PTM Sukun Boyong 9 Medali di Kejuaraan Piala Rektor USM

MuriaNewsCom, Kudus – Tim PTM Sukun berhasil mendulang prestasi di ajang Piala Rektor Universitas Semarang (USM). Tak tanggung-tanggung, tim yang berdomisili di Kudus ini berhasil membawa pulang sembilan medali.

Sembilan medali tersebut terdiri dari empat medali emas, satu perak, dan empat perunggu. Dengan hasil itu, PTM Sukun berhasil membuktikan diri sebagai tim terkuat di ajang tersebut.

Ketua Pelaksana PTM Sukun M Koesrin mengatakan, empat medali emas tersebut disumbang oleh Hafid (tunggal kadet putra), Dwi Okta (tunggal kadet putri), Ridho (tunggal senior Non PON putra), dan Hafid (tunggal junior ptra). Sementara untuk medali perak disumbang Neni yang bermain di tunggal junior putri).

”Kalau yang perunggu ada Safira di tunggal junior putri, Zidna di tunggal senior Non PON, dan Aminah yang bermain di tunggal junior putri dan tunggal senior non PON,” ujarnya.

Hasil itu, lanjut Koesrin, semakin menambah rentetan prestasi yang ditorehkan para pemain PTM Sukun. Hanya, ia berharap prestasi tersebut akan semakin bertambah di kejuaran-kejuaraan yang akan diikuti mendatang.

Editor: Supriyadi

Juarai Wartono Cup 2018, PTM Sukun Ogah Berpuas Diri

MuriaNewsCom, Kudus – Setelah menyabet juara pada ajang tenis beregu Wartono Cup 2018, PTM Sukun tak lantas berpuas diri. Tim pelatih akan mengevaluasi beberapa aspek dan terus berlatih untuk menghadapi event selanjutnya.

Koesrin, Ketua Pelaksana ajang Wartono Cup 2018 merasa bersyukur akan capaian tim. Kedepan, pihaknya akan terus menyelenggarakan ajang tersebut.

“Kita harus bisa mempertahankan prestasi ini. Untuk ajang Wartono Cup dengan format beregu mirip seperti Sudirman Cup kita terus pertahankan, agar memacu Persatuan Tenis Meja untuk menciptakan regenerasi tenis meja,” ujarnya Senin (19/2/2018).

Pelatih PTM Sukun Kudus Henny Sandra Nurwati menyebut, permainan anak asuhnya cukup baik. Saat melawan PTM Ancol Barat Jakarta, dirinya telah mengetahui kekuatan lawan di atlet putera seimbang dengan anak asuhnya.

“Kita satu litting dengan Jakarta, namun kita unggul di kelas putri. Kemungkinan kemarin kita bisa menang 3-0, namun karena potensi di pemain putra 50-50 kita kalah disitu, namun menang di pertandingan selanjutnya,” ungkap dia.

Ia mengatakan, setelah ajang Wartono Cup 2018 dirinya tak lantas berpangku diri. Pada bulan Maret pihaknya akan berlaga di Semarang, dalam kompetisi kelompok umur.

“Selain itu, nanti bulan April rencananya ada kejuaraan di Batam, nanti Oktober ada Porprov,” ungkap Henny, yang juga Ketua PTMSI Kudus itu.

Sementara itu, Ketua Pelatih PTM Sukun Kudus Edi Pramuji mengatakan akan mengevaluasi segi mental pemain. Karena, pada pertandingan di nomor Yunior, tim tersebut sempat kehilangan angka.

“Biasa itu (kehilangan angka) tidak masalah besar, lebih karena mental bertanding. Kalau di final seperti kemarin bisa saja grogi. Namun untuk itu kami akan bina agar bisa kuat mental saat melakoni kejuaraan,” pungkasnya.

Editor: Supriyadi

PTM Sukun Kudus Sapu Bersih Gelar Juara di Wartono Cup 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus menyapu bersih gelar juara dalam kejuaraan tenis meja beregu Wartono Cup 2018, Minggu (18/2/2018). Titel itu diperoleh setelah menumbangkan rivalnya dari Jakarta, PTM Ancol Barat.

Anak-anak Kudus merengkuh tiga juara pertama, yakni kelompok umur kadet, pemula dan yunior. Sedangkan, lawannya PTM Ancol Barat Jakarta menempati posisi kedua, dalam kejuaraan yang berlangsung di Sukun Sport Center, Gondosari, Gebog, Kudus, dari Jumat-Minggu (16/2/2018).

Pelatih Sukun Kudus Henny Sandra Nurwati mengatakan, bersyukur dengan hasil yang diperoleh. Namun demikian, ia melihat beberapa celah dari tim asuhannya yang perlu diperbaiki jelang pertandingan selanjutnya.

“Bahagia sekali atas capaian ini, ini melebihi target yang hanya menargetkan dua titel namun ini sapu bersih, tiga-tiganya (kadet, pemula, yunior),” katanya.

Di sisi lain, pelatih PTM Ancol Barat Jakarta Dede Fadli mengaku senang dengan capaian anak asuhnya. Meskipun hanya menempati posisi runner up.

“Senang sekali denan capaian yang kita harapkan. Meskipun kita persiapannya kurang, namun dengan kerja sama kompak semuanya bisa. Terkait keikutsertaan untuk tahun depan, mungkin saja insyallah kita akan ikut lagi, kita lihat ke depannya bagaimana,” papar pria jangkung itu.

Perwakilan Direksi PR Sukun, Helmi Tas’an Wartono mengucapkan selamat untuk para pemenang. Terkait Wartono Cup, dirinya mengaku mendukung sepenuhnya dan berkonsisten untuk melakukan pembibitan atlet-atlet pingpong muda.

“Kami berkomitmen agar dalam bidang tenis meja selalu ada upaya regenerasi pemain. Oleh karenanya ke depan kami akan berkomitmen untuk menyelenggarakan event Wartono Cup di kemudian hari,” ungkapnya.

Adapun, total hadiah yang disediakan oleh panitia sebesar Rp 70 juta. Selain itu, disediakan pula trophy bagi juara pertama.

Gelaran Wartono Cup sendiri telah diselenggarakan sebanyak empat kali. Pada tahun ini terbilang istimewa, karena sekaligus memeringati HUT ke 70 PR Sukun.

Sementara itu, untuk posisi ketiga kelompok kadet ditempati PTM Binora Klaten, PTM DB-Shiamiq Solo. Untuk kelompok pemula ditempati PTM DB-Shiamiq Solo dan PTM Binora Klaten.

Di kelompok regu yunior, tempat ketiga ditempati oleh PTM DB-Shiamiq Solo dan PTM YP Temanggung.

