Catat, Kirab Dandangan Kudus Digelar 5 Juni

Bupati Kudus Musthofa menabuh bedug sebagai tanda dimulainya puasa tahun lalu. (MuriaNewsCOm/Faisol Hadi)

Bupati Kudus Musthofa menabuh bedug sebagai tanda dimulainya puasa tahun lalu. (MuriaNewsCOm/Faisol Hadi)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kirab Dandangan yang dilangsungkan tahun ini, di jadwal pada lima Mei mendatang. Pada acara tersebut, nantinya akan diikuti oleh ribuan peserta.

Kabid Pariwisata pada Disbudpar  Dwi Yusi Sasepti mengatakan, pelaksanaan kirab Dandangan memang akan dilakukan pada lima Juni atau sehari sebelum puasa. Hal itu dilakukan sesuai kesepakatan dan seperti tahun-tahun sebelumnya.

‚ÄĚDalam kegiatannya bukan hanya kirab saja, namun juga terdapat penabuhan bedug dan pengumuman kalau keesokan harinya sudah masuk bulan puasa,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Lantaran kirab juga dilakukan pengumuman puasa, maka jadwal juga dapat berubah. Jika puasa tidak mundur dari jadwal kalender, maka kirab juga mengikuti dengan sehari sebelum puasa

Menurutnya, pada kirab kali ini terdapat perbedaan dari tahun sebelumnya. Dinas sudah mengevaluasi mana saja yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan.

“Pesertanya ada 20 sekolah di perkotaan. Sekolah tersebut terdiri dari SMP dan SMA. Selain itu, rintisan desa wisata juga dilibatkan dalam berlangsungnya kirab,” imbuhnya

Dia mengatakan untuk tiap kelompok terdiri dari puluhan orang. Bahkan untuk sekolah saja sudah dikuti 750 siswa, belum lagi dengan peserta lainnya sehingga peseta mencapai ribuan.

“Perbankan juga ada yang ikut, mereka sangat antusias dengan menjadi tokoh kanjeng sunan Kudus,” imbuhnya.

Editor: Supriyadi

Lapar Berpuasa, Belanja Online Jadi Pilihan

Agus Suharto (24), warga Desa Tlogowungu tengah berburu sepatu di situs belanja online, Minggu (28/6/2015). Menurutnya, belanja online lebih tepat dilakukan untuk kalangan yang sibuk di tengah Ramadan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

Agus Suharto (24), warga Desa Tlogowungu tengah berburu sepatu di situs belanja online, Minggu (28/6/2015). Menurutnya, belanja online lebih tepat dilakukan untuk kalangan yang sibuk di tengah Ramadan. (MuriaNewsCom/Lismanto)

PATI – Di tengah arus informasi teknologi yang semakin membumi, belanja berbagai macam fashion selama Ramadan juga dilakukan di situs jual beli online. Sama halnya dengan Agus Suharto (24), warga Desa Tlogowungu yang lebih memilih belanja online ketimbang belanja konvensional.

Hal ini dilakukan, lantaran kerja di tengah bulan Ramadan banyak menguras tenaga. Dengan demikian, belanja online menjadi salah satu cara untuk belanja sembari bekerja di dalam kantor.

“Dalam Ramadan ini, saya sudah beli tiga kali di situs belanja online. Pertama, beli helm, lalu jam tangan dan sepatu. Semua saya beli untuk persiapan Lebaran nanti,” ujarnya kepada MuriaNewsCom, Minggu (28/6/2015).

Ia mengatakan, salah satu alasan belanja online selama Ramadan karena alasan praktis dan banyak diskon. “Untuk pekerja yang cukup sibuk, belanja online jadi alasan tepat. Selain itu, banyak diskon juga,” imbuhnya.

Kendati begitu, ia mengaku puas belanja di pasar konvensional, karena bisa melihat dan memilih langsung barang yang akan dibeli. “Di Pati banyak pasar konvensional, baik pasar modern maupun tradisional yang menyediakan perlengkapan lebaran. Rencananya, saya akan beli di pasar tiga hari sebelum lebaran,” pungkasnya. (LISMANTO/SUPRIYADI)