan para pengunjuk rasa, Selasa (6/10/2015).

Menurut Subroto, selama ini Pemkab berupaya keras agar sesegera mungkin melakukan pembongkaran. Hanya saja, ada oknum anggota DPRD Jepara dan LSM serta Pemdes Mororejo yang menghalang-halangi. Sehingga terpaksa harus ditunda.

”Kami mendengarkan aspirasi warga ini, kami akan kabulkan permintaan dan tuntutan untuk segera melakukan pembongkaran bangunan Pungkruk yang dianggap menjadi sumber kemaksiatan,” ungkapnya.

Usai mendengarkan aspirasi para warga tersebut, Subroto juga diminta membuat surat pernyataan yang berisi kapan pelaksanaan pembongkaran dilaksanakan. Usai dibuat dan ditandatangani, para warga melanjutkan aksi ke kantor DPRD Jepara. (WAHYU KZ/TITIS W)

Muridnya Lakukan Kemaksiatan, Guru Ngaji Ikut Desak Pembongkaran Bangunan Pungkruk

Sejumlah warga yang mengikuti aksi mendesak pembongkaran Pungkruk menyampaikan aspirasinya di hadapan Pemkab Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah warga yang mengikuti aksi mendesak pembongkaran Pungkruk menyampaikan aspirasinya di hadapan Pemkab Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ratusan warga Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo dan sekitarnya menggelar aksi untuk mendesak agar rencana pembongkaran bangunan Pungkruk segera dilaksanakan. Tak hanya warga biasa, guru ngaji pun turut ikut melakukan aksi ini. Pasalnya, mereka merasa prihatin lantaran ada murid mereka yang berani melakukan kemaksiatan dan penyebabnya dituding karena keberadaan tempat karaoke Pungkruk.

”Murid ngaji saya ada yang sudah berani meminum minuman keras. Bahkan ada yang sudah hamil, padahal masih kecil. Mereka bergaul dengan lingkungan yang menjadi sumber maksiat. Untuk itu, kami minta agar tempat karaoke Pungkruk segera dibongkar,” ujar salah seorang guru ngaji dari Desa Suwawal, Kecamatan Mlonggo yang turut mengikuti aksi tersebut, Ahmad Mudhofir, Selasa (6/10/2015).

Menurutnya, diakui atau tidak, lingkungan sangat mempengaruhi perkembangan seseorang terlebih anak kecil. Hal itu yang menjadi kekhawatiran bagi warga lantaran lingkungan di Desa Mororejo dan sekitarnya ada tempat karaoke yang dituding jadi sumber Miras dan pelacuran.

”Sekali lagi, kami menginginkan agar tempat karaoke di Pungkruk dibongkar semua sebagaimana rencana Pemkab Jepara yang telah disosialisasikan kepada warga selama ini,” katanya.

Para warga ini melakukan aksi di kantor Setda Jepara kemudian diterima oleh Pemkab Jepara dalam hal ini Wakil Bupati Jepara Subroto, Kasatpol PP Jepara Trisno Santosa, dan Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto. (WAHYU KZ/TITIS W)

Warga ini Desak Pembongkaran Bangunan Pungkruk Segera Dilaksanakan

Ratusan warga gelar demo di depan setda dan kantor DPRD Jepara desak pembongkaran bangunan Pungkruk segera dilaksanakan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Ratusan warga gelar demo di depan setda dan kantor DPRD Jepara desak pembongkaran bangunan Pungkruk segera dilaksanakan. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ratusan warga Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo dan sekitarnya menggelar aksi demo mendesak agar pembongkaran bangunan Pungkruk segera dilakukan. Mereka menggelar aksi di depan kantor Setda Jepara dan di depan kantor DPRD Jepara, Selasa (6/10/2015).

Mereka menilai rencana pembongkaran bangunan Pungkruk terlihat tak serius. Pemkab dianggap plin-plan lantaran kerap kali ditunda-tunda sejak beberapa bulan yang lalu.

”Terakhir ini Pemkab menjadwalkan pembongkaran dilaksanakan pada bulan September, kemudian dilakukan penataan pada bulan Oktober. Tapi, sampai saat ini pembongkaran tak kunjung dilaksanakan,” ujar salah seorang warga Desa Mororejo, Sugiono dalam orasinya.

Menurutnya, selama ini warga sudah menanti-nanti pelaksanaan pembongkaran hingga penataan kawasan Pungkruk. Sebab, warga menilai citra Desa Mororejo sudah sangat buruk dengan keberadaan tempat karaoke yang dianggap sebagai tempat sumber maksiat, seperti miras hingga pelacuran.

”Kami minta ada kepastian kapan pelaksanaan pembongkaran. Kami juga mengecam siapa saja yang menghalang-halangi rencana penataan Pungkruk,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Sekda Tegaskan Tak Ada Kompensasi Bagi Pengusaha Pungkruk

Pembongkaran bangunan karaoke Pungkruk saat tahap pertama. (MuriaNewsCom)

Pembongkaran bangunan karaoke Pungkruk saat tahap pertama. (MuriaNewsCom)

 

JEPARA – Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih menegaskan Pemkab Jepara tidak bisa memberikan dana kompensasi ataupun ganti rugi bagi pengusaha di Pungkruk, ketika pembongkaran dilakukan. Sebab, menurut dia, bangunan yang akan dibongkar merupakan bangunan yang ilegal dan berada di atas tanah Negara.

”Kalau untuk dana kompensasi jelas tidak bisa diberikan, karena bangunannya ilegal,” kata Sholih usai melakukan rapat internal dengan Forkopinda, Selasa (29/9/2015) siang tadi.