Editor : Ali Muntoha

Tuan Rumah Juarai Wartono Cup 2018, Determinasi Anak-anak Jakarta Layak Diancungi Jempol 

MuriaNewsCom, Kudus – Perjuangan PTM Ancol Barat Jakarta patut diacungi jempol. Meskipun hanya menduduki tempat kedua dalam Wartono Cup 2018 setelah PTM Sukun Kudus, namun determinasi anak-anak ibukota perlu mendapatkan pujian tersendiri.

Seperti yang terjadi di pada kelas pemula. Meskipun harus mengakui keunggulan tim tuan rumah 3-1, namun anak-anak PTM Sukun Kudus perlu bekerja keras untuk menundukkannya. Di tiga kelas yakni ganda campuran, ganda campuran dan tunggal putera, PTM Sukun Kudus dipaksa bermain hingga set lima oleh PTM Ancol Barat Jakarta.

Hal serupa terjadi pada nomor Kadet. Kalah pada kelas tunggal puteri dan ganda putera, pasangan campuran Naufal dan Ika justru bermain apik dan sempat memperkecil ketertinggalan 2-1.

Duet Naufal dan Ika boleh dibilang kalah secara fisik ketimbang lawannya dari Kudus, Daka dan Dyah. Namun, beberapa kali mereka merepotkan pasangan tuan rumah.

Bahkan mereka memaksakan pertandingan berjalan lima set. Kejar mengejar angka sempat terjadi, hingga kemudian terjadi deuce dan memaksa tim dari Kudus bertekuk lutut 2-3.

Namun sayang, perjuangan dari keduanya tak berlanjut. Pada partai tunggal putera yang mempertemukan Usama dan Hafid, Jakarta takluk dari Kudus. Pada final kelompok beregu kadet, PTM Sukun Kudus mengoleksi 3 kali kemenangan sementara PTM Ancol Barat Jakarta hanya satu kali menang.

Editor : Ali Muntoha

PTM Sukun Kudus Pastikan Gondol 2 Gelar Wartono Cup 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus memastikan dua gelar juara di kelompok regu Yunior dan Pemula, Wartono Cup 2018. Titel tersebut dipastikan, setelah menumbangkan lawan tangguh PTM Ancol Barat Jakarta.

Di kelas Pemula A, regu Sukun Kudus sempat kehilangan angka saat kelas tunggal puteri. Menurunkan Adisty, Kudus digulung oleh atlet asal Jakarta Tyas, tiga set langsung. Kedudukan akhir 0-3, bagi Jakarta.

Namun di kelas selanjutnya, yakni ganda putera, ganda campuran dan tunggal putera, PTM Sukun Kudus membalikan keadaan. Kudus unggul dengan skor masing-masing 3-2 di setiap kelas.

Meskipun demikian, Kudus dipaksa meladeni permainan apik dari pemain Jakarta. Pertandingan pun harus dilaksanakan dalam lima set

Pada nomor Yunior, Kudus menerapkan strategi berbeda. Terutama di ganda campuran, yang pada pertandingan kemarin sempat kehilangan angka. Pada pertandingan tersebut, pelatih Kudus menurunkan duet Alvin dan Neni. Sementara Jakarta tetap dengan atlet seperti kemarin Osama dan Dini.

Hasilnya, Kudus menekuk Jakarta 3-1. Namun pada kelas ganda putera, pasangan asal Jakarta Alam dan Restu masih terlalu tangguh untuk Aldi dan Rendy. Kudus menyerah 2-3.

Pada kelas lain, Kudus berhasil mendominasi jalannya pertandingan, dan mengumpulkan angka 3-0 di nomor tunggal putera serta 3-2 di nomor tunggal puteri. Dengan hasil ini, Sukun mengumpulkan poin 3-1.

Sementara itu, di kelas Kadet, hingga berita ini disusun, para atlet baik dari PTM Sukun Kudus dan PTM Ancol Barat Jakarta masih berjuang.

Editor : Ali Muntoha

PTM Sukun Kudus Ditantang Ancol Barat Jakarta di Final Wartono Cup 2018

MuriaNewsCom, Kudus – PTM Sukun Kudus dan PTM Ancol Barat Jakarta berhadapan di babak final, pertandingan tenis meja beregu Wartono Cup 2018. Babak pamungkas akan digelar esok hari, Minggu (18/2/2018) pagi pukul 09.00 WIB di Sukun Sport Center, Gondosari, Gebog, Kudus.

Keduanya, masing-masing menempati peringkat satu dan dua. Di kelompok regu pemula PTM Sukun Kudus berada di trap pertama dari enam tim. Sedangkan PTM Ancol Barat Jakarta berada di tempat kedua.

“Nantinya, yang berhak menuju babak final adalah mereka yang menempati peringkat I dan II pada masing-masing pool,” kata Farid Muhammad Ketua Pertandingan Wartono Cup 2018.

Di kelompok regu Yunior PTM Sukun Kudus juga akan menantang PTM Ancol Barat Jakarta. Mereka masing-masing posisi I dan II dalam pool tersebut.

Ketua Pelatih PTM Sukun Kudus Edi Pramuji mengatakan, sejak awal peserta dari Jakarta diprediksi menjadi musuh terberat. Selain rekor pertemuan, beberapa pemain dari PTM Ancol Barat Jakarta juga pernah malang melintang di ajang pertandingan ping pong internasional.

Menghadapi final, Edi mengaku sudah mempersiapkan strategi khusus. Termasuk menghadapi atlet dari PTM Ancol Barat Jakarta yang telah berpengalaman internasional.

“Kita akan menerapkan strategi yang berbeda daripada pertandingan hari ini. Insyaallah kami yakin (optimis) untuk pertandingan,” pungkas Edi.

Editor : Ali Muntoha

Tim Jakarta dan Temanggung Jadi Pesaing Berat Tuan Rumah di Wartono Cup 2018

MuriaNewsCom, Kudus – Ajang Wartono Cup 2018 menjadi kompetisi bergengsi yang memperebutkan hadiah puluhan juta rupiah. Tuan rumah, Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus mewaspadai tim dari Jakarta dan Temanggung, pada ajang Wartono Cup 2018.

“Semua tim kita waspadai, namun tim-tim dari Jakarta dan Temanggung patut kita waspadai. Karena beberapa kali pertemuan, ketat dalam perolehan angka,” ujar Ketua Pelatih PTM Sukun Edi Pramuji, Rabu (14/2/2018).

Adapun, tim yang ikut serta dalam pertandingan ini adalah ‎PTM Binora Klaten, PTM Sukun Kudus, PTM Punglor Sleman DIY, PTM Ancol Barat Jakarta, PTM Dwi Bengawan Solo dan PTM YP Temanggung Jakarta‎.

