Bupati Grobogan Perintahkan Monitoring Proyek Ditingkatkan

Saat sidak, Bupati Grobogan Sri Sumarni sempat menyalami seorang bocah dari Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo yang akan berangkat sekolah dengan diantar ibunya. (MuriaNewsCom/Dani Agus)

MuriaNewsCom, Grobogan – Bupati Grobogan Sri Sumarni meminta jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) untuk meningkatkan intensitas monitoring ke lokasi proyek.

Khususnya, proyek yang bersentuhan dengan masyarakat, seperti perbaikan jalan dan jembatan. Hal itu perlu dilakukan untuk melihat perkembangan dilapangan dan memastikan pekerjaan sudah dilakukan sesuai ketentuan.

“Tahun anggaran 2017 tinggal menyisakan waktu tiga bulan lagi. Untuk itu monitoring harus lebih ditingkatkan frekuensinya. Saya tidak ingin kebiasaan menunda pekerjaan hingga menumpuk pada akhir tahun jangan sampai terjadi lagi. Program kerja yang sudah direncanakan agar segera dilaksanakan tepat waktu,” cetusnya, saat sidak proyek perbaikan jalan, Sabtu (30/9/2017).

Sidak proyek perbaikan jalan dilangsungkan seharian dan ada beberapa titik yang dipantau. Antara lain di wilayah Kecamatan Tawangharjo, Kradenan, Pulokulon, dan Toroh. Kepala DPUPR Grobogan Subiyono dan Kabag Humas Ayong Muchtarom ikut mendampingi Sri Sumarni saat melangsungkan sidak.

Menurutnya, semua pekerjaan yang bersentuhan dengan masyarakat luas harus mendapat prioritas. Misalnya, sarana jalan dan jembatan karena hasilnya sudah sangat dinantikan masyarakat luas. Ia juga meminta rekanan yang memenangkan lelang proyek perbaikan jalan untuk bekerja secara profesional dan mematuhi semua komitmen yang tertuang dalam kontrak.

“Tahun ini, dana Rp 420 miliar kita kucurkan khusus untuk perbaikan jalan. Kepala DPUPR harus memastikan anak buahnya melakukan monitoring dengan baik. Kalau ada rekanan yang tidak mengerjakan proyek sesuai ketentuan segera diberi sanksi sesuai aturan. Dalam pengawasan proyek, kita juga melibatkan aparat penegak hukum melalui tim TP4D,” tegasnya.

Sejumlah warga yang kebetulan berpapasan dengan Sri Sumarni sempat melontarkan ungkapan terima kasih atas datangnya proyek perbaikan jalan. “Sekarang jalannya sudah mulus. Saya kalau ngantar anak berangkat sekolah jadi mudah,” ungkap salah seorang warga Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, saat bertemu bupati ketika akan mengantar anaknya sekolah dengan sepeda roda tiga. 

Editor: Supriyadi

Mamik Tuduh Pemkab Kudus Tak Peduli Dampak Proyek Jalan

Koordinator Gemataku Kudus Selamat Mahmudi (Mamik).

Koordinator Gemataku Kudus Selamat Mahmudi (Mamik).

KUDUS – Koordinator Gemataku Kudus Selamat Mahmudi (Mamik) menduga, pemkab kurang memperhatikan dampak dari pembangunan proyek yang dilaksanakan. Padahal proyek tersebut harusnya juga dipikirkan efeknya, misalnya terkait dampak kemacetan.

“Dampak dari pelaksanaan pembangunan jalan tidak masuk dalam perhitungan SKPD terkait maupun kontraktor pelaksana. Sehingga kemacetan yang timbul akibat pelaksanaan pembangunan dianggap hal wajar dan masyarakat pengguna jalan tidak berhak protes. Sebagaimana kemacetan di beberapa ruas jalan di Kudus yang sekarang ini sedang berlangsung akibat perbaikan jalan dan jembatan,” katanya kepada MuriaNewsCom.

Menurutnya, diperlukan antisipasi dampak sementara yang timbul akibat proses pembangunan infrastruktur jalan yang dilaksanakan di Kudus. Kemacetan yang ditimbulkan secara sosial maupun ekonomi berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat.

Menurut dia, Gemataku mendesak agar pelaksanaan proyek publik yang berdampak terhadap sektor kehidupan sosial masyarakat menyertakan kajian lalu lintas. Ada kerugian materiil dan immaterial yang ditanggung masyarakat. Bahkan akibat kejenuhan dan kurangnya kesabaran, pertengkaran mulut antar pengguna jalan kerap perlangsung.

“SKPD terkait harus serius memperhatikan keluhan masyarakat terkait proyek pebangunan jalan yang sedang berlangsung. Jangan berdalih dampak macet hanya berlaku sementara. Sebab, untuk proyek jalan dengan kontruksi beton sesuai spesifikasi kelayakannya baru dapat dilalui 3 bulan setelah selesai pengerjaannya,” imbuhnya. (FAISOL HADI/SUWOKO)