Lebih lanjut dia mengemukakan, Pemkab Jepara hanya bisa memberikan sedikit dana sebagai ganti tenaga untuk melakukan pembongkaran.  Karena sesuai instruksi awal, pengusaha diminta untuk membongkar sendiri bangunannya.

”Ya kami harapkan kerja sama semua pihak untuk mensukseskan kebijakan pemerintah ini, yang ingin mengembalikan fungsi Pungkruk sebagai tempat wisata kuliner,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Eksekusi Pungkruk Tahap Dua Dipastikan Mundur

Pembongkaran bangunan karaoke Pungkruk saat tahap pertama. (MuriaNewsCom)

Pembongkaran bangunan karaoke Pungkruk saat tahap pertama. (MuriaNewsCom)

 

JEPARA – Pemkab Jepara yang berkomitmen untuk melakukan pembongkaran bangunan Pungkruk kemudian dibangun menjadi kawasan wisata kuliner, masih mempersiapkan diri untuk melakukan eksekusi tahap kedua, sehingga dipastikan mundur dari jadwal sebelumnya.

Jika jadwal sebelumnya di kawasan yang akan dijadikan tempat kuliner rata dengan tanah pada akhir September ini. Sampai saat ini eksekusi tahap kedua belum dilakukan. Sekretariat daerah (Sekda) yang menjadi ketua tim, Sholih menandaskan pelaksanaan eksekusi tahap kedua akan dilaksanakan pada Oktober nanti.

”Kalau tanggal pastinya kami belum menentukan. Yang jelas rencanannya di bulan Oktober,” kata Sholih kepada MuriaNewsCom, usai melakukan rapat internal dengan Forkopinda, Selasa (29/9/2015) siang tadi.

Menurutnya, persiapan matang harus dilakukan agar pelaksanaan eksekusi tahap kedua dapat berjalan lancer, dan tidak seperti eksekusi di tahap pertama yang dilakukan beberapa waktu lalu. Harapannya, eksekusi tahap kedua tidak terjadi gesekan dengan pengusaha Pungkruk.

”Ini diundur karena mempertimbangkan persiapan yang harus matang. Lebih-lebih Kapolres Jepara baru saja diganti. Jadi butuh penyesuaian saja,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Ini Poin Penting Terkait Kebijakan Pemkab Jepara Mengenai Pungkruk

Dok MuriaNewsCom

Dok MuriaNewsCom

 

JEPARA – Kepala Bagian (Kabag) Humas Pemkab Jepara Hadi Priyanto menyatakan, bahwa komitmen Pemkab Jepara untuk melakukan penataan Pungkruk sebagai kawasan wisata kuliner tidak berubah. Bahkan, Pemkab Jepara telah memiliki jadwal terkait rencana tersebut.

“Jadwal kapan akan dimulai pembangunan sebenarnya sudah ada,” kata Hadi kepada MuriaNewsCom, Sabtu (19/9/2015).

Berikut poin penting terkait kebijakan Pemkab Jepara mengenai Pungkruk.
1. Batas waktu pemilik usaha untuk membongkar bangunan, yakni 15 September
2. Jadwal pembongkaran,antara 15 hingga 20 September (masih menunggu keputusan lagi)
3. Penataan tanah usai pembongkaran 30 September 2015
4. Pelaksanaan pembangunan los kuliner pada awal Oktober 2015-pertengahan 2016.
5. Total los kuliner yang dibangun sebanyak 58 los kuliner (berukuran 3 x 6 meter).
6. Anggaran untuk pembangunan sebesar Rp 1,2 miliar (2015) dan Rp 3 miliar dari APBD 2016 (disokong bantuan provinsi dan pemerintah pusat).
7. Fasilitas dari Pemkab Jepara yakni adanya pemberian dana Rp 1 juta (biaya pengusaha yang membongkar sendiri bangunannya). (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Sstt…Beredar Isu Pembongkaran Pungkruk Tahap II Dilakukan Senin Besok

Dok MuriaNewsCom

Dok MuriaNewsCom

 

JEPARA – Meski belum ada keputusan yang pasti kapan pelaksanaan pembongkaran bangunan Pungkruk tahap II oleh Pemkab Jepara,namun, di tengah masyarakat terutama pengusaha Pungkruk, desas-desus pembongkaran akan dilakukan pada Senin (21/9/2015) cukup kuat.

Hal itu dikatakan salah satu anggota LSM yang melakukan pendampingan terhadap pengusaha Pungkruk, Ibnu Santosa. Menurut dia, saat ini pengusaha di Pungkruk telah bersiap untuk kembali melakukan perlawanan terhadap eksekusi tahap II tersebut.
“Karena Pemkab sendiri tidak memberikan ruang dan kesempatan untuk berembug mencari solusi yang terbaik, maka pengusaha Pungkruk akan kembali melakukan perlawanan,” kata Ibnu kepada MuriaNewsCom.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi, Kabag Humas Pemkab Jepara Hadi Priyanto menyatakan, bahwa sampai saat ini pemkab belum memberikan keputusan final terkait kepastian waktu untuk melakukan eksekusi.