Selain itu, pada ajang ini akan ikut beberapa nama atlet yang telah malang melintang di dunia tenis meja. Seperti Adelia, Siti Aminah, Faisol Rendy Wardana asal Kudus dan Fernando asal Jakarta.

“Nama-nama tersebut sudah pernah malang melintang di berbagai kejuaraan tingkat internasional seperti Singapura,” imbuhnya.

Meskipun demikian, pihaknya optimistis dapat bermain apik pada kejuaraan beregu yang diselenggarakan pada 16-18 Februari 2018. Bahkan pihaknya berusaha akan mempertahankan juara umum yang sempat diraih pada ajang serupa tahun 2016.

“Kami akan maksimal mengikuti ajang ini. Sebagai tuan rumah kami akan mengirimkan 24 pemain (untuk tiga nomor pertandingan),” tuturnya.

Adapun, kejuaraan tenis meja nasional beregu tersebut diselenggarakan pada 16-18 Februari 2018. Mengambil tempat di Sukun Sport Center, Gondosari, Gebog, kegiatan tersebut diikuti enam tim dari, Jakarta, Yogyakarta, Solo, Temanggung, Klaten dan Kudus dan memperebutkan total hadiah Rp 70 juta‎.

Editor: Supriyadi

Panitia Kejurnas Tenis Meja Sukun Siapkan Hadiah Puluhan Juta

MuriaNewsCom, Kudus – Kejuaraan Tenis Meja Nasional Terbuka beregu bertajuk Sukun Sport Cup IV 2018 dengan title Wartono Cup dipastikan meriah. Pasalnya, pihak panitia tengah menyiapkan hadiah puluhan juta rupiah untuk menyemarakkan even bergengsi tersebut.

Ketua Pelatih Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus Edi Pramuji mengatakan, untuk hadiah setiap tahunnya selalu bertambah. Untuk saat ini, total hadiah juga disamakan dengan HUT PR Sukun Group yang ke-70.

“Hadiah tentu saja meningkat dibandingkan pertandingan tahun lalu. Sekarang memeringati HUT PR Sukun Group yang ke-70, hadiah totalnya pun berjumlah 70 juta rupiah,” kata Edi Pramuji, Jumat (2/2/2018).

Selain menawarkan hadiah yang besar, ajang kejuaraan ping-pong itu juga dianggap kawah candradimuka bagi atlet muda usia. Lantaran, tim yang ikut serta dalam kompetisi ini wajib mengikuti ketiga kelas yang dipertandingkan.

Adapun, kelas yang dipertandingkan dalam kejuaraan ini adalah Beregu Pemula, Beregu Kadet dan Beregu Yunior.

“Kalau pada tahun ini setiap regu wajib mengikuti seluruh kelas. Kalau dulu kan bisa memilih, misalnya mau ikut kelas pemula saja. Namun untuk kali ini harus diikuti semuanya,” jelas Edi.

Kegiatan itu akan mengambil tempat di GOR Sport Center Sukun Kudus, Gondosari, Gebog, dan berlangsung dari tanggal 16-18 Februari 2018.

Editor: Supriyadi

PTM Sukun Borong 9 Medali di Jakarta Open Table Tennis Championship 2017

Tim PTM Sukun berfoto bersama usai memborong sembilan medali di ajang Jakarta Open Table Tennis Championship 2017. (PTM Sukun)

MuriaNewsCom, Kudus – PTM Sukun kembali mengukir prestasi di even nasional. Tak tanggung-tanggung tim asal Kota Kretek berhasil memborong sembilan medali di ajang Jakarta Open Table Tennis Championship 2017 yang dihelat 27-30 November 2017.

Kesembilan medali tersebut terdiri dari satu medali emas yang dipersembahkan Aminah yang bermain di kedet putri, satu medali perak dari Neha (pemula putri), dan tujuh medali perunggu.

”Untuk perunggu dipersembahkan Hafid di kadet putra, Zidna di kadet putri, Vita di kadet putri, Anggi di junior putri, Yovia di junior putri, Doni PA di senior putra, dan kelompok beregu,” kata Ketua pelaksana PTM Sukun H Koesrin melalui rilisnya, Jumat (8/12/2017).

Atas perolehan tersebut, pihaknya pun mengapresiasi kerja keras para pemain. Terlebih lagi, dalam laga tersebut, para pemain sudah bermain mati-matian untuk meraih kemenangan.

”Di laga itu ada 10 kategori. Mayoritas pemain (PTM Sukun) berhasil menyabet medali,” ungkapnya.

Editor: Supriyadi

Mantap, PTM Sukun Juara Umum di Sukun Pemuda Klaten

Tim PTM Sukun berfoto bareng usai menyabet gelar juara umum di Kejuaraan Sukun Pemuda Klaten. (PTM Sukun)

Tim PTM Sukun berfoto bareng usai menyabet gelar juara umum di Kejuaraan Sukun Pemuda Klaten. (PTM Sukun)

MuriaNewsCom, Klaten – Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun berhasil meraih juara umum dai kejuaraan Sukun Pemuda Kalten yang digelar 20-24 Oktober 2016. Prestasi itu mereka raih setelah berhasil meraih 22 medali.

Ketua PTM Sukun Heni Sandra mengatakan, ke-22 medali tersebut terdiri dari tujuh emas, empat perak, dan 11 perunggu. ”Alhamdulillah dengan medali ini kami berhasil memimpin dan berhak menyandang gelar juara umum,” katanya, Senin (24/10/2016).

Khusus medali emas, lanjutnya, dipersembahkan oleh Hafid di Kadet Putra, Aminah di Kadet Putri, Hafid di Pemula Putra, Sabila di Pemula Putri, Doni di Senior Putra, Indri di Senior Putri, dan Edi M di Veteran Putra.

Sedangkan untuk medali perak dipersembahkan oleh Nia di Kadet Putri, Anggi di Junior Putri, Fredy di Senior Putra, dan Anggi di Senior Putri.

”Karena ini kejuaraan open jadi nomor yang diperlombakan ada banyak. Termasuk untuk atlet peraih perunggu juga hampir merata di semua nomor ada,” ujarnya.

Heni menegaskan, hasil yang dicapai saat ini juga berhasil menambah deretan gelar juara umum di even tenis meja tingkat nasional. Terlebih medali yang diraih berhasil melampaui target yang dipatok.

”Sebelumnya kami tak ingin membebani medali pada atlet yang diturunkan. Kami hanya meminta mereka bermain lepas. Alhamdulillah kami dapat 22 medali. Tentu ini di luar bayangan kami,” tegasnya.

