PSIR Bekuk Sragen United Tanpa Balas

PSIR Rembang berhasil unggul 2-0 saat menjamu Sragen United di Stadion Krida Rembang, Minggu (21/5/2017) sore. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – Setelah melesakkan satu gol di gawang Sragen United pada babak pertama, PSIR Rembang tak mau puas begitu saja. Setelah peluit babak kedua ditiup, Laskar Dampo Awang semakin trengginas menggebrak pertahanan lawan.

Kerja keras pemain PSIR kembali membuahkan hasil dengan terciptanya gol dari sundulan kaptain tim Heru Wibowo (5). Gol ini tercipta setelah Heru berhasil memanfaatkan umpan tendanan bebas bebas yang dilakukan Yoni Ustaf Bukhori (11)  di menit 47 atau di menit awal babak dua.

Hingga peluit panjang dibunyikan wasit, skor PSIR 2 dan Sragen United 0. Dari pertandingan tersebut, poin sementara yang diperoleh oleh PSIR yakni 9 poin.

Saat ditanya MuriaNewsCom, pelatih Sragen United Jaya Hartono mengaku tak sempat menyangka jika anak asuhnya tak mampu membednung serangan PSIR hingga harus kebobolan dua gol.

“Saya tidak menyangka bila kita kebobolan 2 gol. Kalau dibandingkan, ya kita sama-sama lah permainan ini. Sama bagusnya,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui bahwa komposisi pemainnya memang saat ini masih seadanya. “Pemain kita masih seadanya. Namun dari segi permainan ya sama-samalah,” ungkapnya.

Di sisi lain, pelatih PSIR Devid Prisma Nugraha mengatakan, bahwa anak asuhnya kini masih butuh evaluasi yang matang.

“Dari perjalanan pertandingan tadi, masih banyak yang perlu dievaluasi. Terlebih para pemain masih salah umpan, dan belum fokus. Sehingga babak pertama agak belum terkontrol atau dikuasai,” paparnya.

Kendati demikian, ia sangat bangga dengan penampilan pemain PSIR yang mampu menambah poin.

Editor : Ali Muntoha

Babak Pertama PSIR vs Sragen United, Skor 1-0

Pemain PSIR menggiring bola saat menjamu Sragen United di Stadion Krida Rembang. (MuriaNewsCom/Edy Sutriyono)

MuriaNewsCom, Rembang – PSIR Rembang berhasil membobol gawang Sragen United, pada menit akhir babak pertama dalam Liga 2, di Stadion Krida Rembang, Minggu (21/5/2017) sore.

Satu-satunya gol di babak pertama ini melalui tendangan kaki kiri pemain PSIR Rembang Rudi Santoso (99). Gol tercipta setelah terjadi kemelut di depan gawang Sragen United. Peluang yang muncul bisa dimanfaatkan dengan apik striker laskar Dampo Awang tersebut.

Dari pantauan MuriaNewsCom, setelah kesempatan di menit akhir tersebut dimanfaatkan dengan baik, tak pelak suasana gemuruh ribuan suporter PSIR menjadi pecah.

Sebelumnya, kesempatan juga didapat oleh pemain PSIR nomor punggung 9 Koko Hartanto melalui sundulan. Namun sundulan tersebut masih berada di atas mistar gawang Sragen United.

Sementara itu, Sragen United juga tak mau ketinggalan menunjukan taringnya. Meski sebagai tim tamu, namun kesempatan juga dapat dicipatakan melalui tendangan pemain nomor (10) Jodi Kurniadhi. Namun sayangnya tendangan kerasnya tersebut masih melenceng di samping gawang PSIR.

Editor : Ali Muntoha

 

PSIR Genjot Fisik Pemain di Pantai Karang Jahe

Logo PSIR

MuriaNewsCom, Rembang – Pelatih PSIR Hadi Surinto terus berusaha meningkatkan kebugaran anak asuhnya, dan membawa mereka menjalani latihan fisik di Pantai Karang Jahe Rembang. Latihan sengaja dilakukan di pantai, karena Stadion Krida Rembang belum bisa digunakan karena kondisinya becek.