“Kepastian waktunya kapan memang belum ada. Pemkab mencari waktu yang baik, ini masalah teknis saja. Kalau untuk kebijakan, pemkab tetap dengan kebijakan semula melakukan penataan dengan membongkar bangunan yang ada,” ungkap Hadi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pengusaha di Pungkruk Diiming-imingi Rp 1 Juta Agar Bongkar Bangunan Sendiri

Masterplan pembangunan Pungkruk sebagai kawasan wisata kuliner dan keluarga ketika ditampilkan di hadapan DPRD Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Masterplan pembangunan Pungkruk sebagai kawasan wisata kuliner dan keluarga ketika ditampilkan di hadapan DPRD Jepara beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara meminta kepada para pengusaha di Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, baik pengusaha karaoke maupun kuliner untuk membongkar sendiri bangunannya. Pemkab Jepara bersedia memberikan dana sebesar Rp 1 juta untuk masing-masing pengusaha sebagai biaya pembongkaran.

”Pemkab bersedia memberikan dana sebagai biaya pembongkaran sebesar Rp 1 juta,” kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih.

Menurutnya, jika pengusaha bersedia membongkar bangunannya sendiri, maka Pemkab Jepara tinggal meratakan dengan tanah dan membersihkan puing-puing pembongkaran. Kemudian, untuk selanjutnya dapat dilakukan pembangunan los kuliner sebagai tahap awal di bulan Oktober nanti.

”Sesuai rencana, penataan tanah dilakukan akhir September. Kemudian di awal Oktober diharapkan sudah mulai dilakukan pembangunan,” kata Sholih.

Dia menambahkan, terkait dana kompensasi, pihaknya belum dapat memberikan kepastian. Sebab, selama ini para pengusaha di Pungkruk dinilai sudah cukup mendapatkan keuntungan yang banyak dari usaha yang dilakukan diatas tanah negara.

Meski begitu, terkait kompensasi akan dibahas lebih lanjut di internal Pemkab Jepara, lantaran ada beberapa permintaan dari para pengusaha ketika sosialisasi yang dilakukan pada Rabu kemarin di RM Maribu. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pungkruk Dibangun Los Kuliner, Disiapkan Dana Rp 1,2 Miliar

Masterplan pembangunan Pungkruk sebagai kawasan wisata kuliner dan keluarga ketika ditampilkan di hadapan DPRD Jepara beberapa waktu lalu. Untuk tahap awal, Pemkab menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk bangun los kuliner. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Masterplan pembangunan Pungkruk sebagai kawasan wisata kuliner dan keluarga ketika ditampilkan di hadapan DPRD Jepara beberapa waktu lalu. Untuk tahap awal, Pemkab menganggarkan Rp 1,2 miliar untuk bangun los kuliner. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara telah menyatakan komitmennya untuk melakukan penataan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, dengan cara membongkar bangunan yang ada kemudian membangun bangunan baru yang sesuai dengan skema yang telah disiapkan. Pengerjaan pembangunan akan dimulai pada Oktober nanti, dengan anggaran Rp 1,2 miliar.

Dana tersebut bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2015 sebesar Rp 200 juta, dan dari bantuan Pemerintah Provinsi Jateng sebesar Rp 1 miliar. Dana tersebut akan diperuntukkan untuk membangun los kuliner yang menjadi skala prioritas pertama untuk menampung para pengusaha Pungkruk.

Sekretaris Daerah (Sekda) Jepara Sholih merincikan,  anggaran sebanyak itu akan digunakan untuk membangun los kuliner untuk 30 pengusaha yang masing-masing berukuran 3 x 6 meter. Pembangunan akan dimulai Oktober depan. Targetnya, pembangunan 30 fasilitas itu akan rampung pada Desember tahun ini.

“Sementara yang akan dibangun sekitar 30. Sedangkan 28 lainnya akan dibangunkan los tahun depan, karena total pengusaha yang ada di Pungkruk ada sekitar 58,” kata Sholih.

Setelah itu selesai, nantinya juga akan dianggarkan di APBD 2016 dengan alokasi dana sekitar Rp 3 miliar. Harapannya, nanti pembangunan Pungkruk sebagai kawasan wisata kuliner dapat segera terealisasi. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Lagi, Batas Pembongkaran Bangunan Pungkruk Diperpanjang

Pemkab Jepara sosialisasikan perpanjangan deadline pembongkaran bangunan usaha karaoke dan kuliner di Pungkruk hingga 15 September kepada para pengusaha. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pemkab Jepara sosialisasikan perpanjangan deadline pembongkaran bangunan usaha karaoke dan kuliner di Pungkruk hingga 15 September kepada para pengusaha. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara kembali memperpanjang deadline pembongkaran bangunan usaha karaoke dan kuliner yang ada di Pungkruk. Sebelumya, pengusaha diminta membongkar sendiri bangunannya maksimal hari ini, Rabu (9/9/2015). Namun, tadi siang Pemkab Jepara hanya memberi sosialisasi kepada para pengusaha dan memberikan keputusan perpanjangan deadline hingga 15 September nanti.

Sosialisasi dilakukan di RM Maribu Jepara, dihadiri Bupati Jepara, Sekda Jepara beserta Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, serta Forkopinda Jepara. Sementara dari pihak pengusaha, tak hanya pengusaha karaoke saja yang hadir namun juga pengusaha kuliner di Pungkruk Desa Mororejo Kecamatan Mlonggo Jepara.

Bupati Jepara Ahmad Marzuqi mengatakan, sosialisasi ini dilakukan agar ada kesepahaman bersama terkait dengan rencana penataan kawasan Pungkruk, setelah sebelumnya juga dilakukan sosialisasi kepada warga Desa Mororejo di balai desa setempat.

”Batas waktu yang Pemkab berikan sampai pada 15 September diharapkan pengusaha membongkar sendiri bangunannya,” ujar Ahmad Marzuqi.