Sebelumnya, PTM sukun juga berhasil memborong medali di Sukoharjo Open 2016, yang digelar 7 – 9 Oktober kemarin dengan membawa pulang 16 medali. Tak hanya itu, Sukun juga berhasil menjadi juara umum Kejuaraan Tenis Meja Open yang digelar Universitas Terbuka Tangerang Selatan, Provinsi Banten 19-24 Agustus 2016. Di even tersebut PTM Sukun berhasil membawa pulang 10 medali.

Editor : Akrom Hazami

 

PTM Sukun Kudus Berjaya di Sukoharjo Open

Atlet PTM Sukun berfoto bareng dengan menunjukkan piala yang diraih di Sukoharjo Open 2016, 7 – 9 Oktober kemarin. (PR Sukun)

Atlet PTM Sukun berfoto bareng dengan menunjukkan piala yang diraih di Sukoharjo Open 2016, 7 – 9 Oktober kemarin. (PR Sukun)

MuriaNewsCom, Kudus – PTM Sukun benar-benar memerlihatkan tajinya. Mereka berhasil memborong medali di Sukoharjo Open 2016, yang digelar 7 – 9 Oktober. Tim yang bermarkas di Desa Gondosari, Kecamatan Gebog, Kudus itu memborong 16 medali.

Ketua PTM Sukun Heni Sandra mengatakan, 16 medali tersebut di antaranya adalah lima medali emas, empat medali perak, dan tujuh medali perunggu.

”Empat emas yang didapat dipersembahkan oleh Hanif (Pemula Umum Putra), Aminah (Kadet Putri), Indri (Umum Putri), Doni (Umum Putra), dan Momon (Veteran) ,” katanya.

Sementara, untuk perak diraih dari empat kategori. Yakni dari Daka di Usia Dini, Syafira di Kadet Putri, Anggi di Umum Putri, dan Ridho di Umum Putra. Sedangkan untuk tujuh medali perunggu di antaranya dipersembahkan Hendrik (Umum Putra Bersama), Fredy (Umum Putra), Rahnia (Umum Putri), Yosia (Umum Putri), Fivy (Kadet Putri), Herlina (Kadet Putri), dan Aland (Pemula Umum).

”Hasil ini sangat membanggakan. Para pemain sudah bermain dengan penuh semangat dan semua kemampuan yang dimiliki,” ujarnya.

Heni menegaskan, hasil yang dicapai saat ini juga berhasil menambah gelar juara di even tenis meja tingkat nasional. Terlebih medali yang diraih berhasil melampaui target yang dipatok.

”Sebelumnya kami tak ingin membebani medali pada atlet yang diturunkan. Kami hanya meminta mereka bermain lepas. Alhamdulillah kami dapat 16 medali. Tentu ini di luar bayangan kami,” tegasnya.

Sebelumnya, PTM sukun juga berhasil memborong di Kejuaraan Tenis Meja yang digelar Universitas Terbuka Tangerang Selatan, Provinsi Banten 19-24 Agustus 2016. Di even tersebut PTM Sukun berhasil membawa pulang 10 medali.

Editor : Akrom Hazami

Petenis Meja Sukun Jawarai Kejuaraan Nasional di Banten

sukun turnamen

Atlet PTM Sukun meraih penghargaan dalam Kejuaraan Pelajar Nasional di Universitas Terbuka Tangerang Selatan, Provinsi Banten, 19-21 Agustus 2016.

MuriaNewsCom, Kudus – Atlet tenis meja dari PTM Sukun benar-benar menunjukkan taringnya. Mereka menjadi juara umum di Kejuaraan Pelajar Nasional di Universitas Terbuka Tangerang Selatan, Provinsi Banten, 19-21 Agustus 2016.

Para atlet PTM Sukun diketahui menjadi juara umum usai menyabet tiga emas, dua perak, dan lima perunggu. Sebuah perolehan yang mendominasi tim-tim lain di kejuaraan itu.

Menurut Ketua PTM Sukun Heni Sandra, ketiga emas tersebut didapat pemain dari tiga nomor berbeda. Adalah Hafid di tunggal pemula putra, Indah di tunggal pemula putri, dan Anggi di tunggal junior putri.

”Dua perak, semuanya dipersembahkan Aminah. Dia bermain di dua nomor berbeda (tunggal junior putri dan kadet putri),” katanya.

Adapaun lima perunggu diketahui, masing-masing diraih Neha di tunggal pemula putri, Hafid di kadet putra, Neni di kadet putri, Safira di kadet putri, dan  Anisia di tunggal junior putri.

Hasil membanggakan tersebut, menurutnya, memang sesuai target PTM Sukun. Meski perasaan khawatir sempat menguasai lantaran pemain kelelahan dalam perjalanan.

Selama kejuaraan, PTM Sukun membawa pemain banyak. Tak tanggung-tanggung, ada sekitar 23 atlet yang ikut. Beberapa pemain sengaja diikutkan dalam kompetisi itu. Tujuannya untuk menambah jam terbang.

Dengan begitu, pengalaman mereka bisa lebih mumpuni dan mampu meneruskan estafet prestasi yang diukir PTM Sukun. Apalagi sejauh ini, atlet-atlet PTM Sukun berhasil menjadi wakil Jawa Tengah di PON.

”Di PON Jabar ini kami juga berhasil menjadi wakil Jateng. Karena itu, mulai pekan ini, kami akan fokus di PON,” terangnya.

 

Hasil Kejuaraan Pelajar Nasional di Universitas Terbuka Tangerang Selatan, Banten

Emas

Hafid (Tunggal Pemula Putra)

Indah (Tunggal Pemula Putri)

Anggi (Tunggal Junior Putri)

 

Perak

Aminah (Tunggal Junior Putri dan Kadet Putri)

 

Perunggu

Neha (Tunggal Pemula Putri)

Hafid (Kadet Putra)

Neni (Kadet Putri)

Safira (Kadet Putri)

Anisia (Tunggal Junior Putri)

 

Editor : Akrom Hazami

 

 

 

4 Atlet Tenis Meja Binaan PTM Sukun Wakili Indonesia Ikuti Seleksi Kualifikasi Pra Olimpiade

upload sekarang sukun (e)

Atlet tenis meja yang berhasil menjadi perwakilan Indonesia untuk mengikuti ajang seleksi kualifikasi Pra Olimpiade (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Empat atlet tenis meja binaan Persatuan Tenis Meja (PTM) Sukun Kudus dan dua atlet tenis meja dari Jatim dan DKI Jakarta berhasil menjadi perwakilan Indonesia untuk mengikuti ajang seleksi kualifikasi Pra Olimpiade yang berlangsung di Hongkong, tepatnya di Stadion Queen Elizabeth Hongkong pada 13 -17 April 2016.