Menurutnya, latihan tersebut diperlukanuntuk memperisapkan Liga 2 PSSI yang bakal berlangsung pada April mendatang. Dirinya menginginkan, kondisi fisik pemain harus jauh lebih baik dibandingkan sebelumnya. Dalam sepakbola, fisik yang bagus akan menunjang taktik permainan dan skill.

“Sisa waktu yang dimiliki untuk mempersiapkan tim sudah makin mepet dengan pelaksanaan Liga 2 2017. Kami ingin kondisi fisik pemain sudah siap menghadapi kompetisi ini. Dalam latihan ini, kita kita mempertajam bagaimana ketepatan mengontrol bola dan umpan kepada rekan,” ungkapnya.

Dirinya menambahkan, rencananya pembagian grup untuk Liga 2 bakal dilakukan pada 23 Maret mendatang. “Untuk pembagian grup masih menunggu.  Kalau mengacu pada grup sebelumnya, PSIR berada satu grup dengan Persijap, Persik Kendal, Persibat Batang dan PSIS,” imbuhnya.

Editor : Kholistiono

Persijap Berbagi Poin dengan PSIR 

persijap 2

Pemain Persijap mengamankan bola saat di depan gawang tim lawan PSIR Rembang. (MuriaNewsCom/Wahyu KZ)

 

MuriaNewsCom, Jepara – Persijap Jepara melakoni laga kandang melawan PSIR Rembang dalam lanjutan kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B, di Stadion Gelora Bumi Kartini (SGBK) Jepara, Sabtu (13/8/2016). Meski sempat unggul di babak pertama, pertandingan berakhir dengan skor imbang 2-2.

Dua gol Persijap diborong oleh pemain muda, Ahmad Rendi Reovaldo Pradana, pada menit ke-16 dan menit ke-93. Gol pertama dicetak pemain yang akrab disapa Rendi ini saat berhasil memanfaatkan kemelut di dapan gawang PSIR menjadi gol. Sedangkan gol kedua dicetak melalui titik putih di menit-menit akhir pertandingan.

Pada babak pertama tempo permainan berjalan lambat. Kedua tim cenderung lebih hati-hati dalam memainkan bola. Demikian juga saat awal babak kedua. Namun pertengahan babak kedua tempo permainan meningkat saat gol bersarang di gawang Persijap pada menit ke-52.

Kemudian PSIR mampu membalikkan keadaan dengan menambah skor setelah gol bunuh diri dilakukan pemain belakang Persijap Agnef Syafantri.

Beruntung, pada tambahan waktu babak kedua, wasit memberikan hadiah penalti kepada Persijap karena bola dianggap menyentuh tangan pemain belakang PSIR. Keputusan itu mendapatkan protes keras dari pemain dan ofizial PSIR. Aksi mendorong wasit juga dilakukan pihak PSIR hingga aparat keamanan turun tangan untuk mengamankan keadaan.

Meski mendapatkan protes keras, penalti tetap diberikan oleh wasit. Tampil sebagai algojo, mampu menuntaskan tugasnya dengan baik. Bola mampu diledakkan ke gawang PSIR. skor imbang 2-2 hingga peluit panjang dibunyikan wasit.

Atas hasil ini pelatih baru Persijap, Bagong Harmadi mengaku puas meskipun hasilnya seri dan terpaksa berbagi poin dengan tim lawan. Sebab anak asuhnya bermain sangat tidak maksimal.

“Saya mensyukuri sekali hasil ini karena banyak sekali kekurangan dan kesalahan yang dilakukan pemain saat di lapangan,” katanya usai laga.

Di awal laga ini, Persijap menurunkan sejumlah pemain muda. Susunan pemain tim kebanggaan warga Jepara ini, Susanto (PG), Ali Mustofa, Arief Gangsar Patar, Danan Puspito, Abdul Latif, Agnef Safantri, Ahmad Rendi Reovaldo, Andik Kristanto, M Widya Wahyu, Yoga Ramadhan, dan bomber andalan Agung Supriyanto (C).