Dia menambahkan, jika pada batas akhir tersebut tidak dilakukan pembongkaran sendiri. Maka dengan sangat terpaksa dilakukan pembongkaran oleh Pemkab Jepara. Sebab, proses penataan atau pembangunan akan segera dimulai terutama untuk membangun los kuliner. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pemkab Jepara Tepis Isu Pembangunan Pabrik Baja di Pungkruk

Hadi Priyanto (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Hadi Priyanto (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Menjelang eksekusi bangunan Pungkruk tahap kedua, muncul isu rencana pembangunan mega proyek pabrik baja di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara dengan nilai investasi mencapai Rp 650 miliar. Namun, Pemkab Jepara menepis isu tersebut.

Kabag Humas Pemkab Jepara Hadi Priyanto mengatakan, isu tersebut tidak benar. Sebab, sampai saat ini Pemkab Jepara belum merasa memberikan izin terhadap investor manapun yang akan membangun pabrik di Pungkruk.

”Belum ada pengajuan ijin pembangunan pabrik di Pungkruk yang diterima pemkab,” ujar Hadi Priyanto saat dihubungi MuriaNewsCom, Senin (7/9/2015).

Menurut dia, isu tersebut dinilai sebagai isu provokatif. Sebab, sesuai peraturan daerah (Perda) yang ada, kawasan Pungkruk merupakan kawasan wisata kuliner. Jadi, tidak benar jika ada isu pembangunan pabrik baja.

”Sesuai Perda RTRW, Pungkruk dijadikan wisata kuliner. Kami minta kepada siapa saja agar tidak provokatif,” kata Hadi.

Dia menambahkan, pihaknya meminta siapa saja yang mengkritisi program pemerinta harus punya dasar dan menghilangkan unsur provokatif. Dia berharap, kondisi Jepara tetap kondusif dan aman. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Fastastis, Nilai Investasi di Pungkruk Disebut Capai Rp 650 Miliar

 

Hery Londo menunjukkan skema pembangunan pabrik baja yang rencananya bakal dibangun di Pungkruk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Hery Londo menunjukkan skema pembangunan pabrik baja yang rencananya bakal dibangun di Pungkruk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Ditengah polemik rencana Pemkab Jepara untuk melakukan eksekusi pembongkaran bangunan Pungkruk,muncul desas-desus terkait rencana pendirian pabrik besar di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara.Bahkan, dikabarkan megaproyek pabrik baja itu nilai investasinya mencapai setengah triliun lebih.

”Lebih tepatnya sekitar Rp 650 Miliar. Itu megaproyek yang luar biasa,” kata Hery Londo selaku pendamping Papepung kepada MuriaNewsCom, Senin (7/9/2015).

Menurutnya,  pabrik baja yang akan dibangun itu merupakan tindak lanjut dari beberapa proyek penambangan pasir besi di Kabupaten Jepara. Sebab, ada aturan baru yang mengharuskan bahan baku  yang dihasilkan dari aktifitas pertambangan harus diolah di dalam negeri.

”Kemudian, salah satu pabrik baja dari luar negeri ingin mendirikan pabrik disini. Itu sesuai dengan aturan baru ,” ujar Hery. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Disebut Bakal Ada Investasi Besar, Inikah Alasan Pemkab Jepara Ngotot Bongkar Bangunan di Pungkruk?

Hery Londo menunjukkan skema pembangunan pabrik baja yang rencananya bakal dibangun di Pungkruk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Hery Londo menunjukkan skema pembangunan pabrik baja yang rencananya bakal dibangun di Pungkruk. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara sampai saat ini masih ngotot untuk melakukan eksekusi bangunan karaoke di Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Beredar kabar, kawasan Pungkruk bakal didirikan pabrik baja. Hal itu dikatakan Hery Londo, selaku pendamping Paguyuban Pengusaha Pungkruk (Papepung).

Menurut Hery, dirinya memiliki bukti terkait rencana pembangunan pabrik baja tersebut. Bahkan, dirinya juga menunjukkan beberapa berkas dari perusahaan yang akan membangun pabrik itu. Misalnya maket pembangunan dan beberapa surat penting lainnya.

”Saya punya salinan surat dari PT. Mulia Dinastika Indonesia terkait rencana pembangunan pabrik baja. Proyek itu sangat besar, dan bisa jadi itu yang menjadi alasan kenapa Pemkab Jepara ngotot melakukan pembongkaran,” kata Hery kepada MuriaNewsCom, Senin (7/9/2015).

Menurutnya, dalam maket pembangunan pabrik tersebut memang ada beberapa bangunan karaoke di Pungkruk yang harus diratakan dengan tanah, agar dapat digunakan untuk akses jalan ke lokasi yang akan didirikan pabrik baja itu. Rencananya, pabrik akan dibangun di sisi selatan jalan atau di sekitar lapangan tembak.

”Kalau hanya untuk penataan biasa, kenapa harus dibongkar sekarang. Padahal pembangunannya saja bertahap. Itu harus menjadi pertanyaan besar,” imbuhnya.