Keenam atlet yang terdiri 3 atlet putra dan 3 atlet putri itu, yakni Donny Prasetyo (PTM Sukun), Fredy Pramono (PTM Sukun), Nilasari (PTM Sukun), Lilis Indri (PTM Sukun), Ficky Supit (Jatim) dan Novita Oktariyani‎ (DKI Jakarta).

Mereka, sebelumnya berhasil masuk dalam seleksi kejuaraan dunia di Malaysia pada Maret lalu. Persiapan mereka pun cukup panjang. Setelah sebelumnya mengikuti training center (TC) di Batam pada Januari sampai Februari, mereka kemudian mengikuti kejuaraan dunia di Malaysia dan dilanjutkan TC di Gedung Bung Karno yang berada di kawasan olahraga Manahan, Solo, selama satu bulan.

Kualifikasi Pra Olimpiade untuk cabang olahraga tenis meja, akan dibagi secara bertahap.Mulai zona Asia Tenggara, lalu zona Asia, dan selanjutnya yang lolos akan tampil di Olimpiade.

Olimpiade 2016 sendiri, rencananya akan dilangsungkan di Rio de Janeiro, Brasil pada 5 – 21 Agustus 2016. Olimpiade ini diperkirakan akan diikuti lebih dari 10.500 atlet dari 206 negara peserta/Komite Olimpiade Nasional (KON).

Editor : Kholistiono

PTM Sukun Berjaya di Klaten

Peserta yang tampil di GOR Gelarsena, Klaten. (Istimewa)

Peserta yang tampil di GOR Gelarsena, Klaten. (Istimewa)

 

MuriaNewsCom, Kudus – Kompetisi tenis meja tingkat nasional Sukun Binora Cup XXII 2016 digelar Selasa (22/3/2016) hingga Jumat (25/3/2015) mendatang. Kompetisi yang digelar oleh PTM Binora Klaten dan PTM Sukun Kudus tersebut berlangsung di GOR Gelarsena, Klaten dengan diikuti 211 orang peserta.

Beberapa jenis pertandingan yang digelar meliputi beregu yunior putra dan putri, beregu kadet putra dan putri, beregu pemula putra dan putri, tunggal yunior putra dan putri (usia di bawah 17 tahun), tunggal kadet putra dan putri (usia di bawah 14 tahun), tunggal pemula putra dan putri (usia di bawah 12 tahun), tunggal usia dini putra dan putri (usia di bawah 10 tahun), tunggal veteran putra (usia di atas 65 tahun), tunggal senior putra dan putri.

Hasil sementara dalam pertandingan beregu, PTM Sukun Kudus berhasil meraih 6 emas, 4 perak, 6 perunggu.

Editor : Akrom Hazami

Saksikan Aksi March Mayhem di Liquid Cafe

f-sukun

MuriaNewsCom, Kudus – Sabtu (23/1/2016) Sukun MLD akan menampilkan aksi March Mayhem di Liquid Cafe Semarang. Aksi duo DJ Anza Mauriza dan Mischa Chandrawinata ini, dapat disaksikan besok malam mulai pukul 22.00 WIB.

Marcel Chandrawinata adalah kakak kembar dari aktor Mischa Chandrawinata sekaligus adik dari Nadine Chandrawinata (mantan Putri Indonesia 2005 dan aktris film). Marcel mulai dikenal publik sekitar tahun 2005 setelah membintangi film “Catatan Akhir Sekolah” dan juga film “Alexandria”. Hingga 2015, tercatat lebih dari 20 judul film dan sinetron yang telah dia bintangi.

Tahun 2014 lalu, bersama temannya DJ Anza Mauriza, Marcel pun membentuk Duo March Mayhem.

Marcel menuturkan, bahwa Anza yang pertama kali mengajari dirinya menjadi DJ. Setiap Anza main, Marcel selalu ikut di sampingnya. Akhirnya, mereka memutuskan untuk membuat duo. Karena dirinya dan Anza lahir di bulan Maret, maka mereka pun menamai duo mereka March Mayhem.

Satu tahun terbentuk, Duo March Mayhem akhirnya berkesempatan tampil diDjakarta Warehouse Project (DWP) pada11-12 Desember lalu, yang merupakan ajang penampilan berbagai DJternama dunia, sekaligus menjadi ajang musik elektronik tahunan terbesar di Asia Tenggara.

Editor : Kholistiono

Selamat! Tenis Meja Kudus Sabet 6 Medali di Bandung

Atlet tenis Meja Kudus berfoto bersama dalam turnamet di ITB Open, Bandung, Jabar.

Atlet tenis Meja Kudus berfoto bersama dalam turnamet di ITB Open, Bandung, Jabar.

 

KUDUS – Kejuaraan Tenis Meja ITB Open 2015 di Bandung, Jabar telah berakhir. 29 atlet tenis meja Kudus yang mengikuti kejuaraan tersebut berhasil membawa pulang 3 perak dan 3 perunggu.

Heni Sandra Nurwati, Ketua Pengkab PTMSI Kudus mengatakan dengan susah payah dan kelelahan atlet Sukun akhirnya membuahkan hasil. Serta mampu membawa nama tenis meja Kudus dari Sukun di kejuaran besar tersebut.

“Meski belum berhasil menyumbang emas namun kami bisa mengumpulkan 6 medali di ITB Open dari berbagai kategori permainan, ” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Heni melanjutkan, ada kejutan di kelas Veteran atas nama Bambang Sutidjo yang sangat luar biasa bisa mengalahkan banyak jagoan veteran. Terutama dari Bandung, Jakarta dan Jawa Timur.

Melihat prestasi tersebut, dirinya merasa bangga karena atlet di usia 50 tahun keatas dengan semangat yang luar biasa masih bisa mengukir prestasi. “Semoga kami bisa mencontoh beliau agar bisa terus mengasah dan mengukir prestasi, ” imbuhnya.

Berikut hasil pertandingan dan rincian medali yang diperoleh atlet tenis meja Kudus.

Indri peringkat 2 Kelas Mahasiswi, Noni peringkat 3 kelas Mahasiswi, Doni peringkat 3 kelas Mahasiswa dan peringkat 2 kelas umum. Kadet putri juara 3, dan Bambang Sutidjo peringkat 2 kelas Veteran. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

Bangga, 2 Atlet Tenis Meja Binaan Sukun Borong Juara

Tenis Meja (e)

Foto bersama ketua Pengkab PTMSI Kudus bersama atletnya Doni Prasetyo dan Lilis. (ISTIMEWA)

 

KUDUS – Kejuaraan terbuka IPB Open telah berakhir. Dihelat pada 4 November 2015 lalu di Gor Gymnasium kampus IPB Bogor, Kudus berhasil menjuarai dibeberapa kategori. Nama Doni Prasetyo dan Lilis mendominasi Kejuaraan tersebut.