Sementara dari tim lawan, PSIR Rembang dengan susunan pemain, Nanda Pradana (PG), Agus Prasetyo, Beny Abdul Rohman, Heru Wibowo (C), Rapii, Kresno Hadi, Kusen Riandi, Yoni Ustaf, Zaenal Arifin, Efendi dan Rudy Santoso.

Editor : Akrom Hazami

 

 

PSIR Rembang Ditahan Imbang Persijap Jepara 

Pemain PSIR Rembang Zaenal Arifin (15) sedang membawa bola pada pertandingan melawan Persijap. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

Pemain PSIR Rembang Zaenal Arifin (15) sedang membawa bola pada pertandingan melawan Persijap. (MuriaNewsCom/Kholistiono)

MuriaNewsCom, Rembang – PSIR Rembang tak mampu meraih target untuk memetik poin penuh di laga perdana menghadapi Persijap Jepara, pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) yang berlangsung di Stadion Krida, Sabtu (7/5/2015) sore.

Meski pada babak pertama PSIR mampu mengungguli Persijap Jepara lewat gol yang disarangkan Zaenal Arifin (15) pada menit ke 5, namun ternyata Persijap Jepara mampu mengejar ketertinggalan melalui gol balasan yang dilesakkan Yoga Ramadhan Putra (29) jelang babak kedua berakhir. Tepatnya di menit 85.Skor 1-1 untuk kedua tim hingga pertandingan berakhir.

Sejak awal, sejatinya kedua tim bermain agresif, namun lewat gol cepat yang dikoleksi PSIR, membuat tim tuan rumah semakin semangat untuk mengobrak-abrik pertahanan lawan. Bahkan, beberapa peluang mampu tercipta di depan mulut gawang Persijap Jepara.

Bahkan sebelum babak pertama berakhir, Persijap Jepara sempat mengganti salah satu pemain depannya yakni Gipsi Salat Taalaita (10). Hal ini, untuk mempertajam lini depan yang dinilai masih belum maksimal. Meski demikian, hingga babak pertama berakhir masih 1-0 untuk keunggulan PSIR.

Usai turun minum, kemudian pelatih Persijap Jepara Yussack Sutanto juga kembali merotasi pemain depannya, untuk mempertajam daya gedor. Dan hasilnya saat laga berakhir, Persijap mampu menyamai PSIR dengan skor 1-1.

Terkait dengan hasil ini, Pelatih PSIR Rembang Haryanto menyatakan, jika secara hasil dirinya masih belum puas, namun, hal itu akan menjadi bahan evaluasi ke depan.

”Kalau secara hasil tentunya ya belum puas. Tapi namanya pertandingan ada menang dan ada kalah. Pastinya, dari hasil pertandingan ini, kita evaluasi kembali mana yang masih menjadi kelemahan tim, khususnya transisi pemain dari menyerang ke bertahan,” ujarnya.

Editor: Merie

Pelatih PSIR Akui Transisi Pemain jadi Kelemahan

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jelang kick off Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B, PSIR Rembang harus menyempurnakan kekuatan agar mampu bersaing dengan tim-tim lain, khususnya pada laga perdana yang bakal berlangsung Sabtu (7/5/2016) besok, saat menjamu Persijap Jepara.

Di antara hal yang saat ini masih menjadi pekerjaan rumah (PR) dan perlu dibenahi atau dievaluasi, menurut Pelatih PSIR Rembang Haryanto, adalah menyelesaikan kekurangan dan kelemahan anak asuhnya.

Kata Haryanto, kelemahan tim saat ini lebih cenderung pada kemampuan melakukan transisi dari menyerang ke bertahan. Hal itu, terlihat pada laga Piala Sukowati yang berlangsung beberapa waktu lalu.

“Kemampuan untuk melakukan transisi pemain memang masih menjadi hal yang perlu diperbaiki, dan saya sudah upayakan lebih mengintensifkan latihan untuk itu. Mudah-mudahan hasilnya ketika bertanding nanti, pemain bisa menunjukkan yang terbaik,” ujar Haryanto kepada MuriaNewsCom.