Sementara itu, pihak Pemkab Jepara sampai berita ini ditulis belum memberikan klarifikasinya. Rencananya, pembongkaran bangunan karaoke Pungkruk akan dilakukan lagi pada 9 September nanti. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Tak Hanya Sita Peralatan Karaoke, Satpol PP Jepara Juga Amankan Miras dan Dadu

Satpol PP Jepara menggelar razia tempat karaoke tadi malam. Petugas menyita peralatan karaoke dan miras serta peralatan judi dadu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Satpol PP Jepara menggelar razia tempat karaoke tadi malam. Petugas menyita peralatan karaoke dan miras serta peralatan judi dadu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Jepara melakukan razia ke sejumlah tempat karaoke di Kabupaten Jepara, pada Sabtu (5/9/2015) malam. Dari hasil razia itu, Satpol PP menemukan tempat karaoke yang masih nekat beroperasi. Akibatnya, peralatan karaoke seperti mic, DVD player, mixer disita aparat. Bahkan, aparat juga menyita minuman keras (miras) dan peralatan judi dadu.

Barang bukti itu disita dari salah satu pemilik tempat karaoke yang berada di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo,Kecamatan Mlonggo, Jepara. Tempat karaoke tersebut diketahui milik Ana Kaswati, warga Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Jepara.

”Melalui surat edaran bupati, Pemkab Jepara melarang tempat karaoke beroperasi. Sehingga, dalam razia kali ini langsung kami tindak tegas,” ujar Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa melalui Kepala Seksi Ketertiban Umum Anwar Sadat kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, sesuai intruksi Bupati Jepara, bahwa khusus tempat karaoke di Pungkruk,selain dilarang beroperasi, sampai tanggal 9 September nanti pemilik karaoke diminta untuk membongkar bangunannya sendiri.

”Kalau sampai lewat tanggal tersebut belum dibongkar, maka akan dirobohkan oleh petugas,” imbuhnya. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Satpol PP Jepara Sita Peralatan Karaoke di Pungkruk

Kepala ketertiban umum Satpol PP Jepara Anwar Sadat menyita peralatan karaoke di salah satu tempat karaoke di Pungkruk lantaran nekat beroperasi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kepala ketertiban umum Satpol PP Jepara Anwar Sadat menyita peralatan karaoke di salah satu tempat karaoke di Pungkruk lantaran nekat beroperasi (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meski pelarangan tempat karaoke beroperasi telah dikeluarkan, namun masih saja ada beberapa tempat karaoke di Kabupaten Jepara yang tetap melayani tamu. Salah satunya karaoke yang berada di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara.

Akibatnya, Satpol PP Kabupaten Jepara yang melakukan razia pada Sabtu (5/9/2015) malam hingga Minggu (6/9/2015) dini hari, terpaksa menyita peralatan karaoke mereka. Seperti mic, DVD player, mixer dan peralatan karaoke lainnya.

Kepala Satpol PP Jepara Trisno Santosa melalui Kepala Seksi Ketertiban Umum Satpol PP Jepara Anwar Sadat mengatakan, Satpol PP menggelar razia rutin untuk ketertiban dan keamanan terutama terkait pelarangan karaoke di Jepara.

”Apalagi di Pungkruk telah diberikan peringatan secara khusus agar tidak beroperasi lagi. Menjelang eksekusi bangunan tahap dua ini, pengusaha karaoke semestinya melakukan persiapan untuk membongkar sendiri bangunan mereka,” ujar Anwar Sadat kepada MuriaNewsCom.

Razia malam tadi digelar Satpol PP bersama aparat keamanan lainnya, yakni kepolisian dan TNI dari Kodim 0719/Jepara. Anwar Sadat kembali menegaskan bahwa sesuai perbup yang ada, karaoke di Jepara dilarang beroperasi. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)

Pungkruk Panas, Pemkab Jepara Bantah Lempar Tanggung Jawab

Suasana audiensi LSM di ruang serbaguna DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Suasana audiensi LSM di ruang serbaguna DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)pungkruk

 

JEPARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara membantah adanya anggapan dari komunitas Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang menyatakan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) saling lempar tanggung jawab dalam penanganan Karaoke Pungkruk.

Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan (Disparbud) Jepara Mulyaji mengatakan, penanganan kawasan karaoke Pungkruk sudah dilakukan jauh hari melalui kajian komprehensif di bawah kendali bupati Jepara dan wakil bupati.

“Penanganan karaoke Pungkruk tidak bisa hanya dilakukan oleh satu dinas/instansi saja, akan tetapi beberapa instansi terkait. Hal ini, agar proses pembangunan dan penataan dapat berjalan dengan tepat,” kata Mulyaji, Jumat (4/9/2015).

Setidaknya ada tujuh instansi/dinas yang terlibat dalam proses penanganan ini. Di antaranya yaitu, Badan Perencanaan Pembangunan daerah (Bappeda), Satpol PP, Dinas Ciptaruk, PU dan DESDM, Koperasi dan UMKM serta Disparbud Jepara.

“Masing –maisng dinas memiliki peran yang berbeda. Misalnya, bappeda memiliki tugas untuk merancang anggaran dalam APBD maupun RAPBD. Kemudian Satpol PP untuk penertiban. Sedangkan dinas Ciptaruk untuk mendesain kawasan Pungkuk dalam bentuk site plane maupun master plan. Sekaligus untuk pelaksanaan pembangunan. Sedangkan Disparbud sendiri, berperan dalam pemanfaatan dan pengelolaan aset nantinya,” terangnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Tiba-Tiba Ada LSM Bicara Pedas soal Pungkruk Jepara 

 

Suasana audiensi LSM di ruang serbaguna DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Suasana audiensi LSM di ruang serbaguna DPRD Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Permasalahan Pungkruk Jepara sampai saat ini pembicaraan yang masih hangat bagi sebagian kalangan. Kali ini giliran Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Kabupaten Jepara yang melakukan audiensi ke DPRD Jepara. Mereka meminta agar eksekusi bangunan Pungkruk dilakukan secara bijaksana.