”Sebenarnya ada beberapa atlet yang diterjunkan, namun karena kejuaraan terbuka untuk umum jadi banyak sekali pesaingnya. Dan untuk atlet binaan Sukun Kudus berhasil meraih juara dibeberapa kategori,” ujar Heni Sandra Nurwati ketua Pengkab PTMSI Kudus.

Berikut hasil perolehan peringkat di IPB Open. Doni Prasetyo, juara kelas mahasiswa dan 3 bersama kelas senior putra. Nurul masuk 8 besar kelas non pon, serta Nilasari 8 besar senior putri. Dan Lilis Mahasiswa yang berhasil memborong juara di kelas mahasiswi, 3 bersama dikelas senior putri dan 3 bersama dikelas U21 putri. (AYU KHAZMI/TITIS AYU W)

Atlet Tenis Meja Kudus Berburu Juara lagi di Kejurprov di Karanganyar

Bersama atlet tenis meja Jateng di Kerjurnas. Selanjutnya atlet Kudus akan berlaga di Kejurprov Karanganyar. (MuriaNewCom/Ayu Khazmi)

Bersama atlet tenis meja Jateng di Kerjurnas. Selanjutnya atlet Kudus akan berlaga di Kejurprov Karanganyar. (MuriaNewCom/Ayu Khazmi)

 

KUDUS – Pengkab Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI ) Kudus baru saja menyelesaikan Kejuaraan Nasional (kejurnas) dengan raihan berupa juara umum.Kini, para atletnya kembali menggeber kemampuan di kompetis lain.

Ya, mereka aan langsung bertolak ke Kejuaraan Provinsi. Hari ini, Rabu (28/10/2015) Kejurprov mulai berlangsung di Karanganyar.

Heni Sandra Nurwati ketua Pengkab PTMSI Kudus mengatakan setelah dari Kejurnas pihaknya langsung berkonsentrasi ke kejuaraan selanjutnya. “Mulai hari ini hingga 1 November 2015 mendatang akan mulai pertandingan di Karanganyar,” ujarnya pada MuriaNewsCom.

Dirinya juga menambahkan alan membawa 40 atlet untuk berjuang membela mewakili Kabupaten Kudus di beberapa kategori. “Mohon doanya agar kami tetap bisa mempersembahkan yang terbaik untuk Kudus,” ungkapnya. (AYU KHAZMI/AKROM HAZAMI)

PTMSI Kudus, Fix Kirimkan Atlet ke Kejuaraan Dunia

Tim Pelatih PTM Sukun tengah memberi arahan kepada atlet sebelum sesi latihan di GOR Sukun, Gondosari Kudus. (MuriaNewsCom)

Tim Pelatih PTM Sukun tengah memberi arahan kepada atlet sebelum sesi latihan di GOR Sukun, Gondosari Kudus. (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – Pasca latihan keras beberapa waktu terakhir dengan segudang aktivitas, akhirnya Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kudus berhasil melaksanakan tugas di Thailand. Dalam kesempatan tersebut, diwakili oleh tiga petenis meja PTM Sukun bersama tujuh atlet tenis meja lain.

Sepulang dari Thailand kemarin, Heni Sandra Nurwati ketua Pengkab PTMSI Kudus mengatakan tugas sudah terlaksana dengan cukup baik. ”Kita dapat sedikit naik peringkat dan yang terpenting fix masuk qualifikasi untuk bisa ikut ikut di Kejuaraan Dunia,” ujarnya.

Kejuaraan tingkat Dunia tersebut akan dihelat di Kuala Lumpur, Malaysia pada Februari 2016 mendatang.

Heni menjelaskan, untuk hasil pertandingan tim putra dikelompok 1 urutan 10, sementara tim putri berada pada urutan ke 14 dari 38 negara yang bertanding.

”Ada 14 negara Asia yang tidak “qualified” untuk ikut Kejuaraan Dunia. Jadi dengan hasil yang didapat saat ini kami sudah cukup berbangga hati,” imbuhnya. Untuk selanjutnya, dirinya bersama atlet akan terus bergerak dan kerja keras untuk persiapkan diri dan menoreh prestasi lebih membanggakan lagi. (AYU KHAZMI/TITIS W)

Inilah Kandidat Penerus Donny di Timnas dari PTM Sukun

Tim Pelatih PTM Sukun tengah memberi arahan kepada atlet sebelum sesi latihan di GOR Sukun, Gondosari Kudus. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

Tim Pelatih PTM Sukun tengah memberi arahan kepada atlet sebelum sesi latihan di GOR Sukun, Gondosari Kudus. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

 

KUDUS – Kesuksesan Donny masuk ke dalam skuat timnas tenis meja dan membela Indonesia di sejumlah ajang internasional menjadi buah bibir dan motivasi bagi juniornya, khususnya yang masih menimba ilmu di PTM Sukun. Hampir seluruh atlet ingin mewujudkan mimpinya untuk berlaga di level tertinggi.

Ketua Pengkab PTMSI Kudus Heni Sandra menyebut ada beberapa nama yang berpotensi besar untuk menyusul kegemilangan senior mereka dan dipanggil ke timnas.

”Nama-nama yang beberapa tahun belakangan malang melintang di kejuaraan, mereka cukup bagus dan berada pada jalur yang tepat untuk menuju pintu timnas,” ujar Heni kepada MuriaNewsCom.

Diantaranya Anggi, Rahma, Yovia, Anisia, Dinda. Sedangkan di kategori putra, ada Yazid, Nurul, Chafid dan Danang, jawara Kejurnas tahun lalu. Di PTM Sukun, Heni beserta jajaran pelatih dan pengurus bersatu padu membuat sistem yang seideal mungkin, agar selain berprestasi di lapangan para atlet juga pintar dalam bidang akademik.

Langkahnya, Heni bekerja sama dengan dinas pendidikan dan sekolah berbagai jenjang yang bersedia memfasilitasi atlet berprestasi untuk menimba ilmu di sana. Belakangan, perempuan serba bisa yang tinggal di Kawasan Menara Kudus ini juga merambah perguruan tinggi dengan menggandeng USM Semarang untuk bekerja sama.

”Kebetulan beberapa pengurus di sana pernah berlatih di PTM Sukun, yaitu Pak Muhaimin dan Pak Satria. Anak saya, Arina jadi yang pertama diterima di USM tanpa sepeserpun dipungut biaya,” tandas Heni panjang lebar.

