Tahun Depan 44 Ribu Tanah di Jepara Ditarget Sudah Terdaftar

Sosialisasi tentang Persiapan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap  (PTSL) 2018 di Pendapa Kabupaten Jepara, Selasa (7/11/2017). (MuriaNewsCom/Padhang Pranoto)

MuriaNewsCom, Jepara – Kantor Pertanahan Jepara menargetkan 44.000 bidang tanah di kabupaten tersebut terdaftar dalam Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018. Pelaksanaan PTSL 2018 akan dilaksanakan secara penuh dan tak lagi sporadis. 

“Kegiatan PTSL 2018 berbeda dengan tahun 2017. Kalau tahun depan akan dilakukan secara lengkap, blok demi blok, hamparan demi hamparan, satu desa penuh atau tanah pertanian lengkap. Sementara pada kegiatan sebelumnya dilaksanakan secara sporadis,” kata Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Jepara Heri Sulistiyo, Selasa (7/11/2017) seusai sosialisasi Persiapan PTSL 2018 kepada aparat desa/kelurahan se Jepara, di Pendapa Pemkab Jepara. 

Ia mengungkapkan, dalam pelaksanaannya, tim panitia judikasi akan datang ke lokasi yang telah ditentukan, untuk melaksanakan pengukuran tanah. Nantinya, tanah yang diukur tersebut akan dibagi-bagi menjadi empat klaster, dari K1 sampai K4. 

Heri menuturkan, klaster K1 adalah bidang tanah terukur yang akan diterbitkan sertifikat. Sementara K2 adalah bidang tanah terukur yang bisa diterbitkan sertifikat namun statusnya masih dalam sengketa.

Selanjutnya K3 adalah bidang tanah yang statusnya menunggu peraturan perundang-undangan. Adapun K4 adalah bidang tanah terukur yang tidak diterbitkan sertifikat, karena sudah memiliki sertifikat sebelumnya.

Outputnya nanti kita akan memiliki peta tunggal pendaftaran tanah. Dengan hal itu, maka seluruh tanah di Indonesia memiliki identitasnya sendiri. Hal itu akan memudahkan dalam perencanaan pembangunan, berdasarkan peta. Sehingga mudah bila nantinya akan membangun jalan tol misalnya, berapa luas tanah yang terdampak berikut pemiliknya bisa diketahui,” urainya. 

Data dari Kantor ATR/BPN Jepara, Dari 639.386 jumlah bidang tanah, baru 218.967 bidang tanah terdaftar. Sisanya 420.419 bidang tanah belum terdaftar.

Sementara dari total luas bidang tanah yang mencapai 100.006 hektare,  bidang tanah yang belum terukur mencapai 74.018 hektare atau 74 persen. Adapun luas bidang tanah yang telah terukur sebanyak 25.988 hektare.

“Harapannya, petinggi dan pihak-pihak terkait memahami mekanisme pendaftaran. Selanjutnya melakukan persiapan pendaftaran yang melibatkan seluruh komponen masyarakat,” harap Heri.

Sementara itu, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi meminta kepala desa untuk menyosialisasikan hal itu kepada warga masing-masing.

“Kami meminta agar program ini segera disosialisasikan kepada warga. Karena tanah yang telah memiliki surat resmi  akan mendatangkan banyak manfaat bagi warga itu sendiri,” tutur dia. 

Editor : Ali Muntoha