Ibnu Santoso, perwakilan aktifis LSM mengungkapkan, sampai saat ini yang menjadi masalah adalah  pemkab kurang  memahami keinginan pengusaha. Cara-cara yang dilakukan juga tidak baik dan terlalu ekstrim.

“Pemkab harus mencari metode terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. kita ini malu jika melihat kondisi di Pungkruk dan menginginkan situasi Jepara kondusif,” kata Ibnu, Jumat (4/9/2015).

Bahkan, perwakilan lainnya, Hery juga menyatakan, seharusnya ada draf MoU yang jelas yang ditawarkan pada para pengusaha Pungkruk. Supaya ke depannya apa yang direncanakan bisa benar-benar dipertanggungjawabkan.

”Masalah ini harus diselesaikan dengan bijaksana. Dinas juga jangan saling lempar,” tegasnya.

Hadir dalam audiensi itu, Wakil Ketua DPRD Jepara Pratikno, sejumlah anggota komisi A dan B DPRD Jepara, Asisten 1 Setda Jepara Ahmad Junaidi, Perwakilan Satpol Pp Nuril Abdillah, Kepala Dinas Cipta Karya Azhar Ekanto, Kepala Disparbud Mulyaji dan sejumlah perwakilan SKPD terkait.

Menanggapi aktivis LSM tersebut, Wakil Ketua DPRD Jepara Aris Isnandar mengatakan, sebelum rencana eksekusi kembali yang dilakukan oleh Pemkab Jepara pada 9 September mendatang, pemkab harus melakukan sosialisasi dan melakukan musyawarah kembali dengan para pengusaha yang ada di Pungkruk. “Kita menginginkan pembongkaran bangunan itu disepakati oleh semua pihak. Kalau bisa, pengusaha sendiri yang melakukn pembongkaran dan disaksikan oleh bersama,” katanya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Pelaku Penembakan Pengusaha Pungkruk Peroleh Pistol via Online

Doni Lesmono pelaku penembakan di Pungkruk, wajahnya lebam akibat amukan warga setempat karena melukai salah satu pengusaha Pungkruk, Mulud. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Doni Lesmono pelaku penembakan di Pungkruk, wajahnya lebam akibat amukan warga setempat karena melukai salah satu pengusaha Pungkruk, Mulud. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pelaku penembakan di Pungkruk Desa Mororejo Mlonggo Jepara, Doni Lesmono mengaku mendapatkan pistol dari hasil membeli via online. Dia mengaku, mendapatkan pistol tersebut dari salah seorang penjual online di Solo dengan harga Rp 1,8 jutaan.
Sehari-hari pistol tersebut digunakan untuk berburu burung dan hewan-hewan lainnya. Namun, ketika dia main ke tempat karaoke Pungkruk, dia membawa pistol tersebut dan disimpan di balik baju yang dia kenakan.

”Saya dapetnya dari Solo lewat online. Saya juga punya senapan angin. Semua orang Karimunjawa tahu saya hobi berburu,” terang pria asli Desa Krasak Bangsri yang saat berdomisili di Karimunjawa itu.
Dia mengaku, datang ke Pungkruk, semata-mata memang mencari hiburan untuk karaoke dan minum minuman keras. Lantaran mabuk berat, dia melakukan aksi kriminal itu.

”Tidak ada motif apapun saat saya menembak korban. Semata saat itu saya sedang emosional,” aku Doni, saat diperiksa di Satreskrim Polres Jepara, Kamis (3/9/2015).

Doni menceritakan, saat kejadian dirinya tengah mabuk. Setelah sebelumnya menenggak minuman keras di salah satu cafe karaoke. Dia tersinggung lantaran ditegur dengan kalimat yang dirasa tidak enak oleh salah satu pemilik warung kelontong di kawasan itu. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pelaku Penembakan Mulud Dimassa dan Dilaporkan Polisi

Tersangka penembakan di Pungkruk berhasil diamankan polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Tersangka penembakan di Pungkruk berhasil diamankan polisi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Salah satu pengusaha karaoke Pungkruk Mulud menderita luka tembak di leher dan perut akibat ditembak oleh salah seorang pemuda. Karena Mulud mencoba melerai cekcok antara pemuda tersebut dengan salah satu penjual makanan di Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo Jepara, sekitar pukul 03.30 WIB, Kamis (3/9/2015).

Beruntung, pelaku yang diketahui bernama Doni Lesmono (28), warga Desa Karimunjawa itu dapat diamankan polisi. Bahkan, sebelum diamankan polisi, pemuda yang mabuk ketika melakukan aksinya itu sempat dimassa oleh warga yang ada di sekitar lokasi peristiwa penembakan.

”Saya dibantu pemuda desa yang berkumpul di lokasi dan akhirnya berhasil meringkusnya. Selanjutnya saya melaporkan kejadian ini ke Mapolsek Mlonggo,” ujar Mulud kepada MuriaNewsCom, Kamis (3/9/2015).

Mulud mengungkapkan, kemungkinan besar pelaku melakukan tembakan bermotif tersinggung karena ditegur. Pelaku sediri dalam keadaan mabuk. Sebab dari mulut pelaku tercium bau alkohol. Akibat kejadian ini, Mulud harus dirawat intensif di RSUD Kartini. Peluru yang bersarang di tubuhnya belum diambil lantaran menunggu dokter bedah.