Beberapa atlet PTM Sukun pun mengekor keberhasilan Arina. Ada Danang, Nurul, Yazid, Dinda, Indri, Pungkas, Donny, dan Frey yang kini sudah bekerja di Kementerian Olahraga.
Dengan demikian, Heni berharap nantinya ada jebolan dari Gondosari yang masuk timnas dan membela Merah Putih di kejuaraan internasional. (IQBAL NA’IMY/TITIS W)

Hebat, Atlet PTM Sukun Ini Wakili Indonesia di Thailand

Atlet PTM Sukun bergabung dengan kontingen Indonesia untuk bertanding di Kejuaan Tenis Meja Asia 2015. (PTM SUKUN)

Atlet PTM Sukun bergabung dengan kontingen Indonesia untuk bertanding di Kejuaan Tenis Meja Asia 2015. (PTM SUKUN)

 

KUDUS – Setelah menyelesaikan sesi latihan terakhir di area TC timnas di Pecatu, Bali (22/9/2015) tiga petenis meja PTM Sukun bersama tujuh atlet tenis meja lainnya akan bersiap menuju Thailand. Mereka akan mengikuti Kejuaan Tenis Meja Asia 2015.

Tiga atlet tersebut adalah Donny, Indri dan Nilasari. Ketua Pengkab PTMSI Kudus Heni Sandara mengatakan sebenarnya ada empat atlet PTM Sukun yang dipanggil, namun satu nama terakhir berhalangan tampil.

“Ya, sebenarnya Ayuka juga dipanggil untuk bela Indonesia di Thailand nanti. Tapi urung berangkat karena dia tidak dapat izin dari tempatnya bekerja. Padahal ia bisa diandalkan,” ujar Heni.

Selain ketiga nama tersebut, ada tujuh nama lain yang dipersiapkan sejak 17 September lalu di Bali. Mereka adalah Risa (DIY), Oni (DKI), Gustin, Viki, Gilang Romadhon (Jawa Timur), Gilang dan Jack Donald (Kalimantan Selatan). Mereka dibesut oleh duet pelatih Haryono dan Sugeng Utomo.

”Kejuaraan nanti sifatnya umum, jadi nanti kami kirim atlet yang cukup bervariatif dalam hal umur,” kata Heni.

Heni menambahkan, dalam even ini, pihaknya juga akan menurunkan Oni, atlet andalan Indonesia. Selain jadi andalan ia juga masih berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA Ragunan. ”Oni adalah atlet yang paling muda dalam kontingen Indonesia. Sedangkan yang paling senior adalah Nilasari (25 tahun) yang menyabet juara Kejurnas 2014. Saya rasa skuad kali ini cukup kompetitif,” ujar Heni.

Indri sudah masuk timnas pada Sea Games 2013 silam. Sedangkan Donny adalah jawara pada Kejuaraan Tenis Meja Antarmahasiswa Asia pada 2015. Meski demikian, Heni berpendapat even di Negeri Gajah nanti tidak bisa dipandang sebelah mata. Karena, kategori umum di level Asia dinilai memiliki persaingan yang berat.

“Untuk tembus 4 besar saja sangat sulit. Semoga kali ini anak-anak bisa tampil maksimal dan menunjukkan hasil yang lebih baik,” tutup Heni. (IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

Penghujung Tahun, PTM Sukun Padat dengan Agenda Pertandingan

Atlet PTM Sukun saat foto bersama (MuriaNewsCom)

Atlet PTM Sukun saat foto bersama (MuriaNewsCom)

 

KUDUS – PTM Sukun harus melewati penghujung 2015 dengan sejumlah agenda. Beberapa even bergengsi seperti tri lombajuang, kejurda, Pomnas, hingga persiapan PON sudah mengantre.

Meski begitu, ketua PTMSI Kudus Heni Sandra tak menciutkan nyali. Ia justru semakin percaya diri bisa melalui agenda padat dengan kemampuan maksimal akan mendatangkan hasil yang baik.

“Memang beginilah menjalani hidup sebagai atlet yang berkutat pada ketatnya jadwal dan agenda. Atlet harus selalu siap merasakan capai dan segera bertanding kembali,” tukas Heni.

Selepas mendampingi tim Jawa Tengah meraih posisi empat di Popnas 2015 Bandung, Heni sudah mewanti-wanti jadwal padat selepas September.

Ia menyebutkan, yang sudah pasti, pada 24 Oktober nanti dirinya akan mengawal jalannya Pra PON dan Tri Lomba Juang. Setelah itu, 28-30 Oktober akan mendampingi tim Kudus yang mengikuti Kejurda 2015 di Karanganyar.

“Untuk Kejurda sendiri, PTMSI Kudus akan mengadakan seleksi umum, jadi kami tidak otomatis mencomot atlet PTM Sukun untuk mewakili Kudus. Silahkan jika ada yang berminat mewakili Kudus di Kejurda untuk ikut seleksi ini,” ajak Heni.

Masuk ke bulan November ada kejuaraan di IPB Bogor pada tanggal 5-8. Setelah itu berturut-turut mengikuti Pomnas 2015 Aceh (16 November) dan kejuaraan di ITB Bandung yang akan menggunakan sistem divisi untuk membedakan atlet unggulan dan non-unggulan (25-29 November).

Menurut hemat Heni, untuk mengantisipasi padatnya agenda yang akan dihadapi atlet perlu pintar-pintar dalam mengelola kelelahan fisik dan mental. “Intinya, jaga pola makan, minum vitamin dan tidur teratur,” tutup Heni. (IQBAL NA’IMY/KHOLISTIONO)

PTM Sukun Berharap Kesuksesan di Kejurnas Terulang di Popnas 2015

Ketua PTM Sukun Heni Sandra (tengah) saat berfoto bareng dengan Anggi (kiri) dan Yovia usai mengikuti Kejurnas KU 2015. (MuriaNewsCom/M IQBAL NA’IMY)

Ketua PTM Sukun Heni Sandra (tengah) saat berfoto bareng dengan Anggi (kiri) dan Yovia usai mengikuti Kejurnas KU 2015. (MuriaNewsCom/M IQBAL NA’IMY)

 

KUDUS – Tim tenis meja Jawa Tengah sudah siap bertanding di Popnas 2015 yang akan dihelat di Bandung, Kamis (11/9/2015). Delapan putra-putri terbaik Jawa Tengah akan beradu tangguh dengan petenis meja dari seluruh penjuru Indonesia di Hall Telkom Geger Kalong, Bandung 13-18 September mendatang.

