Bingung PTSL Berbayar Atau Tidak, Begini Penjelasan Kepala Kantor Pertanahan Jepara

Ilustrasi

MuriaNewsCom, Jepara – Tahun depan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) akan dimulai. Jepara dibebani target sebanyak 44 ribu bidang tanah. Lalu terkait biaya, apakah program itu gratis atau berbayar?

Heri Sulistiyo Kepala Kantor Pertanahan Jepara menjelaskan, pada program PTSL tetap ada sejumlah biaya yang dikeluarkan untuk pra kegiatan sepanjang tak dianggarkan. Di antaranya, seperti patok, fotokopi berkas, materai dan tenaga dari desa. 

Dirinya mengungkapkan, hal itu berlaku juga untuk program operasi nasional agraria atau Prona. Hanya saja, tidak ditampilkan secara lugas. 

“Yang gratis itu penerbitan sertifikat. Untuk biaya materai, fotokopi berkas pembuatan patok maupun tenaga desa selama ini tidak ditampilkan secara lugas. Sehingga kami minta ada perbup atau perdes,” katanya, Senin (13/11/2017). 

Oleh karenanya, pihaknya meminta agar dalam program PTSL 2018, sejumlah biaya yang dibebankan kepada masyarakat karena tidak dianggarkan pemerintah, bisa dituangkan dalam Peraturan Bupati ataupun Peraturan Desa. Hal itu sesuai dengan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang (Badan Pertanahan Nasional) nomor 12 tahun 2017. 

Didalam peraturan tersebut, diharapkan muncul angka maksimal terkait biaya PTSL. Ia berharap hal itu dapat menjembatani perbedaan kondisi tiap-tiap wilayah. 

“Harapannya, sebelum kegiatan dimulai payungnya (perbup atau perdes terkait PTSL) karena pada Januri (2018) kita sudah harus mulai,” tuturnya. 

Heri menandaskan, bahwa biaya tersebut terlepas dari kantor pertanahan. Artinya biaya tersebut, dipertuntukan untuk biaya pra kegiatan, yang dilakukan di tingkat desa.  

Terkait target pendaftaran 44 ribu bidang tanah, Heri yakin pihaknya bisa menunaikannya. Bahkan ia menargetkan, bisa melakukan pendaftaran untuk 55 ribu bidang tanah. 

Editor: Supriyadi

BPN Pati Targetkan 40.000 Sertifikat Tanah Gratis Rampung Akhir 2017

Seorang pegawai tengah memproses sertifikat tanah program PTSL di Kantor BPN Pati. (MuriaNewsCom/Lismanto)

MuriaNewsCom, Pati – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pati menargetkan 4.000 sertifikat tanah program pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL) selesai hingga akhir 2017.

PTSL merupakan program percepatan sertifikasi tanah semacam prona. Masyarakat penerima program itu tidak dikenakan biaya sepeser pun.

Hanya saja, warga penerima program PTSL mengurus sendiri pembelian patok dan kebutuhan lainnya yang disepakati bersama perangkat desa.

“Kalau dari BPN Pati nol persen. Ini sudah menjadi instruksi dari Presiden Jokowi,” ujar Kepala BPN Pati Yoyok Hadimulyo Anwar, Senin (9/10/2017).

Pati sendiri mendapatkan jatah PTSL terbanyak kedua di Jawa Tengah, yaitu sebanyak 40.000. Sampai saat ini, BPN Pati sudah menyelesaikan sekitar 15.200 sertifikat dan 32.700 pengukuran tanah.

Yoyok menargetkan pengukuran tanah akan rampung pada akhir Oktober 2017, sedangkan sertifikat tanah sebanyak 40.000 ditarget selesai pada akhir 2017. Karena itu, dia berharap tidak kendala yang berarti dalam melaksanakan program tersebut.

Dia menambahkan, program PTSL sebanyak 40.000 merupakan yang pertama kali dan terbanyak sepanjang sejarah di Kabupaten Pati. Sebab, Pati biasanya hanya mendapatkan jatah 15.000 hingga 20.000 bidang tanah saja.

“Bertepatan dengan Hari Agraria Nasional, kami sudah menginstruksikan kepada semua pegawai untuk bisa melayani masyarakat dengan baik. Terkait program PTSL, kami berharap bisa menyelesaikannya sesuai dengan target,” pungkasnya.

Editor : Ali Muntoha