Selain persoalan transisi, dia juga memandang efektivitas serangan yang dilakukan oleh para pemain PSIR kurang maksimal, khususnya pada finishingnya. Meski beberapa kali pemain dapat menciptakan peluang gol, namun, hasil akhirnya masih kurang memuaskan.

Meski demikian, dirinya yakin, dengan latihan yang lebih intensif dalam beberapa hari jelang laga perdana menghadapi Tim Laskar Kalinyamat ini, Tim Dampo Awang optimis bisa memetik hasil poin penuh.

Editor : Akrom Hazami

 

PSIR Bertekad Curi Poin Penuh Lawan Persijap

ilustrasi

ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Pada laga perdana Indonesia Soccer Championship (ISC) seri B, PSIR Rembang bakal berhadapan dengan Persijap Jepara. Pertandingan yang bakal berlangsung pada Sabtu (7/5/2016) di Stadion Krida, PSIR bertekad bakal curi poin penuh di kandang sendiri.

Pelatih PSIR Rembang Haryanto menyatakan, pasukannya sudah siap tempuh menghadapi Tim Laskar Kalinyamat. Kesiapan ini dibuktikan dengan menggelar beberapa latihan jelang menjamu Persijap di Markas PSIR.

“Kami akan berusaha keras untuk mendapatkan hasil bagus saat menjamu Persijap.Apalagi, ini di kandang sendiri, tentunya kami optimis anak-anak bisa menampilkan permainan terbaik mereka di hadapan pendukungnya sendiri,” ujarnya kepada MuriaNewsCom.

Pihaknya telah mengamati permainan calon lawannya tersebut dan secara garis besar sudah mampu membaca permainannya. Untuk itu, dirinya juga telah menyiapkan strategi untuk menghadang permainan Persijap, supaya tak bisa berbicara banyak di kandang PSIR.

Dirinya optimistis, kemampuan pemain-pemain PSIR mampu membuat kesulitan pemain Persijap.

Apalagi, antarpemain PSIR sudah cukup mengenal karakter dan pola permainan, sehingga memudahkan koordinasi antarpemain.

Editor : Akrom Hazami

Jelang Laga Perdana Hadapi Persijap, Beberapa Pemain PSIR Sakit

psir (e)

Ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Jelang laga perdana kompetisi Indonesian Soccer Championship (ISC) seri B antara PSIR Rembang versus Persijap pada Sabtu (7/5/2016), sejumlah pemain PSIR justru didera sakit, di antaranya dua pemain yang berposisi sebagai striker.

Meski demikian, Pelatih PSIR Haryanto menyatakan, jika dirinya optimistis, beberapa pemain yang sakit saat ini bisa segera pulih dan bisa ikut tampil dalam laga perdana menghadapi Persijap Jepara di Stadion Krida Rembang.

“Memang ada beberapa pemain yang sakit, tapi mudah-mudahan bisa cepat pulih, dan nantinya bisa tampil ketika menghadapi Persijap, apalagi ini laga perdana dan tampil di hadapan publik sendiri. Semoga anak-anak bisa menampilkan yang terbaik,” ujarnya.

Dia mengatakan, dirinya terus memantapkan persiapan pemain, baik dari segi teknik maupun peningkatan stamina pemain. “Untuk stamina pemain, memang kita terus genjot untuk latihan saat ini. Karena itu sangat penting untuk bisa tampil maksimal nanti,” imbuhnya.

Dirinya optimistis, pada pertandingan nanti, pemain-pemain PSIR mampu menampilkan yang terbaik. Apalagi, bermain di kandang sendiri, menurutnya merupakan keuntungan tersendiri, karena didukung oleh suporter yang militan.