Ketua PTM Sukun Heni Sandra yang termasuk dalam jajaran tim pelatih mengaku telah mematangkan persiapan menuju Popnas 2015 sejak cukup lama. Terakhir, Kejurnas Tenis Meja Kelompok Usia (KU) 2015 di Klaten menjadi ajang eksperimen untuk memainkan pasangan yang akan diturunkan di Popnas 2015.

Hasilnya, pasangan wakil PTM Sukun Yovia dan Anisia sukses merebut medali emas di kategori ganda putri. Sedangkan Anggi dan Rahma serta Ridho-Hendri dan Widodo-Cahyo kurang beruntung dalam menembus podium.

Menanggani hal itu, Heni mencoba optimistis. ”Setidaknya hasil yang didapat Anggi dan Yovia menunjukkan bahwa eksperimen tersebut berhasil. Tinggal yang lain semoga bisa main maksimal di Bandung,” ujar Heni, Jumat (11/9/2015).

Pada Kamis, panitia telah melakukan technical meeting dan pengundian pool. Siapapun lawan yang dihadapi, Heni beranggapan bahwa atlet Jawa Tengah harus ekstra waspada.”Lawan kali ini lebih berat. Nanti akan banyak pemain nasional juga. Seperti Rina dan Oni (DKI) dan juga Sarah dari Jawa Barat,” tambah Heni.

Hasil undian menempatkan tim putra Jawa Tengah di Pool A dengan DKI, Jawa Barat, Gorontalo dan Kalimantan Barat di kategori beregu putra. Sedangkan di kategori beregu putri, Yovia dan kawan-kawan akan bersua Jawa Timur, Bali, Riau dan Lampung.

Di kategori ganda putra, Jawa Tengah 1 akan berhadapan dengan Papua 2, sedangkan Jawa Tengah 2 akan melawan Lampung 2. Dan di kategori ganda campuran, Jawa Tengah 2 akan menantang Jawa Timur 1, lalu Gorontalo 2 akan menjadi lawan Jawa Tengah 1. (MIQBAL NA’IMY/KHOLISTIONO)

Atlet PTM Sukun Hadapi Popnas dengan ‘Tapa’ di Semarang

Heni beserta tim pelatih PTM Sukun memberi masukan kepada atlet. (MuriaNewsCom/M Iqbal Na’imy)

Heni beserta tim pelatih PTM Sukun memberi masukan kepada atlet. (MuriaNewsCom/M Iqbal Na’imy)

 

KUDUS – Sebentar lagi, sejumlah atlet PTM Sukun akan mengikuti kejuaraan tingkat nasional, Popnas yang akan diadakan di Bandung, 13 September nanti. Ketua PTMSI Kudus Heni Sandra pun mengakui lawan yang akan dihadapi anak didiknya kali ini akan jauh lebih berat dari yang mereka hadapi di sejumlah kejuaraan sebelumnya.

Belum lama, Anggi, Yovia, Rahma, Anisia (putri) dan Hendrik, Bowo, Ridho (putra) tergabung dalam tim dibawah asuhan Heni. Mereka mengkuti Sukun Cup 2015, Tugu Muda Cup 2015 dan terakhir Kejurnas Tenis Meja Kelumpuk Usia 2015.

“Selain pikiran dan tenaga mereka terkuras, karena lawan kali ini akan lebih berat maka mereka berlatih di PPLP Semarang,” beber Heni.
Ketujuh atlet tersebut, ditambah Widodo yang berasal dari luar klub sudah berlatih di Semarang selama sebulan terakhir.”Tepatnya setelah Sukun Cup 2015 kemarin mereka langsung ikut TC di sana,” terang Heni.

Di sana, mereka ditangani oleh trio pelatih PPLP Semarang. Mereka adalah Irvan, Purwo dan Fredi.

“Mereka juga yang akan mendampingi di Bandung nanti. Saya juag termasuk tim pelatih, hanya saja mungkin menyusul karena ada keperluan di Kudus,” sambung Heni.

Selama di PPL Semarang, tim Popnas Jawa Tengah mempersiapkan diri sebaik mungkin agar menorehkan hasil maksimal di Bandung. Terang saja, karena Heni sendiri pun mengakui bahwa lawan kali ini lebih berat.

“Nanti akan banyak pemain nasional juga. Seperti Rina dan Oni (DKI) dan juga Sarah dari Jawa Barat,” tutup Heni. (IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)

PTM Sukun Cari Suasana Baru jelang Popnas

Atlet PTM Sukun mendengarkan masukan dari pelatih pasca sesi latihan di GOR Gondosari. (MuriaNewsCom/Iqbal Na'imy)

Atlet PTM Sukun mendengarkan masukan dari pelatih pasca sesi latihan di GOR Gondosari. (MuriaNewsCom/Iqbal Na’imy)

 

KUDUS – Menjalani kehidupan sebagai atlet harus siap dengan jadwal yang padat, baik sesi latihan maupun kompetisi yang membutuhkan tenaga ekstra. Seperti halnya yang dirasakan sejumlah atlet PTM Sukun belakangan ini.

Mereka adalah Anggi, Yovia, Rahma, Anisia (putri) dan Hendrik, Bowo, Ridho (putra) dan tambahan satu atlet yang berasal dari luar PTM Sukun, Widodo. Mereka akan terjun di Popnas 2015 yang akan jatuh pada 13 September, di Bandung.

Sebelumnya, mereka juga termasuk dalam tim yang mengikuti sederetan even dalam waktu yang relatif berdekatan, yaitu Sukun Cup 2015, Tugu Muda Cup 2015 dan terakhir Kejurnas Tenis Meja Kelumpuk Usia 2015.

Heni Sandra, Ketua PTMSI Kudus mengakui biasanya ada rasa jenuh dalam diri atlet ketika menghadapi jadwal yang padat. Oleh karena itu, tim pelatih berusaha mengarahkan atlet kepada kegiatan refreshing untuk mengusir kejenuhan.
“Di tengah kesibukan berlatih, kami ajak para atlet untuk refreshing. Bisa dengan menyanyi bareng-bareng, kebetulan ada satu atlet yang jago memetik gitar,” ujar Heni kepada MuriaNewsCom.

Selain itu, para atlet biasanya memilih kegiatan yang mereka sukai. Ada yang berenang dan ada yang memilih jalan-jalan.

Meski demikian, Heni tetap memusatkan konsentrasi anak didiknya kepada even yang semakin hari semakin dekat. ” TiM Popnas akan digelar pada 11 September, selang sehari tes lapangan diadakan. Dan pada tanggal 13 genderang perang pun ditabuh dimana atlet akan diadu dengan bakat-bakat terbaik dari seluruh penjuru Indonesia.
(IQBAL NA’IMY/AKROM HAZAMI)