Mengerikan, Abrasi di Pulau Panjang Jepara Makin Parah

Beberapa gazebo yang digunakan wisatawan untuk menikmati pantai Pulau Panjang Jepara miring setelah terkikis abrasi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Beberapa gazebo yang digunakan wisatawan untuk menikmati pantai Pulau Panjang Jepara miring setelah terkikis abrasi. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Pulau panjang yang terletak di wilayah paling dekat dengan daratan Jepara, dan menjadi jujugan para wisatawan, justru menjadi korban abrasi. Abrasi di pulau panjang dari waktu ke waktu semakin parah, bahkan abrasi yang terjadi mampu merusak sejumlah fasilitas yang ada disana.

Dalam pantauan MuriaNewsCom, terlihat abrasi telah menghilangkan sejumlah fasilitas fisik di pulau panjang. Tak hanya menghilangkan sebagian daratan disana, tetapi juga menghilangkan pagar bahkan gazebo yang selama ini diperuntukkan bagi wisatawan.

Gazebo yang mulanya berdiri dengan jarak beberapa meter dari bibir pantai, kini sebagian telah terkena abrasi. Ada beberapa gazebo yang nyaris goroh akibat tergerus abrasi.

Kondisi itu sebenarnya telah lama dikeluhkan oleh wisatawan maupun petugas di pulau panjang. Salah satunya Arifin, petugas di pulau panjang. Menurut Arifin, abrasi terjadi di pulau panjang telah terjadi sejak beberapa tahun yang lalu. Namun, abrasi yang paling parah diakuinya terasa sejak dua tahun terakhir ini.

”Gazebo ini dibangun sekitar tiga tahun yang lalu, tetapi sudah sejak dua tahun terakhir ini terancam abrasi. Sekarang ini bahkan abrasi telah merusak gazebo,” ujar Arifin kepada MuriaNewsCom.

Menurut dia, penyebab utama terjadinya abrasi adalah akibat ombak yang ditimbulkan dari kapal cepat yang melintas di depan pintu masuk pulau panjang. Saking cepatnya kapal yang melintas, membuat air laut sampai di daratan pulau panjang.

”Kami sudah menyampaikan beberapa kali mengenai keluhan ini. Kami sudah meminta agar kapal cepat jangan lewat depan tetapi bisa lewat belakang atau memberlambat laju kapal saat melintas disini,” ungkapnya.

Dia menambahkan, selain memnyebabkan abrasi kian parah, kapal cepat khususnya yang melayani rute Jepara-Karimunjawa juga membahayakan kapal yang melayani wisatawan ke pulau panjang. Sebab, di depan pintu masuk pulau panjang banyak sekali kapal kecil yang menjadi alat transportasi penyeberangan ke pulau panjang.

Kerap kali kapal cepat membahayakan mereka baik secara langsung maupun lewat cipratan air laut yang ditimbulkan hingga mengenai kapal kecil dan penumpang di dalamnya.

Editor: Supriyadi

Wuih, Pulau Panjang Jepara Mendadak Jadi Lokasi Kamping

Sejumlah tenda mulai menghiasi pemandangan di bibir pantai Pulau Panjang Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Sejumlah tenda mulai menghiasi pemandangan di bibir pantai Pulau Panjang Jepara. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Libur panjang pekan ini banyak yang tidak ingin melewatkan begitu saja. Sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jepara ramai dikunjungi wisatawan. Salah satu yang ramai dikunjungi adalah pulau panjang. Tak hanya sekedar berkunjung dan bermain saja, tetapi mereka juga ada yang memilih untuk menginap dengan cara kamping.

Seperti pantauan yang dilakukan MuriaNewsCom, ada sekitar 20 anak muda yang melakukan kamping di kawasan pantai di pulau panjang, Jumat (6/5/2016). Mereka kamping dengan mendirikan sejumlah tenda kecil.

”Kami sudah sampai disini Kamis (5/5/2016) kemarin disini. Rencananya nanti sore kami pulang karena memang agendanya nginap cuma dua hari, satu malam saja,” ujar salah satu wisatawan yang kamping di pulau panjang, Febri kepada MuriaNewsCom, Jumat (6/5/2016).

Febri yang kamping bersama belasan teman lainnya mengaku berasal dari salah satu perguruan tinggi di kota Semarang. Agenda kamping yang dilakukan, selain untuk menikmati masa liburan juga sekaligus untuk agenda perkumpulan kelompok belajar.

”Ini kami sekalian melakukan serahterima jabatan kelompok kami di kampus. Ya liburan sekaligus melakukan agenda penting,” katanya.

Sementara itu, salah satu petugas di pulau panjang, Arifin mengatakan, bahwa sejumlah orang yang melakukan kamping dengan mendirikan tenda sudah meminta ijin. Pihaknya pun mengijinkannya.

“Sudah ijin mas, sudah membayar retribusi juga. Mereka ijinnya kamping di pinggir pulau atau di pantai, bukan di dalam,” kata Arifin.

Editor: Supriyadi

Liburan Panjang, Pulau Panjang Jepara Banjir Pengunjung

Para pengunjung Pulau Panjang berjubel di pintu masuk pulau, Jumat (6/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

Para pengunjung Pulau Panjang berjubel di pintu masuk pulau, Jumat (6/5/2016). (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Momen libur panjang hingga akhir pekan nanti nampaknya menjadi waktu yang menguntungkan bagi sejumlah tempat wisata di Kabupaten Jepara. Salah satunya di pulau panjang. Pulau yang letaknya cukup dekat dari daratan Jepara itu menjadi salah satu tujuan wisatawan.

Pulau panjang masih menjadi tempat favorit bagi sebagian wisatawan baik dalam maupun luar kota. Sejak Kamis (5/5/2016) kemarin, kunjungan wisatawan ke pulau panjang membludak, terutama yang datang dari jalur pantai Bandengan.

Hilir mudik kapal penumpang yang melayani penyeberangan ke pulau panjang terlihat tanpa henti. Beberapa kapal tersebut secara bergantian mengangkut penumpang baik dari maupun ke pulau panjang dengan membawa sedikitnya 25 penumpang sekali angkut.

Salah satu petugas di pulau panjang Arifin mengatakan, sejak libur kemarin, kunjungan wisatawan ke pulau panjang meningkat drastic dibanding hari biasa. Bahkan untuk libur panjang ini sudah ada ratusan wisatawan pada pagi hingga siang hari.

”Sore hari juga masih banyak yang berkunjung. Ada yang berkunjung sekedar jalan mengitasi pulau, ada juga yang foto-foto, ada yang ziarah ke makam serta ada pula yang camping,” terangnya.

Sementara itu, salah seorang pengunjung asal Kabupaten Pekalongan, Basir mengatakan, dia senang bisa memenuhi keinginan untuk menyeberang ke pulau panjang. Sebab, keinginannya untuk ke pulau panjang sudah cukup lama namun baru kali ini bisa keturutan.

”Sudah lama ingin ke pulau panjang, baru kali ini keturutan. Saya senang sekali, meskipun tidak istimewa, tetapi untuk di Jawa Tengah, pulau panjang sudah cukup bagus,” katanya.

Editor: Supriyadi