Editor : Akrom Hazami

Suporter Dukung Haryanto dan Hadi Surento Jadi Pelatih PSIR Rembang

Suporter Dukung Haryanto dan Hadi Surento Jadi Pelatih PSIR Rembang

ilustrasi dukungan suporter PSIR Rembang

 

MuriaNewsCom, Rembang – Unsur suporter dari Gabungan Suporter Rembang (Ganster) mendukung Haryanto dan Hadi Surento untuk menjadi pelatih PSIR dalam mengarungi Indonesia Soccer Championship (ISC) B, April nanti.

Hal tersebut disampaikan oleh Komandan Ganster, Nugroho Ghozali kepada MuriaNewsCom, Rabu (23/3/2016). Menurutnya, kedua pelatih asal Rembang itu memiliki kemampuan lebih untuk meracik PSIR. Apalagi, jika para pemain nantinya merupakan pemain lokal.

”Saya kira, PSIR nanti masih mengandalkan pemain lokal. Sehingga, akan sangat tepat ketika memilih pelatih lokal juga. Karena pemain dan pelatih bisa langsung menyatu. Pelatih lokal juga lebih memahami kualitas dan emosi pemain lokal,” ujarnya.

Selain itu, lanjut pria yang akrab disapa Fadlun, juga menilai dengan menggaet pelatih lokal, maka tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar. ”Persoalan biaya, tentu juga menjadi pertimbangan tersendiri. Dengan memilih pelatih lokal, biaya yang dikeluarkan juga tidak besar,” imbuh Fadlun.

Dijelaskan olehnya, keduanya merupakan sosok yang kaya pengalaman di PSIR, masing-masing sebagai pelatih dan asisten pelatih. ”Haryanto pernah menjadi pelatih pada tahun 2013 dan 2014. Sedangkan, Hadi Surento merupakan icon PSIR yang pernah memperkuat tim-tim hebat,” terangnya.

Menurutnya, tim kebanggaan warga Rembang itu harus segera tancap gas karena kompetisi ISC B yang rencananya digelar mulai 23 April 2016 nanti. ”Sebenarnya sudah sangat mendesak untuk segera dibentuk tim, baik pelatih maupun pemain. Selain itu, persiapan lainnya juga perlu diperhatikan,” pungkasnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Pengelola Sudah Ada, PSIR Siap Tancap Gas

Upload 23.20 PSIR 2 ilustrasi

 

MuriaNewsCom, Rembang – Ketidakjelasan pengelolaan PSIR mulai menemukan titik terang. Pasalnya, sudah ada satu pihak yang dipastikan siap untuk mengelola tim kebanggaan masyarakat Kota Garam itu.

Alhamdulillah sudah ada titik temu terkait pengelolaan PSIR. Insyaallah, dalam waktu dekat akan ada pengumuman pihak mana yang mengelola PSIR,” ungkap Komandan Gabungan Suporter Rembang (Ganster) Nugroho Ghozali, Rabu (23/3/2016).

Namun, ia enggan menyebutkan pihak mana yang mengelola PSIR. ”Tapi saya belum bisa memberikan keterangan karena masih menunggu pernyataan resmi. Insyaallah sudah mengerucut satu pihak,” imbuh pria yang akrab disapa Fadlun itu.

Ia berharap, setelah adanya pengelola, tim PSIR segera dibentuk dan dilakukan rekruitmen pemain. ”Harapannya, kedepan pengelola lebih profesional dan segera mungkin untuk dibentuk, agar masyarakat di Rembang tidak bertanya-tanya. Agar rekrutmen pemain bisa segera dilakukan,” tandasnya.

Ia menilai, saat ini persiapan PSIR secara umum untuk mengikuti kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B terbilang sangat kurang. Meski begitu, pihaknya berharap agar pengelola tidak asal-asalan dalam merekrut pemain maupun memilih pelatih.

”Karena kompetisi ISC B ini akan dimulai bulan April nanti, jadi pihak pengelola harus segera melakukan rekruitmen pemain. Namun, rekruitmen pemain dan pemilihan pelatih, tidak boleh asal-asalan,” terang Fadlun.

Menurutnya, pihak pengelola harus memprioritaskan pelatih dan pemain dari wilayah Rembang sendiri. Sebab, kata Fadlun, baik pelatih dan pemain lokal juga memiliki kualitas yang tidak kalah dibandingkan dari luar daerah.