KBO Satreskrim Polres Jepara Ipda Chandra mengaku sampai saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku. Untuk sementara ini, pelaku dikenakan pasal penganiayaan. Dimungkinkan juga akan ditelusuri mengenai kepemilikan senjata pistol yang digunakan untuk menembak Mulud. ”Kami akan telusuri kasus ini,” ucapnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pengusaha Pungkruk Ditembak Seorang Pemuda

Mulud dirawat di RSUD Kartini setelah terkena tembakan di bagian leher dan perutnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Mulud dirawat di RSUD Kartini setelah terkena tembakan di bagian leher dan perutnya. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Salah satu pengusaha karaoke yang juga menjadi juru bicara para pengusaha karaoke Pungkruk selama isu pembongkaran, Mulud pagi tadi sekitar pukul 03.30 WIB ditembak dengan pistol. Akibatnya, Mulud mengalami luka pada bagian leher dan perut sehingga terpaksa dilarikan ke RSUD Kartini Jepara, Kamis (3/9/2015).

Pelaku penembakan adalah seorang pemuda yang menjadi tamu di salah satu tempat karaoke di Pungruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Peristiwa bermula dari percekcokan antara pelaku dengan salah seorang penjual makanan yang dikenal dengan Bu Sri. Kemudian, Mulud mencoba melerai, tapi justru dia terkena amukan pemuda itu dan ditembak dengan menggunakan pistol air soft gun.

”Percekcokan dengan Bu Sri karena pemuda itu menyalakan sepeda motor dengan keras dan di-bleyer. Kemudian Bu Sri marah dan pemuda itu diminta pulang. Melihat itu, saya coba lerai tapi pemuda itu melawan dan mengeluarkan pistol,” terang Mulud kepada MuriaNewsCom, Kamis (3/9/2015).

Seketika itu juga, Mulud ditembak pada bagian leher. Peroleh tembakan, Mulud melakukan perlawanan untuk coba meringkus pelaku. Soalnya, Mulud kembali dapat tembakan pada perut sisi kiri. ”Pelaku sempat melakukan tembakan sebanyak lima kali. Hanya saja tembakan yang mengenai saya sebanyak dua kali,” terang dia. (WAHYU KZ/TITIS W)

Tim Khusus Pembangunan Pungkruk Disiapkan

Kawasan Pungkruk Jepara tampak dibongkar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kawasan Pungkruk Jepara tampak dibongkar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Selain menyiapkan perencanaan untuk alokasi dana, Pemkab Jepara juga akan membentuk tim khusus untuk mengurusi pembangunan Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, sebagai kawasan wisata kuliner. Hal itu dikatakan Kabag Humas Pemkab Jepara Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Menurut Hadi, tim tersebut akan dibentuk agar kegiatan pembangunan bisa fokus dan tidak serampangan.

Keputusan tersebut berdasarkan rapat kordinasi dengan instansi terkait yang dipimpin oleh Wakil Bupati itu diikuti Asisten Pemerintahan, Kepala Disparbud Jepara, Kepala Bina Marga, Pengairan dan ESDM, Kepala Dinas Ciptaruk, Kepala Satpol PP, sejumlah kepala bagian, dan Camat Mlonggo.

“Dalam waktu dekat, Pemkab Jepara melalui Satpol PP akan melakukan sosialisasi dan cipta kondisi sebelum pembongkaran tahap kedua dilakukan. Pemkab memberikan jangka waktu sepekan usai sosialisasi dilakukan. Teknis sosialisasi sepenuhnya diserahkan Satpol PP. Baik jadwal dan tata caranya,” terang Hadi.

Dia juga menambahkan, rapat itu juga menghasilkan kepastian jika bangunan karaoke dan kuliner di Pungkruk tetap akan dibongkar sebagai tindak lanjut pembongkaran pada 19 Agustus lalu yang hanya berhasil membongkar penuh dua bangunan karaoke. Serta hanya menyentuh sedikit dua bangunan karaoke lainnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Bangun Pungkruk Jepara Minta Bantuan Pemprov

Kawasan Pungkruk Jepara tampak dibongkar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Kawasan Pungkruk Jepara tampak dibongkar beberapa waktu lalu. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pemkab Jepara telah berkomitmen untuk membangun Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara, menjadi kawasan wisata kuliner. Jika sebelumnya Pemkab menyatakan telah menyiapkan alokasi dana dari APBD, kali ini Pemkab Jepara menyatakan meminta bantuan Provinsi.

Hal itu disampaikan Kabag Humas Pemkab Jepara Hadi Priyanto usai mengikuti rapat terkait masalah Pungkruk dengan Forkopinda dan instansi terkait, Senin (31/8/2015). Menurutnya, dari hasil rapat tersebut, Pemkab Jepara tahun ini menyiapkan anggaran Rp 1,2 miliar untuk membangun kawasan Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo. Anggaran itu diambilkan dari APBD Jepara dan Bantuan Provinsi.

“Dalam pembangunan Pungkruk nanti, Pemkab Jepara akan menganggarkan Rp 200 juta untuk pengembangan kawasan kuliner. Adapun Banprov juga akan diprioritaskan untuk pembangunan fasilitas yang sama, serta pembangunan fasilitas lainnya,” ungkap Hadi kepada MuriaNewsCom, Senin (31/8/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, pembangunan Pungkruk tersebut membutuhkan dana yang sangat besar. Sehingga Pemkab Jepara membutuhkan bantuan baik dari Provinsi maupun pusat. Untuk rencana sendiri, pembangunan dilakukan bertahap.
“Kalau dari APBD sendiri paling tidak butuh sekitar tiga atau empat kali penganggaran,” imbuhnya. (WAHYU KZ/AKROM HAZAMI)

Lokasi Usaha Kuliner Jadi Prioritas Pembangunan Pungkruk

Desain pembangunan Pungkruk yang ditunjukkan Dinas Ciptaruk. Nantinya Pungkruk bakal dibangun jadi wisata kuliner dengan mengandalkan dana APBD. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Desain pembangunan Pungkruk yang ditunjukkan Dinas Ciptaruk. Nantinya Pungkruk bakal dibangun jadi wisata kuliner dengan mengandalkan dana APBD. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Meski pembangunan Pungkruk Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo sebagai pusat wisata kuliner dengan banyak fasilitas bermain. Lokasi usaha kuliner atau los besar bakal menjadi skala prioritas di tahap awal. Sebab konsep utama penataan kawasan itu adalah pengembalian fungsi ke pusat wisata kuliner.

”Dalam perencanaan, fasilitas yang sudah ada tetap akan dimanfaatkan, kemudian dikembangkan dan yang menjadi skala prioritas tahap awal adalah los usaha kuliner,” ujar Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya,  pembangunan kawasan itu berintegrasi dengan fasilitas wisata yang sudah ada sebelumnya. Seperti taman dan sejumlah bangunan tempat berjualan. Dia juga menerangkan, pengusaha karaoke di kawasan Pungkruk dipastikan bisa ditampung di tempat usaha kuliner yang dibangun baru maupun pengembangan tempat yang sudah ada.

”Jika mereka berkenan, bisa memanfaatkan los yang segera dibangun untuk usaha kuliner,” ungkapnya.

Sampai saat ini, belum ada perubahan soal kelanjutan perobohan bangunan karaoke. Pemkab Jepara berkomitmen melakukan pembongkaran tahap kedua, dan bakal banyak bangunan yang dirobohkan.

”Sampai menunggu saat itu, Satpol PP terus melakukan razia sekaligus sosialisasi,” imbuhnya. (WAHYU KZ/TITIS W)

Pungkruk Bakal Andalkan APBD?

Pembongkaran bangunan pungkruk tahap pertama, beberapa waktu lalu. Nantinya Pungkruk bakal dibangun jadi wisata kuliner dengan mengandalkan dana APBD. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Pembongkaran bangunan pungkruk tahap pertama, beberapa waktu lalu. Nantinya Pungkruk bakal dibangun jadi wisata kuliner dengan mengandalkan dana APBD. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

JEPARA – Pembangunan dan penataan kawasan Pungkruk turut Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, ditaksir mencapai belasan miliar rupiah. Namun, Pemkab Jepara berencana hanya mengandalkan dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Jepara.

Hal itu disampaikan Kepala Bagian Humas setda Jepara Hadi Priyanto. Menurutnya, pengembangan kawasan Pungkruk Desa Mororejo pascapembongkaran bangunan karaoke sepenuhnya bakal menggunakan dana APBD. Hanya saja, pembangunan tidak bisa dilakukan dalam satu periode anggaran.

”Berdasarkan rancangan yang sudah ada, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 12 miliar. Dengan dana sebesar itu, maka pembangunan tidak bisa langsung dilakukan dalam satu tahun anggaran. Kemungkinan tiga hingga empat tahun anggaran. Pembangunan akan dilakukan bertahap dan berkelanjutan,” ujar Hadi kepada MuriaNewsCom.

Lebih lanjut dia mengemukakan, sejauh ini belum ada rencana yang mengarah pada kerja sama dengan pihak swasta dalam pembangunan Pungkruk sebagai tempat wisata kuliner tersebut. Justru, lanjut Hadi, tidak menutup kemungkinan jika nantinya akan meminta bantuan anggaran dari pusat melalui APBN.

”Kalau pihak swasta kok tidak mengarah kesitu ya, justru yang memungkinkan malah pusat melalui APBN,” kata Hadi. (WAHYU KZ/TITIS W)

Tahun ini, Pemkab Jepara Kucurkan Rp 200 Juta untuk Pembangunan Los Kuliner di Pungkruk

Dok murianews, pembongkaran kawasan Pungkruk.

Dok murianews, pembongkaran kawasan Pungkruk.

JEPARA – Kabag Humas Setda Jepara Hadi Priyanto mengatakan, tahun ini akan dialokasikan dana Rp 200 juta untuk pembangunan los kuliner di kawasan Pungkruk, Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara. Bahkan, untuk tahun 2016 nanti anggaran yang rencananya hanya dialokasikan Rp 1,5 miliar di APBD juga akan ditambah.

“Salah satu rekomendasi dari rapat Forkopinda adalah menambah jumlah alokasi anggaran untuk Pungkruk di APBD 2016,” kata Hadi Priyanto kepada MuriaNewsCom, Kamis (27/8/2015).

Menurut dia, pembangunan dan penataan Pungkruk menjadi pusat wisata kuliner membutuhkan dana yang sangat besar. Pembangunannya juga akan dilakukan secara bertahap. Bahkan, dalam perhitungannya, paling tidak membutuhkan waktu tiga tahun.

“Sementara ini rencana masih menggunakan dana APBD. Jadi butuh bertahap, kalau langsung tidak mampu karena butuh dana yang besar,” terangnya.

Dia menambahkan, pembongkaran tahap kedua tetap akan dilakukan. Selama menunggu proses pembongkaran kawaran Pungkruk tetap dilarang untuk karaoke. Sebagai pemantauan, pihak Satpol PP akan terus melakukan operasi. Bagi yang kedapatan melanggar, baik pemilik, PK atau pengunjung akan di proses secara hukum. (WAHYU KZ/KHOLISTIONO)