”Insyaallah, pemain sudah ada stok di Rembang. Kualitasnya juga tidak diragukan. Sedangkan untuk pelatih sendiri, sudah ada dua nama pelatih lokal yang siap menahkodai PSIR, yakni Haryanto dan Hadi Surento,” ujarnya.

Editor : Titis Ayu Winarni

Nasib PSIR di Ambang Ketidakjelasan Menjelang Kompetisi 2016

PSIR Rembang

PSIR Rembang

 

MuriaNewsCom, Rembang – Tim sepak bola di beberapa kota/kabupaten mulai mempersiapkan diri untuk menyongsong kompetisi 2016, baik itu Liga Nusantara ataupun ISC seri B. Namun, hal tersebut tak berlaku bagi PSIR Rembang.

Tim kebanggaan Wong Rembang tersebut justru tak siap dengan adanya kompetisi. Faktanya, hingga saat ini belum ada seorangpun yang menaungi tim berjuluk Dampo Awang tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pengcab PSSI Rembang Wahyu Adi Hermawan. Menurutnya, hingga saat ini belum ada pihak yang mengelola PSIR. Namun, ia mengaku mendengar informasi, ada salah seorang pengusaha di Rembang yang siap menggawangi PSIR.

”Ada informasi, salah satu pengusaha yang siap menggawangi PSIR untuk berkompetisi, mungkin di ISC seri B,” ungkapnya kepada MuriaNewsCom.

Terlepas dari siapa pengusaha yang siap membesut PSIR, Ketua Pengcab PSSI Rembang berharap agar syarat legalitas berupa badan hukum pengelola segera disiapkan. ”Selain itu struktur pembiayaan dan kelayakan Stadion Krida juga perlu ditangani secepatnya. Karena nantinya pasti ada verifikasi ketercukupan pembiayaan dan kelayakan stadion,” jelas Adi.

Paling tidak, kata Adi, dalam waktu yang tidak lama setelah kepengelolaan jelas, pengelola PSIR juga mesti berkomunikasi dengan Kemenpora dan PSSI. “Intinya, kami dan hampir semua masyarakat pecinta sepakbola di Rembang berharap agar PSIR tidak hilang dari kancah persepakbolaan nasional,” tegasnya.

Soal kompetisi ISC seri B, pihak Pengcab PSSI Rembang mengakui, menerima surat elektronik dari PT Liga yang dikomandoi Djoko Driyono yang isinya bahwa kompetisi itu direncanakan digelar pada April mendatang. ”PT Liga meminta PSIR agar segera mendaftarkan diri sebagai peserta,” bebernya.

Ia menambahkan, setelah PT Rembang Sportindo Mandiri (RSM) menyerahkan kembali mandat kepada Pengcab PSSI setempat, pengelolaan PSIR tidak jelas pada sampai saat ini. “Ketidakjelasan kepengelolaan PSIR itu pula yang membuat tidak dihadirinya dua undangan; dari Kementerian Pemuda dan OIahraga serta dari PSSI, baru-baru ini,” pungkas Adi.

Editor : Kholistiono

Manajemen PSIR Tawarkan Bayaran Pemain di Piala Kemerdekaan 2015 Rp 1 Juta

Andik Jamaludin (paling kanan) dikabarkan akan menjadi salah satu dari 15 pemain yang akan diboyong PSIR menuju Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Andik Jamaludin (paling kanan) dikabarkan akan menjadi salah satu dari 15 pemain yang akan diboyong PSIR menuju Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

KUDUS – Manajemen PSIR dikabarkan memberikan tawaran bayaran kepada sejumlah pemain lokal sebesar Rp 1 juta di setiap pertandingan. Namun tawaran gaji itu hanya berlaku bagi para pemain yang bermain fulltime selama 2×45 menit. Sebab bagi pemain yang nanti akan diganti bakal memperoleh bayaran Rp 750 ribu. Sedangkan bagi pemain cadangan jumah bayarannya juga berbeda, yakni sebesar Rp 500 ribu.

Informasi seputar nominal bayaran tersebut mencuat di kalangan pemain setelah Manajer Operasional dan Keuangan PSIR, Slamet Rahayu memberikan tawaran itu kepada para pemain lokal. Menurutnya para pemain yang tidak bermain namun didaftarkan pun akan tetap menerima bayaran sebesar Rp250 ribu hingga 300 ribu perlaga. Selain itu manajemen juga akan memberikan bonus Rp5 juta per pertandingan dengan catatan PSIR menang.

“Kami memang sempat menawarkan bayaran Rp1 juta per pertandingan bagi yang bermain penuh 2×45 menit. Tetapi pemain yang diturunkan, namun kemudian diganti, akan dibayar Rp750 ribu per laga. Lalu pemain cadangan yang tidak diturunkan akan dibayar Rp500 ribu tiap pertandingan, sedangkan pemain yang tidak masuk line-up tetapi didaftarkan oleh tim akan dibayar Rp250-300 ribu per laga,” ujar Slamet Rahayu, Kamis (30/7/2015).

Seperti diberitakan sebelumnya, sebagian pemain lokal menghendaki bagian 90 persen dari match fee Rp 50 juta per pertandingan yang diberikan oleh panitia Piala Kemerdekaan atau sebesar Rp45 juta. Atas tuntutan itu manajemen merasa keberatan dan berencana merekrut pemain dari luar daerah. Namun kabar terbaru yang beredar, pemain yang sebelumnya kukuh meminta bayaran 90 persen kini dikabarkan meminta jatah match fee sebesar 50 persen. (AHMAD FERI/SUWOKO)

Ini 15 Nama Calon Pemain PSIR di Piala Kemerdekaan

Andik Jamaludin (paling kanan) dikabarkan akan menjadi salah satu dari 15 pemain yang akan diboyong PSIR menuju Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

Andik Jamaludin (paling kanan) dikabarkan akan menjadi salah satu dari 15 pemain yang akan diboyong PSIR menuju Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. (MuriaNewsCom/Ahmad Feri)

REMBANG – Juru racik PSIR akhirnya membeber 15 nama calon pemain yang akan diboyong ke Kompetisi Piala Kemerdekaan 2015. Tim pelatih Laskar Dampo Awang menyebutkan bahwa jumlah pasukan tempur itu terdiri dari 12 orang pemain dari luar daerah, dua pemain lokal dan seorang pemain asing. Mereka hampir dipastikan akan menjadi penggawa Skuad Oranye di kompetisi yang digelar oleh Kemenpora tersebut.

Bambang “Max” Handoyo, Pelatih PSIR di Piala Kemerdekaan menyebutkan, 12 pemain luar daerah diantaranya adalah dua kiper, Dedi Haryanto eks Persijap Jepara dan bekas kiper PSIS Semarang, Ghoni Yanuar. Lalu ada pula empat bek, masing-masing adalah Mustofa eks Persijap, Nurhidayat (Persiba Balikpapan), Eriyanto (PSIR musim lalu), dan Erico (Arema Cronus)

“Lalu masih ada lima gelandang yaitu Ainul, Ragil, Nurhuda (ketiganya eks PS Barito Putera), Arif Fatchul dan Sugeng Wahyudi (eks Persikud Kudus). Kami juga memiliki dua striker, yaitu Arif Kurniawan mantan penyerang PSCS Cilacap dan Carlos Raul Sciucatti (eks Persiba Balikpapan). Sedangkan dua pemain lokal adalah Nasikin dan Andik Jamaludin,” ujar Bambang “Max” Handoyo, Kamis (30/7/2015).

Bambang menegaskan bahwa seluruh calon pemain tersebut telah dihubungi manajamen dan telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung bersama PSIR Rembang. Namun hingga kini, tim pelatih belum memastikan kapan akan memanggil mereka untuk datang ke markas PSIR. Sebab sejumlah kendala, seperti kemungkinan molornya jadwal kick-off menjadi pertimbangan pelatih untuk segera menentapkan jadwal latihan. (AHMAD FERI/SUWOKO)

Hafidz Dukung PSIR Ramaikan Piala Kemerdekaan

Para pemain PSIR saat berlatih di Stadion Krida Rembang belum lama ini. Manajemen Laskar Dampo Awang belum memastikan untuk mengikuti kompetisi Piala Kemerdekaan yang digagas oleh Menpora, Imam Nahrawi. (MURIANEWS/AHMADFERI)

Para pemain PSIR saat berlatih di Stadion Krida Rembang belum lama ini. Manajemen Laskar Dampo Awang belum memastikan untuk mengikuti kompetisi Piala Kemerdekaan yang digagas oleh Menpora, Imam Nahrawi. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Abdul Hafidz, Bupati Rembang mendorong jajaran manajemen untuk ikut meramaikan piala kemerdekaan yang digagas Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi. Namun, untuk sementara ini, manajemen Laskar Dampo Awang menyatakan belum berpikir mengikuti kompetisi yang dikabarkan akal digelar pada Jum’at (24/7/2015) mendatang. Sebab, pengurus tim yang juga dijuluki The Oranje of Java ini masih fokus menuntaskan tunggakan gaji pemain. Lanjutkan membaca

Rudy Sukma Siap Arsiteki Laskar Dampo Awang

Rudi Sukma, Asisten Pelatih PSIR. (MURIANEWS / AHMAD FERI)

REMBANG – Kepergian Masrukin, Karteker Pelatih PSIR untuk meninggalkan kursi kepelatihan Laskar Dampo Awang ternyata tak membuat pusing sang asisten pelatih PSIR, Rudi Sukma. Sebab, pelatih asal Lasem ini secara tegas menyatakan siap mengarsiteki PSIR hingga turnamen Piala Bergilir Polda Jawa Tengah 2015 usai. Bahkan dia berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi tim yang dijuluki The Oranje of Java ini.

Lanjutkan membaca

Sering Kalah di Piala Polda Jateng, Karteker Pelatih PSIR Mengundurkan Diri

Masrukin, Karteker Pelatih PSIR resmi mundur dari kursi kepelatihan Laskar Dampo Awang. (MURIANEWS / AHMAD FERI)

REMBANG – Tim PSIR tengah tertimpa “petaka” di tengah keikutsertaannya di Turnamen Piala bergilir Polda Jawa Tengah 2015. Sebab, di tengah buruknya performa tim usai menelan dua kekalahan beruntun, Karteker Pelatih PSIR Rembang Masrukin justru secara resmi mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Laskar Dampo Awang. 

Lanjutkan membaca

Manajemen PSIR Janji Tuntaskan Tunggakan Gaji Pemain

Para pemain PSIR berlatih di Stadion Krida Rembang sebelum kompetisi dihentikan PSSI. Manajemen tetap menjanjikan pembayaran tunggakan gaji para pemain. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Pembekuan sementara tim PSIR tidak lantas membuat para petinggi Laskar Dampo Awang lepas tangan. Terbukti, manajemen klub yang juga dijuluki The Oranje of Java ini masih berkomitmen menyelesaikan tanggungjawabnya. Salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan sekarang, yakni berjanji menuntaskan tunggakan gaji pemain.

Lanjutkan membaca

Manajemen Putuskan Bekukan Sementara Tim PSIR

Sejumlah pemain PSIR saat berlatih di Stadion Krida belum lama ini. Saat ini manajemen Laskar Dampo Awang memutuskan membubarkan tim secara sementara untuk mengantisipasi jika sewaktu-waktu kompetisi kembali diputar. (MURIANEWS/AHMADFERI)

REMBANG – Gara-gara terdampak atas penghentian kompetisi Divisi Utama, manajemen PSIR akhirnya memutuskan untuk membekukan sementara tim Laskar Dampo Awang. Manajemen klub yang juga berjuluk The Oranje of Java ini memilih untuk menunggu perkembangan lebih lanjut tentang keberlangsungan kompetisi.

Lanjutkan membaca